
Steven -
Pintu kamar mandi terbuka, uap dari air hangat yang digunakan untuk mandi mulai terasa hingga keluar. Hari ini adalah hari terakhir di bulan November, cuaca sudah mulai dingin, artinya musim dingin sudah mulai.
Musim dingin terntunya akan lebih cepat dimulai di barat dari pada di timur. Dan sebentar lagi salju pertama akan turun.
Dengan hanya memakai kimono berwarna navy yang telah disediakan aku keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri dari bau dasar. Aku mengeringkan rambutku dengan handuk putih lalu mengambil Ipad ku.
Berita itu pasti sudah beredar khususnya di berita dunia ekonomi dan bisnis. Zaman sekarang semuanya bisa terekspos dengan mudah dan diketahui siapa saja. Untungnya aku sudah merencanakan dengan matang untuk menutupi kasus ini dengan kesalahan lain yang ia lakukan.
Artikel sudah diterbitkan,
The CEO of company Y has died in an accident on a business trip to Los Angeles (CEO dari perusahaan Y ditemukan meninggal karena kecelakaan saat melakukan perjalanan bisnis ke Los Angeles)
logan Taylor CEO from company Y is known to have carried out laundering and embezzlement of company funds (Logan Taylor CEO dari perusahaan Y diketahui telah melakukan pencucian dan penggelapan dana perusahaan).
It has been revealed that Logan Taylor was in the illegal drug business and embezzled funds (Telah terkuak bahwa Logan Taylor telah melakukan bisnis obat-obatan ilegal dan melakukan penggelapan).
Dan masih banyak lagi berita-berita atau artikel yang tersebar di jejaring sosial.
Sudah aku katakan, jika sejak awal kau mau berdamai aku mungkin akan melepaskanmu. Tapi karena kau menghina ku, keinginan ku untuk mengakhiri hidupmu tidak bisa diredam lagi.
Aku duduk santai di sofa kamar hotel ku lalu mengambil ponsel dan menelepon "urus berkas pengalihan kepemilikan dan saham perusahaan Logan Taylor untuk ku dan donasikan setengahnya kepada anak-anak di panti asuhan" kataku lalu menutup panggilan.
Masih dua hari saja tak melihat gadis itu rasanya aku ingin terbang menghampirinya dan memeluknya. Arrggghh sial aku sudah terlalu candu
padanya.
Segera ku buka rekaman CCTV di rumah, saat ini sudah pukul 3 pagi waktu setempat. Sehingga di Korea saat ini sudah pukul 16 sore waktu Korea Selatan.
Karina sedang istirahat di kamarnya, aku mengatur waktu melihat apa saja yang ia lakukan sejak semalam.
08.36 Aku mengerutkan dahi ketika melihat siapa yang datang ke rumah.
"Untuk apa dia datang?" tanyaku pada diriku sendiri.
Jessica datang ke rumah entah dengan tujuan apa. Acaranya akan dilakukan lusa jadi untuk apa dia datang ke rumah semalam?
Ini hanya rekaman CCTV jadi aku tidak bisa mengetahui isi pembicaraan mereka selain mendengarnya sendiri.
Dalam rekamam tersebut, Jessica dan Karina duduk di ruang tamu berdua. Dia duduk bersampingan dengan wanita ku.
Karina tampak hanya diam dan tak bergerak sedikitpun, ia menunduk dan tak mengangkat kepalanya sekali pun.
Aku memperbaiki proporsi duduk menjadi tegap, rasanya aku ingin memutilasi wanita tua itu karena telah membuat wanita ku ketakutan.
Ia mengelus rambut Karina lalu membisikkan sesuatu pada gadis itu. Karina tetap menunduk, kedua tangannya saling mengepal dan menurutku dia pasti sedang gemetar ketakutan.
Rasa penasaran ku pastinya sudah meluap, jangan tanya keinginan di benakku saat ini. Sudah pasti aku tak akan diam, sudah lama aku ingin berbuat sesuatu untuk wanita mengerikan itu.
__ADS_1
Selepas itu Jessica meninggalkan rumah, tapi Karina tetap menunduk dan mengepalkan kedua tangannya. Rambut panjangnya menutupi seluruh wajah, tapi aku yakin wanita ku ini pasti sedang menangis.
Perasaan ku untuk memelukanya saat ini sangat besar dan dalam. Aku ingin dia menangis di pelukan ku, melampiaskan rasa takutnya dalam dekapanku.
Karina pergi ke kamarnya dan duduk di atas kasur putihnya, ia sepertinya memikirkan sesuatu. Tunggu saja Jessica, kau akan menerima balasan dariku!
Setelah memastikan Karina beristirahat dengan baik dan tidak terjadi apapun setelah itu, aku pun beristirahat untuk melepas penat.
/ 18 Jam kemudian - 10.00 Kst/
- Steven -
Aku melangkahkan kaki ke lantai bandara Incheon. Udara pagi Korea yang sudah mulai terasa dingin. Aku segera kembali ke rumah utama segera untuk bertemu dengan orang yang sejak kemarin ada di pikiranku.
Mobil sudah berhenti tepat di depan pintu utama. Aku masuk dan langsung mencari Karina. Para peleyan mengatakan Karina sedang di taman jadi aku langsung menghampirinya.
