Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Kepergian


__ADS_3

Beberapa orang sudah berkumpul, pusaran bertuliskan Aira Mutiara Binti Baskoro. Gadis cantik itu pergi tanpa mau kata berpulang. Tidur tanpa ingin kembali. Sangat nyaman.


Kenapa kau lebih memilih kematian untuk menghukumku.


Pewaris tahta perusahaan Global Industri itu nampak seperti pria tak terurus, tangan yang seharusnya mengusap kini terkulur untuk memberi taburan bunga di atas sebuah nisan.


"Gue juga sama terlukanya kayak lo! Ikhlasin dia seperti janji lo ke dia tanpa air mata. Satu yang perlu lo tau, lo adalah laki laki paling beruntung karena di cintai adek gue sampai akhir hayatnya! Gue pulang!" Tepukan bahu dari Annisa, kata nasihat terlontar.


Semua rombongan pamit, hingga Rendra yang masih tertinggal disana.


Bangun Ra!!!! aku gak bisa penuhin janji aku ke kamu. Aku nangis di sini! Liat Ra, aku nangis. Kau harusnya memarahiku, angkat tanganmu untuk memukul ku Ra!!!


Kalimat itu nampaknya percuma, hanya ada angin yang berhembus tanpa balasan kata. Dan waktu tetap berjalan maju tanpa kata mundur, suka tak suka terserah manusia. Semua ibarat siksaan yang harus diterima.


Aku akan kesini ya besok pagi, kamu mau di bawain apa? Aku bawain kue kesukaan mu ya.. Dadada cantik!


Pamit Rendra, kala senja sudah menyapanya. Tugas matahari sebentar lagi akan di gantikan oleh sang Rembulan.


Seminggu lamanya, setiap pagi Rendra selalu datang ke makam tersebut. Akan selalu ada yang dibawa. Ia menapik sebuah fakta keras bahwa Aira telah herpulang.


Tak


Tak


Tak


Gadis cantik ini datang sendiri, "Gue bawain lo bunga!" Ujarnya menaruh bungga mawar putih itu.


Harusnya gue yang pergi bukan elo. Gue ngerasa jijik dengan diri gue sendiri. Kenapa si lo baik ke gue, kenapa lo mau nyelamatin gue Ra!!! Gue itu musuh lo. Kenapa?


Kalimat pemberontakan itu dilayangkan Felicia, berkat ginjal pemberian Aira, gadis ini tak lagi merasakan sakit di tubuhnya.


Lo tau, Rendra nangis disini. Kemana lo?? apa lo mau gue yang ngapus air mata dia? Bangun Ra!!!! Kenapa si lo milih cara kayak gini. Gue jadinya males bersaing sama lo.

__ADS_1


Gue relain deh, Rendra buat lo. Bangun Ra!!!!!!


Kertas itu diterimanya, kala ia dinyatakan sembuh dari operasi pencangkokkan ginjal.


"Maafatin dengan baik, adek gue terlalu baik buat lo! Jangan buat idup lo gak berguna di dunia ini!"



Secarik kertas di baca dengan tetesan air mata,


Sorry Ra, gue gak bisa jaga Rendra. Gue gak pantes. Makasih. Gue bakal ngunain hidup gue supaya bermanfaat bagi orang lain.


...********************...


"Lo selalu kesini!" Ujar Annisa.


"Setiap hari!" Jawab Rendra yang baru saja datang.


"Nis gue gak bisa, sorry gue..."


"Gue tunggu besok lo di cafe. Ada sesuatu hal penting yang pengen gue bicarain ke elo."


"Apa?"


"Lo bakal tau nantinya, gue pergi!" Ujarnya melangkah.


Pria tampan menyambut gadisnya dengan senyuman. "Sudah sayang?" Tanyanya.


"Ya.. Ayo pergi!" Jawab Annisa tersenyum.


Semua begitu melegakan bagi Annisa, pria tampan di sampingnya adalah sosok yang paling berharga. Kebaikannya tak dapat di ungkap. Bagaimana kisahnya Daniel bisa menerima Annisa sebagai kekasihnya? ini masih seminggu terhitung mereka menjalin sebuah hubungan pria dan wanita dewasa.


...*****************...

__ADS_1


"Gue kasih ini ke elo!" Ujarnya memberikan kotak besar dihadapan Rendra, jam sudah menunjukkam pukul 12.30 WIB ditengah siang yang begitu terik.


"Ini apa?" Tanya Rendra tak mengerti.


"Semua barang yang memang harusnya elo yang punya bukan gue!" Ujarnya lagi.


"Buku? Lukisan?" Tanyanya makin tak faham kala sudah melihat isinya.


"Semua itu adik gue tulis saat lo gak ada di sisinya. Semua tentang lo. Dia pernah bilang ke gue kalau dia udah gak ada, barang ini harus menjadi milik lo!" Jelasnya kembali.


"Thanks nis, ini berarti buat gue!"


"Lo harus bahagia! Apapun itu, biar adek gue disana juga seneng liat orang yang disayang bahagia!" Ujarnya kembali.


"Lo gak benci gue?"


"Benci lo gak bikin adek gue hidup kembali kan?" Tanyanya. "Gue gak bisa lama lama, mungkin hanya itu yang bisa gue sampaiin ke elo Ndra. Gue pamit, keluarga gue akan pindah mereka juga butuh waktu untuk nerima segalanya. Semoga lo bahagia. Bye!" Ujarnya tanpa basa basi.


Munafik, memang Annisa tak membenci tapi bagaimanapun melihat Rendra bayang bayang sang adik akan tetap menghantuinya. Disisa umur nya , gadis itu selalu bercerita tentang Rendra.


...***********************...


Selamat atas pelantikanmu sayang...


Kau terlihat tampan....


Aku merindukanmu....❤



Kata itu terselip dengan sebuah foto yang gadis nakal ini ambil dari guntingan majalah bisnis.


Air mata itu luruh, kala dirinya membaca tiap untaikan kata seberapa besar Aira mencintainya, matanya lelah hingga terpejam. Sampai fajar menyapa, tuk meyakinkan bahwa Rendra telah sendiri dan Aira pergi. kini raganya dan semangat hidupnya telah mati suri.

__ADS_1


__ADS_2