MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Sifat seorang istri yang baik


__ADS_3


Setiap hal pasti memiliki sebuah alasan. Bahkan ada alasan bagi seseorang tetap bernafas di bumi. Yang menjadi tugas kita adalah mencari alasan tersebut. Namun untuk beberapa alasan seharusnya tidak perlu dicari tahu atau penyesalan yang akan diperoleh.


Informasi rahasia yang tidak bisa diperoleh oleh BIN sekalipun, bisa aku dapatkan di dinding pintar ini.


Halaman data diri, informasi perusahaan bahkan data pengeluaran mereka telah tertera disini. Aku bisa melihat ada hal besar di dalam Fantasia. Dana yang dikeluarkan tidak sedikit, padahal hasilnya tidak pernah terlihat.


Walaupun informasi tidak komplit, namun ini sangat berguna sebagai petunjuk bagiku. Apa yang ia sembunyikan di dalam? Human Research? Penelitian seperti apa? Itu masih ada memenuhi otak cerdasku.


"Tunjukkan informasi rekening pemasukan dan pengeluaran dana penelitian itu dan rekening anonim tuan Han" perintahku, dalam hitungan detik informasi sudah muncul di layar.


Nomor rekening ini sama, artinya dia setiap tahun yang ia keluarkan dalam jumlah besar adalah untuk ini.


"Apa ini?" suara seorang wanita yang mengejutkan ku.


Aku mencari sumber suara yang sangat tak asing di telinga, Karina.


"Karina kenapa kau disini?" tanyaku terkejut.


"Apa ini? Kenapa dindingnya bisa berubah begini?" tanya Karina tercengang.


Akhirnya rahasia ku diketahui oleh seseorang. Aku tidak tahu harus menjawab apa, konyol rasanya bila aku menjawab ini bukan apa-apa.


"Apakah ini smart wall?" tanya Karina.


Betapa terkejutnya aku saat mendengar gadisku ini menyebut nama benda di hadapan kami. Bagaimana bisa dia tahu tentang hal seperti ini.


Aku memegang bahu Karina dan menatap matanya intens, "Bagaimana kau tahu tentang hal ini?" tanyaku sangat penasaran.


"Aku tidak sengaja membaca artikel lama di internet, sebuah penelitian tentang pembuatan smart wall. Namun katanya hasil penelitian tersebut menghilang" jawab Karina sangat polos.


Jika memang begitu, artinya berita ini sudah menyebar di masyarakat. Maka aku harus bertindak, jika ketahuan maka mereka akan mengambilnya, ini sangat berbahaya.


"Apapun yang kau ketahui tentang teknologi yang aku miliki, properti, aset atau apapun itu, khususnya ini, jangan pernah mengatakannya pada siapapun. Tidak boleh ada yang tahu, bahkan Lucas sekalipun" kataku memperingati Karina.


Ia mengernyitkan dahi, "memangnya kenapa tidak boleh?" tanyanya lagi.


"Karena jika ada yang tahu maka mereka tidak akan diam, mereka akan membunuh siapapun yang tahu" tagasku.


"Membunuh? Mereka? Siapa?" tanya Karina penasaran.


"Kau tak perlu tahu" jawabku datar.


"Mirror, hapus semua informasi atau artikel apapun tentangmu, jangan sampai tersebar. Dan hapus semua riwayat namaku dalammu. Ubah Steven Lee menjadi Andreas Grey" perintahku.


Seketika layar mulai beroperasi, proses riset akhirnya 100%. Sudah aman dan tak perlu dipusingkan lagi.


"Kenapa kau kemari?" tanya ku pada Karina untuk mengalihkan fokusnya.


Gadis cantik ini masih memandangi dinding yang sudah kembali menjadi semula seperti dinding pada umumnya. "Ahh..iya ini tadi aku membuatkan yougert dan sedikit cemilan" katanya menunjuk nampan di meja yang ia bawa.

__ADS_1


"Wow sayang, sekarang kau juga belajar memasak untukku?" tanyaku sambil mencicipi cemilan yang ia bawa. Rasanya sangat enak, sebenarnya wanita kesayanganku ini sangat pandai dalam berbagai hal. Tipe wanita idaman banyak pria, betapa beruntungnya aku memiliki dia.


"Bagaimana? Apakah enak?" tanyanya mendekatiku berdiri.


"Wow delicious" pujiku jujur saja.


Karina senang karena pujian yang pantas ia dapatkan tersebut, aku membawanya meninggalkan ruangan kerjaku ini. Ternyata hari sudah petang, terlalu sibuk pada pekerjaan sampai lupa akan waktu.


Pemandangan kolam di sore hari cukup bagus, aku membawa Karina bersantai disana.


Aku sudah lama tidak berenang, tubuhku sangat kaku rasanya. Jadi selagi mengembalikan kelenturan tubuh kembali, Karina duduk di pinggir kolam menemaniku sambil meminum yougert yang ia buat sendiri.


Sudah ada beberapa kali putaran, jadi aku memutuskan untuk selesai dan duduk bersama gadis cantik itu. Aku berenang menghampirinya lalu memandangi wajah cantiknya dari dalam air.


"Kenapa kau sangat cantik?" tanya ku ceplos.


Karina tersenyum tak ikhlas, "jujurlah padaku, berapa wanita yang sudah kau goda" katanya terlalu jujur.


Aku menjawabnya dengan santai "Mungkin kau adalah yang ke seribu" .


Ia menaikkan sedikit bibirnya, "dasar playboy" ia mengataiku.


Smirk terukir dibibirku, aku mengeluskan tanganku di paha Karina "pakaian renang ini sangat cocok untukmu" kataku menggodanya.


