
Author pov ...
Tujuannya kembali ke Korea hanya demi merayakan ulang tahun sekaligus memperingati kematian kakak sulungnya. Namun keadaan memaksa untuk kembali ke negara Paman Sam hari ini juga.
"Kau pasti datang kan ke graduation party ku?" tanya Selena.
Briant menghela nafas seperti tanda penyesalan, "maafkan aku Selena, I can't attend your graduation. I have a tournament schedule and I can't miss it. You must understand what I mean" jawabnya.
Selena sudah bersikeras memaksa Briant untuk datang. Tapi alasan jadwal pekerjaan bukan hal yang bisa dikesampingkan. Dia sadar bahwa dia adalah kekasih dari seorang atlet nasional pemenang mendali emas.
Gadis itu langsung menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan pria yang duduk di sampingnya. Keduanya sedang duduk dalam kursi belakang mobil si pria untuk berbicara akan hal tersebut.
Menjalani LDR memang sangat sulit, siapapun tahu hal itu. Beberapa menit lagi mereka akan kembali dipisahkan oleh jarak. Selena memeluk erat prianya itu, enggan melepaskan tubuhnya.
Briant membelai rambut gadis yang membenamkan kepala di dadanya. Ia mengecup pucuk kepalanya "only three more weeks baby, after that we will always be close" katanya lembut.
Selena beranjak dan nekat saja langsung duduk di pangkuan Briant, saling berhadapan. Mobil mereka terparkir di private airport keluarga Lee, jadi tidak ada yang akan memerogoki.
Tangannya memegangi kedua pipi pria berkulit sedikit gelap itu "I hate you too much but i love you in same time" ujarnya cemberut.
Briant menggeser rambut yang ada di pipi ke belakang telinga kekasih cantik dan menggemaskannya. "I apologize for all the heartache you received for loving me. I've been running away all this time, but I promise I won't again even to the end. I love you my spoiled lil cute girl"
Langsung saja Selena mencium bibir Briant dengan lembut, dia tidak mau melewatkan kesempatan ini mengingat pertemuan sangat sulit bagi keduanya.
Bibir Briant langsung membalas ciuman itu lebih dalam cukup ganas. Selena sampai melotot namun dia juga menikmatinya.
Tangan Briant mengelus punggung Selena, keduanya larut dengan perasaan mereka dan rindu yang nantinya akan menghantam.
Keduanya berhenti karena nafas mereka yang sangat tidak beraturan. Kembali berpelukan dengan hati berharap jarak itu bisa berhenti memisahkan mereka.
Keduanya keluar dari mobil karena penerbangan akan segera dilaksanakan. Briant menggenggam tangan Selena dengan erat dan mengantarnya hingga ke depan tangga pesawat.
Keduanya berdiri di sana, Selena sekali lagi memeluk Briant erat. Pria itu mengecup dahi kekasihnya dengan lembut dan penuh cinta "I love you so much my lil girl"
Selena tersenyum tipis, "I love you more"
Akhirnya mereka berpisah, Selena masuk ke dalam pesawat dengan para bodyguard yang membawa koper miliknya ke dalam. Briant kembali ke mobilnya, ia menyandarkan bokongnya di mobil itu sambil menatapi kepergian kekasihnya.
Setelah itu diapun pergi meninggalkan airport. Sambil menyetir dia memikirkan dua orang. Kekasihnya yang baru saja kembali ke perantauan dan adiknya yang selama ini menderita.
Rancana yang dituturkan oleh Steven memang belum dijelaskan lebih mendetail. Tapi dari sepengetahuannya, Steven pria yang berbahaya dan tidak kenal ampun.
Dia tahu Steven memang tidak pernah bisa menyakiti wanita tapi di mata teman sekaligus iparnya Jessica bukan wanita. But his wife's enemies must be his enemies too. If anyone hurts him then be prepared to meet the angel of death in hell. Steven is Steven, a terrible devil.
Dalam hati dia sudah begitu membenci Jessica. Gigi dibalas gigi dan mata di balas mata. Selama ini Elena dan dirinya sudah sangat menderita.
Tidak perduli bila dia harus menanggung dosa besar karena membalas kejahatan dengan kejahatan. Awalnya dia ragu tapi Steven benar, Jessica tidak akan berhenti menyakiti orang-orang.
Itu terbukti dengan sekarang dia duduk di kursi ketua dewan, menjadi pemimpin munafik yang memanipulasi otak masyarakat Negeri Gingseng. Sekali lagi Steven benar, kejahatan terkadang hanya bisa dilawan dengan kejahatan.
- Steven -
Dari dalam lemari walk in closet kuraih jacket hitam dari brand Ermenegildo Zegna. Segera kupakai dengan tubuhku yang bak model ambassador.
