Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 10


__ADS_3

"Tuan Winanta!" Sapanya.


"Tuan Baskoro!" Ucapnya kembali, kali ini keduanya berjabat tangan layaknya seorang teman.


"Sendiri?" Tanya Tuan Baskoro pada Tuan Winanta,


"Ah tidak saya kesini dengan putra saya! Kenalin ini Daniel, putra saya!" Ujar Tuan Winanta membanggakan putra sulungnya dan satu-satunya.


"Oh ya lupa, ini putri sulung saya! Annisa!" Ujar Tuan Baskoro memperkenalkan putri sulungnya, Jika kalian tanya dimana Aira dan Mamanya. Mereka ada di bagian meja makanan sedang duduk menikmati hidangan.


"Daniel!"


"Annisa!" Keduanya berjabat tangan, ah dunia sangat sempit sekali mengapa harus bertemu Daniel di tempat seperti ini.


"Putra tunggal saya ini bersekolah di universitas xxx ambil jurusan bisnis pengen seperti Papanya!" Tuan Winanta membanggakan sang anak.


"Oh ya? Ah Annisa putri sulung saya juga bersekolah di sana. Apa kalian saling kenal?" Tatapan Tuan Baskoro mengarah pada kedua muda mudi itu.


"Daniel teman Annisa satu jurusan Pa!"


"Duh kebetulan sekali ini, kalian udah saling kenal ternyata!" Ucap Tuan Baskoro, dan ya!!! Mereka mengobrol berempat mengobrol soal bisnis dan tentang bisnis.


"Bisa kali kita besanan tuan Winanta." Ucap Papa Baskoro dengan candaan.


"Ah ya , tentu boleh ini!" jawaban riang di lontarkan kepada Tuan Baskoro atas pertanyaan nya.


"Pa!!!" Kedua muda mudi itu langsung protes atas. ucapan kedua Papa mereka.


"Shut, diam Daniel!" Ucap Tuan Winanta memperingati putranya.


"Tapi Daniel sudah punya pacar Pa!" Tak mau kalah dengan Ayahnya.


"Siapa pacarmu? Kok papa ga tau?" Ujarnya bertanya.


"Ah maaf kan saya tuan Winanta!" Ujar Papa Baskoro tak enak hati.


"Om tak perlu minta maaf, jika om menginginkan saya menjadi menantu om itu masih bisa. Tapi bukan menikah dengan Annisa!"


"Daniel jaga bicaramu!!!"


"Putri bungsu Om adalah gadis yang saya cintai. Aira!!!" Ucap Daniel dengan tegas, itu fakta dan memang Daniel mencintainya.


"Apa? kalian?" Ucap Papa Baskoro kaget dengan fakta itu.


"Saya dan Aira satu organisasi sedangkan saya dengan Annisa satu jurusan tapi kita saling kenal satu sama lain!"


"Begitu?"


"Ya om!"


"Kapan kapan main kerumah ya!" Tawaran itu di lontarkan Papa Baskoro untuk Daniel, tak lupa mengarah pada Tuan Winanta juga. "Ajak istrimu juga!" Ujarnya melirik ke arah Tuan Winanta.


"Tentu!!!" Ujar Tuan Winanta tersenyum.


Kau beruntung Aira, karena Daniel terbukti bahwa dia memang mencintaimu. Di hadapan Papa saja dia membelamu. Nampak Annisa menggigit lidahnya yang tak terasa kelu, kenapa dia tak seberuntung Aira.


"Pa!!" Sapa Aira dan Mama yang mendekat ke arah Papanya.

__ADS_1


"Daniel!" Pekik Aira kaget.


"Pa! Kenalin ini Aira, kekasih Daniel. Orang yang Daniel cintai!" Mutlak hari ini Daniel telah mengenalkan Aira pada Papa nya.


"Eh? Om. Saya Aira." Sapanya dengan gugup. Keadaan yang sangat cangggung.


...🐱🐱🐱...


Daniel POV


"Kenapa kamu milih Aira ketimbang Annisa, setahu Papa putri sulung tuan Baskoro lebih cocok buatmu. Kalian kan sama sama mahasiswa jurusan bisnis!"


"Pa, cinta bukan soal beberapa dokumen dan perjanjian hitam diatas putih." Ucapnya kembali.


"Lalu? Aira bukan kah jurusan bahasa? Mau jadi apa?" Tanyanya merendahkan Aira, ayolah setiap jurusan pasti akan berharga dan berguna apabila manusianya sendiri mau memperjuangkan nya bukan?


Karena hidup akan terus berproses menjadi lebih baik dan itu butuh perjuangan meski tak sedikit rasa sakit mendera.


"Stop Pa! Jika Papa ingin Daniel tetap meneruskan bisnis Papa, jangan campuri urusan Daniel soal ini!"


"Tapi Daniel, Papa mau wanita yang terbaik buat kamu? kamu yang nantinya akan meneruskan bisnis Papa!"


