
Dinding-dinding kaca memenuhi seluruh isi bangunan. Para peneliti sibuk melakukan penelitian dan uji coba dalam setiap ruangan kaca tersebut.
Setelah mereka berjalan, mereka sampai pada ruang tahanan. Yang paling membuat ia tercengang, ruang tahanan itu penuh dengan binatang-binatang liar.
"Apa ini?" tanya Jessica.
"Inilah Fantasia, Fantasia Human Researsch. Kami meneliti sel-sel hewan dominan dan menyatukannya dengan sel manusia untuk menciptakan makhluk hidup jenis baru" jelas tuan Han bangga.
Jessica tidak menyangka ternyata uang yang tak sedikit yang ia investasikan dipakai untuk hal-hal kejam seperti ini. "Tunggu tunggu, tapi bukankah kau mengatakan penelitian ini adalah penelitian untuk menjadikan manusia lebih kebal dari penyakit? Kau mengatakan ini akan menjadikan kita sebagai pusat kesehatan dan kekebalan fisik terbaik di dunia" tolak Jessica.
Tuan Han tertawa mendengar Jessica yang masih belum mengerti, "apakah kau tidak tahu nyonya Jessica, bahwa manusia adalah makhluk terlemah di bumi? Mereka akan sakit ketika virus dan bakteri menyerang, lumpuh hanya dengan kecelakaan kecil, bahkan perkataan saja mampu membunuh mereka. Oleh sebab itu aku ingin menjadikan manusia sebagai makhluk kuat dan kebal. Kau tahu asal mula makhluk hidup sebenarnya?" ia melontarkan pertanyaan.
Jessica menggeleng.
Tuan Han kembali menjelaskan teori mencengangkannya "LUCA, Last Universal Ancestor, nenek moyang dari segala organisme. Manusia dan binatang berasal dari nenek moyang yang sama, lalu berevolusi sesuai perkataan Charles Darwin. Dengan mengambil gen hewan yang dominan tidak rentan akan penyakit dan kemampuan menyembuhkan luka lalu menggabungkannya dengan sel LUCA maka mereka akan bermutasi dan mencipatakn gen terbaru"
Jessica mengelus dahinya, "namun ini melanggar norma penelitian. Jika seperti ini sama saja kau ingin menciptakan makhluk baru dan menjadi Tuhan" katanya kesal.
Tuan Han membawa Jessica memasuki sebuah ruangan, dimana begitu banyak tabung berisi bayi bahan percobaan.
Jessica mendekati tabung-tabung itu, melihat bayi di dalam cairan bening tertidur seperti makhluk mati. Perasaannya gundah dan lirih melihat bayi-bayi itu hidup tak layak sebagai manusia.
"Tidak ini tidak benar tuan Han, ini melanggar nilai kehidupan. Ini sudah diambang batas wajar. Ini sama saja dengan pembunuhan" Jessica tak terima.
Tuan Han duduk santai di sofa ruangan tersebut, "nilai kehidupan? Pembunuhan? Ayolah nyonya Jessica yang sok suci, jangan fikir aku tidak tahu siapa kau. Aku tahu siapa dirimu, masa lalumu. Dan bagaimana keluargamu berakhir tragis" katanya santai mengancam.
Wanita cantik itu menahan emosinya sebelum meluap, "apa kau mengancamku? Aku bisa melaporkan segalanya sekarang juga" ujarnya tak ingin dianggap remeh.
Pria paruh baya itu bangkit, "sebelum kau melaporkanku, aku sudah duluan menghancurkan hidupmu" katanya santai.
Saat ini Jessica berada dalam keputusan yang memberatkan. Ia bagaikan akan memakan buah simalakama. Kebijaksaan diperlukan agar tidak merugikan pada akhirnya.
Sang calon ketua dewan tersebut memperhatikan bayi-bayi itu kembali, bagaimanapun ia tetap seorang wanita. Jessica kasihan pada nasib bayi-bayi tersebut, namun pada waktu seperti sekarang bukan itu yang harus dipertimbangkan.
Cukup lama berfikir, ia pun sampai pada sebuah keputusan. "Jadi kapan aku bisa melihat hasilnya?" tanya wanita cantik tersebut.
__ADS_1
"Masih belum, kami belum menemukan gen dari sel bayi yang tepat. Kami memerlukan bayi yang memiliki antibodi yang kuat agar dapat bertahan hingga pengujian terakhir" kata si pria mengerikan tersebut.
Jessica melotot karena jawaban tak terduga, "jadi selama ini belum ada hasilnya?"
Tuan Han melipat kedua tangannya, "tenang saja kita pasti akan berhasil".
Setelah cukup lama berbicara tentang investasi mereka, wanita itu akhirnya meninggalkan gedung fantasia dengan hati yang berat. Ia harus tetap membiarkan hal ini terus berlangsung karena ia juga dalam bahaya bila angkat bicara. Ini pilihannya sejak awal, maka ia harus tetap bertahan.