Jika aku mau aku sudah menerima banyak tawaran ambassador atau modeling brand ternama. Karena di negera ini, masyarakat memandangku layaknya artis. Namun aku tidak suka melakukan banyak pemotretan.
__ADS_1
Semua orang tahu aku orang yang tertutup. Bahkan Lucas sering membujukku menerima tawaran itu, tapi jika aku tidak suka maka tidak akan kulakukan sama sekali. Sebagai gantinya terkadang Lucas yang menerima tawaran pemotretan.
Banyak majalah yang meminta untuk wawancara denganku, tapi aku hanya melakukanya beberapa kali saja. Karena aku benci bersikap munafik. Mau tahu kenyataan dunia? Biar aku beritahu, hampir semua yang ada di layar kaca adalah fake. Coz the world is full of lies. Everyone is friendly and pretends to be good, but there is a lot of rot behind it.
Aku lebih suka menikmati hidupku apa adanya, dari pada dipaksa berpura-pura polos di layar kaca hanya untuk meraih hati netizen. Karena tanpa seperti itupun sudah banyak orang yang menganggapku sebagai figur publik yang menginspirasi. Aneh kan?
Setelah selesai berpakaian sesuai yang akan kulakukan, aku keluar dari walk in closet. Kupandangi diriku di kaca rias. Merapikan rambut dan menyemprotkan sedikit parfume Abercrombie & Fitch di leher.
"Kau mau pergi kemana malam-malam begini?" tanya Elena yang baru saja datang dari luar kamar.
Parfume itu kuletakkan ke posisi semula "aku mau keluar dengan Briant"
Dari kaca aku melihat dia mengangguk mengerti. Aku berbalik lalu berlutut dengan satu kaki di hadapan Elena. Kupandangi perut buncitnya.
Tanganku mengelus perutnya lalu memberikan kecupan "daddy akan keluar dengan pamanmu untuk beberapa hal. Daddy titip mommy kamu ya"
Elena tersenyum hangat, lalu tiba-tiba meringis. "Kenapa? Apa yang terjadi?" tanyaku cemas.
Dia malah tertawa kecil, "bayinya sepertinya sangat senang dengan perlakuanmu barusan. Dia menendangku dari dalam"
My baby boy memang menggambarkan diriku. Tidak bisa tenang saat sangat bahagia. "Heyy boy, daddy sudah ingatkan kamu untuk baik-baik di dalam sana. Jangan nakal, here you hurt your sweet mom" nasihatku.
Sepertinya di sana dia mengerti maksudku. Tidak ada lagi tendangan dari dalam. Aku berdiri lalu memandangi istriku. Kubelai rambutnya lalu mengecup dahinya, "aku akan telat pulang. Tidak perlu menungguku pulang"
"Everything okay?" tanyanya.
Dengan ramah dan tulus kuberikan senyuman padanya, "everything is gonna be okay sweetheart. Kami hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Love you sweety"
"So do I"
Aku segera pergi ke lokasi yang sudah kujanjikan dengan Briant. Dia sudah membuatku pusing karena menuntut pembalasan. Good, tonight will be the start.
Dengan moge aku berangkat ke lokasi. Sesampainya disana, aku melihat mobil Briant sudah terparkir. Kuhampiri iparku itu.
Orang yang duduk di dalam mobil membuka kunci mobil dari dalam. Aku segera masuk dan duduk di kursi sampingnya.
"Kau tidak pernah berubah Stev, selalu saja telat" celotehnya saat aku baru saja mendaratkan bokong di jok mobil.
Kuhelakan nafas, "kau banyak komentar, If you're one of my men, I've ripped out your intestines" kataku menahan kesal.
Dia hanya berdecik sebal, "lalu bagaimana selanjutnya?"
Kuraih HP dari dalam saku jaket EZ ku, menghubungi anak buahku yang sudah aku tugaskan.
"Mana barang yang aku minta?"
'........'
"Sekarang share lokasi Wanita itu padaku"
'........'
Panggilan langsung aku tutup. Beberapa menit kemudian datanglah dua orang dengan pakaian serba hitam dan masker juga. Mereka mengetuk jendela mobil.
Aku segera membukanya dan menerima barang yang kuminta tadi. Semuanya ada dalam box hitam yang cukup besar yang mereka letakkan di kursi belakang.
Lalu mereka pergi setelah semua yang kuperintahkan selesai. Aku sibuk dengan layar HP ku sedangkan Briant masih bingung dengan yang aku rencanakan.
"Apa isinya?"
__ADS_1
Masih terus fokus pada layar HP aku menjawab "buka saja jika penasaran"
Dengan percayanya dia membuka isi box tersebut. Dan sudah kuduga dia pasti akan terkejut setengah mati. Aku menahan tawaku sambil terus memeriksa pergerakan Jessica.
Sejujurnya aku bisa saja memerintahkan anak buahku yang melakukan semuanya, tapi itu tidak akan seru. Aku ingin menikmati permainan ini.
