MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Honey Moon


__ADS_3

Tentu aku tersipu malu, aku masih belum terbiasa dengan hal hal dewasa. Steven melambaikan tangan sedangkan satu tangan lainnya mulai menghadle setir mobil.


Kami pergi meninggalkan hotel tempat resepsi. Aku juga bingung kenapa tempatnya harus berbeda, tapi bagaimanapun suamiku adalah Steven Lee. Pria yang punya selera mahal dan hidup mewah.


Kami sampai di sebuah rumah yang berukuran hampir sama dengan mansion keluarga Lee. "Ini dimana?" tanyaku.


Steven turun dari mobil, ia membuka pintu untukku dan menggendongku ala bridal "penthouse kita"


"Kita?"


"Iya ini milikku dan sekarang menjadi milikmu juga" katanya santai.


Ia membawaku masuk ke dalam penthouse priabadinya, para pelayan berbaris menyambut kedatangan sang pemilik. Dia membawaku hingga ke depan sebuah pintu besar.


Setelah pintu terbuka sebuah kamar yang megah dan sudah di sulap dengan scanted candle serta aroma mawar yang memabukkan. "Tunggulah disini, ada yang harus aku urus sebentar" katanya.


Setelah mengangguk Steven pergi menuruni tangga penthouse. Aku melihat-lihat seisi kamar ini. Kamar dengan dinding kaca yang langsung menghadap ke pantai, seolah kami berada di pantai pribadi.


Lalu duduk di depan meja rias, kupandangi diriku yang sudah menjadi milik seorang pria tampan yang memiliki status gelap namun berhati lembut.



Kulepaskan sepatu heals ku yang tidak terlalu tinggi. Selena memberi heals yang hanya setinggi lima inci ini karena tubuhku sudah cukup tinggi.


Tidak lama kemudian pintu terbuka, Steven datang dengan wajah sumringahnya. Ia mendekatiku, aku berdiri sangat dekat dengannya.


Steven tersenyum manis, "sekarang sudah boleh kan?" tanyanya pelan.


"Tapi bayinya?"


"Tidak akan mengganggunya"


Aku tersenyum, "aku milikmu sekarang"


Dia tersenyum lebar. Tangannya mulai memeluk pinggangku sangat erat, aku melingkarkan tanganku di lehernya.

__ADS_1


Kututup mataku untuk menikmati sentuhan lembut di bibirku. Dia ********** dengan penuh cinta dan perasaan, aku membalasnya.


Semakin lama kami semakin larut dalam perasaan dan hasrat. Tanganku memainkan rambutnya dengan sensual, tubuhku mulai bergairah tatkalah tangannya mulai menurunkan resleting di punggungku.


Disela-sela ciuman kami tersenyum penuh arti. Steven mulai turun ke area leherku, kurasakan nafas hangatnya menembus lapisan kulitku. Dia mengecup dan menyapukan lidahnya di leherku. Kurasakan gigitan manjanya di kulitku.


Tangannya mulai nakal menarik gaunku turun hingga aku sudah terbuka selain ****** ***** yang masih terpasang. Dia mencium bibirku kembali, tanganku entah bagaimana bisa malah membuka jas dan kancing kemejanya.


Lidahnya mulai memasuki rongga mulutku, dia semakin bernafsu dan menaikkan gairahku. Dulu kami melakukan ini bukan karena keingin kami berdua tapi hari ini kami saling mengingankannya.


Steven sudah bertelanjang dada, ia kembali turun ke dadaku. Gairahku sudah ia bangun, tubuhku sangat sensitif.


"Aggghhh"


"Agghh"


Erangan yang muncul saat dia mulai mencium area sensitifku. Tangannya mulai meremas kedua payudaraku dan bergantian menghisapnya.


Tangan itu mulai turun ke pahaku, ia mengangkatku dengan kedua kakiku melingkari pinggangnya. Steven membawaku ke atas ranjang kingsize di tengah kamar ini.


"Aku sudah menunggu terlalu lama" Steven dengan suara parau.


"Sekarang kau akan mendapatkannya" jawabku manja.


Steven mengecup dahiku lalu tiba-tiba dia mengecup pusar perutku. "Malam ini mommymu milikku" ujarnya pada sang janin yang masih kecil.


Aku tersenyum hangat dengan cara manis Steven itu.


"Agghhh"


Kurasakan saat dia mulai turun kembali menikmati leher dan dadaku, tangannya mulai menarik celana dalamku. Tanganku spontan membuka kancing celananya.


Aku sangat menikmatinya dan menginginkannya lagi dan lagi. Steven sangat hebat di atas ranjang, aku tahu sejak pertama kali melakukan hubungan dengannya dulu.


Namun kali ini berbeda, kali ini kami sama-sama mau. Kami sama-sama menikmatinya, aku merasa seakan berada dalam surga dunia.

__ADS_1


Dia melakukannya dalam beberapa kali, mungkin sampai dua atau tiga kali. Bahkan dia berhasil membuatku liar dengan menjadi pemain yang diatas.


Hingga pada akhirnya aku kalah. Aku kehilangan seluruh tenagaku, tubuhku seperti remuk dan aku tidak sanggup lagi.


"Steven aku tidak sanggup lagi"


Dan akhirnya dia berhasil melepaskan seluruhnya di dalam tubuhku.


"Steven..." kataku lemas.


"Hussttt ssttt... Baiklah baiklah kita akhiri" dia dengan suara parau.


Steven melepaskan tubuhnya dari atasku, dia berbaring di sampingku dan membawaku masuk dalam dekapannya. Kami saling menatap dengan penuh makna, "kau selamanya milikku" ujarnya lalu mengecup dahi, hidung, dan bibirku.


Aku tersenyum, "dengan senang hati" lalu kusembunyikan wajahku di dadanya. Kami akhirnya istirahat setelah melewati hari melelahkan dan malam yang panas.



Kedua mata terbuka namun kesadaran masih belum terkumpul seutuhnya. Wajah yang setiap hari aku lihat, wajah orang yang telah mengeluarkan diri ini dari belenggu neraka masa lalu.


Saat ini dia sedang tersenyum dan menatapi diriku. Kuberikan senyuman hangat tatkala dia mengelus pipiku lembut.


"Good morning my little wife" gumamnya masih dengan suara bantal.


Sepertinya aku berubah menjadi seorang bayi yang manja akibat sihir dari menyebutku sebagai his little wife. Aku semakin mendekat dan memeluknya, "hmm ingin pelukk.." gumamku manja.


Steven terkekeh, "kemari kemari biar aku peluk"


"Apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanyaku dari dalam persembunyian dekapannya.


Suami tampanku ini membelai rambutku lembut berulang-ulang, "bulan madu tentunya menikmati waktu berdua. Memangnya kau punya hal yang diinginkan?"


Kuanggukan kepalaku lalu menengadah memandangi wajah beraura mahal khas Steven Lee, "berbelanja, makan berdua, dan berkeliling kota"


"Hahaha wanita memang sangat suka dimanja, apapun selama istriku menyukainya maka akan terjadi" pria ini memang pintar sekali merayu.

__ADS_1


__ADS_2