
" Ada apa? Jangan suka menggerutu di belakang ku."
" Eh … ku pikir kau?"
" Apa??"
Luki terdiam, ia hanya mengulum senyumnya. Ia pun menyerahkan tumpukan berkas yang harus Kai periksa dan ditandatangani.
" Apa ini?"
" Kerjaan."
Kai menghembuskan nafasnya perlahan. Ia pun segera memulai apa yang harus dia kerjakan. Hingga satu jam berlalu akhirnya pekerjaan yang diberikan Luki selesai juga.
" Bang … "
" Lho .. Udah bangun."
Kiran bergelayut manja di pangkuan sang suami. Persis seperti anak kecil. Luki yang melihat hanya bisa menahan senyumnya. Pasangan muda yang sedang dimabuk cinta itu benar benar membuat dunia milik berdua yang lain hanya ngontrak saja.
" Sudah Luk, semua udah beres."
Seketika Kiran langsung berdiri dari pangkuan Kai. Wajahnya seketika merona menahan malu. Sungguh dia tidak tahu Luki ada diruangan itu. Beruntung saat bangun tidur tadi dia langsung memakai hijab nya.
" Ya Allaah Kak Luki."
" Tidak apa apa. Lanjutkan saja. Anggap saja aku ini patung."
" Maaf kak … maaf."
Kiran berlari kembali ke ruang istirahat. Sungguh ia sangat malu.
" Ya Allaah apa yang aku lakukan sih. Kok yo aku ra nyadar kalo ada Kak Luki di sana. Aduh rai ku rep kek ke ngendi iki. ( muka ku mau ditaruh dimana ini)."
Kiran menepuk nepuk kening nya sendiri. Ia merutuki kelalaiannya. Ia lalai kalau di sini bukanlah rumahnya melainkan kantor sang suami. Kiran pun memberengut, ia kesal dengan dirinya sendiri.
Greb …
Kai memeluk sang istri dari belakang.
" Kenapa kabur hmm… "
" Malu bang, ya Allaah mau ditaruh mana mukaku kalau ketemu Kak Luki nanti. Huuufh."
Kai terkekeh pelan. Ia sangat gemas dengan tingkah sang istri.
" Sudah waktunya makan siang, mau makan apa?"
Mendengar kalimat mengenai makanan Kiran langsung bersemangat.
" Bang aku mau es cendol."
" Heeeh … es cendol?"
__ADS_1
" Iya sama es krim rujak."
" Es krim rujak, emang ada es krim dijadikan rujak?"
" Ada dong. Nanti kujelaskan, sekarang ayo sholat dulu."
Keduanya menjalankan kewajiban 4 rakaat itu dengan khusyu. Setelah itu mereka pun berjalan menuju ke luar ruangan. Namun rupanya makan siang kali ini akan tertunda. Ada tamu yang tak diundang muncul di perusahaan Kai. Bee langsung beringsut di sebelah Kiran.
" Mau apa kemari?"
" Heh … kau benar benar sombong Kai. Cepat katakan dimana kau menyembunyikan orang itu?"
Kai mengerutkan alisnya namun seketika ia tersenyum misterius.
" Bee, bawa nyonya ke ruangan bu Mira."
" Tapi bang,"
" Patuh ya."
Kiran pasrah, ia pun menuruti perintah Kai. Meskipun dia khawatir namun ia tetap patuh pada perintah sang suami. Setelah Kiran berlaku ekspresi ramah Kai berubah menjadi ekspresi yang dingin dan menekan. Aura mendominasi itu bisa dirasakan oleh snag lawan bicara.
" Firhan … Firhan … sebenarnya apa yang kau inginkan hmmm?"
" Searahkan orang itu?"
" Orang yang mana dan untuk apa. Lalu apa untungnya bagiku?"
Seketika Firhan mencengkeram jas milik Kai. Bukannya menghindar Kai hanya tersenyum devil.
Tawa Kai seketika lepas. Tawa yang begitu menakutkan. Selanjutnya tawa itu berubah menjadi tatapan tajam.
" Kalian yang lebih dulu mengusik keluargaku. Dan adikmu, apa yang dia lakukan adalah tindakan kriminal. Jika kalian tidak mau mengakui nya, lihatlah adikmu akan lebih lama tinggal di bilik dingin itu."
" Bajingan kau Kai."
Bugh … pak…
Firhan melayangkan sebuah pukulan namun bisa ditangkis oleh Kai. Firhan pun limbung dan memundurkan tubuhnya. Ia kembali hendak menyerang namun rupanya Kai menghindar sehingga tubuh Firhan jatuh tersungkur.
" Sialan, dasar kau bangsat."
" Tck … tck … tck .. Seharusnya kau datang dengan memohon maaf. Mungkin aku akan sedikit berbelas kasih. Tapi kalian memang orang yang sombong. Memangnya aku tidak tahu kalau Hendri ayahmu itu memanipulasi dan menghasut orang orang agar tidak jadi berinvestasi di perusahaan ayah ku. Namun aku bersyukur meskipun orang orang itu tidak jadi menggelontorkan dana perusahaan, JD Grup tetaplah berdiri."
