Mr. CHEF Is Mine

Mr. CHEF Is Mine
Bab 36


__ADS_3

Wisudawan terbaik fakultas bahasa dengan predikat Cumlaude IPK 3.90 di berikan kepada Aira Mutiara putri dari Bapak Baskoro.


Sang putri nampak cantik dengan gaun wisudanya, melangkah dengan anggun dan senyum bahagia terpancar jelas di wajahnya. 3,5 tahun terbayar sudah dengan hasil yang cukup memuaskan.


"Selamat ya sayang!!!" Kedua orang tuanya memberikan ucapan selamat, tak lupa sebuah kecupan sayang juga ia dapatkan.


Wisudawan terbaik fakultas management bisnis dengan predikat Cumlaude IPK 3.95 diberikan kepada Annisa Malisa putri dari Bapak Baksoro.


Hebat!!!! Kedua putri kembarnya menjadi wisuda terbaik dari masing masing fakultas yang mereka tekuni.


Disusul dengan Daniel, putra dari bapak Winanta yang berada di urutan kedua dengan IPK 3.90 hanya terpaut 0.05.


"Selamat yang sayang, Kamu berhasil!" Tak kalah dari sang adik, Annisa juga mendapatkan ciuman sayang dari kedua orang tuanya.


Nampaknya Tuan Baskoro dan sang istri adalah sosok orang tua yang patut di teladani.


"Ma! Pa! Ada seseorang yang ingin Aira kenalin dengan kalian, Aira harap kalian menyambutnya dengan baik!" Ujar Aira membuat kedua orang tuanya menghela nafas.


"Hemmm....."


"Aira sudah memenuhi janji Aira pada Papa, dan kini Aira mohon Papa juga menghormati keputusan Aira." Tak banyak yang bisa Aira sampaikan, karena sosok Rendra sudah muncul dengan buket hunga dan sebuah kado di tangannya.


"Happy Graduation sayang!" Ujarnya. Kaki Aira melangkah mendekat dengan memeluk rindu sosok yang di cintainya.


"Ini..."


"Makasih, harusnya gak perlu repot repot seperti ini!"


"Engga repot kok!" Senyum Rendra.


"Ayo aku kenalin ke Papa dan Mama!" Ujarnya mengajak sang kekasih untuk mendekat ke arah kedua orang tuanya berada.


"Rendra, om tante!" Ujarnya memperkenalkan diri.


"Ah ya!!!! Saya Mama dan ini Papanya Aira!" Sang Mama menjabat tangan Rendra, memeperkenalkan dirinya dan sang suami.


Nampak canggung untuk pertama kalinya, namun semua bisa di lewati. Meski harus ada gangguan sedikit atas perkataan dari Daniel , tak besar namun Rendra nampak tak suka. Matanya berkata "Jangan ganggu lagi! Sekarang ini milikku! Menjauhlah." Begitu arti sorot matanya jika ia mampu berkata.


...************************...


"Kau tau? Papa tak setuju dengannya!" Ujar Papa Baskoro, pertemuan pertama tadi membuatnya menahan segalanya. Dia tak mau memiliki citranya jelek diacara sepenting itu.


"Tapi kami saling mencintai Pa!"


"Cinta? Buka matamu Aira, kau seorang putri terpandang! Bagaimana dia bisa pantas mendampingimu.... Uangnya tak seberapa dan Papa bisa pastikan kau tak bahagia dengan laki laki miskin sepertinya!"


"Menurut Papa? Apa hanya Daniel yang bisa membahagiakan putri Papa ini?"


"Tentu, Daniel punya segalanya. Perusahaan dan dia adalah anak tunggal!"


"Tapi Aira tak bahagia bersama Daniel Pa, Aira justru bahagia dengan laki laki yang Papa anggap miskin itu."

__ADS_1


"Pa!!!! Sudah!!!" Tegur Mama menengahi.


"Jangan merendahkan seseorang Pa, Dulu Papa adalah orang yang tak punya. Kita dulu juga miskin Pa!" Ujar Aira kembali mengudara.


"Airaaaa!!!!!!!!!"


"Jika Aira boleh memilih, Aira hanya ingin kita hidup sederhana tapi memiliki waktu. seperti Mama dan Papa dulu yang selalu ada untuk Aira dan kakak!"


"Baik!!!! Jika kau tetap mencintainya! Papa akan merestui kalian dengan syarat!"


"Apapun akan Aira lakukan!"


"Mulai sekarang, kau tak lagi mendapatkan uang jatah bulanan dari Papa! Kau ingin hidup bersamanya? Belajarlah berdiri di kakimu dan menjadi perempuan mandiri bangun bisnis atau usaha apapun dan buktikan kau mampu berdiri sendiri serta memenuhi semua kebutuhan mu sendiri, tanpa bantuan Papa sedikit pun!" Kata Mandiri dan berdiri sendiri tak lebih bagaimana kamu seorang manusia bisa menyambung hidup dengan penghasilan yang sangat layak dan berkecukupan tanpa menyusahkan orang tua.


