MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Smart mirror wall


__ADS_3


Steven -



Pistol? Senjata apapun baik yang berbau api maupun tidak, semuanya sama saja bisa membuat nyawa seseorang melayang. Namun apakah hanya itu? Tidak! Semua benda bisa berubah menjadi senjata jika situasi mengharuskan.


Namun senjata yang paling menyakitkan, dan mampu membunuh jiwa seseorang hanya dengan sedikit goresan adalah kepercayaan, karena hati manusia adalah hal yang paling sulit dikontrol.


Bahkan kapas yang terkenal lembut pun bisa digunakan untuk membunuh seseorang, begitu juga manusia. Menilai manusia dengan citra lembut dan bersih belum tentu begitu dari dalam.


Segala senjata yang ada dalam ruangan rahasia ini, semuanya merupakan produk luar, dari tempat produksi senjata ternama di berbagai penjuru dunia. Aku sengaja menyembunyikannya di sini, karena tidak akan ada yang mencurigai hal ini dan akan ada saatnya aku harus menggunakan benda-benda berbahaya itu.


Walaupun sebenarnya masih banyak tempat lain yang aku pakai untuk menyimpan senjata selain disini. Banyak tempat-tempat tak terduga lainnya.


Sebuah benda yang pastinya khalayak umum tahu bahwa itu adalah benang terletak rapi di salah satu lemari kaca. Aku mengeluarkannya dari dalam kemudian membentangkan sekitar 40 cm. Ku perhatikan sisi tipis dari benang berwarna hitam keabu-abuan tersebut.


"Apa kau tahu Karina, hanya dengan melilitkan ini di leher seseorang lalu menariknya seperti ini, itu bisa membunuh lawanmu" kataku santai Mempraktikkan di depan Karina.


Karina meletakkan pistol itu diatas meja kaca di tengah ruangan ini. Ia melihatku dengan tatapan yang aku paling benci, memandangku mengerikan. Aku tersenyum tipis, pandangan seperti itu sudah sering aku dapati, tapi aku tidak pernah ingin melihatnya dari mata Karina.


Ku kembalikan benang tersebut dalam posisi semula, aku mengembalikan senjata itu ke tangan Karina, "Aku sangat benci ditatap seperti itu, namun sepertinya kau akan sering melihatku dengan tatapan itu. Ambillah dan coba" kataku pada Karina datar.


Karina tetap tak mau mencoba, "bagaimana bisa kau mengajari wanita hamil menggunakan senjata?" tanyanya kesal.


Aku jongkok di hadapan Karina, mengelus perut nya yang masih datar, "bahkan anak kecil berusia 6 tahun bisa mempelajarinya. Aku tahu ini akan mengejutkanmu, tapi kau harus mempelajarinya"


Karina memperhatikan senjata api ditangannya itu, "Ini tidak benar Steven. Ini salah, aku tidak bisa mempelajari ini" katanya masih tak mengerti.


Ku putar tubuh Karina agar menghadap pada boneka beruang itu, kacamata anti peluru ku pakaikan di kedua mata Karina. Aku memeluknya dari belakang. "Yang pertama harus kau lakukan ketika akan menembak adalah menarik bagian ini, pistol yang baik adalah yang bagian ininya mudah ditarik namun apabila terlalu licin itu tidak baik karena akan meledak. Arahkan ke target, fokus pada apa yang menjadi target mu. Tubuh tidak terlalu tegang, lalu tarik pelatuknya" kataku mengajarkan gadis ini secara langsung.


Dor....


Karina tak sanggup menahannya, ia terkejut dan menjatuhkan pistol tersebut.


Aku mengambil pistol tersebut yang tergeletak di lantai marbel ini.


"Kenapa tidak terjadi apa-apa?" tanya Karina setelah menyadari tidak ada peluru yang bersarang di boneka itu.


"Ini kosong" kataku menunjukkan isi pistol itu.


Ia kesal karena hal tersebut, ia memukul dadaku dengan wajah ditekuk.


Ku buka laci meja kaca tersebut lalu terlihatlah ribuan peluru tersusun di sana dengan ukuran yang berbeda pula. Aku memasukkannya ke dalam pistol lalu memberikannya pada Karina.


"Ini cobalah" kataku mengangkat alis.


