
Hari hari dilalui dengan baik oleh Kai dan Kiran. Bahkan Kai sudah meminta Q untuk menarik orang orang nya, kecuali Bee dan Bey. Kai tetap meminta kedua orang itu berada di rumahnya. Dna tidak perlu ditanya lagi, Bee dan Bey setuju bahkan sangat senang bisa terus di rumah Kai.
Usia kehamilan Kiran sudah memasuki 36 minggu. Perut Kiran terlihat lebih besar dari perut wanita hamil biasanya. Sita dan Rama pun meminta Kai mengubah kamar tamu yang dibawah menjadi kamar Kai dan Kiran.
Sita sungguh merasa ngeri melihat menantunya dengan perut besar untuk naik turun tangga. Kai pun menurut, ia sendiri tidak kuasa melihat Kiran dengan perut besarnya itu.
Kini keduanya berada di kamar bawah. Kiran tengah bersandar di head board ranjang. Sedangkan Kai tengah sibuk mengusap usap perut sang istri.
" Sayang kau tidak pakai d*l***n?" tanya Kai sedikit terkejut saat mengusap perut sang istri dan tidak menjumpai kain penutup segitiga milik istrinya.
" Iya bang, enggak. Soalnya bolak balik terus ke kamar mandi kan buat buang air kecil," jawab Kiran.
" Apa itu normal sayang," tanya Kai lagi.
" Kata dokter Lisa begitu normal bang usia kehamilan semakin besar maka lebih sering buang air kecil," jelas Kiran.
Kai mengangguk mengerti. Ia meminta istrinya itu untuk tidur. Semenjak kehamilannya semakin besar, Kiran juga semakin susah tidur. Beberapa hari terakhir ini Kai pun memilih bekerja dari rumah demi menamani sang istri.
" Tidurlah sayang, ini sudah jam 10 malam."
" Iya bang, aku juga sedang berusaha untuk tidur. Tapi shhhhhh … kok sakit ya bang."
" Maksudmu? Apanya yang sakit?"
" Shhhhh, auch. Perutnya sakit bang."
" Apa? Apa sudah mau lahiran? Bentar."
Kai langsung turun dari ranjang dan berlari menggedor kamar sang mommy. Sita dan Rama yang baru saja mau berbaring tidur akhirnya harus bangkit dan berlari menuju kamar Kai dan Kiran untuk melihat kondisi sang menantu.
" Kenapa sayang?"
" Mom, ashhhh … ini sakit sekali mom."
Sita mendekat, tampak air ketuban sudah merembes di kaki sang menantu.
" Kai, Kiran mau melahirkan. Siapkan mobil."
Tanpa menjawab Kai langsung bergegas menyiapkan mobil. Bey dan Bee yan belum tidur sedikit bingung dengan tuannya yang terlihat terburu buru.
" Ada apa tuan?"
" Istriku mau melahirkan."
__ADS_1
" Apa!!"
Keduanya terkejut, mereka pun dengan sigap menyiapkan segala hal. Bey langsung naik di kursi kemudi sedangkan Bey ikut masuk kedalam kamera untuk mengambil perlengkapan kelahiran. Kehebohan terjadi di rumah itu saat triplet ikut turun. Ya ketiga remaja kembar plus Topan tengah bercengkerama di balkon atas rumah. Mereka turun saat mendengar keributan di bawah. Keempat remaja itu tak kalah terkejutnya saat melihat kakak ipar mereka sudah berada di gendongan sang abang.
" Kak Kiran mau melahirkan?"
Pertanyaan Ana hanya dijawab anggukan oleh semua yang ada di bawah. Rama dan Sita ikut masuk mobil yang dibawa Bey.
" Bey sedikit lebih cepat, dan Kai hubungi dokter Lisa."
" Siap Tuan!"
" Baik yah!"
Kai dan Bey menjalankan perintah masing masing. Beruntung dokter Lisa tengah mendapat giliran jaga malam jadi beliau masih di rumah sakit sekarang.
Triplet plus Topan pun menyusul dengan membawa mobil milik Akhza dan pastinya Akhza lah yang mengemudi. Tak lupa Abra mengabari daddy Dani. Ya ketiga putra putri Rama memanggil Dani juga dengan sebutan Daddy.
