Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 38


__ADS_3

"Anda suaminya!" tanya Dokter yang sudah keluar dari ruangan tindakan.


"Tidak dong, saya keluarganya. Dia Mama tiri saya!" Jujurnya, nampak kaget mengingat perbedaan usia keduanya dirasa tak jauh lebih tepatnya mereka bisa dikatakan seumuran bukan? Dilihat dari wajahnya saja sudah ketara.


"Kenapa ya dok?" Tanya Rendra memecahkan lamunan sang dokter.


"Ikut saya!" Ujarnya kembali.


Hasil itu sudah ditangan Rendra, bibirnya kelu. Tangannya bergetar membawa dokumen itu masuk kedalam sana.


"Lo udah tau semuanya?" Tanya Felicia, ia sudah tersadar dari tidurnya dan kini berbaring menatap Rendra yang masuk kedalam ruang inap.


"Sejak kapan?" Tanyanya.


"Gue gpp!!! gue gak minta lo kasihanin ke gue!" Kali ini nada bicara Felicia begitu tak bersahabat dengan Rendra.


"Jawab!!! sejak!" Nadanya sudah naik kala pertanyaannya tak ditanggapi.


"Hanya rusak sebelah. Gue juga baru tau 3 bulan terakhir." Jawabnya dengan jujur.


"Lo kenapa gak bilang dan nyembunyiin ini ke gue Fel!" Tanyanya.


"Hahahaa.... Lo beda, lo udah pergi dan lupain gue." Sinisnya. "Gue ngaku salah Ndra ke elo, salah. Tapi gue cuman pengen temenan sama lo doang, kagak lebih."Tawanya begitu campah.


"Sorry, gue...."


"Gue tau, lo bener kok. Lo udah punya pacar bahkan lebih cantik dan sehat. Gak kayak gue yang penyakitan gini! Gak seharusnya lo masih tetap peduli kayak gini ke gue."


"Apaan si lo!"


"Gue juga gak akan ngerebut lo dari dia. Gue cuman pengen ini semua damai Ndra, gue udah bisa kok nganggep lo sahabat. Gue juga pengen minta maaf ke nyokap lo dan semuanya. Semua orang yang udah gue sakitin..."Ungkapan itu dilontar dengan sedikit isakan yang keluar.


"Gue udah maafin lo!"

__ADS_1


"Lo udah, tapi yang lain belum. Setidaknya gue gak mau pergi dari dunia ini dengan beberapa orang yang dendam bahkan sakit hati ke gue Ndra! Gue pengen pergi dengan tenang Ndra." Tangisnya sudah tak terbendung lagi.


"Gue gak suka lo ngomong kaya gitu. Lo masih bisa sembuh Fel! Gue bakal nganggep lo sahabat juga kok. Gue janji setelah ini akan selalu ada buat lo untuk saat ini!" Tak teganya.


"Gak usah, gue gak butuh itu. Gue gak mau lo sama pacar lo berantem karena gue."


"Lo tenang aja, gue bakal cerita ini semua ke Aira kok. Dia pasti bakal ngertiin! Tapi semuanya butuh waktu juga. Gue baru aja baikan sama dia, gue gak mau ribut lagi. Ujarnya.


"Thanks ya..." Jawabnya.


...*************************...


Disisi lain, Aira memasuki sebuah gedung les yang bisa di kategorikan cukup mewah, ah sangat mewah. Bangunanya luas, seperti sekolahan saja.


"Nah lo masuk aja! Itu temen gue!" Ujar Daniel memberikan petunjuk ruangan dengan jari telunjuknya, "Tenang gak usah gugup, gue udah bilang semuanya ke dia. Jadi beres!" Ujar Daniel memberikan dua jempol tangan sebagai tanda semangat.


"Hahaha... Oke. Kalau lo mau pulang gpp kakak, nanti Aira bisa naik ojek!"


"Udah gue tungguin, Gue juga punya sesuatu buat lo!"


"Gak usah protes!!!! gpp. Gue cuman bantu. Kan setidaknya lo gak kerja buat gue, tapi orang lain!" Jujurnya.


"Kak....."


"Buruan masuk sono!" Titah Daniel, ia memberikan kode Aira untuk masuk kedalam ruangan. Tak butuh waktu lama hanya 10 menit Aira tampak keluar dengan wajah yang ceria.


"Gimana?"


"Arghhh... Thanks ya kak. Katanya Aira bisa ngajarnya mulai besok dari jam 10 sampai jam 5 sore si."


"Bagus tuh!" Ujar Daniel tersenyum.


"Tapi ada yang aneh deh kak!" Ujarnya kembali.

__ADS_1


"Aneh apanya si Ra!" Tanya Daniel tak mengerti.


"Aira harus magang dulu sebulan dapet gajinya 10 jt dan kalau Aira bisa bagus kerjanya akan di tetapkan sebagai pegawai tetap dan gajinya masa sampai 30jt!" Tutur Aira dengan jujur.


"Wah gede juga. Bagus dong itu. Bisa kali traktir! Ntar pas gajian pertama gitu." Ujar Daniel menggoda.


"Kak bukan itu, masak magang cuman 1 bulan dan gajinya besar banget! Mana hari sabtu minggu libur katanya!" Ceritanya merasa aneh.


"Kan itu bimbel terkenal dan yang masuk kesitu juga anak artis dan para pejabat si. Jadi wajar!" Kilah Daniel.


"Apa ya gitu ya?" Ujarnya masih tak mengerti.


"Nih, aku ada browsur buat kamu lanjutin kuliah kalau mau!" Ujar Daniel memberikan bosur itu.


"Gah ah kak, aku lagi pengen ngumpulin uang yang banyak dan buat usaha biar gue bisa jadi orang sukses dan banggain Papa dan Mama!".


"Segitunya lo cari uang? Emang 30 jt perbulan masih kurang?" Tanya Daniel tak mengerti.


"Ya enggalah kak! Kelebihan. Hem... Entahlah Aira pengen punya bisnis aja!"


"Sejak kapan suka bisnis? Bukannya dulu paling anti ya kamu?" Anehnya.


"Sekarang ga lagi. Pokoknya Aira cuman pengen ngumpulin banyak uang!" Ujarnya kembali masih dengan semangat yang optimis.


"Hahaha... Yaudah deh! Kan kamu sabtu minggu libur, mending nyanyi aja di cafe. mau ga?" Ujarnya memberi tawaran.


"Argh , suaraku jelek kak!"


"Engga loh, bagus. Udah nyanyi aja. Enak loh bayarannya. Lumayan 1jt permalem nyanyi dicafe."


"Mana ada, semalem nyanyi di cafe 1 jt buat pemula kayak aku!"


"Ada ih, kamu ga percayaan! yang penting kamu mau kan. udah!!!" Ujar Daniel lagi.

__ADS_1


......Duh ini ujian atau apa si ealah.... Kenapa mantan begitu perhatian sedangkan pacar malah asik asik enak enakan. Kenapa setelah jadi mantan malah bermanfaat gini ealahhh... but,Thanks Daniel.......


__ADS_2