Karina berusaha untuk fokus, membuat posisi sempurna untuk menembak.


"Ini mungkin akan lebih mengejutkanmu lagi, tapi kau harus menahannya" kataku duduk santai di sofa.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya ia menembak dan ia masih terkejut sehingga peluru meleset ke dinding. Ia mencoba sampai seisi peluru habis.


"Hahaha tenang lah tidak ada yang akan melukai mu disini Karina. Cobalah untuk tidak terkejut" kataku dan mengisi peluru kembali.


"Anggap boneka itu adalah orang yang paling kau benci di dunia, orang yang ingin sekali kau lenyapkan. Aku hanya mengisi dengan dua peluru saja, jadi kau hanya memiliki dua kesempatan" kataku kembali.


Ia menghembuskan nafas panjang, menenangkan pikiran, memandang lurus ke target.


Dorr...


Kali ini tembakan hanya meleset sedikit, aku begitu terkejut melihat dia mampu melakukannya dengan cepat.


Untuk tembakan terkahir, ia berusaha lebih fokus lagi. Aku melihat bahwa Karina memiliki seseorang yang paling ia benci di hatinya. Sorot matanya tampak jelas bahwa dia ingin menghabisi orang itu.


Tatapan yang tak pernah aku lihat dari Karina, sangat intens bahwa dia memiliki sisi berbeda dalam dirinya, membunuh seseorang dalam hatinya.


Dor...


Tembakan yang terakhir akhirnya mengenai sasaran walaupun tidak tepat di bagian paling vital.


"Yeayyyy" katanya lalu berlari memelukku.


Aku tersenyum bangga padanya. Ku ambil pistol itu dari tangannya, "bagus Karina, bravo. Kau punya bakat dalam hal ini" kataku memberinya pujian.


Pistol tersebut kukembalikan ke tempat semula, latihan cukup sampai disini. Aku tidak ingin sesuatu terjadi nanti.


Karina menarik lengan ku, ku pandangi dia.


"Kenapa kau mengajarkan ku berjuang? Bukankah kau saja bisa melindungiku? Tolong katakan alasan sebenarnya, aku tahu kau punya alasan tersendiri" tanyanya serius.


"Aku ingin kau bisa melindungi dirimu sendiri. Memang benar aku ingin kau berlindung di punggungku, dan aku pasti akan melindungimu dan anak kita. Namun akan ada saatnya dimana aku tak mampu melakukannya. Aku takut aku akan menghilang dan kau berada dalam bahaya. Aku tidak mau kehilangan siapapun lagi" jawabku tegas.


Aku berjalan keluar duluan dari ruangan senjata ini. Karina sejenak diam dengan jawabanku lalu mengikutiku keluar.


Ketika kami melewati ruang tamu, Lucas sedang duduk disana sambil berbincang-bincang dengan bibi Kim.


"Kenapa kau disini?" tanyaku pada pria itu..


"Hai cantik" sapanya pada Karina bukannya aku..


"Hai Kak" jawab gadis itu dengan senyuman.


"Aku kesini karena ingin membicarakan beberapa hal penting" katanya dari tempatnya duduk.


Aku menghela nafas panjang, " bukankah sudah ku bilang aku sedang tidak ingin berurusan dengan pekerjaan?"


Lucas menghampiri kami, "ini hal penting yang akan membuatmu senang" katanya girang padaku.


"Hmm baiklah" jawabku. Kami pergi ke ruang kerja ku sedangkan Karina aku suruh menunggu di kamarku.


Kami duduk di sofa sambil membaca beberapa berkas yang Lucas bawa.

__ADS_1


"Ini adalah daftar semua anak perusahaan, rekan bisnis, dan perusahaan cangkang tuan Han" katanya menjelaskan.


Daftar itu sudah tersusun rapi, aku bisa lihat jelas bahwa tuan Han sangat pandai dalam berbisnis dan menjalankan uang.


"Lihatlah berapa banyak perusahaan cangkang yang ia miliki, pantas saja dia tidak perduli dengan korupsi sedangkan dia saja sudah menggelapkan dana dan pembelian saham ilegal" ujarku yang tidak lagi terkejut.


"Aku juga sangat terkejut" jawabnya.


