MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death

MY BAD BOY IN SUIT: Sin Or Death
Guns


__ADS_3


...Cast untuk Elena gue ganti ya, soalnya susah cari foto Yoon Sun Young sekarang. Tapi ini lebih cantik, serius...


Pagi yang cerah seperti biasanya keluarga kecil itu berkumpul di ruang makan. Sang pangeran kecil masih setia dalam pelukan sang ayah, keduanya tampak sangat serasi. Sedangkan si ibu hanya memperhatikan dengan senyuman yang turut hadir dalam wajah cantiknya.


“Good morning kak, kakak ipar, my dear nephew”


Seketika Steven dan Elena mengalihkan atensi mereka pada gadis manis itu. Mereka saling memandang lalu melemparkan senyuman pada gadis yang baru ditinggal kekasihnya itu.


“Morning beauty, mari sarapan” ajak Elena manis.


Selena duduk di hadapan Elena yang mengolaskan selai nutella untuknya. Semua orang tahu, senyuman di wajah Selena palsu. Bahkan siapapun bisa melihat gadis itu berpura-pura tangguh dan menyembunyikan dukacitanya.


“Tuan, biar saya yang jaga tuan muda. Anda sarapan dengan tenang saja” ujar bibi Kim.


“Terima kasih” ujar Steven memberikan dengan hati-hati bayi kecilnya.


Roti yang sudah diolesi diberikan pada Selena, “makanlah Selena, pipimu semakin tirus”


“Terima kasih kakak ipar”


✨✨✨✨


Mansion begitu sepi, para maid sudah kembali ke ruangannya masing-masing setelah seluruh pekerjaan usai. Elena dan Andreas di kamar mereka, dan Selena di kamarnya sendiri.


Gadis itu berdiri di balkon kamar, memperhatikan pemandangan taman belakang dengan sendu. “Lihat saja iblis, aku akan melemparmu kembali ke neraka” ujarnya berjanji pada lanagit.


Dua kata yang saat ini mempengaruhi dirinya, balas dendam!


HP yang ada di tangannya ia gunakan, mencari nomor seseorang lalu menghubungi sang pemilik nomor.


‘Halo?’


“Lama tidak berbicara pengkhianat”


‘Selena ada apa? Kenapa tiba-tiba menghubungiku?’


“Kau mau menebus dosamu pada kakaku kan? Aku tahu caranya”


‘Ada apa ini? kenapa tiba-tiba mengatakan hal itu?’


“Dengankan saja brengsek! Bantu aku membunuh seseorang”


‘Hei ada apa ini? siapa yang ingin kau lenyapkan?’


“Christian Yu”


Setelah panggilang berakhir Selena bergegas mengganti pakaiannya. Ia mengenakan dress dan jacket berwarna hitam. Ia mengambil benda kecil di dekat nakas, segera keluar dari kamar. Selena memperhatikan sekitaran lalu lega mengetahui mansion mewah itu sangat sepi.


Ia pergi ke kamar Elena memeriksa situasi, ternyata kakak ipar cantiknya sedang berbaring di kasur bersama dengan bayinya.


‘Kak, maafkan aku. Bahkan jika aku harus mati, aku tetap akan membunuh pria itu dengan tanganku sendiri. Maaf karena lagi-lagi membangkang, aku harus menyelesaikan masalahku sendiri’ batinnya dengan percaya diri.


Langkahnya kembali teralun, menuju sebuah ruangan yang sangat minim akses. Tadi Selena mencuri kartu akses ruangan tersebut dari ruang kerja Steven sebelum ia turun untuk sarapan.


Untungnya tidak ada yang memergokinya, ia segera masuk sebelum ketahuan.


Dibukanya lemari kaca, mengambil pistol yang dia rasa tepat untuk melubangi dahi mantan kekasihnya itu. Lalu pergi ke bagian penyimpanan peluru, mengisi penuh pistol itu. Tidak lupa mengambil rompi anti peluru super tipis.

__ADS_1


Pistol tersebut ia sematkan di holster yang sudah dia pasang di pahanya. Selena sengaja mengenakan dress dengan bawahan tanggung sehingga mampu menyembunyikan benda itu.



