MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Selena's ex


__ADS_3

Author pov...


Dalam cuaca cerah dua orang wanita berparas cantik tertawa manis menambah kecerahan suasana di sekitar. Pertemuan mereka dipenuhi dengan tawa akibat candaan setelah sekian lama tidak bertemu kembali.


Selena meletakkan gelas latte di meja, ia mengikat rambut panjangnya karena gerah. Tawa yang terus berlanjut membuatnya cukup mengeluarkan keringat.


"Padahal hari itu aku sudah berencana untuk mendekati pria lain dan mengirim foto kami pada Briant. Tapi gagal, aku sangat terkejut si kunyuk itu datang ke graduation party ku"


Elsa tertawa sambil menepuk tangannya, "hahaha semua itu sudah direncanakan. Andai saja aku datang hari itu, pasti aku sudah melihat wajah jelekmu menangis kesal"


Selena memicingkan mata, "kalian sangat menyebalkan"


"Selena Lee"


Keduanya bersamaan menoleh pada suara berat pria yang tiba-tiba memanggil nama adik Steven itu. Namun orang yang dipanggil namanya mematung kala melihat sosok pria itu.


Elsa bahkan melotot melihat sosok pria dengan tato di sekujur tangannya. Pria bertato dengan rambut agak panjang yang mereka kenali.


"Christian Yu?" sebut Selena pelan.


Senyuman di bibir keduanya sirna karena kehadiran sosok yang tidak pernah diharapkan kembali itu.


Christian berdiri di depan meja atau tepatnya di antara kedua wanita yang duduk berhadapan tersebut. Senyuman lebar dan angkuh tidak luput mereka dapatkan dari pria bermarga Yu itu.


"Long time no see you, Ms. Lee" menawarkan jabatan tangan.


Selena membuang pandangannya ke luar kafe, melihat jalanan kota dari dinding kaca transparan. Sama sekali ia tidak mengharapkan sosok itu kembali lagi, apalagi untuk menerima jabatan tangannya.


Pria bertato tersebut menarik kembali tangannya karena penolakan yang entah sudah keberapa kali ia terima dari sosok gadis berparas cantik dan imut itu.


"Chrit? Kenapa kau ada disini?" tanya Elsa memberanikan diri.


"Oh hai Elsa Park, right?"


"Yes, I'm"


"Just holiday and playing a crucial game" jawabnya mantap.


Selena menatap Christian tajam dan tentunya tidak suka. Andai saja dia ada di Amerika saat ini, ia pasti akan meludahi wajah Christian yang sebenarnya tak kalah tampan dibanding kakak dan kekasihnya.


"Bisa beri kami waktu dan ruang untuk mengobrol, Ms. Park?"


Elsa menatap Selena dan menggerakkan matanya seolah meminta persetujuan. Karena tidak ada pilihan terpaksa Selena setuju.


Elsa mengambil tas dan HP nya lalu berdiri, "jangan lakukan apapun atau aku akan melaporkanmu pada polisi" lalu pergi setelah Christian mengangguk tenang.


Saat ini keduanya sudah duduk saling berhadapan di kafe dan sofa yang sama dengan tempat Selena dan Elsa menghabiskan waktu tadi. Tapi tidak sedikitpun Selena ingin memandang wajah pria yang dibencinya itu.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Christ memulai pembicaraan.


Selena menghela nafas malas, ia menyandarkan punggungnya di punggung sofa. "Matamu buta? Kau tidak lihat?" jawabnya ketus.


Christian tersenyum jengah. Sejujurnya pertemuan ini bukan bagian dari game yang dia sebutkan tadi. Ini semua murni dari hatinya.


Sejahat-jahatnya manusia, tetap saja akan ada bagian kecil dalam dirinya yang baik. Christian memang jahat, ia marah pada Selena dan orang-orang disekitarnya, ia iblis, ia mengerikan dan ia sadar itu.

__ADS_1


Tapi jauh dalam dirinya ia merindukan sosok wanita cantik dan menggemaskan yang dahulu selalu mengisi setiap sudut ruang dalam hati dan pikirannya.