"Tidah perlu terkejut, itu biasa dalam dunia bisnis. Bahkan kita saja punya banyak perusahaan cangkang dan beberapa atas namamu" jawabku sepele.


*Perusahaan cangkang adalah perusahaan yang didirikan sebagai anak dari sebuah perusahaan besar dimana walaupun legal namun perusahaan ini tidak berbentuk. Perusahaan cangkang biasanya dibuat untuk mengalihkan perhatian karena direktur sendirilah yang menjadi dasar berdirinya. Perusahaan ini biasanya digunakan untuk para pebisnis untuk pembelian saham ilegal, penggelapan dana perusahaan, dan tempat menyimpan properti dan aset tanpa disadari oleh publik*


"Lihatlah perusahaan cangkang ini. Ini adalah pusat penelitian bernama Fantasia Human Researsh. Mereka sudah berdiri sejak 6 tahun, namun sampai sekarang belum memberikan hasil apapun pada publik. Mereka sudah dituntut berulang kali oleh kejaksaan karena banyak masyarakat yang tidak nyaman dengan sisa penelitian mereka, namun karena kurangnya bukti kejaksaan tidak bisa menutup Fantasia" jelasnya lagi.


Aku membaca riwayat yang ada dari Fantasia Human Research yang dibawa Lucas. Namun berkas ini tidak memberi banyak informasi mendetail.


"Fantasia Human Research, Human? Research? Fantasia? Fantasi" kataku samar yang keluar dari mulutku begitu saja.


"Anak perusahaan ini, ini, ini dan perusahaan cangkang yang ini dan Fantasia, aku mau kau cari tahu semuanya" kataku menunjuk perusahaan-perusahaan mencurigakan yang aku sangat tertarik.


Lucas melihatku dan menyeringai, "aku suka jiwa bisnismu hahaha, baiklah sesuai kesepakatan 1/3 untukku, 1/3 untukmu dan 1/3 untuk mereka" katanya lalu membereskan seluruh dokumen tersebut.


"Bagaimana dengan tes yang aku minta dulu?" tanya ku padanya yang masih menyeringai senang.


"Kita tinggal menunggu hasilnya saja" jawabnya santai lalu meninggalkan ruangan kerja ku.


Si pria jangkung ini melanjutkan kembali perkataannya, "oh iya apa kau sudah tahu siapa pemilik smart wall mirror itu? Seorang agen Badan Intelijen Negara menanyaiku tentang hal itu lagi beberapa hari lalu" tanyanya padaku.


"Aku tidak tahu, memangnya sepenting apa dinding itu?" tanyaku santai.


Lucas menaruh kedua tangannya di pinggang, "apa kau tidak tahu? Itu adalah komputer berbentuk dinding cermin yang sangat pandai. Seorang peneliti yang sudah meninggal dari Italia membuat itu untuk membobol informasi rahasia mafia disana. Dan informasi dari BIN bocor, bahwa salah satu warga Korea telah membelinya. Bila informasi terungkap dari dalam, maka seisi negara bisa terguncang" jelasnya.


"Hmm menarik juga" kataku masih santai.


Setelah memastikan Lucas keluar, aku mulai menggunakan keahlianku dalam hal IT. "Okey mirror wall, cari tahu tentang Fabtasia Human Research" kataku ke dinding pintar ruangan itu.


Seketika dinding kaca yang awalnya menyamar berwarna sama dengan properti berubah menjadi layar informasi.


Aku bisa melihat informasi mendetail yang tidak bisa di dapatkan oleh Lucas. Dan akhirnya aku menemukan sebuah Clue dari perusahaan cangkang tuan Han ini.


Fantasia, fantasi. Baiklah aku tahu sekarang, yang perlu aku lakukan adalah dengan menerobos masuk ke dalam untuk mengetahui secara langsung isi penelitian mereka. Dan saat nya menunggu hasil Lucas.



Hola My Readers 💚💚


Grazie per amare il mio lavoro


Mohon maaf ya jika ada kesalahan dalam pengetikan, pemilihan kata, dan waktu pengupdatean yang tidak terjadwal 🙏🙏


Terima kasih karena sudah singgah dan setia dengan kisah ini

__ADS_1


Semoga kalian suka ya 💚💚


Jangan lupa like dan komen dong hihihi


__ADS_2