
Prang!!!
Sebuah suara kaca pecah terdengar di ruangan milik bos HSW. Ya, Hugo melempar ponselnya saat menerima pesan dari orang yang tidak dikenal mengenai Soraya.
" Dasar wanita tidak tahu diri. Sudah diangkat dari kubangan lumpur masih saja tidak sadar akan posisi nya. Dan pria itu sungguh bangsat, berani beraninya dia berbuat seperti ini terhadap ku. Heh, tunggu saja. Aku akan menghancurkanmu Kai."
Secepat kilat Hugo langsung meretas ponsel milik Soraya. Pria itu berteriak memaki. Ia sungguh sangat marah mengetahui Soraya ingin bertemu dengan Kai nanti malam.
" Dasar brengsek, jal*ng tak tahu diuntung. Heh, lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan kepada mu. Jangan harap kau akan lepas dariku wanita mur*han. Aku akan membuatmu mati segan hidup pun tak mau."
Hugo bergegas keluar dari ruangannya. Semua menundukkan kepala, bukan karena hormat tapi karena takut. Para karyawan HSW memilih untuk diam karena mereka juga tidak ingin terkena imbas dari kemarahan sang Bos.
Setelah Hugo pergi, para karyawan pun mulai berbisik-bisik. Mereka sebenarnya bingung mau dibawa kemana perusahaan ini. Pasalnya dalam beberapa hari ini mereka sama sekali tidak mempunyai klien.
" Rupanya aku harus siap-siap menyebar cv-ku kembali," ucap salah satu karyawan.
" Ya aku rasa juga begitu, sepertinya masa kerja kita di sini tidak akan lama," imbuh karyawan yang lain.
" Aku tidak tahu ke mana lagi akan mencari kerja," timpal karyawan lainnya juga.
Para karyawan itu pasrah, mereka mempunyai prediksi bahwa perusahaan Hugo akan segera bangkrut. Semuanya terlihat manis di awal namun kini mereka hanya bisa menggelengkan kepala dan menanti apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hugo memang merupakan Black hacker yang terkenal dan mumpuni di bidangnya. Namun sepertinya dia bukanlah seorang bisnisman yang baik. Nyatanya dia tidak bisa mencari klien.
Hugo melajukan mobilnya menuju apartemen. Dia sudah tidak sabar untuk menemui soraya. Pria itu ingin membuat perhitungan terhadap wanita yang telah berkhianat kepadanya.
" Saatnya aku bersenang-senang," ucap Hugo dengan seringai yang begitu mengerikan.
Tapi sebelumnya Hugo akan pura-pura tidak tahu dengan apa yang sudah dilakukan oleh Soraya. Bahkan ia akan sengaja membiarkan Soraya pergi menemui Kai nanti malam.
Ceklek
Hugo masuk ke apartemen dengan wajah yang ia buat sebiasa mungkin. Ia akan bermain peran saat ini.
__ADS_1
" Hai honey, apa yang kamu lakukan hmm?" Hugo menghampiri soraya yang tengah duduk di sofa dengan baju tidur yang amat seksi.
" Oh sayang, kau tumben sekali sudah pulang," jawab Soraya sedikit terkejut.
Hugo melihat jelas binar keterkejutan di mata Soraya. Namun ia pura pura acuh. Hugo lalu membuka semua pakaiannya dan hanya menyisakan kain segitiga penutup senjata miliknya.
Soraya membelalakkan matanya. Ia sungguh bingung harus menolak Hugo atau tidak. Ia ingin terlihat cantik dan fresh saat bertemu Kai nanti. Jika ia melakukan itu sekarang dengan Hugo, pria itu tidak hanya akan sekali melakukannya.
Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku bisa menolaknya? Tapi jika aku menolak maka dia pasti malah akan semakin memaksaku, lebih baik ku ikuti saja kemauan pria bodoh ini agar cepat selesai, batin Soraya.
Tanpa ragu Soraya langsung melepas semua bajunya. Hugo menyeringai namun Soraya tidak bisa melihatnya. Hugo pun langsung menyerang membabi buta. Tidak ada kelembutan kali ini, bahkan Hugo tidak melakukan pemanasan dulu sehingga membuat bagian inti Soraya sangat sakit.