- Steven -
Botol-botol wiski kosong dengan beragam nama dan beragam usia berserakan di atas meja bar. Asap rokok menyelimuti sepersekian bagian dari ruangan cahaya merah.
Puntung rokok yang sudah kesekian dimasukkan ke dalam gelas wiski yang tepat dihadapan seorang pria berbahu bidang. Ia memandang ke langit-langit bar. Suasana hatinya sedang buruk, ingin rasanya melampiaskan dengan melihat seseorang sekarat dan memohon ampunan sebagai pelampiasan perasaan kalut.
Aku menghembuskan asap rokok dari lubang hidungku, menutup mata, meredam segala amarah. Ku ambil botol salah satu wiski yang teramat mahal.
"Karina, sebenarnya apa salahku? Atau kau memang sudah berencana melarikan diri sejak awal sehingga kau tak pernah membalas cintaku" ujarku pada sang lampu.
Tanpa memindah ke gelas, aku langsung meminumnya dari botol. Namun isinya sudah kosong, seluruh botol tidak ada yang tersisa.
Suara pecahan kaca dan benda-benda yang hancur menggema di seisi bar. Bahkan para pelayan tidak berani menghentikan perbuatanku.
"Beri aku yang baru" teriakku pada para penghuni tempat remang-remang ini.
Seseorang menarik bahuku, aku memandang pada orang yang ada di belakangku itu. "Lucas hmm kau disini" kataku tertawa seperti orang bodoh karena sudah tak sadarkan diri. Tubuhku sudah dipengaruhi oleh alkohol.
Lucas menarik lenganku, "ayo aku antar pulang, jangan membuat keributan disini" katanya datar. Aku menepis tangannya yang menyentuh ku.
"Siapa kau berani mengaturku, siapa kau? Hah? Karina? kau fikir kau siapa Karina? berani sekali kau berteriak padaku" kataku tanpa sadar berbicara pada siapa.
Lucas yang sejak tadi tidak banyak bicara langsung memukul wajahku dengan kepalan tangannya. Pukulan pria ini cukup kuat hingga membuatku tumbang.
Dan akhirnya aku pingsan.
🔫🔫🔫
__ADS_1
Lucas memulangkan pria mabuk itu. Di rumah Selena yang menyambut kakaknya. Ia bingung mengapa Steven menjadi seperti ini, pria tampan yang sekarang berantakan akan begini bila suasana hatinya sangat buruk. Sesuatu telah terjadi pada mereka.
"Kenapa kakakku kak Lucas? Apa yang terjadi sampai dia bisa begini?" tanya Selena khawatir.
Lucas mengantar pria yang ia gendong di punggungnya ke kamar. Punggungnya pegal dan kaku karena Steven cukup berat.
"Sepertinya sesuatu terjadi antara dia dan Karina. Sebenarnya apa yang terjadi hari ini?" tanya Lucas balik pada adik Steven tersebut.
Selena melepas sepatu lalu menyelimuti kakaknya tersebut. Mereka berdua memandangi pria kacau itu dengan perasaan miris.
Gadis itu berusaha mengingat, "memangnya Karina itu siapa kak? Kenapa dia bisa tinggal di rumah ini? Kak Steven tidak pernah membawa wanita ke rumah sebelumnya" tanyanya balik.
Lucas mengelus dahinya karena pusing dengan urusan cinta orang lain, sedangkan urusan cintanya saja tidak jelas. "Karina adalah gadis yang mampu membuat pria ini tergila-gila untuk pertama kalinya. Wanita yang mengandung penerus keluarga Lee. Enna, apakah mereka tadi bertengkar?" tanya Lucas.
Gadis manis yang kerap dipanggil Enna menggeleng, "tidak kak, aku bahkan belum sempat menyapanya" kata Selena.
Pria tampan bertubuh jangkung tersebut mengelus elus lehernya sendiri, "Karina tidak tahu banyak tentang Steven, termasuk keluarga ini. Artinya ada kesalahpahaman disini" kata Lucas.
Adik manis pria mabuk itu menghela nafas, "astaga sepertinya mereka bertengkar karena kedatanganku". Selena menghela nafas panjang, bahkan hari ini ia menjadi beban bagi hubungan percintaan kakaknya.
Dari dalam saku celana, Lucas mengambil HP menelepon seseorang. "Halo, urus keributan yang ada di bar. Jangan sampai ada media yang mengetahui ini" katanya.
"Baiklah Enna, kakak pulang ya. Besok kembali kesini melihat sibodoh ini lagi. Jika terjadi sesuatu hubungi ya" ujar Lucas.
Enna mengangguk, "terima kasih kak Cas".
Hola My dear readers 💚💚
Huhuhu balik lagi nih dengan saya
Terima kasih udah tetap setia dengan cerita aku
Maaf ya jika ada kesalahan 🙏🙏
__ADS_1
Semoga kalian suka ya, jangan lupa like dan komen gratis kok 🤗