
Pikiran bisa dikontrol tapi perasaan tidak. Lalu bagaimana bila keduanya terkombinasi? Sulitnya melebihi yang kita pahami. Itu yang terjadi dengan diriku saat ini.
Gestur tubuh dan penolakan itu membuatku merasa aneh. Aku benci dengan pikiranku yang sering mengalami overthinking. Padahal aku tahu itu tidak baik bagiku dan si buah hati.
Aku tidak ingin Steven berpikir aneh tentangku. Tapi bukan salahku jika ada kecurigaan yang menyeruak dalam otak. Kuharap itu hanya salah sangka, karena jika nyata maka Steven akan menjadi orang paling tersakiti lagi dan lagi.
Cklekk..
Pintu kamar yang menjulang tinggi terbuka setelah aku buka. Saat memasuki ruangan, pemandangan yang menenangkan sekaligus jarang terjadi sekarang ada di depan mata.
Setelah tadi selesai jiarah kami pergi mengikuti Selena dan lainnya. Ternyata mereka mengadakan surprise ulang tahun untuk Steven. Ya walaupun awalnya Steven masih tetap enggan merayakan hari peringatan kelahirannya, tapi setelah susah payah meyakinkan dia akhirnya membuka diri.
Pesta itu hanya diikuti oleh kami saja, jangankan untuk mengundang tamu, untuk membujuk Steven saja sungguh sulit. Untunglah dia selalu menurut dengan permintaanku.
Sekarang sudah malam mungkin sekitaran pukul delapan dan kami sudah kembali. Aku memasuki kamar menghampiri pria yang sedang membaca buku sambil baringan dengan punggung bersandar di headboard ranjang.
Selena tidak pulang ke rumah, dia harus kembali ke Amerika besok. Jadi dia lebih memeilih menghabiskan waktu dengan kak Briant. Lagipula di rumah ini dia juga tidak punya hal penting yang harus dilakukan.
"What book are you reading for? You don't usually read a book while lying down. Biasanya kau bermain online game" ujarku membuka pembicaraan lalu meletakkan nampan berisi buah-buahan yang sudah dipotong kecil.
Sekarang kami mulai sering berbicara dalam bahasa Inggris. Dia ingin aku fasih dengan berlatih setiap harinya. Aku juga senang melakukannya karena ini tidak sesulit belajar matematika. Butuh otak ekstra untuk memahami rumus dan menurunkannya menjadi persamaan baru yang lebih kompleks.
Steven tersenyum manis meletakkan buku itu di atas perutnya. "Parenting book i got from your docter ago" jawabnya.
Aku ikut duduk di ranjang menyandarkan punggung di headboard dan kepala bersandar di bahunya yang sangat bidang. "Tumben sekali baca buku seperti ini, biasanya kau bermain online game atau menonton film"
Tangannya membelai rambutku lalu kecupan lembut mendarat di kening bibirku. "Soon he will be born into the world, as a king I must prepare to welcome the presence of a little prince in our kingdom" dengan tatapan teduh dan menenangkan yang selalu aku inginkan.
Otakku mencerna kalimatnya sebentar untuk mengerti terjemahannya dan jawabannya berhasil membuatku merasakan bahwa anakku sangat dicintai. Aku tersenyum manis, "sudah sampai mana kau baca? Apa yang kau dapatkan setelah membacanya?" kuraih buku itu.
Wow.. Sepertinya aku perlu mempelajari lebih banyak kosa kata dan grammer, buku ini full dalam bahasa Inggris.
"This book said that 'A child will inherit the nature of his parents. If the parents like to lie then it will be passed on to the child' I don't want to be a liar daddy, so that he grows up to be an honest and dignified prince" jelasnya.
Alisku berkerut, "what about the truth? Will you tell him who you are?"
__ADS_1
Ada rasa cemas yang tampak dari bola matanya itu, "hard to say but he had to know where the blood was coming from"
Rambut lebatnya kubelai dan memainkan sekaligus. "Then you will quit all your dark world for him?"
"No, karena sekali masuk maka tidak akan pernah bisa keluar. But for my beautiful queen and pretty prince, i won't you all hurt so i will try" jawabnya. Entah kenapa tapi jawaban dia terasa kuat dan teguh.
Mendengar jawabannya yang sangat kuat dan tegas, aku sangat lega. Kuberikan senyuman hangat dan memeluknya erat.
"So my dearest queen, I once told you who I am and gave you a chance to be free. Will you stay with me till the end? I am a dangerous villain and there is a superhero out there who will save the world. But why did you choose to be with me as fucking villain?"
Steven memang pernah memberiku kesempatan untuk meninggakkan dia, tapi aku memilih stay. Dia tidak memaksa untuk membiarkannya membuat cinta tumbuh dalam hatiku. Akulah yang memutuskan untuk percaya. "Cause superheroes will risk everything even it is me to save the world while you villain risk the world to save me" jawabku entah bagaimana bisa tiba-tiba menjadi sosok yang puitis.
