Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 47


__ADS_3

Beberapa masalah yang terjadi membuat Rendra harus memfokuskan pekerjaan nya terlebih dahulu atas cabang cafe yang bermasalah. Sehingga 5 hari setelah kejadian di cafe itu, Rendra belum menghubungi Aira kembali. Pemuda itu juga menyimpan sejuta tanda tanya mengapa gadisnya pulang begitu cepat dari yang dijadwalkannya.


Ah, pria ini tak sadar bahwa sebuah masalah memang harus segera di selesaikan. Pikirannya "Tunggu dulu!" Biarkan si gadisnya meluapkan segala amarah, setelah redup maka ia bisa menjelaskan semua. Begitu kesimpulan yang dapat dia tarik kali ini. Jika masih dalam mode marah, keputusan yang diambil akan sangat merugikan bagi keduanya.


Dua manusia berbeda jenis sudah mendarat sempurna di Indonesia, Annisa terburu buru untuk segera pulang ke rumahnya, Ada dokter Aris yang mendampinginya pulang kali ini.


"Ayo dok!" Ujarnya, kala sopir yang di tugaskan oleh Papanya sudah menjemput mereka berdua.


"Annisa!!!" Pekiknya memanggil sebelum Annisa masuk kedalam mobil itu dengan sempurna.


Matanya menelisik, kiranya darimana sumber suara tersebut berasal. "Daniel!" Panggilnya pelan, senyum dilayangkan ke arah pemuda itu kemudian Annisa segera masuk kedalam mobil disusul dengan Dokter Aris yang berada di belakangnya.


"Siapa dia?" Tanya Daniel menerka, Cukup kaget setelah beberapa minggu yang lalu mengetahui bahwa gadis ini mencintainya, lantas mengapa dia pulang ke Indonesia dengan seorang pria? Apakah keduanya adalah sepasang kekasih? Bukankah selama ini Annisa tak pernah dekat dengan lelaki manapun ya? Pikiran Daniel menerka.


Ada sedikut ujung hatinya kecewa, mengapa Annisa secepat ini melupakannya? apakah dia memang tak beharga, rasanya waktu begitu cepat.


...**********************...


"Duduk Ndra!" Ujar Aira, gadis ini tersenyum.


"Minum kopi lagi?" Tanya Rendra, ah ya... Kopi memang menjadi pelarian Aira, semua masalah terlalu banyak dan meminta gadis ini memaklumi semua hal itu.


"Hem...." Cueknya Aira, kenapa melihat Rendra menimbulkan rasa nyeri yang hebat dihatinya?


"Aku mau ngomong!" Ujarnya keduanya nampak kompak.


"Kamu dulu!" Rendra mempersilahkan gadis pujaan hatinya mengutarakan keinginan.


"Ini!!!" Aira menyodorkan beberapa lembar foto yang ia dapatkan dari Felicia kemarin.


"Sayang ini, aku bisa jelasin!" Ujarnya meyakinkan, menepis fakta bahwa semua hasil foto tersebut hanyalah rekasaya.

__ADS_1


"Aku mau kita putus!" Mantap Aira.


"Ra, kamu kan udah janji gak akan nianggalin aku dan kita udah lewatin ini sama sama. Aku minta maaf!" Ujar Rendra dengan mode memohon.


"Hah, minta maaf? Semudah itukah mendapatkan maaf dariku? hingga kau mengulangi kesalahan mu secara berulang tuan Rendra? Berapa kali aku harus memaklumi bahwa kamu terlalu peduli dengan nya?" Tanyanya lagi. "Yang pacar kamu siapa? Apakah kamu pernah jaga perasaan aku sedikit saja?" Tanya Aira dengan menyendu.


"Ra aku gak mau putus dari kamu pokoknya, aku akan buktiim bahwa foto ini salah. Aku enggak pernah kayak gini!" Usahanya menyakinkan Aira.


"Tidak pernah pelukan? Tapi tidur seranjang lebih tepatnya. Apa seperti itu?" Sindirnya menyakitkan.


"Kamu kok ga percaya sama aku."


"Aku udah percaya berulang kali, tapi kamu selalu gak pernah hargain itu. Sisi mana lagi aku harus percaya perkataan kamu, Ndra!!!" Sedihnya, air mata sekuat tenaga ditahan.


"Ra, plis kasih aku waktu. Aku bakal buktiin bahwa foto ini itu gak nyata!" Ujar Rendra, tanganya sudah menggenggam Aira dengan penuh kelembutan.


"Hah, Semoga apa yang kamu katakan memang benar!" Ujarnya melepas genggaman tangan itu, "Aku harus pulang! Terimakasih."


"Jika Tuhan mengizinkan kita bisa kok sama sama lagi, yang perlu kamu ketahui aku mencintaimu, sangat. Tapi kalau kamu belum selesai dengan masalalu mu, hadirnya aku akan terasa percuma, Ndra. Jaga kesehatan ya." Ujar Aira, tanganya terkulur menyentuh lembut rambut kekasih nya itu.


Kakinya terasa berat untuk melangkah, apa cinta pertama selalu berakhir menyakitkan dan tak bahagia??


...**********************...


"Dek!! Kamu kemana aja!" Pekik Annisa kala melihat Aira sudah masuk kedalam rumah.


"Dek kamu kenapa?" Tanya Annisa kembali kala sang adik tak menunjukkan respon apapun, bahunya diguncangkan, wajahnya begitu sendu. Masih ada tetesan airmata yang menggenang.


"Kak.!" Panggilnya, pelukan itu sangat hangat untuk membuat Aira sedikit lebih tenang.


"Kamu kenapa? Cerita dengan kakak!" Ujarnya menuntun sang adik untuk duduk di sofa, setelah dirasa tangisnya berhenti dan bisa diajak untuk berbicara.

__ADS_1


"Kakak kok sudah pulang?" Ah malah mengalihkan pembicaraan saja. Dasar Aira!!!!!!!


"Jangan mengalihkan pembicaraan dek, kakak kan sedang menikmati liburan sekolah!" Tepisnya masih dengan mode yang lembut.


"Oh...." Ujarnya beroh ria.


"Kamu kenapa?" Kembali kata itu ditanyakan, jangan sampai membuat Annisa mengulangnya kembali ya.


"Aku????" Gugupnya, apa ia harus menceritakan semua dengan sang kakak.


"Ya, kamu kenapa! Jujur aja deh!!!"Geram Annisa.


"Aku putus sama Rendra!" Nadanya begitu lirih dan lemah.


"Kok bisa sih? Bukannya." Ujar Annisa nampak aneh, "Apa yang kamu sembunyikan dari kakak. Cepet cerita!" Geramnya menuntut segala penjelasan.


"Mungkin takdirnya seperti ini!" Kata itu menjadi kalimat berujung pasrah setelah penjelasan panjang lebar yang di ungkapkan oleh Aira.


"Kamu fikirin kesembuhan kamu dulu, jangan uang lain. Kalau berjodoh pasti kalian akan bersama!" Nasihat Annisa begitu bijak.


"Ya kakak!"


"Minum kopi ya kamu?" Tebak Annisa.


"Memangnya kenapa?" Tanya Aira tak faham.


"Kan udah kakak bilang jangan minum kopi, udah kamu bersih bersih dulu. Kakak bakal bikinin kamu jus!" Ujar Annisa.


"Ya kak!"


...**************************...

__ADS_1


__ADS_2