
Dear my readers 💚
Author minta maaf karena banyak kesalahan dalam novel ini. Setelah ditinjau lagi, banyak yang salah. Jadi Author bakal merevisi dari awal. kesalahan nama saja kok, bukan jalan ceritanya.
🔫✨🔫✨🔫✨
Sudah sekian lama dan banyak peristiwa terjadi akhirnya takdir memberikan kesempatan bagi mereka menikmati kisah romansa yang selalu dirindukan. Pertemuan sangat mahal, bahkan melebihi intan permata.
Keempat roda mobil Bugatti Chiron tepat berhenti di balik garis parkiran. Pintu terbuka dan keluarlah seorang pria bertubuh jangkung dengan wajah tampannya yang kelihatan agak lelah.
Setelah seharian sibuk mengurus ini dan itu demi memenuhi tanggung jawab selaku wakil CEO di Lee's Group. Dengan santai ia berjalan di tengah area parkiran basement.
Dengan padatnya jadwal baru kali ini mendapat kesempatan untuk bertemu. Bahkan ia harus menyempatkan waktu demi memuaskan kerinduan yang menyiksanya.
Setelah naik ke lantai delapan ia sudah berdiri di depan salah satu pintu apartement. Sebelum datang kemari, Lucas harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi mood kekasihnya yang mudah sekali marah.
Ting nong... Ting nong...
Pintu terbuka dan muncul seorang gadis bertubuh tinggi semampai dengan rambut berwarna dirty blonde yang tergerai. Dengan tatapan tajam ia menatap pria yang membunyikan bel rumahnya.
"Setelah sekian lama ternyata kau masih mengingatku?" ujar Elsa dengan kekesalan yang siapapun bisa rasakan saat melihatnya.
Lucas bukannya merasa bersalah dia malah tersenyum layaknya anak kecil. Ia maju hingga tidak menyisakan sedikitpun jarak di antara mereka.
Tangan kekar yang terbalut lengan jas ia lingkarkan di leher kekasihnya itu. "Kau tidak suka aku datang? Apa aku harus pulang saja?" ia malah bertanya.
Elsa mendengus kesal tapi dia juga tidak mau Lucas pulang. Sudah begitu lama dia menunggu hanya untuk melihat mata pria kesayangannya.
Sebuah kecupan mendarat di bibir ranumnya, Lucas melakukan itu tanpa aba-aba. Kaki panjangnya menendang pintu untuk menutup pintu itu.
"Aku sudah disini jadi jangan kesal lagi sayang" katanya lembut.
Tatapan lembut Lucas memang sungguh meneduhkan, itulah yang membuat dia berhasil meluluhkan banyak wanita hanya dengan tatapan teduh itu. Begitulah pula dengan Elsa, walaupun dahulu mereka penah menjadi musuh saat pertama bertemu.
Anggukan yang berarti mengiyakan menjadi jawaban atas penyataan barusan. Elsa membalas pelukan Lucas pada tubuhnya, cukup nyaman walaupun pria itu belum mandi.
Lucas melepaskan pelukannya, "aku lelah jadi malam ini aku istirahat di rumahmu" katanya sambil membuka sepatu pancus dark brown yang ia pakai seharian.
Mendengar itu Elsa kembali kesal, "jadi kau datang ke sini untuk istirahat bukan karena merindukanku?"
Sudah menjadi hal wajar bagi Lucas menghadapi emosi kekasihnya yang begitu. Tapi hari ini dia memang sangat letih, dia malas mendengar celoteh kekasihnya.
"Aku menyempatkan waktuku untuk bertemu dan aku hanya ingin istirahat tapi kau malah sekesal itu?" tanyanya tidak terima.
Elsa memilih tidak menjawab pertanyaan barusan, walaupun mereka sering bertengkar tetap saja pertengkaran itu bisa diselesaikan hanya dengan waktu yang terus berjalan.