"Daniel sanggup meneruskan semuanya tanpa harus menikah dengan Annisa!"


"Daniel, Annisa itu....."


"Stop Pa! Daniel tak ingin membahas ini. Restui Daniel, toh sama saja. Papa akan bisa menjadi besan dari Tuan Baskoro bukan?"


"Daniel, tapi bukan itu!"


"Pa!!! Daniel mohon kali ini!" Ujarnya kembali.


Disisi lain, Sarapan pagi ini kurang mengenakan di hati Annisa pasalnya.


"Nah, cari pacar itu seperti adikmu yang jelas bobot bibit bebetnya, Annisa! contoh adik kamu" Ujar Papa Baskoro membanggakan putri bungsunya.


"Pa!!!! sudah lah. Karena kalau bukan karena Kakak Annisa, Aira juga tak mau menerima Daniel!"


"Apa maksudmu..."


"Dek , udah...." ucap Annisa memgang tangan sang adik dengan lembut.


"Tapi kan kak!!!"


"Pokoknya Papa setuju kalau kamu pacaran bahkan sampai menikah dengan Daniel, selain itu Papa tak setuju!" Ujarnya lagi.


"Pa sudah sudah!" Mama menenggahi pembicaraan ini.


"Pagi om tante, maaf ganggu..." Sapa Daniel yang sudah di izinkan masuk tadi.


"Eh Daniel, gpp Ayo sarapan sini!"


"Aira udah kenyang Pa, Aira berangkat dulu! Bye Ma Pa!" Ucapnya salim kepada kedua orang tuanya.


"Kak, Aira duluan ya sama Daniel!" Pamitnya kepada sang kakak.


"Ya dek, ati ati!!" Jawabnya dengan nada lembut.

__ADS_1


"Om, tante. Maaf saya duluan ya!" Pamit Danuel dengan sopan.


"Ra!!" Panggil Daniel lembut, keduanya sudah ada di mobil menuju ke kampus namun 5 menit sudah mobil ini membelah jalanan, Aira tak kunjung membuka mulutnya, ia masih saja diam membisu.


"Ra!!! Kenapa?"


"Gpp..."


"Aku ada salah ya sama kamu!" Ucapnya lagi.


"Hah.... Sorry kak. Kakak engga salah kok!"


"Senyum dong kalau gitu..."


"Hi...." Ujar Aira lucu menampilkan deretan gigi putih nan rapi miliknya.


"Nah gitu dong, Kan cantik. Siapa dulu, pacarnya Daniel!!" Ujar Daniel menggoda.


"Hahahaa...." Tawanya mengalun, Ah Aira selalu menjadi gadis labil yang gampang di bujuk dengan sesuatu yang sederhana.


"Ini ya dek!! Hati hati!" Ucap Aira memberikan selembar uang kepada anak jalanan penjual permen.


"Kak ini..."


"Udah buat kamu, makasih permen nya!"Ucap Aira tersenyum, dan jendela kemudian di tutup kembali. Masih terdengar sang anak tadi begitu senang dan riang.


"Sayang, Sini tangan mu!" Ujar Daniel menarik paksa tangan Aira.


"Buang aja!" Ujar Daniel mengambil permen itu dan membuangnya di tong sampah kecil yang berada di mobil.


"Kamu tu ga boleh beli jajanan pinggir jalan tadi, mana adiknya dekil gitu! Banyak kuman sayang! nanti kamu sakit!" Ujar Daniel memberitahu, tangan nya sibuk membersihkan telapak tangan Aira dengan cairan anti bakteri.


"Kak, tapi..."


"Gak ada tapi tapian sayang, kamu sakit nanti! Nah kan bersih ayo jalan!" Ujar Daniel kembali melajukan mobilnya karena lampu sudah berubah warna menjadi hijau.


"Kan mubazir kak permen nya di buang, Aira pengen loh!"


"Nanti kita beli di toko depan sana! yang bersih! Masa pacarnya Daniel makan permen pinggiran!" Ucapnya kembali.


"Tapi kak!"


"Tunggu disini, aku turun ya!" Ucap Daniel menyuruh Aira untuk menunggu di mobil, langkah kakinya berjalan masuk kesebuah toko untuk membeli permen.


Kita berbeda ternyata....


...**************...


Pesan :


Yang di takdirkan untukmu, maka akan tetap menjadi milikmu... Meskipun jalan nya sedikit berbeda, dia akan kembali pada rumah yang semestinya.


Seperti air hujan yang berproses mendung hingga menciptakan awan hitam nan pekat, menumpahkan nya melalui setiap tetes air hujan dan memberikan hadiah keindahan pelangi di akhir kehadirannya.


Semuanya tentang proses dan takdir Tuhan kedepannya...❤


Jika Rendra ada untuk Aira, maka sekalipun dunia menolak. Semesta tetap yang paling mutlak untuk menyatukan keduanya.

__ADS_1


^^^~ Mr. Chef is Mine ~^^^


__ADS_2