Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
SEASON 2 UP!


__ADS_3

SEASON 2


4 Tahun berlalu, tak ada yang berubah dari sosok Annisa, ia masih sangat cantik dan bertambah dewasa.


"Aku rindu!" Lirihnya tersenyum.


Hidup terus berjalan, ia sudah mengikhlaskan kejadian pahit itu. Begitu dengan kedua orang tuanya.


Annisa Malisa, gadis cantik ini telah menyelesaikan studi Doktornya dibidang bisnis di negara Singapura. Ya! Hari itu seluruh keluarganya memutuskan untuk menetap dan tinggal disana beberapa tahun lamanya. Ada beberapa faktor yang membuat seluruh keluarga Baskoro mau tak mau harus menetap di negara tetangga tersebut.


"Sayang...." Ujarnya, tangan Daniel melambai.


"Sini aku bawakan!" Ujarnya kembali dengan ramah, pemuda itu telah benar benar jatuh cinta pada sosok Annisa, sangat dan teramat.


"Terimakasih!" Senyumnya.


4 tahun, cukup mengubah segalanya. Papa Baskoro sudah tak lagi bekerja di perusahaan milik keluarga Daniel atas permintaan Annisa. Ia hanya ingin kedua orang tua nya menikmati masa tua dengan bahagia. sudah cukup semua pengorbanannya.


gadis cantik ini sukses menggeluti bisnis dibidang fashion, dan ini adalah cabang ke 3 butik ternama yang akan ia bangun di negara kelahirannya sendiri.


Bisnis? Tak semua menjamin kesuksesan yang abadi dan nyata. Setiap tahun harus ada strategi dan pembaharuan terbaru agar suatu usaha tetap berkembang sebagaimana mestinya bukan?


Perusahaan kebanggaan Papa Winanta. Nyonya Winanta sudah meninggal sejak 1 tahun yang lalu yang membuat sang Papa juga ikut bersedih atas kepergian separuh hidupnya. Keluar masuk rumah sakit nampaknya menjadi langganan yang harus Daniel terima.


Hingga pada puncaknya, popularitas perusahaan itu perlahan mulai meredupkan sayapnya di dunia bisnis, putra tunggal yang harus bisa membagi waktu dengan Papa dan bisnis membuatnya cukup kewalaham. Menyewa perawat? Sudah dilakukan tapi orang tua tetap membutuhkan kasih sayang lebih di masa tuanya, dan seorang anak harus mengerti itu.


Hanya tersisa satu cabang yang saat ini beroperasi di ibukota Indonesia, cukup untuk membiayai hidupnya dan Daniel mensyukuri itu.

__ADS_1


"Papa seperti biasa!" Jelita masuk tanpa permisi diruang kerja kakaknya. Ia jenggah melihat sikap kakaknya yang dirasa gila bekerja, itu terbukti karena 4 tahun terakhir ini Global Industri mampu menduduki peringat pertama perusahaan tersukses di asean tanpa terbantahkan.


"Katakan , kakak tak mau!" ujarnya cuek, pandangannya masih menatap beberapa lembar dokumen.


Ini sudah ke 5 kalinya Papa Anggara berusaha menjodohkan putranya dengan beberapa putri dari rekan bisnisnya. Dan akan selalu berujung kegagalan.


"Ayolah kak!! Ini sudah 4 tahun lamanya. Kau harus menata hidupmu kembali kak!!!" Kesal Jelita, kegilaan itu tak sampai pada pekerjaan.


Foto Aira yang terpampang rapi di kamar maupun ruang kerjanya membuatnya semakin tak waras, berharap pada seseorang yang telah mati.


"Dia selalu ada! Kau tak lihat!" Tunjuknya pada foto Aira yang begitu besar, sangat.


"Hanya foto kak, ikhlaskan!"


"Aku takut dia marah pada kakak, kau mengerti tidak? bagaimana perasaannya kalau dia tau bahwa kakak berkencan dengan wanita lain. Pasti dia sedih disana? dan kakak gak bisa ngapus air matanya!" Ungkapan gila apa ini.


"Dasar gila!" Ujar Jelita pergi menghempas pintu dengan kasar.


"Maaf... Aira..." Gagap Rendra terpaku.


"Apa kabar?" Senyumnya begitu cantik.


"Baik aku...." Jantungnya bertalu, tanganya menyambut uluran tangan tersebut.


"Annisa bukan Aira, Rendra." Ujarnya menjelaskan.


"Annisa?" Gagapnya mengeja.

__ADS_1


"Annisa Malisa, dan ini Aira Mutiara!" Tunjukkan pada pusaran sang adik, pertemuan tak terduga tersebut membawa hawa tak biasa dari diri keduanya termasuk Rendra.


Perpisahan? Kiranya berapa tahun. Yang jelas Annisa begitu mirip dengan Aira, sangat. Tubuhnya lebih berisi dari sebelumnya pergi. Jangan lupakan fashion yang saat ini melekat pada tubuhnya. Sempurna.


"Kau masih sering mengunjunginya!" Tanya Annisa memecah keheningan.


"Setiap hari! Tapi 2 tahun terakhir ini aku mengunjunginya seminggu sekali atau dua kali!"


"Terimakasih telah menjaga adikku selama ini!" Ujarnya tersenyum tulus.


"Kapan kau kembali?"Tanyanya.


"Kemarin." Jawabnya singkat, dering telfon membuatnya sedikit menjauh dari Rendra. "Ya..." Jawabnya tersenyum di ujung sana, semua gerak gerik itu pun tak luput dari pandangan Rendra.


"Maaf, aku harus pergi tuan Rendra. Jika anda berkenan aku mengundangmu ke acara pembukaan cabang toko kecilku minggu depan. Ini undangannya! Semoga tuan Rendra yang sibuk berkenan untuk menyempatkan datang!" Kekehan Annisa menyerahkan undangan tersebut.


"Ah ya." Jawabnya singkat.


Ini gila.... Sangat.... Annisa berbeda jauh!!!!!! Apa mungkin ini saatnya menggunakan kalimat "Apapun yang kau inginkan, kau akan mendapatkannya. Rebut apapun yang membuatmu bahagia!" Semenjak pertemuan itu membuat hati Rendra kembali menginginkan sosok perempuan terlebih wajah dan semuanya mirip dengan sosok Aira.


Apa yang terjadi? Jika Rendra mengetahui bahwa Annisa dan Daniel memiliki sebuah hubungan? Apa dirinya tetap akan memaksakan kehendak? Lantas... Apakah pantas Rendra memilih Annisa karena ia adalah sosok yang pas menjadi pengganti Aira , kekasihnya.


Mencintai seseorang dalam jati diri orang lain adalah tindakan jahat yang begitu memalukan. Atau? akan kah Rendra mengikhlaskan Annisa dan mencari cinta baru tanpa melibatkan sosok Aira didalamnya?


Bagaimana kisahnya.........❤


Annisa Malisa

__ADS_1




__ADS_2