My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 73. Ingin Hamil Juga


__ADS_3

Tok … tok … tok …


" Grizz, ayo pulang."


" Tck, Ben bawel akh."


Ben pasrah, sudah kapan tahu Griz selalu minta untuk diantar ke ruman Kai. Namun baru kali ini Ben menyetujuinya. Itu saja karena Griz mengikuti kemanapun Ben berjalan. Karena merasa kesal dan risih akhirnya Ben mau tidak mau menyetujui keinginan Griz.


Namun meskipun begitu Ben masih tetap berusaha untuk mengajak Griz untuk pulang sungguh dia bingung bagaimana harus berhadapan dengan keluarga Kai tersebut.


Tok … tok .. Tok ..


Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, berarti di rumah itu tidak banyak orang.


Ceklek


" Hay Kak Griz, ayo masuk. Maaf ya aku belum bisa main ke rumah kakak."


Griz sungguh merasa senang melihat senyuman Kiran. Suara Kiran yang lembut membuatnya ingin berlama lama berbicara dengan wanita berhijab itu.


Kiran pun membawa Grizzle masuk ke rumah. Ben sungguh merasa tidak enak saat Kiran meminta Ben untuk memberikan kursi roda Griz agar dia bisa mendorongnya. 


" Tidak usah nona, biar saya saja."


" Tidak apa apa kak Ben."


Ben pasrah ia pun sedikit minggir dari belakang Griz dan membiarkan Kiran mendorong Griz masuk ke dalam rumah. Ketiganya kini berada di ruang tamu. Griz memindai ke seluruh ruangan namun tidak ada seorangpun di sana kecuali seorang art.


" Kok sepi Ran, kemana semua orang."


" Ke rumah sakit kak. Oh ya bentar ya, aku mau ambil minum dulu untuk Kak Griz dan Kak Ben."


Griz hanya mengangguk ia berkali kali mencoba melihat seluruh sudut rumah yang bisa dijangkau oleh matanya namun tetap saja ia tidak menemukan siapapun. 


Huft, Griz membuang nafasnya kasar. Ben yang tahu nona nya itu kecewa malah terkekeh geli. Griz pun menatap Ben dengan tatapan nyalang namun Ben acuh. Pria itu malah membuang pandangannya ke arah lain.


Griz kembali memperhatikan Kiran. Ada yang lain dari wanita berhijab itu. Ya Kiran tampak lebih berisi.


" Diminum kak."


" Kiran maaf ya, kamu kok kayaknya gemukan?"


Ben menyenggol lengan Griz. Pertanyaan frontal Griz sungguh membuat Ben merasa malu.


" Maaf nona, jangan hiraukan ucapan wanita ini."


Kiran tersenyum lalu ia pun menjawab pertanyaan itu dengan mata yang berbinar," Tidak apa apa kak Ben. Iya kak aku memang gemukan soalnya aku lagi hamil. Kembar lagi."

__ADS_1


Griz sungguh terkejut  bukannya kesal atau marah tapi Griz tampak begitu senang. Biasanya jika melihat saingan cinta bahagia maka akan marah namun tidak dengan Griz. Entah mengapa ia ikut bahagia melihat wajah bahagia Kiran.


" Benarkah, oh Good. Kau sungguh hebat Kiran. Waah aku bakalan punya ponakan ini. Bolehkan aku memegang nya."


Kiran mengangguk, ia kemudian berdiri dan menghampiri Grizzle. Kiran berdiri di depan Griz, dan wanita itu mengusap perut Kiran yang sudah sedikit menonjol.


" Uuuh you are so funny if you have a baby bump."


" Hahahaha, abang juga bicara begitu kak."


" Ooh ya Tuhan, aku sungguh tidak sabar ingin melihat keduanya."


Mulut Ben hanya menganga, sepertinya ada yang salah dengan otak nona nya ini. Namun dia acuh saja. Dan kedua wanita itu banyak berbicara hingga Grizz memutuskan untuk pulang. Kiran mengangguk lalu mengantarkan Grizz hingga ke pintu. Kiran pun melambaikan tangannya saat Grizz mulai menjauh dari pekarangan rumahnya.


Ben dan Griz berjalan memasuki rumah. Sampai di dalam Griz langsung turun dari kursi rodanya lalu menatap Ben dengan lekat.


" Apa?"


" Ish, kau ini galak sekali."


" Huft , ada apa yang mulia tuan putri."


Sambil berjalan ke dapur Ben berucap dengan nada pelan menanyakan keinginan Griz. Dan seperti dugaan Ben, Griz mengikutinya.  Ben lalu mengambil air mineral dari dalam kulkas dan menenggaknya perlahan.


" Ben, aku juga mau hamil seperti Kiran."


Ben menyemburkan air yang sudah sampai di dalam rongga mulutnya. Ia pun membulatkan matanya dengan sempurna saat mendengar ucapan Griz.


" Gadis ini sudah gila," ucap Ben dalam hati.