Keduanya memasuki apartemen milik gadis berambut blonde itu. Lucas pergi ke mandi sedangkan Elsa ke dapur untuk membuatkan makan malam.
Langkah demi langkah telah dilakukan, hidangan hampir matang. Ia mengaduk-aduk telur puyuh kecap di wajan. Walaupun sederhana tapi ini adalah makanan kesukaan Lucas buatan tangannya sendiri.
Ketika asik memasak, terasa sepasang tangan melingkar di perutnya dan dagu yang bertumpu di bahunya. Sudah pasti itu adalah Lucas Wang. Sekarang dia sudah sangat segar dan aroma sabun yang merebak di tubuhnya bisa dirasakan oleh Elsa.
"Kau membuat masakan kesukaanku sayang?" tanyanya dengan deep voice itu.
Elsa mengangguk lalu mematikan kompor, ia menuangkan makanan ke dalam wadah kecil. "Hari ini kau memanggilku sayang tapi setelah itu kau akan menghilang lagi" katanya pelan.
lucas memutar tubuh Elsa menghadap padanya. "Are you tired of waiting for me? Don't you?" tanyanya sangat lembut.
Bibir Elsa mengerucut sedikit dan ia mengangguk gemas. Lucas langsung mengangkat tubuh Elsa yang ramping dengan kedua tangannya di paha gadis itu dan Elsa memeluk Lucas di leher.
__ADS_1
Ia menaikkan Elsa hingga duduk di atas meja dapur. Tubuh jangkungnya tetap membuat dia lebih tinggi walaupun Elsa memiliki tubuh yang tinggi dan sekarang duduk di meja dapur. Tapi setidaknya jarak wajah mereka tidak begitu jauh.
Tangan itu masih melingkar di leher Lucas dan Lucas memeluk perut Elsa. "We've been apart of a dozen years and finally got back together. Tapi setelah bersamapun, you still often disappear of my side, isn't it?" kata Elsa pelan.
Tangan kanan Lucas menepikan rambut ke balik telinga karena menutupi wajah Elsa. Tatapannya selalu saja begitu teduh walaupun Lucas dan Elsa sama saja, pemarah. Tapi tatapan mereka sangat teduh satu sama lain.
"Even if i am exiled to very far away place and have to fight all people around me, i will come back to you. Again, again, and again..." katanya lembut tapi perkataan itu bermakna sangat kuat.
Cara ia mengatakan, tatapan, dan dari bagaimana Lucas selalu kembali padanya ia percaya. "Really? You really will keep coming back, right?" tanyanya sekali lagi ingin percaya.
Pria dengan deep voice khasnya mendekatkan wajahnya, kedua dahi mereka berimpitan dan ujung hidung keduanya bersentuhan. "Bahkan bila aku harus menjadi bad guy, i will do it for the sake of meeting you"
Keduanya tersenyum dan berciuman setelahnya. Ciuman lembut dan hangat, penuh perasaan dan kerinduan yang bermakna.
Hingga mereka menyudahi, "makanlah sebelum dingin" ujar Elsa pelan dengan nafas yang belum terkontrol stabil.
Lucas memindahkan gadis di depannya ke kursi makan dengan menggendongnya ala berpelukan seperti saat mengangkat ke atas meja dapur tadi. Setelah itu ia duduk di kursi yang berhadapan dengan kekasihnya.
Ia menikmati masakan yang sudah dibuatkan khusus untuknya. Masakan Elsa memang tidak begitu lezat tapi baginya itu terlezat.
"Besok akhir pekan, bagaimana kalau kita pergi kencan?" tawar Lucas lalu memasukkan sesuap nasi ke mulutnya.
Dengan antusiasnya Elsa mengangguk, "benarkah? Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?" ia tahu bahwa hari raya sekalipun Lucas akan sibuk bekerja.
