Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 27


__ADS_3

"Happy seprotulation, sayang!" Ujar Rendra kala melihat Aira sudah keluar dari ruang sidang praskripsinya.


"Ah makasih!" Sebait kata itu terlontar dari mulut manisnya, rasanya kurang nikmat jika tak di bumbui dengan pelukan hangat.


Ya, ini sidang pertama Aira, hubungan mereka baik baik saja. Hampir satu tahun lamanya, sekarangpun Aira sudah memasuki semester 7. Pada awal nya hal wajar jika berselisih pendapat, namun baik Aira maupun Rendra mampu membuat suasana kembali seperti sedia kala.


"Kok repot repot si!" Ujarnya menyeka air mata bahagia.


"Gak repot ko, apa si yang engga buat pacar ku ini!" Ujar Rendra, kali ini hati pemuda itu sudah seperti sedia kala, hangat dan menjadi dirinya sendiri. Sangat humoris ternyata tuan Rendra ini.


"Ayo pulang, Bunda katanya kangen sama kamu!" Ujar Rendra kembali,


Bunda? Ya! wanita paruh baya yang melahirkan Rendra, Aira sudah mengenalnya. Tuan Rendra nampak gesit dan tak lagi main main perihal gadisnya ini, Binis? oh ia sudah memiliki 5 cabang cafe yang tersebar dibeberapa daerah ibukota.


Semuanya, Alhamdulilah sukses. Sesekali Rendra mengecek perkembangannya. Rizki kini hanya mengawasi dan memantau semua yang karyawan kerjakan, tak lagi menjadi pelayan. sekarang sudah menjadi bos katanya. Hehehe....


"Ayo!" Ujar Aira tersenyum.


Kaki keduanya melangkah masuk ke rumah, alhamdulilah keadaan rumah milik Rendra sekarang nampak lebih baik. Kendaraannya pun sudah berganti dengan roda 4.


"Hai kak Rara, selamat ya!" Ujar Jelita yang langsung menyambutnya dengan gembira tak lupa pelukan cipika kanan kiri.


Bikin Rendra iri saja, ah ia!!!! Mencium? Tidak, Rendra menjaga gadisnya tapi kalau hanya di telapak tangan, pipi dan kening boleh lah. Hehehe tapi mau lebih. Ujar hatinya memberontak.


"Eh kok pada di luar sini masuk?" Suara bunda membuat ketiganya menoleh.


"Kangen, bunda!" Ah Aira, sudah masuk aaja kedalam pelukan Bunda Rendra.


"Bunda juga kangen Rara, gimana tadi? Lancar kan?" Tanya Bunda.


"Lancar bund! Rara kan pinter!" Ujarnya berbangga diri.


"Hahaha.... Kamu ih makin lucu aja tiap hari!" Ujar Bunda.


"Hehehhee..." Kekehannya.


Ruang makan tersebut nampak sangat ramai dengan berbagai menu olahan masakan khas nusantara, beberapa menu kesukaan Aira juga ada di atas sana.

__ADS_1


"Bunda masak semua ini?" Tanya Aira takjub.


"Gak sih, di bantu Jelita sedikit sama si Mbok tadi!" Ujar Bunda terkekeh geli.


"Ah... Makasih bunda, tapi gak usah repot repot gini!" Ujar Aira tak enak hati.


"Eh gak repot kok, ayo di makan. Yang banyak pokoknya sampai kenyang, buat Aira semuanya!" Ujar Bunda menggoda.


Keluarga ini menjadi yang utama jika soal kehangatan dan kebersamaannya, tapi tak bisa di pungkiri sudut terdalam Aira merindu pada masakan Mamanya, tapi... Lupakan. Mari kita makan dan nikmati.


...**********************...


"Ah ya, besok aku gak bisa nemenin kamu dulu ya mantau caffe. Mau nemenin kakak Annisa dulu!" Ujar Aira meminta izin saat Rendra mengantarkannya pulang.


"Butuh di temani sayang?" Tanya Rendra.