Firhan membelalakkan matanya, ia tidak percaya dengan ucapan Kai tersebut.
" Tidak mungkin daddy ku berbuat seperti itu."
" Tck … anak manja rupanya. Sebelum kamu datang kemari untuk menyalahkanku sebaiknya kau pelajari dulu siapa sebenarnya ayahmu itu dan apa saja yang dia lakukan. Dan untuk Safira, dia harus bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan."
Firhan melenggang pergi, seandainya pun ucapan Kai mengenai daddy nya benar ia tetap akan membuat hancur Kai. Firhan keluar dari gedung A-DIS Company dengan mengepalkan tangannya erat. Ia tersenyum smirk.
" Aku akan membalasmu pria sombong. Dan aku tahu apa yang harus aku lakukan."
__ADS_1
Kai menuju ke ruangan Mira dan langsung mendekap tubuh Kiran. Rasa takut menjalari tubuhnya saat ini.
" Apakah sudah pergi bang?"
Kai mengangguk, ia merasa perasaan yang sungguh tidak enak.
" Kai … "
" Mir, kalian berhati hati lah. Aku yakin oria gila itu akan melakukan hal yang buruk."
Mira mengangguk, sedangkan Luki ia berlari dari luar dengan terburu buru.
" Hosh … hosh … hosh … sorry Kai. Aku dengar Firhan ke mari."
" Iya Luk, kalian berhati hati lah. Aku khawatir dia akan nekat."
Kai merasa harus melindungi Luki dan Mira juga. Ia yakin Firhan akan menggunakan orang orang terdekat Kai untuk menekannya. Namun Kai juga sudah mempersiapkan orang orang dari Q untuk mengamankan mereka semua meski tidak diketahui oleh masing masing dari mereka.
" Bee … "
" Siap tuan."
" Dimana Bey?"
" Bey mengawal nona Ana dan tuan Akhza serta Abra."
Kai mengangguk mengerti. Kiran masih dalam pelukan Kai, hingga ia memberi tanda kepada sang suami melalui usapan lembut tangannya.
" Bang … "
" Maaf sayang, oh iya apakah masih mau makan es cendol nya?"
" Tidak usah, tidak perlu. Kita makan apa yang ada saja."
Sebenarnya Kiran masih ingin, namun melihat sang suami yang begitu khawatir Kiran menekan keinginannya. Ia tidak mau Kai terlampau mengkhawatirkannya.
" Baiklah kalau begitu. Ayo kita ke kantin untuk makan siang."
Kiran mengangguk, keduanya meninggalkan ruangan Mira diikuti oleh Bee.
" Tampaknya Kai sungguh khawatir."
" Aku sangat tahu bocah itu, orang orang yang disayanginya selalu menjadi prioritas utamanya. Meskipun tindakannya kali ini mengambil sedikit resiko, Kai merasa harus memberi keadilan untuk orang yang memang sudah dirugikan oleh keluarga Suryoprojo."
" Apa sebenarnya kasus ini tidak sesederhana yang terlihat."
Luki mengangguk menjawab pertanyaan istrinya.
" Ya memang. Ini bukan hanya karena mereka mencoba untuk merusak kebahagiaan Kai lalu Kai terang terangan membalas mereka. Sebenarnya Kai sedang memancing kekuatan lain yang menopang keluarga Suryoprojo ini. Dimana kekuatan itu adalah orang yang hampir membuat Kai kehilangan nyawanya saat dia berusia 23 tahun."
Mira masih ingat saat itu perusahaan rintisan Kai baru mulai menampakkan diri. Namun tiba tiba saat pulang dari gedung A-DIS Kai diserang oleh sekelompok orang. Waktu itu dengan mudah Kai mengalahkan gerombolan itu namun dari arah lain sebuah peluru melesat mengenai dada nya. Beruntung Kai selamat. Saat itu pun ada sekelompok orang yang datang melindungi Kai, bahkan orang orang yang menyerang Kai habis terbunuh. Luki dan Mira pun harus berbohong kepada keluarga Kai bahwa Kai tengah berada di luar negeri untuk sebuah perjalanan bisnis. Kai merasa ada yang mengetahui identitasnya sebagai Mr. Sun dan ingin menghabisinya.
Kai juga berpendapat bahwa orang ini adalah hacker hebat juga karena Kai tidak bisa menemukan siapa sebenarnya orang ini. Dan kasus Suryoprojo menjadi jalan pembuka nya. Kai yakin jika dibalik Hendri ada seseorang yang melindunginya. Hendri yang melakukan ekspor impor ilegal selama ini tidak pernah tercium aparat. Penyelewengan terhadap pajak juga sama sekali tidak terendus. Bahkan Safira yang jelas jelas menganiaya seseorang bisa menyembunyikan dengan sangat apik.
__ADS_1
Kai merasa semuanya berkaitan, dan saat ini waktu yang tepat untuk mulai menelusuri siapa orang tersebut. Kai yakin orang itu pasti akan muncul.
TBC