Gelengan yang mengartikan tidak dia berikan, "pekerjaanku sudah aku selesaikan tadi. I'm free so lets do a date"
Semakin antusias Elsa mendengar jawaban itu. Ia berlari ke dapur kembali dan merogoh lemari dapur. Dari sana dia mengeluarkan sebuah kotak hitam yang ternyata adalah red wine kesukaan mereka. Tidak lupa dia mengambil dua gelas untuk mereka.
"Kau sangat bersemangat sayang" kata Lucas dari kursinya karena Elsa sangat senang.
Elsa mengangguk cepat, dia menunggu Lucas dengan tidak sabaran menyelesaikan makan malamnya itu. Hingga akhirnya yang di tunggupun selesai.
Lucas beranjak dari sofa, mengambil gitar di dekat TV dan kembali duduk. "Off my face by Justin Bieber?" tanya pria yang memegang gitar itu.
"Nice" lalu Elsa meletakkan kedua gelas mereka di meja.
Senar gitar mulai dipetik, alunan nada nada dengan irama indah memenuhi ruangan. Mereka menikmati waktu berdua dengan alunan musik akustik yang lembut. Apalagi suara Elsa yang berkarisma dan indah semakin memanjakan telinga.
'One touch and you got me stoned
Higher than I've ever known
You call the shots and I follow
Sunrise, but the night still young
No words, but we speak in tongues
If you let me, I might say too much
Your touch blurred my vision
It's your world and I'm just in it
Even sober I'm not thinkin' straight
'Cause I'm off my face, in love with you
I'm out my head, so into you
__ADS_1
And I don't know how you do it
But I'm forever ruined by you, ooh-ooh-ooh
Can't sleep 'cause I'm way too buzzed
Too late, now you're in my blood
I don't hate the way you keep me up
Your touch blurred my vision
It's your world and I'm just in it
Even sober I'm not thinkin' straight
'Cause I'm off my face, in love with you
I'm out my head, so into you
And I don't know how you do it
But I'm forever ruined by you, ooh-ooh-ooh
Ooh, ooh-ooh, ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh
Ooh, ooh-ooh, ooh-ooh-ooh-ooh
Ooh-ooh-ooh
'Cause I'm off my face, in love with you
I'm out my head, so into you
And I don't know how you do it
But I'm forever ruined by you, ooh-ooh-ooh
By you, ooh-ooh-ooh...'
Perasaan yang mengalir di keduanya semakin membara oleh liriknya yang romantis. Lucas meletakkan gitar itu di meja, dia baru meneguk setengah gelas winenya tapi dia sudah di mabuk oleh suasana mereka.
Ia menarik Elsa duduk ke pangkuannya, gadis itu duduk dengan nyaman dalam posisi saling berhadapan.
Satu tangan Lucas melingkar di perut Elsa sedangkan satu tangan lainnya memegangi wajah cantik gadis berambut blonde tersebut. Sedangkan Elsa melingkarkan tangannya di leher Lucas.
Keduanya saling bertatapan cukup lama, seakan meyakinkan diri masing masing akan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Mereka masih dalam keadaan sadar tapi mereka sungguh menikmati waktu berdua itu.
Lucas mencium Elsa yang mulai menutup matanya. Keduanya bercumbu dengan penuh perasaan dan cinta. Saling ******* dan merasakan kehangatan satu sama lain.
Hingga gairah mulai menguasai keduanya. Tangan Lucas mulai nakal melepaskan satu per satu kancing kemeja oversize yang dipakai Elsa.
Sedangkan Elsa masih larut membalas ciuman di bibirnya. Hingga Lucas berhasil membuka kemeja itu. Ia membawa Elsa ke kamar, kedua kaki ramping gadis itu melingkar di pinggangnya.
Malam itu mereka menikmati malam yang sangat panjang dan panas. Keduanya menikmati waktu yang begitu berharga sangkin sulitnya hanya demi bertemu.
__ADS_1