
Kai kembali ke kamarnya dengan membawa perhiasan yang diberikan oleh sahabat sang ayah. Ia meletakkan nya di atas nakas lalu menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya. Kini Kai sudah memakai piyama nya.
" Bang, abang baru saja pulang apa sudah dari tadi?"
" Baru aja sayang, apa aku mengganggu tidurmu?"
Kiran menggeleng, ia pun bangkit dari posisi tidurnya dan duduk di pinggiran ranjang. Kai pun duduk di sebelah istrinya lalu membelai rambut panjang sang istri.
" Aku hanya sedikit lapar saja."
" Mau makan apa hmm?"
" Tidak usah bang, aku mau buat susu saja."
Kiran berdiri hendak menuju ke dapur. Namun oleh Kai tangan Kiran ditarik. Ia meminta sang istri untuk kembali duduk. Kai akan membuatkan susu untuk sang istri. Kai pun segera keluar dan menuju dapur. Kiran tersenyum melihat suaminya itu.
" Ya Allaah, terimakasih telah mengirimkan suami dan keluarga yang begitu baik dan perhatian untukku. Bu, jika ibu masih ada pasti ibu akan bahagia dengan kehadiran calon cucu ibu. Ibu juga pasti akan sayang dengan abang seperti mommy menyayangi Kiran. Semoga abang selalu dalam lindungan Allaah. Aamiin."
*
*
*
Pagi pagi sekali Luki dan Mira dikejutkan oleh seorang wanita berpakaian sangat seksi yang duduk di depan ruang CEO. Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Soraya. Ya, Soraya datang ke perusahaan dengan memakai dres warna maroon sepaha dengan belahan dada yang sangat rendah. Tubuh seksi bak gitar spanyol itu begitu terlihat karena dress yang ia pakai sungguh ketat. Bahkan kedua aset kenyalnya nampak menyembul keluar.
Luki dan Mira hanya menggelengkan kepala melihat tampilan Soraya tersebut. Bagi keduanya Soraya tak ubahnya seperti wanita malam yang menjajakan tubuhnya. Luki yang pria sejati pun begitu muak melihat wanita seperti Soraya.
" Hai Luk, Mir, bagaimana kabar kalian?"
Luki sangat enggan meladeni wanita yang ada di depannya itu. Ia pun melenggang masuk ke ruang CEO tanpa menjawab sapaan Soraya.
" Kabar baik. Maaf mas Luki agak sensi pagi ini soalnya kerjaannya sangat banyak. Kau sendiri bagaimana Soraya, aku lihat kau selalu bersama Hugo Gladwin. Apa kalian bersama?"
" Oh tentu tidak. Aku sekarang dalam status single alias tidak dimiliki siapapun."
Mira tersenyum dengan jengah, ia sungguh sangat malas harus berlama lama basa basi dengan Soraya. Mira pun akhirnya pamit undur diri untuk kembali ke ruangan nya.
Soraya mendengus kesal. Ia merasa diabaikan oleh Luki dan Mira. Tak berselang lama, orang yang ia tunggu tunggu akhirnya datang juga. Senyum pun mengembang di bibir merah wanita seksi itu.
__ADS_1
" Morning Kai, how are you beib."
Kai mengambil nafasnya dalam dalam. Ia sungguh tidak ingin menemui wanita ini sekarang. Tapi mungkin ini adalah salah satu petunjuk untuk segera menjalankan rencana selanjutnya. Kai pun mengangguk lalu mempersilahkan Soraya untuk ikut masuk ke ruangan miliknya.
Wanita itu pun sungguh senang. Kedatangannya diterima baik oleh Kai.
Aku yakin Kai menyukaiku. Tidak sia sia aku bangun pagi pagi betul tadi, gumam Soraya pelan. Ia kemudian mengekor Kai untuk masuk ke ruang CEO.
" Kai, kau sudah datang? Ini ada beberapa berkas yang harus kau periksa terkait kerjasama kerjasama dengan klien baru."
" Taruh di situ dulu Luk. Aku punya tamu penting saat ini."
Kai memberi kode kepada Luki. Luki yang paham langsung keluar dari ruangan. Sedangkan Soraya yang melihat Luki keluar langsung bangkit dari duduknya kemudian menjatuhkan tubuhnya di sebelah Kai.
