My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 77. Menampakkan Diri


__ADS_3

Setelah menjalankan rencana untuk mendapatkan banyak klien. Kini rencana kedua yakni menampakkan dirinya ke publik. Namun Kai tidak akan membahayakan keluarga nya. Ia akan tampil sendiri dengan mendatangi jamuan makan malam yang akan dilakukan oleh sebuah perusahaan berlian yang begitu terkenal di negeri ini.  Dan sebenarnya mereka cukup dekat karena ayah nya bersahabat dengan pemilik perusahaan tersebut.


" Kai, apakah kau akan menghadiri undangan dari William Diamond?" tanya Luki.


" Tentu saja, aku lumayan dekat dengan Om Charles. Kau tahu sendiri beliau bersahabat baik dengan ayah," jawab Kai panjang.


" Apa ini bagian dari rencana mu," tanya Luki penuh selidik.


" Kau memang mengerti aku Luk," sahut Kai dengan bibir yang terangkat membentuk sebuah senyuman lebar.


Luki menghela nafasnya. Sungguh mendampingi Kai terasa menaiki roller coaster. Kadang begitu tenang namun seketika  harus mengalami kejadian yang membuat jantungnya terasa akan copot. Sedangkan Kai dia tertawa dengan keras.


Mengingat nama William diamond seketika membuatnya mengingat sang istri. Selama menikahi Kiran dia belum pernah memberikan hadiah apapun kepada istrinya itu. Raut wajah Kai menjadi sendu. Banyaknya hal yang terjadi setelah kembali dari Kota M, kota kelahiran sang istri membuatnya sedikit kurang memperhatikan istrinya. Kai pun mengambil ponselnya seketika.


" Halo Om Charles, Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, woaah ada angin apa nih orang sibuk seperti mu menghubungi om. Eh kamu bukannya kemarin kecelakaan. Bagaimana keadaanmu? Om minta maaf karena om sungguh tidak bisa mengunjungi mu."


" Om bisa aja, maaf jika jarang bisa bertemu. Oh itu, aku baik baik saja om. Next time akan ku ceritakan. Om, bisakah meminta bantuan?"


" Katakan Kai, what do you want?"


" Aku ingin sepaket perhiasan untuk istriku Om. Nanti malam aku akan mengambilnya saat acara di tempat om. Apakah bisa Om?"


" Tentu saja bisa, lagian kan acara nanti malam adalah pameran berlian. Kau tenang saja. I have something special for you."


" Thanks om."


" You're welcome Kai. I will waiting for you and your ayah tonight."


" Ok om, siap."


Kai tersenyum setelah menutup panggilan telepon nya. Tapi wajahnya kembali datar. Kemunculannya ke publik kali ini pasti benar benar akan menarik perhatian. Namun Kai sudah menyiapkan semuanya.


🍀🍀🍀


" Oh iya kali ini tidak usah ikut ya ke acaranya Om Charles, pameran William Diamond?" ucap Rama kepada seluruh anggota keluarga nya. 


" Kenapa yah?" tanya si bungsu Ana.


Ana sedikit merasa heran, biasanya sang ayah akan membawa semua keluarga nya saat sahabat ayah nya itu membuat acara perjamuan atau apapun.


" Abang yang minta. Kali ini hanya abang dan ayah yang akan pergi," jawab Kai.

__ADS_1


Ana mengangguk mengerti sedangkan Kiran hanya menatap wajah Kai, namun Kai tahu istrinya itu menyimpan sebuah pertanyaan.


" Kamu di rumah ditemani mommy ya, abang nggak lama juga. Kalau ikut kamu takutnya capek karena banyak berdiri."


" Iya bang."


Kiran tersenyum, sebelum bertanya ia sudah mendapat jawaban dari sang suami. Namun entah mengapa Kiran merasa ada yang mengganggu hati nya. Tapi dia hanya menyimpannya dan tidak mengatakan kepada sang suami. 


Sita membawa sang suami ke kamar untuk berisap. Begitu juga Kiran, ia sekarang sudah berada di kamar membantu Kai bersiap.


" Bang!"


" Hmmm."


Greb


Kai memeluk sang istri saat istrinya itu memakaikan dasi. Kai yang sedikit menunduk langsung mencium bibir Kiran. Kiran pun menikmati ciuman tersebut. Lambat laun kegundahan yang mendera hati nya sirna juga.


