My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 75. Pertunjukan Pagi


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Joyodiningrat dikejutkan dengan Kai yang sudah rapi dengan pakaian kerja nya. Tentu saja tidak dengan Kiran, karena semalam Kai sudah mengutarakan maksud hatinya untuk kembali ke kantor. Kai sudah menjelaskan semuanya kepada sang istri berikut mengenai rencananya untuk Soraya. Wanita yang pernah mencoba merayunya itu. 


Kai tidak menutupi apapun dari Kiran karena ia meyakini dalam sebuah hubungan keterbukaan dengan pasangan menjadi kunci utamanya. Ia tidak ingin sang istri salah paham nantinya. Satu satunya yang ia masih sembunyikan ialah fakta dia adalah Mr. Sun. Ya, hanya itu yang belum ia beritahukan kepada sang istri.


Bi Inah yang sedari tadi menunggu tuan muda nya itu langsung berlari menuju kamar untuk mengambil sesuatu. Kemarin dia sungguh lupa untuk memberikannya.


" Den, ada paket untuk aden. Maaf kemarin bibi lupa."


" Terimakasih bi."


Kai langsung menerima paket yang diberikan oleh Bi Inah. Ia tahu paket itu adalah kiriman dari Silvya. Kai pun meminta sebuah pisau untuk membuka paket tersebut di meja makan. 


Srak … Srak … srak … 


Kai membuka satu persatu kertas dan plastik pembungkus paket tersebut. Kai tersenyum bahwa apa yang di dalam nya sesuai dengan pesanan yang dia inginkan. Kai mengangkat benda itu ke atas dan menyingkirkan pembungkusnya ke bawah meja.


" Abang !!!! " 


Semua berteriak bersamaan, mereka sungguh terkejut melihat apa dipegang Kai. Sebuah pistol dengan ukuran begitu pas ditangan. 


" Ini adalah pistol Glock 17, sesuai namanya pistol ini memuat 17 peluru dengan ukuran 9 mm."


Semua masih membisu melihat Kai menjelaskan mengenai senjata yang ia pegang. Namun tidak dengan Rama dan Sita, kedua sudah paham mengenai Kai yang bisa menggunakan senjata. Mereka bahkan melihat sendiri Kai begitu lihai menggunakan senjata saat usia nya 14 tahun. Saat itu peristiwa Sita diculik. 


Kiran termangu melihat suaminya yang tampak begitu lain saat memegang pistol, keren tapi menakutkan. Kiran benar benar merasa hidup di sebuah film. Kemarin dia sudah berakting, kini sang suami memegang pistol di depannya. Entah apa lagi yang akan mereka hadapi nanti.


Tidak hanya Kiran, Triplet dan Topan serta Bi Inah pun terkejut. Mereka masih bengong menatap Kai, sedangkan Bee dan Bey hanya tersenyum kecil.


" Abang itu beneran?"


Pertanyaan Akhza hanya mendapat jawaban senyum tipis dari Kai. Pria itu langsung mengambil sebuah apel dan melemparkan kepada Bey. Bey pun langsung menangkapnya dan berjalan menjauh sekitar 10 meter. Dia tahu apa yang akan dilakukan oleh tuannya.


Bey sudah siap, ia menaruh apel tersebut di atas kepalanya. Kai pun bangkit dari duduknya dan berdiri lurus di depan Bey.


Klek … klek …

__ADS_1


Kai membenarkan posisi peluru ia membidik apel yang ada di kepala Bey. Terang saja hal itu membuat seisi rumah sungguh terkejut. Sita bahkan berdiri dan menghampiri sang menantu lalu menutup telinga menantunya itu dengan kedua tangannya.


Kai tersenyum kecil, Bey mengacungkan jempolnya ke udara. Nampaknya ia sudah siap dengan apa yang akan tuannya lakukan. Semua orang melihat dengan seksama.


Dor …


Suara tembakan sungguh menggelegar di dalam ruangan tersebut. Apel yang ada di kepala Bey hancur dan berceceran. Ana dan Bi inah berteriak namun mereka membungkam mulut mereka sendiri dengan tangan agar suara mereka tidak keluar.


Akhza dan Abra membulatkan matanya dengan sempurna melihat keahlian sang abang. Mereka berdecak kagum bahkan sampai tidak bisa berucap apa apa. Topan pun tak kalah terkejutnya, bahkan pemuda itu tidak berkedip melihat aksi Kai tersebut.


