MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Perasaan seseorang adalah hal yang paling sulit untuk dimengerti


__ADS_3


Karina -



Bahu bidang dan tubuh ideal yang dibaluti dengan jas hitamnya semakin jauh semakin menghilang usai melewati pintu utama istana Lee ini. Aku memandang kepergiannya dengan perasaan yang ambigu.


Tidak mengerti apa yang sebenarnya hati ini rasakan. Rasa cemas, gelisah dan takut bercampur dalam sebuah hati kecil di diriku.


Aku tidak kesal apalagi marah hanya karena dia tidak menepati janjinya padaku. Dia mengatakan akan pergi bersamaku untuk memperbaiki bingkai foto, itulah janjinya. Tapi itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan, karena aku bisa pergi dengan bibi Kim.


Kegundahan hatiku ada karena mencemaskan keselamatannya. Setiap kali dia pergi tiba-tiba apalagi ke tempat yang jauh yang tak bisa ia katakan dimana, artinya dia melakukan sebuah misi berbahaya.


Dia mungkin berperilaku buruk padaku dulu, amat buruk, tapi dia tidak semengerikan wanita jahat itu. Jika bukan karena dia, mungkin saat ini aku sudah menjadi wanita hina yang melayani puluhan pria di tempat mengerikan itu.


Entahlah, aku juga tidak mengerti dengan perasaan ku. Perasaan manusia memang sesuatu yang paling sulit dimengerti.


Aku melipat tanganku, lalu menunduk dan mempersiapkan hatiku untuk berdoa. Dalam doaku, aku hanya meminta agar Tuhan melindunginya dan menyertainya selalu.


Aku melihat ke perutku yang masih belum membesar, mengelusnya dan berkata "nak, mama mungkin tidak mengerti bagaimana menjadi seorang ibu yang baik. Tapi mama harap Tuhan selalu melindungimu dan papamu. Doakan papamu juga ya agar dia bisa kembali dengan selamat"


Sejak pagi sudah cukup lama aku berdiam diri di kamar. Sebaiknya aku pergi sekarang saja dengan bibi Kim.


Kami pergi dengan diantar oleh sopir dan dua orang penjaga yang sepertinya sudah ditugaskan oleh Steven menjagaku. Mereka bukan penjaga yang dulu mengejarku saat kabur dulu, yang dulu sudah tidak kelihatan lagi sosoknya.


Aku menggandeng tangan bibi Kim, "Bibi kita akan perbaiki dimana?" tanyaku padanya karena tidak tahu harus kemana. Sudah hampir dua bulan aku keluar dari penjara wanita mengerikan itu dan sesekali aku keluar berjalan-jalan dengan Steven tapi aku masih belum terbiasa dengan keramaian dan dunia luar.


Ketika aku berada di tengah keramaian rasanya aku sendirian di tempat asing yang aku tidak bisa bayangkan.


Bibi Kim menunjuk sebuah toko yang tampak cantik dan berkesan mahal dari luar "itu ada toko yang bagus nona Karina".


Kami berjalan bergandengan memasuki sebuah toko yang bibi Kim tunjuk, tempat nya besar dan cantik, banyak foto-foto tersusun rapi dan indah.


"Tolong tunjukkan bingkai yang terbaik yang kalian punya" ujar bibi Kim pada pelayan toko.


Kami mengikuti arahan dari pelayan, begitu banyak bingkai dengan beragam ukuran dan model disini. Aku sampai bingung harus memilih yang mana.


"Nona mau yang mana?" tanya bibi Kim.


Aku memperhatikan setiap detail yang ada. Walaupun tidak mengerti dengan style zaman sekarang, namun setidaknya aku bisa memilih yang terbaik menurutku.


Aku menunjuk sebuah bingkai berwarna coklat terbuat dari kayu dengan pahatan sederhana, menurutku itu terkesan sederhana tapi lebih menawan .

__ADS_1


Pelayan pria tersebut tersenyum melihatku, dia melirikku sejak kami pertama memasuki toko ini. "Tolong cepat pasang" ujar bibi Kim tiba-tiba pada si pelayan.


Pelayan itu segera memasang bingkai tersebut pada foto Steven dan kak Alvin yang aku bawa itu. Sesekali dia masih melirikku, aku menggenggam tangan bibi Kim karena cemas.


Seseorang tiba-tiba mengetuk meja di depan si pelayan "tolong cepat dan fokus saja pada pekerjaan mu"


Suaranya tidak asing, aku melihat pada orang itu dan ternyata itu adalah kak Edward.


"Kak Edward, apa yang kakak lakukan disini?" tanyaku padanya.


Kak Edward tersenyum menyapaku,"hanya ada urusan saja tadi" jawabnya.


"Halo bi, lama tidak bertemu. Makin cantik aja bi" sapa Steven pada bibi lalu memeluknya


"Aigoo kau semakin tampan saja tuan Edward" balas bibi Kim.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya bibi Kim pada kami berdua.


Aku mengangguk, "kami bertemu beberapa kali bi" jawabku.


