Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 44


__ADS_3

"Semua tentangmu hari ini sudah tercatat!" Ujar Aira menutup buku Dairy miliknya.


Kecewa dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar, apalagi peduli dengan seseorang dimasalalu.


Itu hanya rasa peduli, tak cinta. Kalian terlalu menghina kepedulian Mr. Rendra.


Padahal dikehidupan nyata, cinta bisa lebih menjijikan itu aslinya.


Membenarkan segala tindakan, Ayolah!!! Kecewa adalah rasa yang tak seharusnya ada bukan?


Semua hanya tentang ekspektasimu yang harus selaras keinginan.


Kemampuan mu hanya merancang, dan Tuhan yang menentukan. Jangan melampaui batas.


Mengklaim bahwa Tuhan tak adil atas setiap hal tentang mu.


Memangnya siapa kamu? Sehingga Tuhan harus berlaku adil padamu dalam setiap hal.


Lantas? Bagaimana kau memaknai sebuah kata bernama syukur?




Kalimat pajang itu tercatat dengan dua foto yang terselip. "Mahluk tampan pemilik raganya."


...********************...


"Kenapa menyembunyikan ini!" Beberapa kertas hasil medis Aira di lempar begitu saja oleh sang kakak, keduanya saat ini sedang berada di dalam kamar milik Aira.


Soal tadi pagi? Pertemuan Rendra dan Papanya? Berjalan dengan baik dan sangat lancar.


"Semua masih belum terlambat kau harus mau memulai pengobatanmu!" Tatapanya begitu nyalang dengan kobaran amarah.


"Tau dari mana?" Tanya Aira.


"Jangan bertanya dari mana, kau harus memulai pengobatanmu, Aira!!!"


"Kakak kan tau Aira tak suka dengan obat dan bau rumah sakit seperti itu!"

__ADS_1


"Baiklah, Rendra juga harus tau soal penyakitmu!"


"Kak!!!"


"Minggu depan kau harus ikut ke singapura bersama kakak. jika tidak kau tanggung akibatnya!"


"Tapi aku...."


"Penyakit kelenjar getah bening bukan main main Aira!!!!! Hanya rumah sakit di singapura yang membuat kakak percaya penyakitmu sembuh Aira!!!"


"Di indonesia juga bisa kak!"


"Bisa? Tapi kamu menghindarinya! Jangan membuat kakakmu menjadi gila Aira, kaulah satu satunya adik yang kakak punya saat ini. Kau keluarga kakak. Sekarang kakak tanya, dimana benjolan itu berada?" Wajahnya menyendu.


"Hah.... Ini!" Tunjuknya pada benjolan kecil, jika bukan si empu yang menunjukkan orang awam pasti tak sadar jika ada benjolan disana.


"Masih kecil, tapi tak bisa di remehkan. Kau terao harus terbang ke singapura minggu depan! Kakak tak menerima penolakan apapun itu. semua kakak yang urus." Putusnya tanpa mau dibantah sedikit pun.


"Tapi kakak disana untuk kuliah, bukan mengurus adikmu ini!"


"Peduli apa kakak soal kuliah jika kau sakit seperti ini!"


"Makanya jangan membantah! Mama Papa belum tau masalah ini, kakak harap dalam seminggu kau mau memberitahu Mama dan Papa. Jangan lupa siapkan alasan mengapa kau harus pergi ke singapura bersama kakak pada tuan Rendra mu itu. Kakak sudah konfirmasi sama dokter yang ada disana, kalau memungkinkan 3 hari setelah kau sampai dan di periksa untuk kesiapan operasimu. Jika semua lancar, operasi akan dilaksanakan pada hari ke empat."


"Kakak, kenapa kau tidak memberitahuku dulu aku...."


"Sudah kakak katakan jangan membantah, dan ikuti semua aturan kakak. Setelah sampai disana pemeriksaan kesiapan operasi akan di lakukan segera, Jika memungkinkau kau akan diperasi dihari ke 7 dan 1 bulan pemulihan pasca operasi. Jika operasinya berhasil, kakak akan mengantarkan mu pulang hanya 2 bulan kurang lebih kau berpisah dengan kekasihmu. Jangan ada kalimat bantahan lagi!" Kaki Annisa sudah melangkah keluar.


...*******************...


"Hai Annisa, gimana?" Sapanya.


"Kenalin dok, ini adik saya Aira!"


"Ah Aira, saya dokter Aris yang nantinya akan membantu pengobatan kamu!" Umurnya masih 27 tahun tapi dia sudah menyandang gelar dokter spesalis, otaknya terlalu pintar di atas rata rata.


"Aira!" jawabnya singkat menyambut uluran tangan.


Singapura, untuk Rendra semua aman. Manusia itu tak tau keperluan Aira datang ke singapura. Papa dan Mama menyendu melihat putri bungsunya mengidap penyakit itu dan meminta Aira untuk menuruti semuanya permintaan dan segala upaya yang dilakukan keluarga nya agar dirinya bisa sembuh seperti sedia kala.

__ADS_1


"Bisa kita mulai?" Tanya Dokter Aris.


"Ya dok! Kita mulai sekarang!" Ujar Annisa mantap.


"Kakak!!!" ujarnya lagi.


"Ingat perjanjian mu! Ayo dokter Aris sudah menunggu di dalam!" Peringatinya pada sang adik untuk segera melangkah masuk.


Seminggu benar benar dilakukan pemeriksaan menyeluruh, serta ketersediaan yang perlu di siapkan.


"Baik, besok kita bisa mulai operasinya!" Putus Dokter Aris kala sudah seminggu melihat perkembangan tubuh Aira. Malam ini gadis tersebut di minta untuk menginap di rumah sakit terlebih dahulu.


Videocall selalu dilakukan setiap malam, membagi tawa dengan mengirimkan beberapa lembar foto yang Aira ambil di area destinasi liburan. Dasar munafik, gadis ini menyembunyikan semua kesakitannya


"Kak!"


"Hem." Acuh Annisa masih berfokus pada ponsel yang ada di genggaman tangannya, hanya membuka menutup. Sejujurnya Annisa begitu khawatir dengan adik semata wayangnya.


"Kalau gak berhasil gimana!" Lirih Aira.


"Harus berhasil!" Katanya penuh optimis.


"Kak... tapi....


"Ini sudah malam sebaiknya kamu tidur dan jangan memikirkan apapun. Ingat, kamu pasti sembuh.


Pagi Hari pukul 08.00


Semua sudah siap, Aira sudah masuk kedalam ruang operasi. Mama dan Papa sudah tiba 1 jam sebelum Aira di operasi. Beberapa kata wejangan ia dapatkan, "Jangan memikirkan hal apapun, ini tak sakit. Rasanya sama seperti kau jatuh hanya nyeri. Tapi kau pasti sembuh!" Kata sembuh akan selalu mengudara hanya untuk Aira.


1 Jam


2 Jam


3 Jam


Pintu ruang operasi terbuka, Dokter Aris keluar dari ruangan operasi "Bagaimana?" Tanya Annisa cemas, ia ingin segera mengetahuinya.


"Operasinya pengangkatan kelenjar getahnya sudah berhasil, tapi saya belum bisa menjamin bahwa tubuh Aira menerima respon baik atas tindakan operasi ini dan beberapa suntikan obat yang masuk ke tubuhnya. Setelah operasi kita harus memantau perkembangan nya. Saya dan beberapa dokter spesalis lainnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Aira. Kau tenang saja Annisa!" ujar Dokter Aris tersenyum, pembawaan dan wibawa yang terkesan epik dan sangat tenang.

__ADS_1


...*********************...


__ADS_2