Cintanya dulu dan kerinduannya selama inilah yang mendorong dia untuk menemui Selena. Bagaimana pun juga Selena adalah mantan kekasihnya yang sangat ia rindukan, dan ia tahu betul hatinya.


"Selamat untuk gelar barumu, nona designer"


"Apakah aku harus mengatakan terima kasih padamu?" tanya Selena balik.


Christian melipat kedua tangannya di atas meja, ia menatap nanar pada Selena yang terus enggan menatap padanya.


"Aku dengar kalian sudah bertunangan"


Ya memang benar Selena dan Briant sudah bertunangan. Itu semua terjadi saat mereka masih di Amerika dan semuanya adalah paksaan dari Steven.


Selena memang sangat ingin melakukannya namun bukan dengan keadaan tiba-tiba. Tapi bagaimanapun dia juga tidak mau menolak momen itu.


"Ya dan kami akan segera menikah" jawab Selena. Akhirnya ia menatap wajah tampan beraura sangar itu.


Christian menunduk sejenak lalu kembali mengangkat wajahnya memandangi mata Selena. Hatinya sakit, benar-benar sakit tapi ia juga tahu walaupun takdir menginginkan mereka bersama, tetap saja mereka tetap akan berpisah.


Pria itu sadar, dengan bersama dengannya Selena tidak akan bahagia. Selena akan hidup dengan ketakutan dan penderitaan.


"Aku ucapkan selamat untuk pertunangan kalian"


"Untuk yang ini aku berterima kasih"


Kekehan kecil terbersik di wajah Christian.


Semengerikan apapun iblis, tetap saja mereka memiliki satu kelemahan. Sejahat apapun Christian, selicik apapun cruel game yang ia sedang mainkan tetap saja Selena tidak termasuk di dalamnya.


"Ternyata kalian memang ditakdirkan bersama. Aku kecewa karena bukan aku yang ada di tempat itu, kecewa karena bukan aku yang menjadi pasanganmu di altar nanti"


Selena menghela nafas jengah dan menyeringai tipis, ia menatap benci pada Christian.


"Aku bersyukur akan hal itu. Karena bukan iblis sepertimu yang akan menjadi pasanganku di depan Pastor nanti"


Christian menarik nafas dalam-dalam, "pria yang menjadi alasanmu menjadikanku sebagai boneka, kuharap dia lebih baik dariku"


"Tentu saja Christ, Briant tentunya jauh lebih baik dari bajingan sepertimu. Dia bukan iblis sepertimu"


Setiap perkataan Selena semuanya menyakiti perasaannya. Tapi Christian sadar bahwa nyatanya semua itu memang benar.


"Kau menjadikanku bonekamu, membuatku sebagai pelampiasanmu untuk menimbulkan kecemburuan Briant. Sampai aku terbuai dan benar-benar menginginkanmu dalam hidupku, Selena. Tapi kau malah membuangku begitu saja. Dan ternyata kau tidak mendapatkan Briant waktu itu. Namun ternyata kegigihanmu terus bertahan hingga akhirnya Briant benar-benar akan menjadi milikmu seluruhnya"


Selena merasa bersalah atas apa yang terjadi di masa dulu. Dahulu Selena sengaja dekat dengan Christian yang merupakan musuh dari kakaknya dan kekasihnya itu.


Ia sengaja agar Briant khawatir dan cemburu lalu datang padanya. Mereka menjalin hubungan selama empat bulan tapi ternyata Selena sama sekali tidak memberikan sedikitpun hatinya pada Christian.


Gadis itu mencampakkan Christian karena usahanya gagal dan saat itu Christian mendapat masalah yang membuat pria itu bertengkar dengan Steven sampai keduanya harus mendapatkan perawatan medis.


Selena memutuskan Christian secara sepihak. Saat Christ meminta penjelasan, Selena jujur padanya. Tapi Selena sangat kecewa karena pertikaian antara Christian dan Steven sampai Steven harus mendapat perawatan medis selama sebulan.


Christian marah, Christian benci, dan Christian lepas kendali. Ia melakukan kekerasan karena kenyataan bahwa perasaannya hanya mainan bagi Selena.