"Gak usah, kak Annisa orangnya susah kalau ramah sama orang baru, Ntar aja aku kenalin!" Ujar Aira memberikan pengertian. Tapi Aira sudah menjelaskan bahwa kakaknya menyetujui hubungan mereka, nampak canggung kalau ada orang baru. Annisa merupakan pribadi yang susah bergaul dengn orang baru, jika tak ada keterpaksaan. misalnya masalah pekerjaan.


"Yaudah hati hati, kalau butuh apa apa telfon aku aja ya!" Ujar Rendra kembali pada kekasihnya, usapan tangan pada puncak kepala tanda menyalurkan kasih sayang. Tubuhnya menghilang masuk kedalam rumah diiringi dengan hilangnya mobil Rendra yang perlahan pergi menjauh.


"Duh senengnya yang diajakin makan sama mertua!" Ujar Annisa menggoda.


"Hehehehe....." kekehannya.


"Nih.... " Ujar Annisa memberikan vocer belanja pada sang adik senilai 5 jt dan vocer perawatan di salon.


"Apa nih?" Tanya Aira heran.


"Hadiah buat lo dari kakak mu yang cantik ini!" Ujar Annisa menggoda dengan sombong.


"Hahaha... Apaan si kak sok sok an ngasih ini segala. Gak usah kali ah!" Ujar Aira tak enak hati.


"Alhamdulilah kalau kagak mau! sini gue masukin lagi!" Ujar Annisa kembali.


"Eh enak saja, kan nolak hadiah juga gak boleh kak. Jadi makasih!" Dasar modus, sok menolak tapi juga menginginkan itu.


"Hahhaha..." Keduanya tertawa cekikian.

__ADS_1


...*****************...


Buket bunga bernilai 10 jt yang dirangkai menjadi satu dalam pecahan nominal 100 ribuan, nampak cantik dan sangat indah, tak lupa kue yang ada di tangan cantiknya.


Drama tak bisa datang ke kampus dengan alasan Rendra, itu yang digunakan Aira untuk membohongi Annisa sang kakak. Untuk yang bertanya kenapa Annisa tak datang saat sidang? ya karena Aira yang menginginkan itu "Gak usah dateng, dirumah aja. Kan besok kakak sidang juga, fokus dan dapatkan nilai yang terbaik!" Begitu titah sang adik.


"Hah.... " Ujarnya terduduk lesu, adiknya ternyata tak datang di hari sidangnya.


"Selamat ya...." Ujar Daniel, memberikan sebuket bunga cantik berwarna pink tanda persabahatan mereka. Pemuda ini masih sesekali menyapa, untuk hati? masih sama. Daniel masih tak bisa melupakan Aira, dan Annisa mencintai Daniel.


"Lo?"


"Gak usah sedih, nih gue kasih bunga. Selamat sidangnya. Kan di rumah masih bisa ketemu adik lo!" Ujar Daniel.


"Hah.... Thanks...." Ujar Annisa. Gadis yang dianggap mandiri ini memiliki sisi kekanak-kanakan yang lebih ekstrem dari sang adik apabila sudah dalam mode manja. Sulit di percaya ternyata.


"Dorrrr." Ujar Aira yang datang tiba tiba membuat kaget kedua orang itu aja.


"Ah lo kesini, gue kira!" Tangisnya sudah tak bisa dibendung kembali.


"Hahaha, sorry. Mana mungkin gue ga dateng, kan lo kakak gue yang paling cantik, baik hati yang terpenting gue sayang sama lo!" Ujar Aira mengusap punggung kakaknya dengan lembut.


"Udah dong, ini kadonya yok foto-foto dulu!!!" Ujar Aira kembali.


"Wkwkw gak mau gue jelek habis nangis ini!" Ujar Annisa nampak lucu.


"Lo kan emang udah jelek dari sononya! Gue yang paling cantik!" Sombong Aira.


"Dih....." Ujar Annisa dengan jenggah.


"Wkwkwk makanya ayo! Mumpung ada kak Daniel minta tolong fotoin nih, bisa kan kak?" Ujar Aira nampak tak tau diri.


"Heh, gak baik!" Tegur Annisa.


"Gpp nis, ayo gue fotoin sama adik lo!" Ujar Daniel.


...************************...

__ADS_1


__ADS_2