" Apakah sekarang jauh lebih tenang?"


Kiran mengangguk, rupanya sang suami tahu apa yang ia rasakan. Kiran lalu memeluk suaminya itu dengan erat.


" Entah mengapa perasaanku tidak enak bang. Aku tidak ingin abang pergi kali ini."


" Abaaang!"


Kai terkekeh geli melihat wajah istrinya yang merona itu. Namun Kai lega akhirnya istrinya bisa tersenyum.


" Sayang, dengerin abang. Abang harus pergi malam ini ya. Ini bagian dari rencana abang. Kamu tidak lupa kan?"


" Iya bang, aku ingat. Tapi hati hati ya. Sungguh aku merasa tidak enak."


" Berlindung kepada Allaah ya, dan doakan abang juga ayah baik baik saja."


Kai membelai lembut wajah istrinya lalu mencium kening sang istri. Ia juga mengusap perut istrinya. Kai berjongkok di depan sang istri.


" Jaga ummi kalian ya twins, abi keluar dulu sebentar ok."


Cup …


*


*

__ADS_1


*


Di bawah Rama sudah menunggu Kai. Keduanya pun segera menuju mobil. Kali ini Bey juga ikut bersama mereka. 


" Apakah semua sudah siap Bey?"


" Sudah tuan. Sebelumnya saya sudah mengirim beberapa orang untuk berjaga di sana. Orang orang tidak akan curiga dengan kedatangan kita yang hanya bertiga."


Kai mengangguk mengerti. Pengaturan Bey sungguh bagus. Jika mereka datang bergerombol itu akan menarik perhatian banyak orang.


" Kai, apakah kau tetap membawa pistol mu?" tanya Rama tiba tiba.


" Pasti yah, malam ini sepertinya kita akan bermain. Apa ayah masih bisa ikut?" jawab Kai.


Rama mengangguk, ia tahu betul apa makna kata bermain yang diucapkan Kai. Hal itu lah yang membuat Kai meminta Rama untuk tidak membawa semua keluarganya.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga di tempat diadakannya acara pameran berlian oleh William Diamond. Kai bersama Rama dan Bey turun dari mobil dan langsung memasuki hall dimana pameran itu digelar.


Semua mata tertuju pada kedatangan Kai. Mereka sungguh terkejut melihat Kai begitu sehat dan bugar dan terlihat semakin tampan. Mata hazel nya membuat tampilannya sungguh tambah sempurna. Siapa yang tidak tahu keindahan mata hazel milik CEO A-DIS itu. Mata Kai lah yang banyak membuat para wanita terpesona kepadanya.


Tentu saja hal ini membuat awak media heboh. Mereka seketika mendekat ke arah Kai dan Rama. Namun tanpa mereka  sadari beberapa orang langsung membuat benteng untuk melindungi Kai. Tapi tentu saja bukan awak media kalau sampai tidak mengajukan pertanyaan.


" Tuan Kai, apakah tuan sudah sembuh?"


" Apakah trauma pasca kecelakaan tuan sudah hilang?"


" Bagaimana kelanjutan kasus kecelakaan itu?"


" Mengapa tuan tidak melaporkan kejadian itu?"


Kai akhirnya berhenti sejenak, ia pun tersenyum kecil kepada para awak media.


" Rekan rekan, bisa kalian lihat aku benar benar sehat dan bugar. Dan untuk kasus kecelakaan itu, rupanya awak media sungguh sibuk meliput yang lain sampai sampai rekan rekan tidak mengetahui bahwa yang menyebabkan kecelakaan terjadi sudah ditangkap. Eh, kok saya malah jadi menggosip. Baiklah saya harus segera masuk. Tuan Charles sudah menunggu saya di dalam."


Kai melenggang masuk ke dalam gedung pameran. Sedangkan awak media hanya bisa terdiam. Mereka sungguh melewatkan sesuatu.


" Sial, apakah kita benar benar melewatkan sesuatu," ucap salah seorang dari mereka.


" Bagaimana berita sepenting itu bisa lolos dari kita?"seseorang menanggapi yang lain.


Mereka pun terdiam. Mereka merasa tengah dialihkan perhatiannya oleh seseorang sehingga melupakan kasus kecelakaan dari CEO  A-DIS  Company tersebut.


TBC

__ADS_1


__ADS_2