
Biarkan keduanya sejenak berhenti untuk menikmati bahwa hubungan ini benar benar indah untuk dijalani.
"Senyum dong!" Godanya, hingga beberapa jepretan kamera ia dapatkan.
Keduanya tengah memasak dengan Aira yang sesekali memfoto setiap gerakan Rendra.
"Sayang duduk aja, jangan seperti ini!" peringat Rendra tehadap kekasihnya.
"Hehehee, gpp sekali sekali. Kamu kelihatan ganteng deh kalau masak seperti ini!" Godanya.
Sebelah tangannya menarik cepat pinggang Aira yang tak jauh dari jangkauannya. "Jika begini apa aku terlihat lebih tampan?" Godanya dengan senyum licik.
"Tidak! Ah minggir!" Dorongnya, namun naas kekuatannya tak sebesar yang dimiliki Rendra. Hingga sebuah kecupan mendarat pada pipi Aira dan perlahan tangan itu mulai terlepas dari pinggangnya.
"Duduk saja, okey!" Titahnya kembali.
"Hmmmmm....." Jawab Aira.
Beberapa menu di hidangkan Rendra khusus untuk kekasih kesayanganya. "Yeay!" Ujarnya bersorak dengan gembira.
"Makanlah!" Jawab Rendra dengan tersenyum. tak berhenti pada pagi hari itu, keduanya kini sudah berada di sebuah villa. Memutuskan menginap dengan kamar terpisah.
"Tara!!!!!" Ujarnya melangkah pelan, gaun putih panjang menjuntai, Aira begitu cantik dan menawan.
Malam ini, biarkan sejenak bumi menjadi milik keduanya.
...Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan.......
...Semua tak kan mampun mengubahku.......
...hanyalah kau yang ada di relungku......
...Hanyalah dirimu, mampu membuatku jatuh dan mencinta.......
...Kau bukan hanya sekedar indah......
...Kau tak akan terganti........
Bait lagu tersebut di nyanyikan Aira tapet di telinga milik Rendra degan posisi keduanya yang sedang berdansa.
Kau bukan hanya sekedar indah....
Kau tak akan terganti.....
Sangat tulus...
__ADS_1
Benar kata orang hubungan akan di uji ketika menginjak ke tahun 2, semua begitu berat. Rasanya kata percaya dan komunikasi begitu berarti.
...Jika menit bisa di hentikan sekarang, akan ku katakan padanya bahwa pelukanmu adalah ternyaman dan paling membahagiakan. Mr Rendra aku mencintaimu.... Ku tau, ini mungkin hal terbodoh yang ku lakukan tapi aku akui aku benar benar mencintaimu. semoga semesta dan sang pencipta mengizinkan kita tuk selalu bersama....
...************************...
"Kapan lo pulang?" Tanyanya. Pemuda ini duduk disalah satu bangku cafe, setelah 1 jam yang laku di minta seorang gadis untuk bertemu. Katanya ingin membicarakan sesuatu.
"Tadi, thanks ya kamu udah bantu adik aku!"
"Oke nis gpp, gue juga seneng udah bantu adik lo kok!"
"Hehehe.... masih cinta sama adek gue?" Tanyanya.
"Gue gak bisa lupain dia, rasa gue ke dia sama. Gue rasa cuman dia cewek yang paling tulus!" Pendapatnya seperti itu.
"Banyak cewe yang tulus ke kamu, tapi kamu terlalu menutup diri dan berporos pada seseorang yang mustahil kamu miliki lagi."
"Maksud lo?" Tanya Daniel tak mengerti.
"Aku suka sama kamu Daniel, bukan suka lagi tapi cinta. semenjak kita pertama kali bertemu dan aku bahagia ternyata kita satu jurusan dan memiliki banyak kesamaan. Sayang, nasibku tak seberuntung Aira memenangkan hatimu tanpa usaha. Belajarlah menerima orang baru, jangan menutup diri bahwa kamu adalah pihak yang paling tersakiti dan tak mungkin ada cewe tulus selain Aira. Gue juga gak berharap lo bales rasa gue. Thanks buat segalanya. Gue pergi!" Ujarnya menepuk pundak pemuda itu yang masih tergugu akan sebuah fakta yang di luar prediksinya. ini sudah hampir 5 tahun rasa itu di pendam dan tak berubah sama sekali untuk laki laki didepannya.
Ada perasaan lega kala mengungkapkan segalanya. Setidaknya hatinya akan tenang jika sudah seperti ini.
"Pa!" panggilnya memasuki rumah,
"Sudah Pa, Thanks Papa sudah merestui Aira dan Rendra!"
"Apapun yang membuat kedua putri Papa bahagia akan Papa wujudkan." jawabnya.
Hubungan keduanya membaik, Mama senang melihat interkasi putri sulungnya.
"Oh ya, setelah Annisa selesai dengan studi magister S2 di singapura. Annisa dapet tawaran beasiswa ke Inggris Pa!"
"Hem, kejarlah. Papa selalu mendukungmu. Kau dan Aira adalah putri kebanggan Papa!"
"Annisa sadar, ternyata apa yang Papa paksakan adalah takdir terbaik buat Annisa syukuri! Semua paksaain itu berbuah manis di akhir!" Terimakasihnya.
...*******************...
Masih terlalu pagi, namun Aira sudah duduk di bangku vila menikmati matahari pagi dengan indahnya.
...Perahu kertas ku kan melaju......
...Membawa surat cinta bagimu.......
__ADS_1
...Kata kata yang sedikit gila......
...Tapi ini adanya......
...Perahu kertas mengingatkan ku......
...Betapa ajaib hidup ini........
...Mencari cari tambatan hati......
...Kau sahabatku sendirku........
...Hidupkan lagi mimpi mimpi, cinta cinta........
...Yang lama ku pendam sendiri.......
...berdua, Ku bisa percaya........
...Ku bahagia.......
...Kau telah terlahir di dunia.......
...Dan kau ada... diantara milyaran manusia.......
...Dan ku bisa dengan radarku, menemukanmu.......
...Tiada lagi yang mampu berdiri........
...Halangi rasaku cintaku padamu........
Prok Prok Prok!!!!!!!
Tepukan tangan kagum dilayangkan Rendra pada gadisnya, suara lembut itu mampu membangunkannya dari alam mimpi. Ah, begini rasanya jika kenyataan lebih indah dari sebuah mimpi.
"Kenapa sudah bangun hem?" Tanya Rendra pada sang kekasih.
"Mataharinya indah, kayak kamu!" Kenapa malah mengombal si ah, kenapa tidak menjawab pertanyaan.
"Kau jauh lebih cantik!" balas Rendra.
"Hahaha... Ayo pulang, Papa sudah menunggu dirumah."
"Eh, secepat itu?"
"Iya, katanya mau bertemu dengan calon menantu kesayangannya!" Ujar Aira, "Morning kiss tuan Rendra!" Kecupan singkat dilayangkan dengan kaki kecil yang berlari masuk kedalam vila.
__ADS_1
...Aku bersyukur memiliki mu, kamu adalah anugerah terindah yang Tuhan hadirkan ditengah kegelapan malam yang mengurungku. Aira Mutiara, namamu sesuai dan kau memang seperti mutiara. Maaf atas sikapku yang menjijikan kemarin dan, i love you, always!!!!...
...*******************...