" Gimana Za, kira kira asli nggak."


" A-asli bang. He he."


Akhza menjawab kaku, abangnya itu sungguh berbeda saat berada di posisi tersebut. Ia melihat sang abang bagai tokoh agen agen intelegensi dalam film film action.


Kai menghampiri sang istri ia mengusap perut istrinya dengan lembut. Sebenarnya Kai melakukan hal tersebut bukan untuk gaya gaya an tau pamer kemampuan. Ia melakukan hal tersebut agar nantinya mereka tidak terkejut jika ada suara tembakan. Musuh yang dihadapi ini mempunyai hubungan baik dengan organisasi bawah jadi besar kemungkinan mereka akan menghadapi masa kritis. 


" Twins K maafin abi ya, pasti kaget."


Setelah mengusap perut istrinya ia menatap wajah Kiran. Ia bersyukur tidak ada gurat ketakutan dalam wajah Kiran. Kai pun mengucapkan kata maaf namun Kiran menggeleng.


Kai pun memeluk sang istri. Ada rasa takut yang menjalar. Kiran bisa merasakan itu, ia mengusap punggung suaminya dengan lembut dan berbisik sesuatu.


" Jangan merasa rendah diri, aku tahu abang pasti bisa melindungiku dan twins. Jadi percaya dirilah bang."


Kai mengangguk mendengar bisikan sang istri.


🍀🍀🍀


Kai kembali ke perusahaan dengan langkah tegap. Semua karyawan sungguh bahagia melihat bos nya kembali setelah sekitar 3 minggu sang bos tidak terlihat.


Sebagian dari mereka bahkan menangis saat mendengar kabar kecelakaan sang bos tersebut.


" Bos Kai apakah benar sembuh?" tanya seorang resepsionis memberanikan diri.

__ADS_1


" Kelihatannya bagaimana?" sahut Kai sambil tersenyum tipis dan berlalu menuju lantai atas.


Semua menatap Kai dengan kegembiraan. Sekarang mereka bisa meyakini bahwa berita tersebut tidak semua benar. Nyatanya mereka bisa melihat keadaan bos mereka baik baik saja.


Tring


Pintu lift lantai milik CEO A-DIS terbuka. Orang yang berada di lantai tersebut terkejut begitu juga dengan Mira dan Luki. Sepasang suami istri itu beranggapan bahwa Kai akan lebih lama bersandiwara.


" Kenapa wajah kalian begitu? Kalian tidak suka aku kembali ke perusahaan?"


" Haaah, syukurlah akhirnya kau berhenti juga bermain drama."


Luki memeluk sahabat nya itu dengan erat, begitu juga dengan Mira. Sungguh Mereka berdua merindukan kehadiran Kai di perusahaan.


" Ayo kita masuk dulu," ajak Mira kepada dua pria di depan nya.


" Baiklah!" sahut Kai dan Luki bersamaan.


Mira duduk diikuti dengan Kai lalu Luki. Kai sudah siap dengan semua yang akan Mira laporkan. Walaupun setiap hari Kai mendapat laporan dari Luki namun ia juga harus mendengarkan dari sisi Mira juga.


" Ada apa Mir, mengapa begitu sendu?" tanya Kai kepada istri sahabatnya itu.


" Huft. Apa kau tahu Kai, banyak perusahaan yang memilih HSW milik Hugo," keluh Mira lesu.


Kai hanya menanggapi keluhan Mira dengan senyuman kecil. Pria itu kemudian beranjak dari duduknya dan mengambil laptop yang ada di meja kerjanya. Sejurus kemudian Kai sudah berkutat dengan laptopnya. Mira dan Luki hanya diam dan memandang satu sama lain. 


" Kai apa yang kau lakukan?"


" Menurutmu?"


Luki masih tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Bos nya itu. Namun ia memilih diam dan menunggu penjelasan Kai.


Kai kembali ke sofa tempat Luki dan Mira duduk lalu memperlihatkan laptop yang tadi ia kenakan kepada keduanya. Spontan Mira dan Luki tercengang.


" I-ini, apakah ini benar?"

__ADS_1


" Tentu saja, apa kau meragukanku Mir?"


TBC


__ADS_2