My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 62. Good News


__ADS_3

" Tidak kusangka pria itu berhasil melakukannya. Baiklah saatnya membalas budi. Tapi sebaiknya aku cek di rumah sakit. Apakah semuanya itu benar atau tidak."


Seorang pria tengah memainkan 10 jarinya di atas keyboard perangkat komputer miliknya. Ia tersenyum puas saat berita mengenai Kai di rilis. Pria tersebut sungguh merasa begitu puas atas hasil kerja pion yang sudah diciptakan lumayan lama.


" Ternyata itu adalah benar benar dia. Hahahaha … ternyata hanya segini kemampuanmu Mr. Sun. Ini adalah hal yang baik bagiku. Jika kau tidak ada maka aku bisa mendapatkan klien klien kelas kakap."


Pria itu tertawa terbahak bahak, ia benar benar merasa telah menang telak.


" Hallo."


" Hallo Tuan."


" Panggil aku Mr. X."


" Baik Mr. X, apa ada yang harus saya lakukan lagi."


" Untuk saat ini cukup. Yang perlu kau lakukan adalah kembali mengurus perusahaan mu?"


" Tapi bagaimana bisa. Kami sudah bangkrut mister."


" Kau tidak perlu takut, aku akan mengatasinya. Tapi dengan satu syarat, kau harus mematuhi  apapun perintahku."


" Baik mister. Baik."


Tuuuut


Lagi lagi dia memutuskan panggilannya sepihak. Namun pria yang menamai dirinya Mr. X itu tidak peduli.


" Aku sudah dapat beberapa pion. Aku yakin kedepannya akan mudah."


Mr. X merebahkan tubuhnya di sebuah kasur king size miliknya. Tak lama seorang wanita masuk ke dalam kamarnya tersebut.


" Apakah sudah tidak sibuk hmm."


" Tidak sayang, selangkah lagi semuanya akan berada di tangan kita."


" Ya, semuanya. Apakah kau senang?"


" Tentu saja."


Wanita itu pun merangkak di atas Mr. X, ia kemudian meraup bibir pria itu dengan rakus. Tangannya mulai menanggalkan satu persatu pakaiannya.


Mr. X tersenyum lebar melihat tubuh polos nan seksi wanita yang duduk di atas tubuhnya. Bahkan wanita itu menari liar lalu membuka satu persatu pakaian Mr. X.


" Kau mau apa sayang."


" Apakah kau benar benar tidak tahu apa yang kuinginkan, hmmm."

__ADS_1


Mr. X hanya menyeringai, kali ini ia akan bertindak pasif dia membiarkan si wanita yang menguasai tubuhnya. Dan benar saja, wanita itu menyerang Mr. X dengan begitu brutal. Mr. X memejamkan matanya saat mulut wanita itu bertengger di area pribadinya.


" Auuuch, honey you are so beautiful."


Tak berhenti di situ, si wanita langsung menduduki pusaka milik Mr. X, dia tampak menggila di sana.


" Oh mister, ini sungguh luar biasa."


Mr. X pun meremas gundukan kenyal yang bergerak naik turun mengikuti ritme si empunya. Namun pria itu tidak tahu bahwa dalam hati wanita itu menyebut pria lain.


Kai, arghhh, Aku sungguh menginginkanmu. Kau benar benar brengsek hingga bisa menolakku mentah mentah. Padahal aku yakin kau tidak akan menyesal jika memilihku. Aku bisa memuaskan mu berulang ulang kali.


Wanita itu terus mencercau, namun dia bisa menahan agar tidak mengucapkan nama pria yang ada di hatinya di depan Mr. X. Sedangkan pria itu, dia hanya tersenyum puas karena permainan si wanita. Ia merasa wanita yang ada di atasnya ini sungguh luar biasa. Bahkan dia bisa mengulanginya berkali kali.


🍀🍀🍀


Semua saat ini tengah menunggu Kiran di periksa oleh dokter Dika. Kiran hanya sedikit aneh, mengapa dia yang tidak merata tidak ada yang salah dengan dirinya harus diperiksa.


" Bang!"


Kiran hendak protes, namun suaminya itu menggeleng pelan. Kai memberi isyarat bibir untuk patuh saja terhadap pengaturan sang mommy mengingat mereka tadi sudah membuat kehebohan dengan sandiwara yang mereka buat 


" Lho, kok malah bawa dokter Lisa Dok."


