My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 43. Bermunculan


__ADS_3

Di sebuah villa di tengah perkebunan, seorang wanita yang sedang duduk di kursi roda tampak tengah menikmati indahnya hamparan tanaman yang menyejukkan hati. Sambil tersenyum, ia menikmati coklat panasnya dan menatap layar tablet miliknya.


" Hei … kau begitu bahagia rupanya. Aku jadi tidak sabar untuk bertemu denganmu. Tck … mengapa kau begitu cepat menikah hmmm … padahal aku sudah menunggu mu begitu lama."


" Nona … apakah kita akan berangkat ke kota J sekarang?"


" Tentu saja, persiapkan semuanya."


Gadis itu berdiri lalu berjalan dengan anggun sambil membawa tas lengan miliknya.


" Nona apakah ini juga dibawa?"


" Ayolah Ben, kamu sudah tahu apa yang aku mau."


" Maaf nona, saya akan membawanya."


Pria yang bernama Ben itu membuang nafasnya kasar. Apa yang jadi perintah dan kemauan nona nya tidak bisa dibantah. Pesan almarhum Tuannya untuk menjaga sang putri satu satu nya membuat Ben benar benar tidak bisa berkutik. Pria 40 tahun itu terkadang kehilangan akalnya saat menghadapi ulah nona nya.


Grizzle Danurwendra, seorang gadis berusia 24 tahun itu selalu seenaknya sendiri. Hanya karena pernah ditolong seorang remaja saat usianya masih 12 tahun membuat gadis itu terobsesi kepada remaja itu hingga sekarang.


Berkali kali Ben menasehati gadis itu tapi sia sia. Gadis itu sangat acuh dan tak mempedulikan setiap apa yang diucapkan " Ben. Apakah kau sudah menyiapkan rumah untukku?"


" Siap sudah nona. Sesuai dengan permintaan anda."


" Bagus Ben, kau memang bisa diandalkan. Tidak salah papa menitipkanku padamu. Kau selalu mengerti aku Ben."


" Anda adalah amanat dari Tuan yang harus saya tepati sampai saya mati nanti nona."


Ayah Griz, Danurwendra adalah seorang saudagar pemilik banyak perkebunan di kota B. Ia hanya memiliki satu putri yakni Grizzle. Namun umur Danurwendra tidaklah lama. Saat usia Griz 15 tahun, Danur meninggal dunia dengan menitipkan Griz kepada Ben.


" Baiklah Ben, ayo kita berangkat. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya."


" tapi nona Bukankah dia sudah menikah?"


" tidak masalah aku bisa jadi istri keduanya."


Plak …


Ben mengeplak kepalanya sendiri. Ia pun menggelengkan kepalanya dengan cepat, mau nanya ini benar-benar tidak bisa tertolong lagi.


" Terserah anda lah nona, tapi jangan meraung jika semuanya gagal."


" Hei Ben, Aku bukan bocah TK."

__ADS_1


" Ya Anda memang bukan bocah TK, tapi kelakuan anda tidak lebih baik dari bocah TK."


Griz memberengut, meskipun Ben adalah asistennya tapi ia sama sekali tidak bisa menang jika berdebat dengan pria itu.


" Tck terserah ayo cepat jalan!"


Ben mengangguk, ia pun segera menekan pedal gas nya dalam dalam dan melajukan mobilnya menuju kota J. Di belakang terdapat beberapa mobil dan mobil box yang mengikuti.


Grizzle benar benar nekat. Entah mengapa baru sekarang dia mencari orang itu. Terlebih lagi orang yang ingin dia kejar sudah menikah.


" Haish, Kak Kai … Kak Kai, entah kamu masih ingat atau tidak dengan aku ini."


Kenangan Grizzle berputar pada 12 tahun silam. Waktu itu Grizzle tengah berjalan jalan di taman bermain di kota J bersama dengan ayahnya, Ben, dan beberapa maid. Grizzle selalu iri dengan teman temannya di sekolah saat mereka semua bercerita mengenai taman bermain yang begitu populer di kota J.


Akhirnya Griz pun meminta kepada sang ayah untuk mengajaknya berlibur ke Kota J untuk mengunjungi taman bermain tersebut. Griz sangat bahagia saat ayahnya, Danur menyetujui.


Sesampainya di taman bermain itu Griz sungguh antusias karena ia bisa melihat kemeriahan anak anak sebayanya saat sedang bermain. Meskipun Griz tidak akan pernah bisa menaiki setiap wahana itu, dia tetaplah senang.


