My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 38. Ancaman Kai


__ADS_3

Hari ini dimulai dengan Kiran kursus beberapa keterampilan diantaranya adalah kursus keterampilan berbahasa asing dan table manner. Kai mengirim guru guru tersebut ke rumah agar lebih mudah mengawasi sang istri. Sedangkan dirinya kembali ke perusahaan. Semalam pun dia sudah mulai bekerja sebagai Mister Sun. Banyak sekali permintaan yang masuk ke alamat surat elektronik miliknya.


" Masya Allah, Kai kamu menghilang ke mana saja sih buset aku benar-benar bingung kamu tidak ada di perusahaan."


" Sorry brother, intinya aku menemukan sesuatu yang luar biasa di perjalananku."


" Oke oke baiklah sekarang Ayo kita ke ruangan mu dan kita kembali bekerja."


Kai menepuk punggung Luki dan tersenyum dengan keluhan-keluhan sang sahabat. Kai pun segera menuju ke ruangannya. Ia kembali duduk di kursi kebesarannya itu.


" Hmmmm huft…. Aroma kertas kertas yang sudah lama tidak kuhirup."


Luki hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan melihat kelakuan sang sahabat sekaligus bosnya itu.


" Baiklah mana yang harus kau kerjakan Luk?"


Bruk … Luki memberi Kai setumpuk file dokumen bukan bukan setumpuk tapi beberapa tumpuk file dokumen yang harus diselesaikan oleh Kai. Sedetik kemudian Kai sudah larut dengan file-filenya. Pria itu begitu serius dan melakukan pekerjaannya dengan cepat. Ia tak mau lagi pulang terlambat ke rumah. Jika dulu iya begitu senang hati untuk lembur maka sekarang tidak. Ada seorang istri yang cantik menunggunya di rumah.


*


*


*


Mengetahui Kai sudah berangkat ke kantornya Safira buru-buru untuk pergi dari butik miliknya menuju ke kantor A-DIS. Dia tidak mau melewatkan kesempatan ini.


" Pokoknya aku harus mendapatkan dia hari ini juga."


Safira bergumam sepanjang jalan menuju mobilnya. Berita yang melihat sang sahabat hendak pergi segera berlari untuk mengejar.


" Fir, Kamu mau ke mana kita bentar lagi ada rapat sama klien lho."


" Jam berapa kita rapat Nit."


" Setelah makan siang Fir."


Safira melihat arlojinya di sebelah kiri dia tersenyum dan menepuk bahu sang sahabat pelan.


" Sekarang masih pukul 10.00 aku akan datang tepat waktu. Tenang saja aku tidak akan terlambat."


Wanita pemilik butik SJ Cloth itu pun langsung masuk ke dalam mobil dan melesat meninggalkan sang sahabat yang tengah berdiri mematung. Nita hanya menatap mobil Safira yang menjauh dengan tatapan penuh kesal.


" Safira ... Safira, Kapan sih kamu mau sadar bahwa orang yang kamu kejar itu sama sekali tidak menginginkanmu. Apa yang kamu lakukan itu semuanya sia-sia Fir."

__ADS_1


Nita sebenarnya kasihan terhadap sang sahabat, namun Safira itu adalah wanita berkepala batu. Ia tidak mau menerima nasihat ataupun masukan dari siapapun termasuk Nita sahabatnya.


Di sepanjang jalan Safira sudah berfantasi terhadap tubuh Kai. Wanita itu sudah tak sabar ingin segera berjumpa dengan pangeran berkuda putihnya.


Ckiiiit


Hanya butuh waktu sekitar 45 menit Safira sudah sampai di perusahaan milik Kai. Wanita itu langsung memarkirkan mobilnya dan berjalan dengan anggun memasuki lobby perusahaan. Beberapa orang yang mengenal Safira merasa kagum dengan wanita itu.


Wanita dengan tubuh proposional dan wajah yang cantik membuat orang terpesona melihatnya. Mereka pun berbisik-bisik, menganggap bahwa Safira adalah kekasih Bos mereka.


" Hei lihat-lihat itu kan Safira Jasmine.'


" Iya Ya Tuhan dia cantik sekali."


" Apakah dia kekasihnya Bos?"


" Entahlah bisa jadi siapa lagi yang dia temui kalau bukan bos."