" Sa-sayang, mengapa kau begitu kasar kali ini. Aku merasa sakit di bawah sana," ucap Soraya yang tampak kelelahan.
" Oh benarkah, maaf sayang. Mungkin karena aku sangat merindukanmu jadi aku sedikit terburu-buru," sahut Hugo asal.
Bukannya selesai, Hugo malah berkali kali melakukan penyatuan dengan Soraya hingga wanita itu terkulai lemas.
" Sialan, dasar pria bajingan. Dia seperti sengaja melakukan ini padamu. Auch, ini sungguh sakit," lirih Soraya sambil terseok ke kamar mandi.
" Pria bajingan, dasar brengsek. Dia pergi setelah membuatku begini. Awas saja, jika aku bisa mendapatkan Kai maka aku akan membuatmu hilang dari muka bumi ini!"
Soraya berkata begitu mantap dan percaya diri. Ajakan Kai bertemu malam ini membuatnya melambung tinggi. Ia sungguh yakin Kai adalah tipe pria kebanyakan yang menyukai wanita wanita dengan tubuh seksi dan menggoda. Soraya pun segera berhias dan memakai pakaian terbaiknya. Kali ini ia mengenakan gaun panjang outsoulder namun dengan belahan tinggi sepaha dan mengekspos punggung nya.
" Baiklah, saatnya bertemu pangeran tampan."
Disisi lain Hugo tengah berada di sebuah kafe tak jauh dari lokasi Soraya dan Kai bertemu. Tak lama beberapa orang datang lalu membungkuk memberi hormat.
" Selamat malam tuan!"
" Apa kalian sudah siap?"
" Sangat siap. Aku ingin sebagian dari kalian ke tempat ini."
__ADS_1
" Siap tuan laksanakan."
Hugo menyeringai, ia meminum jus buah yang sudah ia pesan tadi.
" Kita akan bermain malam ini Kai. Aku akan lihat apakah kau akan seberuntung beberapa tahun silam ataukah tidak."
*
*
*
Soraya sangat terkejut dengan lokasi yang dikirimkan Kai untuk mereka bertemu. Ini adalah sebuah losmen kecil di pinggiran kota. Bahkan ia membutuhkan waktu sedikitnya 3 jam untuk sampai di sana. Kai yang sudah berada disana terkekeh geli dengan penampilan Soraya yang sudah seperti akan menghadiri makan malam orang orang elit. Kai sendiri hanya mengenakan celana jeans dipadukan dengan kaos dan jaket serta sneaker.
" Kai, kenapa kau memintaku ke sini?"
" Maaf soraya, aku hanya tidak ingin diketahui oleh media dan istriku."
Jelas jawaban Kai adalah sebuah kebohongan. Kai menemui Soraya sudah atas izin sang istri. Kiran tahu persis apa yang akan dilakukan Kai. Bahkan di kediaman Joyodiningrat sudah melakukan penjagaan ketat.
Mata Soraya berbinar mengetahui hal itu. Ia seperti berada diatas angin. Ia semakin yakin bahwa Kai memang menyukainya.
" Aku tahu kau lelah, jadi minumlah."
Tanpa curiga Soraya langsung menenggak minuman tersebut sampai habis dan bruk, wanita itu langsung terjatuh di meja.
Kai menjentikkan jarinya lalu muncullah beberapa orang ke hadapannya. Ia meminta membawa wanita ini ke pihak berwajib dengan sejumlah bukti yang berada di sebuah flashdisk. Selama ini rupanya Soraya merupakan germo internasional. Ia menjadi salah satu agen penyalur TKI ilegal yang menjadikan gadis gadis muda sebagai penjaja ****. Tak tanggung tanggung, jaringannya pun meluas hingga ke eropa.
Namun dasar Soraya orang yang serakah, apa yang ia dapatkan nyatanya masih kurang. Sehingga dia berhasil menjerat Hugo ke pelukannya.
" Baiklah, saatnya ke menu utama. Apa kau siap Bee?"
" Tentu saja tuan."
__ADS_1
Keduanya saling senyum dan mulai menjalankan rencana berikutnya.
TBC