Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 46


__ADS_3

Annisa memandang sebal pada sang adik mengapa ia harus pulang si. Dokter Aris bahkan belum mengizinkannya pulang ke Indonesia. Masih ada seminggu lagi untuk memantau keadaannya.


"Dok gimana?" Akhirnya Annisa lah yang harus berdiskusi dengan dokter Aris untuk waktu ini. Semua sampel sudah sempurna, hasilnya akan saya kabari minggu depan. Tapi tolong Aira tetap harus menjaga pola makannya. Hindari dulu makanan yang manis manis dan berkafein terutama kopi. Perbanyak minum air putih dan beberapa jus buah. Begitu perkataan yang di lontarkan oleh dokter Aris.


"Oke baik dok!" Ujar Annisa, gadis ini juga menceritakan ulah sang adik yang kabur ke indonesia.


"Kamu juga harus menjaga kesehatan mu Annisa!" Tiba tiba saja Dokter Aris berujar seperti itu.


"Ah makasih saya permisi!" pamitnya segera pergi pulang, semuanya tampak melelahkan. Menyusul adiknya pulang ke Indonesia dia masih tak bisa. Masih ada beberapa mata kuliah yang di ujikan untuk besok dan seminggu ke depan.


"Ma, Pa! Aira pulang!" Ujar Annisa, awal perkataan yang dirinya ucapakan kepada kedua orang tuanya. Meminta untuk menjaga Aira, setidaknya lakukan pekerjaan yang berhubungan di indonesia agar bisa menjaga adiknya.


Biaya tambahan pengobatan dan juga biaya hidup putri sulungnya membuat kedua orang tua ini bekerja keras untuk menanggung biaya hidup, rela mengambil beberapa jam lembur dan project liar kota. Papa Baskoro memang sosok Ayah yang hebat tak lupa sang Mama.


"Baiklah, Papa dan Mama akan pulang ke Indonesia, kamu fokus dulu sama ujian mu!" Ujar Papa Baskoro di sebrang sana.


"Ah ya, setelah ujian ini selesai Annisa akan pulang ke Indonesia! Sekalian liburan disana saja, daripada disini!" ujar Annisa menutup sambungan telfon miliknya.


"Hah....!" Helaan nafas di tarik dengan panjang.


tring!!!!

__ADS_1




Notifikasi instagram membuatnya mengambil benda pipih yang tadinya teronggok tak berguna di atas meja. "Study and Happy!!!" Caption nya.


Sudut bibirnya terangkat, biarkan Annisa tetap menjadi penguntit di Instagram pemuda ini. Setidaknya melihat Daniel bahagia di ujung sana membuatnya ikut bahagia!"


"Bisakah kita bertemu untuk menjadi dua orang manusia yang saling mencintai?" Hatinya bertanya dalam pilu. Tak ada pekembangan setalah kata itu terucap, Daniel? Pemuda itu nampak menjauh, sudah di pastikan bahwa Daniel tak menyukai dirinya.


...************************...


"Gue cinta sama dia! Gue masih cinta, dan gue sadar lo itu pacarnya!" Ujar Felicia, pertemuan yang tak sengaja membuat gadis ini meminta sedikit waktu Aira untuk bertemu. Hanya akal akalan saja, sebenarnya Felicia memantau aktifitas gadis ini.


"Iya gue gak punya muka dan gue juga gak punya umur panjang kayak lo!"


"Terus peduli gue apa!"


"Gue salah ninggalin dia karena usulan Mama gue, tapi lo liat sendiri, gue selalu punya cara buat dia mau nuruti segala ucapan gue. Dan artinya Rendra masih suka sama gue karena secara gue itu cinta pertamanya!" Ujarnya dengan bangga.


"Lantas?"

__ADS_1


"Ini!!!" Ujar Felicia memberikan beberap lembar foto, "Selama lo pergi, dia suka ke apartemen gue dan ngerawat gue. Hah... Kasihan ya lo selama ini di bohongin sama dia. Cuman di depan lo doang dia nurut gak bakal peduli lagi, tapi faktanya dia masih perhatian dan ga berubah!"


Aira menatap nanar beberapa lembar foto diatas meja, mengapa Rendra sepicik ini. Ayolah ia hanya meninggalkan Rendra 2 minggu , kejuatan apa yang sebenarnya Rendra berikan. 2 minggu? ada apa dengan waktu sesingkat itu. Sudah terjadi apa saja.


...Kena kan lo!!!...


"Bahkan bukan sekali dia tidur kayak kemarin, gue gak bisa ngitung berapa kali dia datang ke apartemen dan ngurus gue saat lo gak ada di Indonesia. Mungkin setiap hati!" Ucapannya dengan penuh kedustaan.


"Gue gak tau kalau kalian semenjijikan itu di belakang gue!"


"Lo yang tiba tiba hadir dan sok menjadi pahlawan di kehidupan Rendra, elo yang salah!"


"Gue? hah, bukannya lo yang ninggalin dia?" Tawanya begitu campah, airmata disusut untuk menghapus secara kasar.


"Gue memang salah dan sekarang gue kembali. Cinta pertama Rendra kembali, kata orang cinta pertama akan tetap memiliki tempat tersendiri. lo gak bakal bisa buat orang itu nyingkirin gadis pertama yang di cintainya, terlebih gue sama Rendra udah bertahun tahun, sedangkan lo? Cuman berapa tahun?" Sinisnya memandang remeh.


"Lo bisa gak pergi dari sini!" Ujar Aira, akhirnya kalimat itu yang hanya mampu keluar dari mulut nya. Semua kenyataan ini terlalu sesak. Pandangannya melalang buana untuk menerka, memang!!!! Selama ini Aira sudah berusaha keras menyingkirkan Felicia, faktanya akan ada aja alasan Rendra untuk membantu gadis ini.


Laki laki melupakan suatu hal, bahwa mantan pacar akan selalu menjadi musuh pacarnya meski mereka tak saling kenal, rata rata seperti itu.


"Gue harap lo bisa ninggalin dia, mungkin gue juga lagi ngandung anak dia!" Sinis Felicia, kakinya melangkah pergi meninggalkan Aira yang duduk tergugu, hatinya begitu rapuh dan tersayat.

__ADS_1


...********************...


__ADS_2