" Dad, kak Kiran mau melahirkan sekarang sedang otw ke rumah sakit."
" Apa!! Baik, daddy sama mama akan menyusul."
Kelahiran pertama kedua keluarga ini sungguh sangat dinanti. Baik keluarga Joyodiningrat maupun keluarga Atmaja sangat antusias menyambut kelahiran cucu mereka.
" Shhh bang, sakit … "
" Iya sayang, kamu kuat. Kamu bisa ya."
Kai terus menggenggam tangan Kirna hingga menuju ruang persalinan. Dokter Lisa mengecek pembukaannya dulu. Ternyata pembukaannya sudah lengkap. Kai terus mendampingi sang istri berjuang melahirkan kedua buah hatinya. Kai sungguh merasa tidak tega melihat sang istri yang tengah berjuang. Kai tak kuasa menahan air matanya melihat wajah kesakitan sang istri hingga suara tangis bayi membahana di ruangan tersebut.
" Selamat bang, sesuai prediksi. Laki laki dan perempuan."
Kai kembali menangis haru. Dia berulang kali mencium wajah sang istri dan mengucapkan terima kasih.
" Terimakasih sayang, aku sungguh mencintaimu. Terimakasih telah berjuang untuk anak anak kita. Terimakasih."
" Aku juga mencintaimu bang bule ku."
Kini Kai beralih melihat putra dan putrinya. Rasa haru kembali menyeruak. Ia mengadzani keduanya bergantian.
" Assalamualaikum twins K, selamat datang di dunia sayangnya Abi dan Ummi."
Kiran bersama bayinya dibawa ke ruang perawatan. Semua terlihat bahagia melihat kehadiran si kecil di tengah kedua keluarga besar itu. Sita dan Seruni langsung menghampiri Kiran dan mengucapkan selamat.
__ADS_1
" Selamat sayang, kamu sudah menjadi ibu sekarang," ucap Sita.
" Selamat nak, kau sungguh hebat," ucap Seruni.
Rama dan Dani pun mengucapkan selamat kepada Kai begitu juga triplet, Topan, Bey, dan Bee. Semua tidak melewatkan itu. Ana sungguh gemas melihat kedua ponakannya. Ia sungguh tidak sabar ingin bisa menggendongnya.
" Oh iya bang, siapa nama lengkap Twins K," tanya Abra yang sebenarnya ingin ditanyakan oleh semua orang yang ada di sana.
" Iya bang, abang belum bilang padaku siapa nama anak anak kita," timpal Kiran.
Kai yang duduk di sebelah ranjang sang istri tersenyum. Ia kembali mencium kening sang istri.
" Namanya adalah, Kieran Sahna Abinawa dan Kaivan Sandy Abinawa," ucap Kai
" Nama yang bagus," sahut Kiran.
Semua tersenyum mendengar nama yang disematkan Kai untuk kedua buah hatinya.
" Welcome to the word baby Kieran and baby Kaivan," ucap Ana antusias.
Kiran sungguh bersyukur keluarga barunya sangat lah baik kepadanya. Begitu juga Kai, dia sungguh merasa beruntung mendapatkan Kiran sebagai istrinya. Ternyata perjalananya setahun yang lalu bukan hanya sekedar menepi dari kepenatan pekerjaan tetapi juga merupakan perjalanan mendapatkan seorang pendamping hidup.
" Terimakasih bang sudah memilihku menjadi istrimu."
" Terimakasih juga sayang sudah mau menemani hidupku dan memberiku dua malaikat kecil itu. Aku mencintaimu Kiran Adzakia."
" Aku juga mencintaimu Kai Bhumi Abinawa, Bang Bule ku."
...~ SELESAI ~...
Alhamdulillah akhirnya selesai juga kisah abang bule kita ini ya.
Terimakasih, terimakasih banyak othor ucapkan kepada seluruh readers yang sudah mengikuti perjalanan Bang Kai dna Kiran.
Sekali lagi Othor mohon maaf jika masih belum bisa memuaskan keinginan semua readers.
Semoga para readers terhibur dengan karya othor yang masih remahan rengginan ini.
Salam sayang untuk semua readers, sampai jumpa di karya othor yang lain.
Salam hangat
Author IAS
__ADS_1