Si pelayan menghentikan pembicaraan kami karena sudah selesai memasang bingkai itu. Aku mengambilnya, "terima kasih" tapi si pelayan hanya menunduk. Entahlah mungkin dia sudah takut setelah diperingati kak Edward.


"Bagaimana jika kita minum dulu di rumah, bibi sudah lama tidak memasak untukmu" ujar bibi Kim pada kak Edward


Ia akhirnya mau menerima tawaran itu. Kami kembali ke kediaman Lee diikuti oleh kak Edward.


Sesampainya di rumah kami duduk di ruang tamu dan bibi Kim langsung membuat hidangan di dapur.


"Bagaimana kakak bisa kenal bibi?" tanyaku pada kak Edward.


"Dulu saat masih SMA aku, Leo, Lucas sering main ke rumah ini dengan Steven dan Alvin" jawabnya.


Aku terkejut atas jawaban yang aku baru dengar, "kakak dan Steven adalah teman?"


Ia mengangkat bahunya, "dulu sebelum pertemanan kami menjadi hancur".


"Bagaimana kalian awalnya bisa berteman kak?" tanyaku lagi.


"Saat aku pertama kali pindah ke sekolah yang sama dengan mereka, hampir semua siswa membullyku karena latar belakangku. Namun Alvin malah menawarkan pertemanan denganku. Semua siswa takut dengan geng Alvin khususnya Steven, sehingga tidak ada yang berani menggangguku lagi. Dia mengajakku bergabung dengan geng mereka. Jadi tidak ada lagi yang berani menggangguku. Oh iya bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? apakah Steven melakukan hal jahat padamu?" tanya kak Edward balik.


Aku bingung ingin menjawab bagaimana harusnya.


"Aku juga tidak mengerti akan apa yang terjadi kak, tapi dia tidak jahat padaku" jawabku.

__ADS_1


Ia memandangku dengan rasa iba, sepertinya banyak pertanyaan yang ada di pikirannya. "Aku hanya berharap hal yang baik datang padamu Karina. Sejujurnya Steven bukan tipe orang yang bisa berbuat jahat pada wanita. Tapi dia orang yang akan melakukan apapun ketika dia menginginkan sesuatu. Semuanya menjadi berbeda sejak insiden itu menimpanya" katanya sedih.


"Memangnya apa yang terjadi kak? Dan apa yang terjadi pada kak Alvin?" tanyaku.


Kak Edward ragu mengatakannya, jelas saja kami tidak sedekat itu untuk menceritakan pahitnya masa lalu masing-masing.


"Yang jelas, jangan mengungkit masa lalu Steven jika tidak ingin dia menjadi mengerikan" ia memperingatiku. Aku hanya mengangguk saja sebagai tanda mengerti.


Bibi Kim datang dan membawakan minuman dan beberapa hidangan.


"Aduh bi saya kesini bukan untuk merepotin loh bi" kata Kak Edward tidak enakan.


"Tidak apa-apa tuan, saya hanya rindu membuatkan sesuatu untuk tuan lagi. Silahkan dinikmati" ujar bibi Kim lalu meninggalkan kami berdua.


Kami menikmati hidangan sederhana yang dibuat oleh bibi, sambil bercerita. Rasanya seperti bercerita dengan keluarga sendiri, lebih tepatnya dengan saudara sendiri.


"Jadi bagaimana? Apakah kau akan menerima lamarannya?" tanya pria yang seumuran Steven ini.


uhukk uhukkk..


Aku terkejut karena Kak Edward tau tentang lemaran itu padahal tidak ada yang memberitahunya.


"Dari mana kakak tau?"


Kak Edward tertawa "hahaha ayolah apa yang tidak aku ketahui. Jadi bagaimana?" katanya mencubit pipiku.


Aku juga masih tidak tahu harus menerima atau tetap menolak Steven lagi. "Aku masih bingung kak, dia memintaku untuk mengijinkannya membuatku mencintainya" jawabku.


Kak Edward memandangku tegas, "aku mungkin membencinya, tapi tidak menutup kemungkinan untuk mengatakan padamu bahwa kau harus memikirkan juga tentang anak yang kau kandung. Dan aku juga belum bisa jamin, tapi sepertinya Steven memang benar menyayangimu. Dia bukan tipe orang yang serius dalam percintaan, dia tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah ini, dan dia tidak pernah membiarkan seorang wanita tahu tentang siapa dirinya dan masa lalunya" jelas kak Edward tegas.



Hola Hola Readers ❤❤


Writer mau kasih tau kalo cerita ini real dari pemikiran sendiri karena sebagian cerita (tentang keluarga) terinspirasi dari kehidupan writer sendiri, dan sebagian lagi dari imajinasi.


Terima kasih karena sudah mampir dan setia dengan novel aku dear 😍


Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan, pemilihan kata, atau lama tidak update 🙏🙏


Semoga kalian suka ya cerita ini ❤❤


Jangan lupa like dan komen dong guys hihihi ❤❤

__ADS_1


__ADS_2