
Berita mengenai Kai yang mengalami trauma pasca kecelakaan langsung tersebar ke seantero negeri. Para klien pun menghubungi pihak A-DIS terkait apa yang sebenarnya terjadi. Luki sebagai pimpinan tertinggi saat ini yang mewakili Kai, dia pun memutuskan untuk membuat rapat pleno besar terhadap para investor dan juga para klien.
Namun mereka semua tidak tahu bahwa rapat pena tersebut pun adalah atas ide dari Kai.
" Apakah ini akan berhasil Kai?"
" Tentu saja Luk, hal yang perlu kamu dan Mira lakukan adalah meyakinkan mereka bahwa apa yang jadi keinginan mereka akan terwujud."
" Bagaimana jika para investor mau mencabut investasi mereka?
" Haish, apa perlu aku jelaskan Luk "
" Ya ya ya, jika mereka mau mencabut investasinya maka silahkan saja. Semua itu tidak jadi masalah, bukan begitu?"
" Yoi!"
Itulah percakapan Kai dan Luki saat memutuskan untuk mengadakan rapat besar dengan para Klien dan investot. Bahkan Kai juga menurunkan sikembar Akhza dan Abra untuk mendampingi Luki dan ikut meyakinkan klien bahwa semua bisa teratasi dengan baik meskipun CEO A-DIS tengah dalam proses pemulihan.
Tepat pukul 10.00 pagi, semua klien dan investor sudah berada di ruang rapat perusahaan A-DIS. Luki bersama Mira dan juga Akhza serta Abra masuk ke ruangan.
" Selamat pagi, kami akan mengonfirmasi semua berita yang telah tersebar di luar. Kami akan membiarkan pihak keluarga yang berbicara untuk menjelaskan lebih detailnya."
Luki yang membuka rapat tersebut langsung meminta Akhza untuk menjelaskan kepada para klien dan investor yang berada di ruang rapat.
" Selamat pagi, salam sejahtera untuk tuan dan nyonya semuanya. Semoga anda selalu bahagia dan sehat. Saya Akhza Falan Abinawa, adik dari CEO Kai Bumi Abinawa ingin menyampaikan bahwa benar kakak tercinta kami Kai tengah mengalami trauma pasca kecelakaan. Kesehatan fisiknya berangsur membaik namun masih dalam pantauan pihak medis. Dan kami ingin menginformasikan bahwa memang benar saat ini kakak kami tengah di rawat di rumah. Beliau tidak bisa menerima keadaan rumah sakit, hal itu membuat kesehatan beliau semakin memburuk. Jika mendengar suara sirine ambulan beliau menjadi panik dan ketakutan. Oleh sebab itu kami sekeluarga beserta istri beliau tentunya memilih untuk merawat beliau di rumah."
Akhza menghentikan ucapannya, setelahnya ia meminta Abra untuk melanjutkan apa yang belum terselesaikan.
" Untuk itu, kami mohon dengan kerendahan hati semua tuan dan nyonya untuk mendoakan kesehatan beliau. Saya Abra Ishan Abinawa sungguh sangat berterimakasih jika anda semua masih percaya dengan A-DIS. Kami bisa menjamin apa yang menjadi permintaan para klien akan selesai tepat waktu seperti yang sudah dijanjikan. Terimakasih."
Akhza dan Abra membungkukkan badan untuk mengucapkan terima kasih dan rasa hormat keduanya kepada para anggota rapat.
__ADS_1
" Baiklah, semua sudah dijelaskan oleh kedua adik kembar Tuan Kai. Sekarang pertanyaan saya adalah apakah anda semua masih ingin melanjutkan kerjasama dengan A-DIS atau anda semua ingin menghentikannya?"
Para klien dan investor terdiam sejenak saat mendengarkan ucapan dari asisten CEO tersebut. Ya mereka semua tahu Luki adalah tangan kanan Kai. Bahkan semua urusan harus melalui Luki dulu baru bisa sampai kepada Kai.
" Saya mewakili dari klien lainnya memilih untuk tetap memilih A-DIS untuk menangani security system web kami."
" Ya, karena selama ini hanya A-DIS yang bisa menjaga keamanan data kami."