Bagaimana tidak gila jika wanita single terang terangan mengatakan ingin hamil. Ben sungguh pusing menghadapi gadis di depannya ini. Entah apa lagi yang akan dilakukan Griz.


" Kau gila ya Griz?"


" Kenapa gila?"


" Kau itu wanita single, bagaimana bisa hamil? Apa kau tidak tahu bagaimana seorang wanita bisa hamil."


" Tau dong, ya kali aku udah 24 tahun nggak tahu bagaimana seorang wanita bisa hamil. Seorang wanita bisa hamil jika ada seorang pria yang memasuk ~ hmp ... hmp ... "


Ben langsung membungkam mulut Griz dengan tangannya. Ia lalu mendorong Griz masuk ke ruang kerja sebelum dia membuat kehebohan dengan menceritakan proses reproduksi manusia di depan para maid dan pengawal.


" Ya Tuhan, mengapa kau menciptakan wanita model begini. Tuan … tuan … putrimu sungguh membuat ku pusing," gumam Ben lirih yang masih didengar oleh Griz.


Sampai di dalam ruang kerja Melepaskan tangannya dari mulut Griz. Griz terlihat begitu kesal dengan ulah Ben. Matanya menatap tajam. 


" Jangan menatapku begitu. Kau sendiri yang salah. Jika aku tidak membungkam mulut mu, kau pasti akan mengatakan hal itu bukan?"

__ADS_1


" Laah kan kau yang tanya Ben aku hanya menjelaskan."


" Terserah lah."


" Jadi bagaimana apakah aku boleh hamil."


Ben memijat keningnya yang berdenyut dengan kedua tangannya. Ia pun mendaratkan bokong nya di kursi kerja miliknya sedangkan Griz ia duduk di meja. Mata nya menatap lekat Ben dengan tatapan memohon.


" Kau ingin hamil dengan siapa? Dengan Kai?"


" Kau gila ya, Kai sudah punya Kiran dan dia sedang hamil masa aku juga hamil dengan Kai kasihan dong Kirannya."


Ben mengernyitkan kedua alisnya. Ia menatap curiga, jangan jangan nona nya ini punya pria di luaran sana.


" Apa kau punya kekasih yang aku tidak tahu?"


" Apa saja bagian diriku yang tidak kamu ketahui Ben. Jika beneran aku punya pria di luar sana pasti pria itu sudah berhadapan dengan mu dari dulu."


" Lalu kau ingin hamil dengan siapa? Siapa pria yang akan kau nikahi itu?"


Griz terdiam mendengar pernyataan Ben. Wanita itu pun turun dari meja dan mendekat ke arah Ben. Ia mengikis jarak diantara keduanya hingga Ben menyandarkan tubuhnya ke kursi. Mata coklat milik Griz terlihat begitu cantik, bibir ranum itu pun sangat menggoda bagi Ben. Pria 40 tahun itu sungguh terhipnotis oleh kecantikan wanita yang ada di depannya. Baru kali ini Ben benar benar menikmati setiap inci dari wajah Griz.


" Aku ingin hamil denganmu, apakah boleh."


" Ap~"


Belum selesai rasa terkejutnya dengan ucapan Griz, Ben sudah dibungkam oleh Griz dengan bibir wanita itu. Griz bahkan dengan santai duduk dipangkuan Ben dan mengalungkan kedua tangannya di leher Ben. Ben yang terkejut pun lambat laun menikmati setiap sesapan yang Griz berikan. Pertautan lidah itu pun terjadi, keduanya saling bertukar saliva hingga Ben menarik mulutnya. Ia lalu memandang lekat wajah Griz.


" Apa maksudmu dengan semua perkataan dan perbuatan mu?" 


" Entahlah, yang jelas aku nyaman bersamamu. Sebagai wanita aku menginginkan sesuatu yang lebih dari mu."


Ben memeluk tubuh gadis kecilnya itu, ia sebenarnya merasakan hal yang sama dengan Griz.


" Lalu bagaimana dengan pangeranmu itu?"


" Aku bahagia melihat dia bahagia terlebih ia menemukan wanita yang sangat baik. Dan tidak ada rasa cemburu sedikitpun di hatiku saat melihat keduanya bersama. Mungkin aku hanya sebatas mengagumi."


" Lalu apakah kau tidak malu bersama dengan om om sepertiku. Usia kita terpaut 16 tahun apakah tidak masalah?"


" Usia bukanlah sebuah penghalang. Lagian kau om om seksi yang menggoda."


Griz kembali mencium bibir Ben, kali ini ciuman keduanya semakin menggebu bahkan terkesan menuntut namun Ben segera melepas pagutannya. Ia tidak ingin lepas kendali karena mereka belum terikat tali pernikahan.


" Akan ku bawa kau ke altar pernikahan agar kau bisa segera hamil. Aku tidak mau melakukannya jika kita belum sah."


Grizz mengangguk, ia memeluk Ben dengan erat.

__ADS_1


TBC


__ADS_2