Gadis seksi ini memukul tanganku, "kau tidak sopan" katanya memarahiku.


"Hahaha untuk apa aku harus sopan pada istriku sendiri" jawabku sederhana.


"Sejak kapan aku menjadi istrimu?" tanyanya lagi.


Dengan menengadah, kupandangi wajahnya lekat-lekat.


"Aku akan menunggu sampai kau akan menerima cintaku dan setuju menikah" kataku.


Ia tidak menjawab sama sekali, aku yakin dia masih bingung. Yang aku inginkan adalah ketulusan,bukan paksaan. Cinta adalah tentang pengakuan, bukan sebuah paksaan apalagi mengemis.


Tubuhnya aku turunkan ke dalam air, aku memeluknya erat. "Aku harus kuat, aku pasti menahan diriku" kataku. Kami keluar dari dalam kolam. Aku memakaikan handuk kimono pada Karina dan untukku juga.


Kami kembali ke dalam kamar masing-masing untuk mandi dan mengganti pakaian.


Sejujurnya aku sudah terlalu kuat untuk menahan diri untuk tidak melakukannya lagi. Namun melihat gadis ini dengan pakaian sekesi, rasanya aku sudah tidak tahan lagi.


Aku masuk ke dalam kamar mandi Karina, melihatnya sedang membasuh tubuhnya di bawah guyuran air. Dari belakang aku memeluknya erat, punggung indahnya aku kecup.


"Aku menginginkanmu Karina, aku sudah tak sanggup lagi" Kataku padanya dengan suara parau.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau disini?" tanyanya terkejut.


Aku membalik tubuh Karina, ia menutupnya dengan menyilangkan tangan. Aku segera menjatuhkan ciuman di bibir Karina. ******* bibir Karina, dibawah guyuran air hangat kami bercumbu.


Aku memojokkan dia ke dinding kamar mandi. Ku genggam erat kedua tangannya agar ia tidak bisa melawan.

__ADS_1


Namun aku tidak akan melakukannya lebih dari ini, aku harus bisa menahan sampai dia menerima ku seutuhnya. Aku sudah berjanji padanya, tidak ingin kehilangan kepercayaan Karina.


/ Beberapa Hari kemudian /


- Karina -


Hidangan sarapan pagi yang selalu lezat kembali tersedia di meja makan tepat waktu. Air liurku seperti akan menetes melihat setiap hidangan yang dimasak bibi Kim.


Keinginan untuk belajar memasak juga semakin besar. Masih banyak hal yang harus aku pelajari, salah satunya memasak dan mengurus pekerjaan rumah.


Namun seleraku seperti menghilang melihat Steven mengunyah makanan tapi matanya terus melihat ke layar tablet kesayangannya. Dia akhir-akhir ini sangat sibuk, sepertinya banyak pekerjaan yang menumpuk.


Aku berjalan menghampiri Steven, merebut tablet itu secara paksa. "Waktu makan adalah untuk makan bukan bekerja, nanti kau bisa tersedak" aku memperingati pria tampan itu.


Steven menatap ku dengan pandangan miring, "aigoo sekarang wanita ku ini sudah menunjukkan sifat seorang istri yang baik" ujarnya malah mengejek.


"Apa maksudmu, aku hanya tidak berselera makan bila melihat kau seperti itu" jawabku tak ingin kalah.


Aaaaa...


Aku terjatuh kempangkuan pria ini, ia melingkarkan kedua tangannya di perutku, "kau tidak selera ya? baiklah aku akan menyuapimu" ia mengambil sesuap nasi dan daging lalu menawarkannya di depan wajahku.


"Aku bukan anak kecil lagi, awas aku mau pergi" kedua tangannya ku coba melepas tapi tubuhnya sangat kuat.


"Jangan nakal, kasihan anak kita nanti kelaparan" ia tetap memaksa menyuapiku.


Terpaksa aku menerima suapan itu agar ia melepaskanku. Tapi pria ini sangat licik, ia malah malah menikmati sarapannya berdua denganku dengan posisi seperti ini.


Seseorang masuk dan menyapa "Bos seseorang mencari anda" ujar penjaga keamanan.


Keempat mata kami melihat siapa orang yang datang, ternyata dia adalah wanita yang sudah menyelamatkan hidupku hari itu.


Tanpa aba-aba aku langsung berlari dan memeluk eonni Elsa. "Eonni aku merindukanmu, sedang apa kau disini?" sapaku akhrab.


Eonni Elsa mengelus punggungku, "Hai Karina, aku juga merindukanmu. Ohh iya kalian lagi sarapan ya, aduhh maaf ya mengganggu" katanya lalu kami berhenti berpelukan.


"Karina, Elsa akan menjadi guru privat mu. Dia akan mengajarimu semua hal yang selama ini tidak pernah kau dapatkan di sekolah" kata Steven dari tempatnya duduk.


"Benarkah? Eonni seorang guru?" tanyaku ingin mempercayai.


Ia mengangguk dengan senyuman juga, "Ia tapi sudah berhenti mengajar di sekolah, sekarang menjadi guru privat. Steven yang datang sendiri memintaku untuk menjadi pengajarmu" jelasnya.



Hola My Dear Readers ๐Ÿ’š๐Ÿ’š


Kembali lagi dengan saya ๐Ÿค—๐Ÿค—


Terima kasih nihh udah mampir dan juga udah setia dengan novel ini


Maaf ya lama up nya, maaf juga kalo ada kesalahan dalam cerita

__ADS_1


Semoga kalian suka ya ๐Ÿ’š๐Ÿ’š


Jangan lupa like dan komen ya, gratis kok gak bayar ๐Ÿ™„๐Ÿ˜‚


__ADS_2