Bukan hanya itu, ia juga mengambil hal lain yang tidak kalah mematikan. Sebelum dia keluar, Selena kembali menghubungi Leo.


“Kau siap?”


‘Aku sudah menunggu di halaman rumahmu’


“Aku keluar sekarang”


Panggilan terputus.


Kembali mengendap-endap dan ternyata Selena berhasil keluar mansion. Tidak ada yang memergoki dirinya keluar dari ruang penyimpanan senjata. Setelah keluar dari sana dia berpura-pura biasa saja, bahkan tidak lupa untuk menyapa para bodyguard yang bertugas di luar.


Melihat kepergian nona mereka cukup mencurigakan, bagaimana tidak, baru kali ini nona mereka itu keluar dengan Leo.


Dari semua teman-teman Steven, Leo adalah temannya yang paling sedikit memiliki interaksi dengan nona mereka itu.


“Bos, nona Selena keluar mansion dengan tuan Leo” lapor salah satu dari mereka.


‘Baiklah’ jawab Steven singkat. Sebenarnya dia juga bingung, ia khawatir Selena berbuat nekat. Tapi jika dipikir-pikir tidak ada gunanya melakukan hal bodoh itu dengan Leo. Leo jauh dari dunia kriminal serta tidak ada kaitannya dengan kematian Briant.


✨✨✨✨


Hari ini jadwal rapat bersama investor besar dari Kanada sedang terselenggara. Steven seperti biasanya tidak begitu peduli tentang rapat-rapat formal yang membosankan itu.


Ia benci rapat.


Ting...


‘Kakakku yang jelek, dimana pun kakak berada aku harap kakak tetap hidup dengan tenang dan bahagia. Aku tahu ini konyol tapi aku ingin menyelesaikan masalah yang kubuat. Jika saja dulu aku tidak mengencaninya untuk keegoisanku semata mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi. Biarkan aku menebus seluruh keegoisan ku itu, berbahagialah dengan kakak ipar dan keponakan tersayangku. Jangan bersedih terlalu lemah, ini bukan salahmu. Ini semua adalah keputusan yang aku ambil sendiri. Aku menyayangimu kak, terima kasih sudah menjadi kakakku yang hebat. Aku mencintaimu kak’


Plakkk..


Semua peserta rapat terkejut mendengar suara benturan keras dari meja spesial sang CEO perusahaan. Steven membenturkan HP nya ke meja itu, “fuck” umpatnya.


Ia segera bangkit dan bergegas meninggalkan ruangan rapat. Lucas yang seperti paham tidak paham meminta direktur perancangan strategis mereka untuk melanjutkan rapat. Ia harus mengejar bosnya itu.


Hanya dalam waktu belasan menit, mobil Audi R8 berhenti tepat di depan pintu utama mansion. Sang pengendara keluar begitu saja, bahkan pintu belum ditutup tapi dia sudah berlari masuk.


Drrttt…


Langkahnya tidak terhentikan, HP dalam sakunya bordering. Ia segera merogoh saku sambil terus berlari. Namun ternyata orang yang menghubungi adalah Elena bersamaan dengan wanita itu keluar dari kamar.


“Loh Stev, baru saja aku menghubungimu”


Steven kembali memasukkan HP nya dalam saku, “dimana Selena? Dimana gadis itu?” Tanya Steven menghampiri.


Elena juga sama bingungnya, dia menunjukkan HP nya. “Aku tidak tahu, aku sudah mencarinya tapi dia tidak ada di rumah, tiba-tiba dia mengirimiku pesan ini. apa maksudnya Stev?” menunjukkan pesan panjang mirip seperti yang diterima suaminya.


“Shit” umpat Steven kedua kalinya.


Tanpa mengubris keingintahuan Elena, Steven tidak buang waktu lagi segera memeriksa ruang senjata. Elena terus bertanya apa yang terjadi tapi Steven lagi-lagi bungkam.


Wajah tampan Steven mendekat pada iris detector pintu, seketika pintu baja itu terbuka. Dengan cepat pria tampan itu masuk dan ia benar-benar merutuki dirinya sendiri.


Dugaannya nyata, Selena mencuri access card dari ruang kerjanya dan mencuri senjata dari ruangan penyimpanan ini.