Luki, Akhza, dan Abra tersenyum lebar. Ketiganya mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
" Lalu untuk para investor bagaimana?"
Kini giliran Mira yang angkat bicara. Mira adalah pemegang wewenang keungan tertinggi di A-DIS. Dia harus tahu mana investor yang bertahan dan mana investor yang akan mencabut investasi mereka.
" Saya masih akan berinvestasi di A-DIS."
" Ya kami juga."
" Kami ucapkan terima kasih bagi para investor dan klien yang masih setia terhadap perusahaan kami. Untuk investor yang lain yang belum bisa memberikan keputusan, saya akan menunggu hingga besok. Jadi anda tidak perlu merasa terbebani. Pikirkan dulu baik-baik lalu beritahukan kepada kami apa keputusan anda."
Keempat orang investor tersebut menghela nafas kelegaan. Sebenarnya yang membuat mereka ragu adalah mereka mendapat sebuah email yang mengatasnamakan Mister X. Mr X tersebut menjanjikan bahwa jika para investor itu berinvestasi di perusahaannya maka mereka akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat daripada perusahaan milik Kai.
" Baiklah Tuan dan nyonya rapat kali ini saya akhiri. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada Tuan dan nyonya yang telah berkenan hadir di sini dan memberikan keputusannya untuk tetap bersama perusahaan kami."
Luki mengakhiri rapat tersebut dengan senyum yang begitu lebar. Dia merasa rapat kali ini sesuai dengan perkiraan Kai.
" Kami selaku keluarga Abang Kai, memohon doa tulus kepada anda semua yang hadir di sini agar kakak tercinta kami bisa kembali pulih seperti sedia kala. Sekali lagi terimakasih."
Lagi dan lagi Akhza dan juga Abra membungkukkan badan mereka untuk mengucapkan terima kasih dan menyampaikan rasa hormat kepada para klien dan investor.
Maka yang hadir di rapat tersebut merasa kagum dengan tingkah kedua bocah kembar itu Meskipun mereka masih muda tapi mereka mempunyai empati dan sopan santun yang sangat bagus.
__ADS_1
Setelah para klien dan investor keluar, Akhza, Abra, Luki dan juga Mira menghela nafas kelegaan.
" Prediksi Abangmu benar Za."
" Yoi om, abang emang the best."
" Jadi Apakah kalian akan membantu perusahaan selama abang kalian itu sakit?"
Luki mengangkat kedua tangannya dan menggerakkan jari seperti tanda petik di kata sakit yang dia ucapkan. Akhza dan Abra tertawa melihat nya.
" Iya om, kami akan bantu bantu di sini."
" Betul kata kak Akhza tapi dengan catatan kalau kami tidak sibuk di kampus ya om."
Luki mendesahkan nafasnya dengan berat, namun ia kemudian tersenyum dan mengangguk. Luki dan Mira sungguh bangga. Cara Kai mendidik adik adiknya sungguh luar biasa sehingga kedua bocah kembar itu tumbuh jadi pemuda yang baik dan tidak neko neko bahkan rajin beribadah.
" Oh iya apakah keadaan abang mu baik baik saja maksudku apakah dia masih muntah muntah?"
Abra terkekeh mendapat pertanyaan dari Mira tersebut. Ia pun ingat sebelum berangkat ke perusahaan sang abang terus menempel kepada sang kakak ipar terus.
" Ya gitu deh onti, dia nggak mau jauh jauh dari kak Kiran."
Luki memicingkan sebelah matanya.
" Kalian yakin abang kalian itu, nggak lagi pengen di manja saja?"
Semua tertawa mendengar selorohan Luki. Luki dan Mira sendiri tidak habis pikir Kai bisa berbuat seperti itu. Pria yang begitu dingin dan cuek terhadap para wanita yang mengejar ngejarnya itu tiba tiba menjadi begitu menempel kepada istrinya.
TBC
3 bab ya readers, jangan lupa sawerannya. Untuk silent readers, yuk tinggalin jejak kalian. Minimal like, othor sudah sangat bahagia sekali. Terimakasih.
__ADS_1