Kai sedikit protes, pasalnya dokter Dika harus merahasiakan apa yang terjadi di ruangan yang ditempati Kai ini. Karena ruangan itu satu satunya yang tidak bisa di jangkau oleh musuh. Bukannya Kai tidak ingin meretas balik, namun semua ini dilakukan Kai sudah dengan banyak pertimbanga. Dan tujuan utamanya adalah memancing musuh nya itu keluar.


Dokter Lisa mengangguk membenarkan ucapan dokter Dika.


Dokter Lisa kemudian menyuruh Kiran berbaring dna menyuruh Kai mendekat. Seorang perawat mengantarkan alat USG dan menyerahkan kepada dokter Lisa.


" Istri saya sakit apa dok, kok pake alat USG."


Semua orang menepuk kening mereka dengan tangan masing masing. Si jenius ini rupanya ada kalanya otaknya konslet. Dan mungkin saat ini otaknya Kai tengah bermasalah. Dokter Lisa hanya terkekeh geli mendengar pertanyaan Kai.


" Abang Kai, apakah bisa lihat yang ada di sana?"


Kai membelalakkan matanya, ia melihat dengan seksama.


" Dok, itu kayak waktu saya nganterin mommy 21 tahun yang lalu. Kalau mommy titiknya tiga. Itu titiknya dua dok."


Sita dan Rama saling pandang . Keduanya berpelukan dan berteriak mengucapkan syukur.


" Alhamdulilaaah! Benar kan mas, menantu kita hamil. Yes! Aku akan jadi oma!"


" Iya sayang, benar. Dua lagi MasyaaAllaah …"


Kai bengong, ia kemudian menatap sang dokter.

__ADS_1


" Benar bang, istri abang hamil, dan sudah bisa dipastikan ini adalah kehamilan kembar. Usianya sudah 5 minggu."


Kai terdiam, namun tiba tiba air matanya keluar. Kai langsung memeluk sang istri.


" Terimakasih terimakasih sayang. Dibalik permasalahan yang kita hadapi Allaah memberikan kita sebuah rezeki dan anugrah."


" Sama sama bang."


Rupanya tidak hanya Kai, Kiran pun ikut menangis haru. Triplet pun saling memeluk satu sama lain.


" Yuhuuu ponakan twins is coming, semoga dua duanya cewek."


" No, semoga dua duanya cowok."


" Cewek mas Abra!"


" No Ana, cowok!"


" Sudahlah cewek cowok biar adil."


Akhza menengahi perdebatan kedua saudara kembarnya itu. Semua terkekeh geli. Sita kemudian menghampiri sang anak dan menantu lalu memeluk keduanya bergantian.


" Selamat sayang, selamat bang. Jaga baik baik istrimu ya bang."


" Selamat ya bang, ayah sungguh senang."


" Terimakasih Yah, mom. Mohon bimbingannya."


Ruangan rumah sakit itu diselimuti awan kebahagiaan. Semuanya merasa bahagia dengan kabat kehamilan Kuran. Namun itu juga menjadi bahan pemikiran Kai.


" Baiklah, saya mohon perhatiannya sejenak. Saya akan menyampaikan rencana saya setelah ini."


Semuanya diam tidak terkecuali dokter Dika dan dokter Lisa. Karena dokter Lisa yang diberi amanat untuk merawat kehamilan Kiran jadi dia pun harus ikut berperan dalam rencana Kai.


Kai mengatakan dengan rinci apa yang jadi rencana nya. Semua mengangguk mengerti. Meskipun Mira dan Luki tidak di rumah sakit, mereka pun sudah diketahui dengan jaringan yang aman pastinya. Dimana Mr. X tidak akan bisa menerobos.


" Berarti sementara ini abang akan di rumah sakit?"


" Betul mom, karena untuk meyakinkan opini publik. Tapi Kiran harus pulang."


" Tapi bang."


" Sayang kamu sedang hamil, lingkungan rumah sakit tidak baik untukmu. Kamu boleh datang kesini tapi tidak boleh sering."


Kiran mengangguk pasrah. Ia tahu semua ini adalah untuk kebaikan semuanya. Dan Kai memutuskan malam ini semuanya akan berada di rumah sakit. Ia ingin musuh benar benar yakin bahwa kecelakaan yang menimpanya benar benar membuatnya terluka parah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2