"Kau gila Stev? Darah apa itu?!!" tanya Briant dan suara kerasnya.
"Tenang saja itu pastinya bukan darah manusia. Hanya darah babi saja" jawabku perlahan.
Dia berusaha menenangkan jantungnya. Aku hanya mengehela nafas pasrah, bagaimana bisa ada pria penakut seperti ini. Badan saja yang kekar tapi nyalinya sekecil permen yuppy.
"Kau yakin ini aman? Bagaimana jika ada yang memergoki kita?"
Atensiku langsung beralih pada si penakut ini. Kupandangi dia kesal "shit!! Kau pikir sudah berapa lama aku bekerja dalam bidang ini? Aku sudah mengatur semuanya, so just shut your fucking mouth"
Setelah semuanya ready, kami mulai memasuki kediaman Jessica. Tentunya kami bisa masuk dengan bebas, karena penjaga rumah ini adalah anak buahku seluruhnya.
Dari pada dipecat lalu nyawa menghilang, akan lebih baik mereka menurut atas perintahku. CCTV sudah mereka urus, kami hanya perlu menyelesaikannya dengan cepat dan tepat.
✨✨✨
Author pov...
Semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Briant menuangkan red wine ke gelasnya full. Lalu membaringkan tubuhnya di ranjang apartemen.
Selama melajang dia memutuskan untuk tinggal di apartemen mewah ini. Selain karena mudah diawasi oleh manager maupun dijangkau perusahaan yang menghubunginya untuk menjadi bintang iklan atau ambassador, apartement ini punya banyak kenangan antara dia dan Selena.
Bertahun tahun menjadi atlit dan sudah beberapa kali memenangkan mendali kejuaraan, ditambah biaya iklan dan ambassador tentunya mampu untuk membiayai hidup mewahnya sekaligus menabung untuk masa depan.
Ia menghubungan TV dan Ipadnya, di layar kaca ia bisa melihat apa yang terjadi. Menjadi tontonan yang akan sangat ia nikmati.
Manusia memang sudah terlahir jahat dari awalnya. Dan hari ini ia memulai untuk menjadi jahat. Kejahatan dalam dirinya tidak akan bangun jika bukan karena penderitaan yang selama ini mereka terima.
Briant meneguk perlahan wine di gelas itu sambil menyaksikan layar TV. Ia bisa melihat bagaimana yang terjadi di kediaman tercover sangat baik. Steven memang hebat dalam hal beginian, seolah tidak ada yang terjadi di dalam kediaman Jessica.
Wanita itu baru pulang, ia memasuki rumahnya dengan diikuti oleh beberapa bodyguard. Pria-pria itu memang hebat, bukan hanya dalam bertempur tapi juga akting.
Jessica masuk ke dalam kamarnya, saat dia menghidupkan lampu kamar, Briant bisa melihat wanita itu berteriak ketakutan. Dia juga sama takutnya saat melihat itu tadi tapi ini menyenangkan juga.
Di atas ranjang dan lantai sekitarnya berceceran darah. Bukan sekedar ceceran biasa melainkan genangan. Dan di tengah ranjang ada bantal.
Yang menakutkan adalah bantal itu ditusuk oleh puluhan jarum dan dilumuri oleh darah babi juga. Wanita itu sampai terjatuh ke lantai karena ketakutan berhasil menguasai dirinya.
Walaupun hatinya sedikit merasa bersalah namun ada kesenangan juga di sana. Sekali lagi ia menikmati red winenya, seperti sedang minum sambil menonton film thriller.
Para bodyguard masuk ke kamar dan mereka akting seolah terkejut dan segera membereskannya. Mereka lalu memberitahu sesuatu pada Jessica untuk datang ke ranjang.
Dengan ragu bercampur takut, ia memeriksa apa yang para bodyguard itu ingin tunjukkan. Sejujurnya saat membuat semua itu, Briant ingin muntah karena darahnya berbau busuk. Pasti begitulah juga dengan Jessica.
Kamar itu pasti sangat bau dan tidak layak ditempati lagi. "Selamat Jessica, ini belum seberapa tapi aku akan melakukannya lagi dan lagi"
Di sprai putih ranjang Jessica bertuliskan sebuah kalimat 'the devil is waiting for you in hell' dengan darah babi sebagai pengganti tinta.
Tampak wanita iblis itu ketakutan bukan main. Benar kata Steven sekali lagi, hukuman yang paling mengerikan bukan kematian, tapi ketakutan. Secara perlahan kami menanam ketakutan dalam jiwa wanita yang sudah membunuh ibu dan memisahkan kakak beradik itu.
Wow Daebak 1.8k words dong ( ̄3 ̄)
Pasti bosan kan? yaaa maaf dong
__ADS_1
nih nih author spill foto ganteng tuan muda Steven Lee atau Oh Sehun jodohku hahahaa