Saat Griz tengah menikmati melihat lalu lalang orang orang di sana tiba tiba bonek yang ia pegang diambil seseorang. Griz berteriak meminta tolong namun Danur dan Ben tidak mendengarnya karena kedua pria itu tengah berbicara dengan rekan mereka. Sedangkan maid yang menjaga Griz tidak bisa mengejar karena ia tidak bisa meninggalkan Griz sendiri.


Griz tampak murung saat boneka teddy kesayangannya hilang, namun wajah Griz kembali ceria saat seorang remaja menghampirinya dengan boneka teddy miliknya.


" Apakah ini punyamu?"


" Iya kak … ini punyaku. Terimakasih"


" Tidak, hanya saja kaki ku tidak bisa digerakkan?"


"Seperti itu."


Remaja laki laki itu kemudian memegang kaki Griz dan mencoba mencengkeram dengan keras. Tiba tiba Griz meringis.


" Sakit?"


" Iya kak … "


" Berarti kau masih bisa sembuh. Semangatlah aku yakin kau bisa menaiki semua wahana di sini jika kakimu sembuh."


" Benarkah?"


" Tentu."


" Apakah kakak mau menemaniku jika kaki ku sembuh."

__ADS_1


" Dengan senang hati."


Remaja itu kemudian berjalan menjauh, Griz menepuk keningnya pelan saat mengingat bahwa ia melupakan hal yang penting.


" Kak … siapa namamu?"


" Aku Kai, Kai Bhumi Abinawa."


Grizzle tersenyum lebar. Dia merasa menemukan semangatnya kembali. Ia ingin bisa berjalan lagi dan menemui kakak tampan itu.


" And now, aku sembuh Kak. Aku akan menagih janji yang pernah kau ucapkan itu."


🍀🍀🍀


Setelah mengumumkan kepada publik Kai merasa lebih lega sekarang. Namun satu per satu para musuh mulai menargetkan Kiran. Terlebih keluarga Safira, Hendri dan Tyas sungguh merasa marah. Mereka merasa dipermainkan oleh keluarga Rama.


" Ini tidak bisa dibiarin Dad, kita yang lebih dulu mengatur perjodohan Safira dengan putra Kai. Mengapa tiba tiba mengumumkan ke publik bahwa anaknya itu sudah menikah. Astaga muka kita berasa dilempar kotoran."


" Mommy benar, Rama benar benar keterlaluan. Jika tidak setuju mengapa tidak bilang dari awal. Berpura pura bijak dengan meminta kita menanyakan langsung kepada Kai."


" Dad kita harus cari cara membuat mereka malu. Aku yakin gadis itu adalah gadis kampung yang miskin. Lihat saja penampilannya. Sama sekali tidak berkelas. Benar benar kampungan, tidak bisa dibandingkan dengan putri kita."


Hendri semakin geram, apa yang diucapkan istrinya itu benar. Wanita yang jadi istri Kai itu bukanlah selevel dengan Safira.


"Apa yang kamu pikirkan Dad."


" Aku sedang berpikir, jika kita bisa memperlihatkan kepada publik betapa kampungannya istri Kai itu pasti akan menjadi berita yang heboh. Semua orang pasti akan menghujat keluarga Rama. Tapi momen apa yang pas untuk digunakan."


Keduanya terdiam, mencoba mencari momen yang pas dimana mereka bisa membalas perlakuan keluarga Rama. Pasangan suami istri benar benar merasa harga diri mereka diinjak injak oleh Rama dan Kai.


" Bagaimana saat ulang tahun perusahaan kita Dad, kita bikin pesta besar dan undang awak media. Disitu kita permalukan keluarga Rama."


Hendri seketika mencubit hidung Tyas. Ia tertawa keras mendengar usul sang istri.


" Ha ha ha , kau memang cerdas sayang. Luar biasa. Ya kita akan pakai acara itu, bukankah 2 minggu lagi. Sungguh aku sudah tidak sabar melihat wajah malu mereka nanti hahaha."


Tyas tersenyum puas, ia sungguh ingin segera membalas rasa sakit hati sang putri kesayangan.


" Aku tidak akan kalian bahagia di atas penderitaan putriku."


TBC


Warning hehehehe

__ADS_1


Readers kesayangan, jangan marah n galau dulu ya kalau banyak musuh bermunculan. Sebenarnya konflik sesungguh nya baru pada muncul. Karena memang intinya di situ. Kai sebagai pengusaha terkenal,akan banyak yang mengincar, nah di sinilah peran Kai melindungi istrinya.


Jadi ayo dinikmati kegemesan dan kekesalan kita pada segala hal yang bermunculan itu hehehe


__ADS_2