" Tapi aku tidak yakin sih, soalnya banyak wanita cantik yang mengenai cara ngejar bos dan mengaku-ngaku sebagai kekasihnya. Padahal selama ini Bos diam saja tidak pernah mengakui siapapun sebagai kekasihnya."


Beberapa orang pun akhirnya terdiam mendengar salah satu statement dari karyawan A-DIS tersebut. Mereka setuju selama ini Bos mereka memang tidak pernah mengenalkan siapapun sebagai kekasihnya.


Safira yang mendengarkan kasak kusuk di belakangnya pun acuh. Dia tidak peduli dengan omongan orang-orang, saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana bisa menarik baik dalam pelukannya.


Tring…


Pintu lift terbuka, wanita itu segera keluar dan menuju ke ruangan Kai. Namun langkahnya dihadang oleh Mira.


" Maaf Nona Safira ada perlu apa ya?"


" Ekheem … Saya ingin bertemu dengan Kai. Ada hal yang harus saya bicarakan penting."


" Baiklah tunggu di sini Nona Saya akan sampaikan pesan anda kepada tuan Kai."


Mira pun masuk tapi bukan Safira namanya jika dia tidak nekat. Safira mengikuti Mira masuk ke dalam ruangan Kai padahal Mira sudah menyuruhnya untuk menunggu.


" Hello Kai, How are you? Long time no see."


" Tck … "


Kai berdecak tidak suka dengan kedatangan Safira. Ia pun menatap Mira dengan tajam. Sedangkan Mira ia membuang nafasnya dengan kasar.


" Maaf aku tadi sudah memintanya untuk menunggu tapi dia menerobos.'

__ADS_1


" Baiklah Mirah terima kasih keluarlah aku akan berbicara dengannya Luk kau juga keluarlah."


Mira dan Luki sedikit khawatir meninggalkan Kai bersama dengan Safira. Gadis itu layaknya ular, yang mempunyai 1000 cara untuk menaklukkan lawannya. Namun perintah Kai mutlak dijalankan oleh Mira maupun Luki.


Brak …


Setelah pintu ditutup kain menghentikan semua aktivitasnya. Pria itu kemudian berdiri menggulung kemejanya dan mendekat ke arah Safira.


" Apa yang kau inginkan hmmm?"


Safira tidak menjawab tapi dia malah mendekati Kai. Wanita itu mengikis jarak terhadap Kai sehingga tubuhnya sedikit menempel di tubuh Kai.


Safira kemudian menyentuh dada Kai dengan tangannya, ia mengusap lembut dada bidang milik pria itu. Namun secepat Kilat Kai langsung memelintir tangan Safira.


" Auch Kai … ini sakit."


" Jangan pernah berani macam macam dengan ku atau keburukanmu akan ku ungkap ke publik."


Glek


Safira menelan salivanya dengan susah payah. Wanita itu sedikit memundurkan tubuhnya.


" A-apa maksudmu."


" Heh, jangan pura- pura polos. Aku tahu apa yang kamu lakukan."


" Sungguh aku tidak mengerti apa maksudmu Kai."


Kai menyeringai, seringaian itu begitu menakutkan bagi Safira yang melihatnya. Kai pun mendekat ke arah Safora dan berbisik.


" Aku tahu, design design yang kau buat adalah hasil dari curian. Kau tidak benar-benar menggambarnya sendiri."


Safira berjalan mundur, tatapan matanya yang tadinya menggebu kini lemah tak berdaya. Bagaimana, bagaimana Kai bisa tahu. Rahasia itu aku simpan sangat rapat hingga bertahun-tahun. Hanya aku dan Nita yang tahu.


" Hahaha, wajahmu begitu pucat Nona Safira Jasmin."


" Apa? Tidak … baiklah a-aku permisi."


Safira berlari pergi meninggalkan ruangan Kai. Kai hanya menyeringai. Ia sungguh puas bisa mengerjai wanita itu.


" Heh, ini bukan hanya sekedar ancaman tapi ini peringatan Jika kamu berani berbuat macam-macam kepadaku maka aku pastikan kau akan hancur berkeping-keping. Bukan hal yang sulit untuk mendapatkan semua rahasiamu Safira Jasmine."


TBC

__ADS_1


__ADS_2