Ia menculik Selena dan lepas kendali menampar gadis itu. Tapi pada dasarnya ia sangat merasa bersalah.

__ADS_1


"Untuk waktu itu, aku merasa bersalah tapi aku tidak akan meminta maaf. Karena kau sudah berlaku kasar padaku dan kakakku"


"Selena, jangan memancingku bertindak jahat. Jangan pancing iblis dalam diriku" ia sudah tidak tahan untuk menahan kemarahannya.


Selena menelan salivanya, ia benar-benar takut. Sepertinya dia terlalu berlebihan berperilaku kasar padahal Christian sudah mencoba membangun chemistry baik diantara mereka. Tapi dia juga benci atas keberadaan Christian.


Karena status Steven, ia belajar dan tahu banyak hal tentang dunia gelap. Dia tahu siapa pria yang ada di depannya itu.


Christian Yu pria berkebangsaan Australia-Korea, setahun lebih muda dari kakak dan kekasihnya. Pria yang dulu menjadi musuh Steven dan gangnya, sekarang menjadi musuh juga tapi dalam cakupan lebih luas dan berbahaya.


Christian Yu si pebisnis gelap di black market yang menjadi ketua di sebuah kelompok gangster terjahat dan terlicik di dunia. Ketua perang yang sejajar dengan status Steven dulu di Sisilia, Consigliere. Dia adalah ketua perang dari kelompok gangster bernama Black Sun.


"CHRISTIAN YU" teriak seorang pria yang mengambil perhatian seluruh isi kafe.


Ternyata itu adalah Steven yang datang tergesa-gesa masih dengan nafas terpenggal-penggalnya. Elsa yang menghubungi Steven, ia memberitahu bahwa Christian datang menemui Selena.


Elsa juga tahu siapa itu Christian baik di masa lalu maupun masa sekarang. Ia tahu pria itu sangat berbahaya, apalagi sekarang.


Christian menyandarkan bahunya di bahu sofa. Ia melipat kedua tangan di depan dada dan tersenyum menantang pada pria yang meneriaki namanya.


Steven menatapnya tajam dan marah. Ia benar-benar marah karena Christian berani kembali dan menemui Selena, walaupun dia tahu ini pasti akan terjadi.


"Apa yang kau lakukan pada Selena? Kenapa kau menemui adikku, brengsek?"


"Aku tidak menyangka tuan Steven Lee yang ternama baik di Korea maupun di dunia mafia bisa bertindak bodoh begini. Kau memang selalu suka perhatian, Steven"


Steven memperhatikan sekitar, semua orang menatapi dia bingung dan penasaran. Kenapa sorang Steven Lee CEO dari Lee's Group berteriak begitu di tempat umum.


"Just shut up your fucking mouth, bastard. Get out now!"


"Hahaha aku sudah menduga kau akan datang. Padahal aku ingin menyapamu secara terpisah. Oh ya sebentar lagi Steven Lee kecil akan lahir kan? Aku ucapkan selamat Stev"


Selena mengetuk-ketuk meja, "apa kau sangat hobby mengucapkan selamat pada orang-orang, Christ?"


"You know me well, my dear ex"


"You fucking **** Mr. Yu!"


Steven menarik tangan Selena, "we gotta go"


Selena menurut, ia mengambil barang-barangnya.


"Jangan pernah menampakkan dirimu lagi di sekitarku, tuan Black Sun. Atau aku akan bertindak di luar kemauan"


Christian menyilangkan kakinya, "aku menunggu surga itu, Mr. Ex Consigliere"


Sulit untuk mempemainkan seorang Steven Lee. Tapi siang ini, seseorang berhasil mempermainkannya. Dan dia adalah Christian Yu.


"Just die and menghilanglah dari dunia ini" lalu pergi.


Christian tertawa puas, ia menikmati permainan emosinya pada Steven. Ia melepaskan lipatan tangannya sehingga otot-otot tangan yang tadinya mengeras dan terbentuk sempurna di tshirt hitamnya yang ketat mulai mengendur.


Ia mengambil HP dari saku celana lalu menghubungi seseorang.


__ADS_1



__ADS_2