Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Tulus (S2)


__ADS_3

Malam itu, kenyataan pahit Annisa ceritakan kepada keksihnya. Ia juga baru mengetahui fakta bahwa Rendra mencintainya, bukan! Mencintai Annisa dengan bayang bayang Aira.


“Apakah kau akan memilihnya, bukankah sekarang aku dan dia…..” Pemuda ini meragu akan dirinya sendiri, nyatanya ketakutan terbesar dalam diri adalah kehilangan sosok Annisa.


Daniel menyadari bahwa Annisa, memanglah sangat berharga untuknya.


“TIDAK!!!!! Apapun yang terjadi aku akan selalu bersamamu!” Janji Annisa pasti, bukan Daniel saja yang terjebak membutuhkan Annisa namun begitu sebaliknya.


Dua insan ini memang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya.


***************


Langkah merebut Annisa dari Daniel nyatanya benar benar dilakukan oleh Rendra, hal gila macam apa ini.


BRAK!


Pintu dibuka dengan kasar, kaki itu perlahan melangkah masuk kedalam. Diam sosok Rendra nyatanya bagai bom yang langsung menghancurkan Daniel. Sialan!!!!!!!!


ia terlalu meremehkan pemuda ini nampaknya.


“Ada apa kiranya yang membuat Tuan Muda Daniel kesini menemui saya?” Ujar Rendra belagak tak tahu menahu apa yang sedang terjadi nampaknya.


Jika kepala tersebut mampu menceritakan keluhnya, mungkin otak Daniel ingin menghancurkan Rendra dengan cara apapun, bahkan kematiannya yang paling ditunggu.


“Kau….. Jelas tau apa maksudku kesini?”

__ADS_1


“Maaf tuan Daniel, saya tak mengerti apa yang sedang anda jelaskan kepada saya kali ini!” Ujarnya berlagak membodoh untuk kesekian kalinya, terkutuklah Rendra.


“Apa maksud semua ini, mengapa kau menarik semua investor yang ku punya! HAH! Hal apa yang kau janjikan pada mereka!” Geram Daniel.


“Anda tak bisa menyalahkan saya seperti ini Tuan Daniel, hal seperti ini lumrah biasa dalam dunia bisnis bukan? Mengapa Anda menuduh saya tanpa bukti?” Terangnya membantah bahwa semua ini tidak ada kaitannya dengan


dirinya. Manupulatif sekali.


“Jika hanya 1 Investor yang menarik itu memang hal lumrah dalam sebuah bisnis, tapi seluruh investor menariknya. Dan kau……..”


“Rendra namaku, dan bisa membuatmu bangkrut.” Senyum licik itu jelas sangat terlihat.


“Kau……….!!!!!”


“Tenang tuan Daniel, seorang pembisnis yang hebat tidak akan mudah terbawa emosi. Apapun masalahnya kau harus bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin bukan?” Senyumnya seolah menghina.


Kehilangan nyatanya bisa mengubah karakter seseorang bukan?


“Ini, surat kontrak kerja. Aku akan menanamkan Investasi yang cukup menguntungkan. Membuat perusahaan mu kembali Berjaya tanpa kau harus membayar uang yang aku investasikan, namun dengan syarat SERAHKAN ANNISA PADAKU!” Ujarnya berbisik di akhir.


“Brengsek kau……..” Pukulan telak tak bisa dihindari dari keduanya. Ruangan yang semula rapi menjadi berantakan tak karuan, Daniel keluar dengan sudut bibirnya yang berdarah.


Perusahaannya diambang kehancuran, sudah terhitung 1 minggu Daniel berusaha mencari investor untuk bekerjasama, nihil ia tak mendapatkan titik terang dimanapun. Masalah tak berhenti sampai disini, Papa yang disayanginya tak mampu bertahan dia pergi untuk selamanya menemani kekasih hati yang tak lain adalah wanita tangguh yang melahirkan Daniel.


“Papa!!” Bibirnya masih lirih mengucapkan bait kata tersebut, usapan pada nisan makam perlahan melemah. Hanya ada sepasang manusia disana, Daniel yang masih terpuruk dan Annisa yang senantiasa menemaninya.

__ADS_1


“Sudah larut malam, ayo pulang sayang! Kau masih ada aku disini, aku akan selalu menemanimu. Papa dan Mama sudah bahagia disana!” Tepukan tangan gadis cantik itu pada pundak sang kekasih. Keduanya pun beranjak dan melangkah pergi.


“Minum dulu tehnya!” Ujar Annisa dengan tersenyum.


“Terimakasih!” Jawab Daniel.


"Ini......." Selembar buku tabungan diserahkan dengan lembut dari tangannya "Uang tabungan yang aku kumpulkan semenjak aku kuliah dan beberapa hadiah yang aku dapatkan termasuk seminar dan uang saku magang diperusahaan Papamu!" Terangnya.


"Maksdunya?" Tanya Daniel tak mengerti, buat apa tabungan milik Annisa ini diperlihatan padanya.


"Aku tau kesulitanmu, Rendra bermain kotor dengan menarik semua investor yang kau punya. Kenapa tak memberitahuku? Kau jelas tau aku mungkin bisa membantu mu walau tak sseberapa?" Terangnya.


"Sayang kau........"


"Kita sudah lama menjalin hubungan ini bukan? Kenapa kau tak mmpercayaiku membantu mu? Apa aku bukan wanita baik yang kau inginkan sehingga kau tak percaya denganku?"Jelasnya sedih, wanita memang selalu sensitif dan berfikir yang tidak tidak.


"Bukan, Bukan aku......."


"Daniel,Ini bukan akhir dari semuanya sayang! Terimakasih, berkat Papamu yang memperkerjakan papaku dengan baik, lihatlah aku sekarang. Terimalah, kau harus mau!"


"Tapi Annisa, aku......."


"Harus mau, dan cicilannya kau harus menemaniku hingga menua nanti. Hm...... Satu anak darimu berarti 25% utangmu terbayar bagaimana?" Godanya di akhir.


"Nakal!" Ujar Daniel menoel ujung hidung milik Annisa.

__ADS_1


Daniel, belum terlambat rasanya jik meraih cinta yang dia inginkan, dam Annisa adalah hal berharga yang tak bisa ditukar.


__ADS_2