"Oke Aira sanggup!"


"Pa!!! Ini keterlaluan!" Sang kakak Annisa akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Tidak, itu keputusan adikmu sendiri. Kau jangan membantunya. Dia masih boleh tinggal dan menggunakan fasilitas dari Papa kecuali uang bulanan!!!" Ujarnya lagi.


"Pa...."


"Tak apa kak! Aku bisa!" Ujar Aira, kakinya melangkah masuk kedalam kamar


"1 tahun, Hanya itu waktu yang Papa berikan ke kamu. Papa ingin lihat asset apa saja yang bisa kamu miliki dari hasil keringatmu sendiri di tahun depan!"


"Pa!!!!!! Sebaik baiknya orang tua yang selalu mendukung semua kegiatan baik anaknya. Annisa sudah mengalah dengan memenuhi segala keinginan Papa dan Mama untuk kuliah di jurusan binis bukan? Mendapatkan nilai terbaik. Lepaskan Aira, apapun keinginannya dukunglah Pa Ma!"


"Hal apa yang tak Annisa fahami Pa? Kenapa selalu membandingkan derajat manusia dari hartanya Pa!!"


"Papa hanya ingin kalian hidup dengan sangat berkecukupan!"


"Pilihan Aira sudah yang terbaik Pa!!! dia tak mungkin salah orang!"


"Kita liat nanti, seberapa besar cinta pemuda itu pada adikmu. Jika dia berhasil membuat Aira bahagia, kelak Papa akan merestuinya. Tapi tidak untuk sekarang!!!"


"Terserah Papa.... Tapi tolong sayangi Aira!"


"Minggu depan penerbangan mu bukan? Kau harus mempersiapkan semuanya untuk segera tiba di sana."


"Annisa masih ragu!"


"Kau harus berangkat, ini kesempatan emas melanjutkan studi S2 disana dengan full beasiswa Annisa!"


"Rasanya Annisa ingin mengambil beasiswa dsini saja!"


"Papa lebih setuju kau mengambilnya disana!" Ujar sang Papa.


"Pa....!"


"Jangan fikirman adikmu lagi, biarkan dia belajar mandiri. Ini Sudah malam, segeralah tidur!" Titah sang Papa.

__ADS_1


...*********************...


Uang dalam kartu debitnya ternyata tak banyak hanya ada 50 jt saja, Aira bukan tipe orang yang akan terus meminta uang kepada kedua orangtuanya. Bocah ini akan meminta jika uang yang ada di dalam kartu debitnya menipis saja.


"Hah... Bagaimana ini? aku harus cari lowongan pekerjaan! Dan buktiin ke Papa dan Mama kalau aku bisa mandiri" Ujar Aira bermonolog.


Tok


Tok


Tok


"Siapa?" Teriaknya dari dalam.


"Boleh kakak masuk?" Ujar Annisa.


"Tentu!"Jawab Aira dari dalam, Annisa masuk melangkah dengan pelan.


"Sedang apa hem?" Ujar Aira bertanya.


"Ini, cari lowongan pekerjaan. Aira sudah mengirimkan banyak surat lamaran tapi tak ada satupun yang membalas email Aira!" Lengguhnya pada sang kakak.


"Kenapa tak coba memulai berbisnis?"


"Kakak kan tau Aira tak suka dengan bisnis!"


"Hem? Lantas ingin sepertu apa? mengandalkan menerima panggilan?


"Engga tau, Aira juga bingung."


"Hem....." Ujar Annisa nampak berfikir. "Kakak punya ide?" ujar Annisa.


"Apa?" Tanya Aira penasaran.


"Kamu kan suaranya bagus tuh, gak pengen coba nyanyi di cafe cafe gitu? atau engga minimal kamu bisa kan jadi MC acara! Kan kamu jago kalau masalah itu!"


"Hem.... Aira gak yakin kak!"


"Udah yakin aja! Kakak doain deh kamu bisa. Kalau kamu butuh bantuan kakak soal uang. Ngomong aja gakpaoa dek" Ujarnya lagi.


"Arghhh Makasih kakak!" Ujar Aira memeluk dengan sayang.


"Ada satu hak yang ingin kakak sampaikan ke kamu."


"Apa?"


"Minggu depan kakak harus ke singapura untuk ngelanjutin study S2 kakak disana. Kebetulan kakak mendapatkan beasiswa di salah satu universitas ternama disana." Jujurnya.


"Yeah, kakak ninggalin Aira nih!" Sedihnya.


"Sebulan sekali kakak akan pulang. Kalah kamu mau nyusulin kakak gakpapa kesana aja! Semua akomodasi nanti kakak yang akan bayar!" Ujarnya kembali.

__ADS_1


...******************...


__ADS_2