" Kai, apa kau merindukanku?"
" Ehmmm?"
" Oh ayolah kau pasti menginginkan ku kan?"
" Apa kau tidak bersama Hugo. Aku lihat kalian sungguh serasi. Dan dia terlihat begitu mencintaimu."
" Sungguh?"
" Iya benar. Kau begitu luar biasa Kai, dan Hugo dia hanyalah pecundang."
Kai tersenyum puas. Ia membiarkan Soraya menyentuh dadanya. Namun setelah Luki berhasil mengambil beberapa foto, Kai langsung bangkit dari duduknya. Ia berdiri dan berjalan ke meja kerjanya. Soraya sedikit bingung dengan tingkah Kai. Tadi Kai seperti menerimanya namun sekarang tiba tiba Kai menjauhinya.
" Pulanglah dulu Soraya. Aku akan menemuimu nanti malam. Kau tunggu aku di alamat yang kuberikan."
Mata Soraya berbinar, ia pun mengangguk lalu keluar dari ruang itu dengan terburu buru.
Setelah wanita itu keluar Kai langsung membuka jas nya dan membuangnya ke tempat sampah. Ia bahkan segera berjalan ke kamar mandi dan mengganti semua pakaiannya.
" Kenapa bro? Takut banget alergi."
" Sialan lo Luk. Kalau bukan karena rencana ogah banget gue disentuh sentuh sama tuh wanita."
Luki tertawa puas melihat sang sahabat. Mereka berdua lantas duduk dan Kai meminta hasil foto tadi.
__ADS_1
" Kirimkan foto foto itu dan rekaman suara Soraya ke alamat surel Hugo."
Luki mengangguk patuh, ia langsung melakukan apa yang diperintahkan Kai.
Tak tak tak
Hanya butuh waktu 2 menit Luki sudah mengirim foto beserta rekaman suara soraya kepada Hugo. Keduanya tersenyum lebar.
" Apa kau yakin ini akan berhasil."
" Pasti, Hugo tengah dalam mode bucin. Dia pasti akan marah jika tahu Soraya berkhianat. Aku yakin Soraya tidak akan bisa lepas dari pria itu."
" Tapi Kai, apa kau tidak khawatir mengenai Hugo. Aku dengar semalam kau~"
Kai mengangkat tangannya sebagai tanda dia tidak mau membahas kejadian semalam. Kai rasa sudah tidak ada waktu untuk melihat kebelakang. Saat ini yang jadi fokusnya adalah menyelesaikan Hugo secepat mungkin. Namun sekali lagi, dia tidak boleh gegabah.
Hugo memiliki koneksi yang bagus dengan dunia bawah, dan Kai tidak ingin mencelakai orang orang terdekatnya. Kali ini lawan yang dihadapi tidak sederhana. Meskipun dia memiliki Q, tapi juga dia tidak bisa memberikan tanggung jawab penuh kepada Wild Eagle. Ia tetap harus punya rencana yang matang untuk menjerat Hugo. Dan apa yang ia lakukan saat ini adalah tahap demi tahap rencana nya menarik Hugo untuk membawanya keluar dari lingkungan aman yang dimilikinya.
" Lalu apakah kau akan menemui Soraya?"
" Tentu, dan pastinya aku tidak akan sendiri."
" Apakah aku akan ikut?"
" Tidak, kau dirumah saja bersama Mira dan Laila. Aku bisa mengatasi ini sendiri bersama orang orang ku. Kau tidak perlu khawatir Luk."
Luki mengangguk mengerti. Dalam pikiran Kai ia sungguh tidak akan melibatkan orang orang terdekatnya dalam rencananya kali ini. Ia merasa Hugo akan menghampirinya dan pastinya pria itu tidak akan sendiri. Hal itu akan sangat membahayakan bagi siapapun yang ikut dengan nya.
" Beradalah di rumah ku Luk."
" Tidak perlu Kai. Aku akan berada di rumah ku sendiri."
" Tapi aku sungguh khawatir."
Luki tersenyum, ia kemudian menepuk bahu sahabatnya itu dengan pelan.
" Fokuslah terhadap rencanamu. Jangan khawatirkan kami."
TBC
__ADS_1