Ia aku temukam sedang merenung menatap HP ditangannya dan duduk di bawah pohon sakura yang indah. Dari jarak 10 meter aku memanggil namanya, "Karina" kataku cukup lantang.
Ia menoleh dan sebuah senyuman terukir manis di wajahnya yang cantik.
Aku berjalan mendekat namun ia segera berlari menghampiriku.
Ia memelukku terlebih dahulu bahkan sebelum aku akan melakukannya.
"Apakah kau baik-baik saja?" katanya.
Aku memeluknya erat, "Aku merindukanmu Karina" ujarku tenang.
Aku merasa aneh, Karina menangis. Aku melepas pelukan ku dan memastikan. "Kenapa kau menangis? apa ada yang menyakitimu?" tanyaku cemas.
Setelah rasanya tenang, aku membawanya duduk lagi di kursi taman di bawah pohon sakura itu. "Kenapa kau menangis? Jawab aku Karina" tanyaku.
Ku genggam tangannya lembut agar ia semakin tenang. Ia memandangiku lekat-lekat. "Kau memintaku untuk mengizinkan mu membuatku mencintaimu kan?" tanyanya.
"Memangnya kenapa?" tanyaku heran dengan pertanyaannya yang tiba-tiba.
"Aku tidak bisa terus seperti itu jika kau masih melakukan pekerjaan itu" katanya. Spontan aku bingung harus berkata apa.
Ia berkata lagi, "berhentilah Steven, aku tidak mau kau terus membunuh orang" katanya lagi.
Dari mana ia tahu tentang itu? Siapa yang memberitahunya?
"Siapa yang mengatakan itu?" kutanya.
Karina meneteskan air mata, "tidak perlu tahu siapa yang memberitahuku" jawabnya lirih.
Aku kembali bertanya tetapi dengan menggenggam tanganya erat "Aku tanya sekali lagi Karina, siapa yang memberitahumu? Jawab aku"
Karina menatapku berbeda, "berarti itu memang benar" katanya menyimpulkan pembicaraan begitu saja.
Perasaanku? tentunya aku kecewa. Tapi aku mencoba mengerti perasaannya. Sudah pasti ia akan cemas karena tahu siapa dan bagaimana aku sebenarnya.
"Jangan kau juga Karina" kataku kecewa.
__ADS_1
Ia menggenggam bagian lengan jas coklat ku"Aku tidak mau sesuatu yang berbahaya menimpamu" katanya.
Aku memberikan senyuman hangat agar dia sedikit lebih percaya "tidak ada yang bisa menyakitiku Karina, bahkan aku akan menjagamu juga" kataku.
Karina memelukku lagi, "hanya kau orang yang aku kenal dan dekat denganku. Aku tidak mau kau terluka"
Aku memegang bahu Karina dan menatap matanya, "aku tidak akan terluka" kataku tegas.
"Maka berjanjilah untuk tidak membunuh orang lain dan berjanjilah untuk tidak terluka" katanya lagi menatap mataku tajam.
Aku tahu ini pasti ada kaitannya dengan kejadian kemarin.
"Aku berjanji aku tidak akan membunuh siapapun lagi, dan tidak akan pernah terluka".
Ia akhirnya tersenyum senang, aku pasti akan menepati janji ku padanya.
Kami masuk ke dalam rumah, cuaca dingin tidak baik untuknya.
Aku membawa Karina ke kamarnya lalu memberikan sebuah kotak yang cantik.
"Bukalah" kataku.
Karina membuka isi kotak itu, dia begitu senang melihat isinya.
"Gaun? wow cantik sekali" katanya melihat gaun musim dingin berwarna putih bersih.
Gaun itu aku beli ketika dalam perjalanan pulang menuju bandara dia New York. Itu begitu cantik dan sepertinya pas pada tubuh Karina, jadi aku membelinya.
"Terima kasih" katanya tersenyum hangat.
Aku sudah tidak sanggup lagi menahannya "Aku merindukanmu, sangat merindukanmu" ujarku padanya lalu segera menciumnya.
Karina terkejut dengan respon ku. Tapi dia membiarkan ku menciumnya. Aku menariknya duduk lebih dekat dengan ku dan merangkul nya.
"Sampai kapan aku harus menunggumu Karina" tanyaku dengan suara pelan.
Karina menatap mataku, lalu tersenyum "sepertinya aku mulai menyukaimu" katanya.
Rasanya aku ingin terbang melayang tinggi, akhirnya ia mulai membuka hatinya untukku.
"Apakah boleh?" tanyaku.
Karina berfikir sejenak dan akhirnya ia mengangguk.
Aku kembali menciumnya, dia menutup mata dan membalas ciuman ku. Aku ******* bibirnya dan dibalas lembut.
Ia menggenggam erat bahuku, walaupun dia tidak hebat dalam berciuman tapi rasanya aku sangat puas dengan nya.
Hai hai Readers ku 💚💚
Makasih buat yang udah datang dan yang udah setia menunggu aku up hihi
__ADS_1
Mohon maaf ya jika ada kesalahan dalam pengetikan maupun pemilihan kata 💚💚
Semoga kalian suka ya sama cerita aku, jangan lupa like dan komen dong hihihi 💚💚