__ADS_1


Ia mengusap kasar wajah dan rambutnya sendiri. Elena turut cemas tapi ia tidak tahu apa alasan pasti dia merasa begitu. Saat itu juga Lucas muncul.


“Stev, apa yang terjadi? Kenapa kau sangat gusar?” tanyanya dengan nafas yang belum teratur.


“Selena pergi mencari Christian Yu”


“Christian Yu?” Tanya Elena balik.


Steven tidak bergeming, lagi-lagi adiknya membangkang. Padahal Steven sudah memiliki rencana bagus tapi gadis itu begitu nekat.


Lucas menarik lengan Steven, “kalau begitu lacak dia sekarang. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan Christ padanya” namun Steven menggeleng.


“Aku sudah berusaha menghubunginya tapi HP nya dinonaktifkan. Kita tidak bisa melacaknya”


Lucas menghela nafas kasar, ia berusaha mencari solusi lain. “Kalau begitu semua mobilmu dipasang pelacak kan?”


Lagi-lagi Steven menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa memungkiri kelalaiannya “dia pergi dengan Leo, aku juga tidak bisa melacak Leo”


“Leo? Untuk apa dia ikut campur?” Lucas ikut bingung, temannya itu tidak punya kaitan dalam masalah apapun yang menimpa mereka.


Dan sekali lagi gelengan kepala saja yang bisa Steven berikan, ia menatapi peluru dalam meja rak itu “aku juga tidak paham, Leo bukan pemeran dalam konflik ini”


“S-Stev, a-ada yang ingin aku beritahu” ujar Elena tergagap. Ia berjalan ragu menghadap sang suami dengan tangan mengepal di depan perut.


“Nanti, kita bicarakan nanti” Steven hendak keluar dari sana tapi Elena sudah terlebih dahulu menahannya.


“I-ini tentang Leo”


Mendengar nama itu disebutkan, Steven menatap Elena heran. “Kenapa dengan Leo?”


Baik Steven maupun Lucas berdiri di hadapan wanita muda yang baru menjadi ibu itu. Elena menggigit bibir bawahnya sebagai pelampiasan akan rasa takutnya. Ia menarik nafas dalam-dalam untuk memberanikan diri.


“Sebenarnya, sebenarnya Leo itu, sebenarnya Leo..”


“Elena berhenti mengulang kata-katamu, cepat katakan. Aku tidak ada waktu lagi” pinta Steven dengan nada kesal.


Elena menatap mata Steven, bibirnya bergetar saat akan mengungkapkan kenyataan yang selama ini dia rahasiakan.


“S-sebenarnya Leo yang membunuh kak Alvin” kata Elena tergagap diawal dan cepat diakhir.


“Jangan becanda, ini bukan saatnya Elena!” bentak pria berwajah tampan itu.


Lucas menahan dada Steven yang semakin kesalnya, mengambil alih pembicaraan “Elena kau tahu ini masalah besar, bukan saatnya untuk becanda”


Kepala wanita itu menggeleng, “aku tidak becanda Lucas. Aku dan Selena mengetahui ini sebelum aku melahirkan. Kami ingin memberitahu kalian tapi aku mau Leo sendiri yang jujur padamu” menatap Steven dengan rasa bersalah.


Selangkah demi selangkah kaki Steven melangkah mundur, ia menggeleng masih tidak percaya. Dia menolak untuk mempercayai apa yang baru dia dengar.


“Stev” panggil Elena lemah.


“Tidak, itu tidak mungkin” bantahnya dengan volume pelan.


“Tidak Stev, itu benar. Leo sudah berjanji akan mengakuinya sendiri, kami tidak tahu kalau masalahnya akan semakin rumit” jelas Elena lagi.


Ia memegangi tangan Steven tapi saat itu juga pria itu menepisnya. “Aku kecewa denganmu, kau tahu bagaimana hidupku begitu sulit tapi kau malah membohongiku” tidak peduli lagi langsung keluar meninggalkan Elena dengan mata berkaca-kaca.


Lucas memegangi bahu Elena, “harusnya kau jujur saja Elena maka ini akan meringankan sedikit bebannya” lalu pergi meninggalkan Elena sendirian mulai menangis tersedu.


__ADS_1


...Eh ada mas pacar xixixix...


__ADS_2