Tanpa aba-aba dia langsung menciumku, sangat dalam dan lemut. Tanganku langsung memegang pipinya dan membalas ciuman itu. Everyone knows Steven is indeed a fucking demon, tapi aku tahu ada hati yang tulus dalam jiwa yang terluka itu.
I love the way he touch me. All of his touches sincerity and love in him. Kita berhenti berciuman, aku menengadah sedikit ke atas karena wajahnya lebih tinggi dariku.
"Kau tau Sayang?" ujarku terputus.
Dia bergeser kali ini menyembunyikan wajahnya di leherku, bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat.
Tanganku memegang liontin yang tergantung indah di leherku. "Kisah kita seperti fairytale" kataku sambil memainkan rambutnya yang lebat.
Aku bisa merasakan sekarang dia tertawa di leherku, ini sangat geli tapi rasanya aneh karena nyaman sekali. "Why?" tanyanya pelan.
"Aku adalah Rapunzel sedangkan kau adalah Flynn Rider. Kau datang membawaku pergi dari castil tua dimana Jessica menyekapku. Dan aku bahagia akan itu"
Seketika dia mengangkat kepalanya dari leherku, "aku tidak sepenuhnya setuju. Aku bukan pencuri yang bersembunyi di castilmu. Aku tidak suka disamakan dengan pencuri"
Kalimatnya sukses membuatku tertawa terbahak-bahak, ini hanya perumpamaan dan dia malah protes. Kedua tanganku menangkup kedua pipinya, "yupss, kau memang pencuri. Pencuri seluruh kewarasan dan hatiku"
Kali ini senyumannya sangat manis dan membuatku meleleh, Steven punya dimple walaupun hanya satu di pipi kanan. Dan saat ini dimple itu muncul, seakan pipinya berlubang.
"Yesterday was a nightmare for me but today and tomorrow is a beautiful dream for me. All because of you" kataku dengan benar-benar yakin.
"I love you sweetheart lil wife" gumamnya lembut.
__ADS_1
Kupeluk dia erat, "I love you too mr. husband" jawabku.
- Steven -
Kesibukan selalu saja menghantuiku kemanapun pergi. Tapi aku bersyukur akan itu. Hidup memang lelah dan aku bangga akan itu.
Beberapa menit yang lalu Elena pulang ke rumah. Seperti biasanya dia akan datang mengantarkan makan siang. Sekeras apapun aku melarang, dia akan tetap datang dengan ribuan alasan. Misalnya hari ini dia datang dengan beralibi ingin membeli buku.
Setelah mengantarnya ke lantai dasar, aku kembali ke ruanganku lalu duduk di kursi kekuasaanku. Kedua tanganku terletak dengan siku bertumpu di meja. Saling mengepal, jemariku bergerak selaras dengan otak yang berpikir akan ini dan itu.
Apa cara terbaik dan paling tepat yang harus kupakai dalam menyelesaikan masalah smart mirror itu. Solusi dengan keuntungan tinggi dan tingkat resiko rendah.
Di kursi kekuasaan aku duduk setelah mengantarkan Elena ke lobby. Seperti biasanya dia datang untuk mengantar bekal makan siang. Sekeras apapun aku melarangnya datang, dia akan bersikeras untuk datang.
Dengan ribuan alasan ia tetap keras kepala. Misalnya hari ini beralibi datang untuk membeli buku. Aku membiarkannya karena jika ditolak, ia akan merajuk. Emosinya berubah-ubah selama hamil.
Cklekkkk...
Atensiku beralih ke pintu dimana dua orang kurang ajar masuk begitu saja tanpa mengetuk. Siapa lagi kalau bukan si kampret Lucas dan Briant.
"Kalian tahu ini ruangan apa? Kenapa seenak kepala kalian masuk tanpa mengetuk?" kesalku.
Keduanya duduk di sofa, "aku bukan karyawanmu jadi aturan itu tidak berlaku untukku" ujar sarkas si atlet renang nasional.
"Terserahku mau masuk dengan ketuk atau tanpa ketukan pintu" jawab si kampret Lucas kurang ajar.
Terpaksa aku menghampiri mereka duduk di single sofa. Kuangkat satu kaki dan menatap mereka malas. "Apa yang membawamu datang langsung ke kantorku?"
"Aku sudah memberitahu dia kalau kita sudah memikirkan solusi tapi dia tidak mau percaya" balas Lucas.
"Sampai kapan aku harus menunggu? Tell me how and when should we do for the fucking *****" kata Briant.
Kuhela nafasku, aku merogoh kantung jas dan mengambil rokok. Kubakar salah satu batang rokok dan menghisapnya untuk mencari ketenangan sesaat.
__ADS_1
"I have a big surprise for your fucking hate *****, it is so sweet, yummy, and funny. You'll like my fucking cute way" .