My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 41. Mengumumkan Istri


__ADS_3

Esok pagi nya lobby perusahaan A-DIS disulap menjadi sebuah ruang resepsi. Di sana ada beberapa meja yang berisi box box makanan. Sebuah panggung kecil di hias dengan bunga berwarna putih dan merah muda.


Setiap karyawan yang datang merasa terkejut dan bertanya tanya akan ada apa hari ini. Beberapa orang berlalu lalang menyiapkan sound system di atas panggung kecil tersebut.


" Apakah akan ada mini konser?"


" Siapa penyanyi yang akan diundang bos?"


" Tapi ini seperti pesta syukuran nggak sih."


" Eh iya juga ya. Tapi nggak tahu lah, mau ada apa sebenarnya."


" Iya, kemarin juga nggak ada announcement apapun."


Beberapa karyawan bertanya tanya dengan apa yang akan terjadi. Mereka sebenarnya bingung, namun mereka memilih diam. Sang bos yang terkenal dingin dan cuek itu tidak suka jika mendengar para karyawannya bergosip. Mereka pun memilih untuk menutup mulutnya rapat rapat.


Pukul 10.00, di kediaman Rama semua tampak sedang mempersiapkan diri mereka masing masing. Para pria mengenakan jas warna navy, sedangkan para wanita mengenakan gaun warna light blue. Kiran juga sama ia mengenakan gaun warna light blue dan hijab berwarna navy. Sederhana tapi elegan. Sita pun merias tipis wajah Kiran.


" MasyaaAllaah kakak cantik sekali."


Ucapan Ana tentu saja membuat Sita senang pasalnya itu adalah hasil karya nya.


" Bagaimana, apakah semua sudah siap."


" Tinggal menunggu ciwi ciwi yah."


" Apa itu ciwi ciwi Ra."


" Itu loh yah bahasa gaulnya cewek cewek."


Plak …


Rama mengeplak kening nya sendiri. Ia merasa sudah cukup tua sehingga kurang tahu bahasa anak milenial.


" Luk, apakah semua sudah beres?"


" Sudah bos. Mandali, aman terkendali."


" Ok good. Bentar lagi kita jalan. Suruh mereka kumpul ok."


" Siiiip bos … "


Kai tersenyum, semuanya sudah dibereskan oleh Luki. Ada rasa gugup di hati Kai saat memutuskan ingin mengumumkan pernikahannya. Namun ia kembali meyakinkan dirinya, bahwa semua ini harus dilakukan agar tidak timbul fitnah.


Kiran di bawa keluar dari kamar Sita oleh Ana dan Sita. Wanita berhijab itu sungguh cantik. Meskipun hijabnya hanya di tata sederhana, pancaran aura Kiran begitu keluar.


Ya untuk Kiran, ia lebih nyaman menata nya sendiri. Ia tidak suka hijab yang ditata aneh aneh. Ia tetap pada prinsipnya yakni menjulurkan hijab nya lebar. Hal tersebut malah membuat seisi rumah bangga.


Kai sampai tertegun melihat sang istri. Istrinya tampak sangat cantik dengan hijab dan gaun lebar itu.


" MasyaaAllaah bidadari surga abang cantik banget."

__ADS_1


Pletak … kepala Abra langsung mendapatkan sentilan oleh Kai. Ia ingin memuji istrinya tapi malah keduluan sang adik. Kiran pun hanya tersenyum kecil. Namun senyuman itu mampu membuat hati Kai meleleh.


" Ayo … waktunya kita lets go. Oh iya bagi dua mobil yak."


" Pembagiannya gimana Za?"


" Gini bang, abang, Kak Kiran satu mobil sama ayah and mommy. Terus biasa kita bertiga."


" Yaaah … kok gitu. Ana kan mau semobil sama Kak Kiran."


" Udah … di sana nanti juga ketemu."


Ana yang protes tidak bisa berlama lama karena tubuhnya sudah didorong oleh kedua saudara kembar nya menuju ke mobil. Semuanya hanya terkekeh geli melihat kelakuan si kembar tiga itu.


Kini semua sudah berada di mobil sesuai dengan formasi yang diatur oleh Akhza. Mobil yang ditumpangi kembar sudah melaju lebih dulu dan diikuti oleh mobil milik Kai.


Kai berada di depan bersama Rama, dan di kursi belakang Sita bersama dengan Kiran.


" Bang … "


" Ya yah"


" Kamu manggil awak media juga?"


Kai mengangguk, Rama juga ikut mengangguk. Rama yakin pasti Kai sudah memperhitungkan ini semua.


Tangan Kiran berkeringat dingin, ia merasakan sebuah kegugupan yang luar biasa. Baru kali ini ia akan bertemu dengan banyak orang dan pastinya ia akan menjadi pusat perhatian.


Sita mengusap lembut tangan Kiran untuk menenangkan menantunya itu. Sita paham betul bagaimana perasaan Kiran, karena dia juga pernah mengalami. Sita teringat saat dulu ia mendampingi suaminya dalam perjamuan makan malam bisnis. Semua mata menuju kepadanya saat semua orang tahu bahwa ia adalah istri dari pemimpin JD Group.


Kiran mengangguk dengan ucapan sang ibu mertua. Iya meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mempermalukan suami dan keluarganya. Apalagi tadi dia dengar bahwa suaminya memanggil awak media. Mungkin hari ini semua orang akan tahu bahwa dia adalah istri dari Kai Bhumi Abinawa.


Kedua mobil milik keluarga Joyodiningrat itu berhenti sempurna di depan lobby perusahaan.


Mobil pertama keluarlah kembar 3. Mereka terlihat tampan dan cantik dengan balutan busana yang dipakai mereka. Para karyawan yang melihat sungguh Terpukau melihat betapa rupawannya ketiga adik dari sang Bos.


Luki yang sudah mengetahui bahwa rombongan keluarga Bosnya itu datang langsung segera keluar bersama dengan Mira untuk menyambut kedatangan.


Mobil kedua Kai dan Rama keluar terlebih dahulu. Ayah dan anak itu sama-sama bukan pintu untuk wanita yang mereka cintai. Semua mata langsung tertuju kepada wanita yang diberi uluran tangan oleh Kai.


Awak media langsung mengambil gambar keluarga pendiri A-DIS Company tersebut. Namun seperti briefing disampaikan tadi oleh Luki, mereka tidak diizinkan bertanya kecuali di konferensi pers yang akan diadakan di dalam.


Kai menggandeng mesra tangan Kiran, terdapat gurat kegugupan dalam wajah istrinya itu. Kai segera menggenggam tangan istrinya dan tersenyum lembut kepada Kiran. Hal tersebut tidak lepas dari tangkapan gambar awak media dan mata para karyawan.


Semuanya kembali berbisik-bisik menanyakan siapa gerangan wanita yang di sebelah Bos mereka itu.


" Tenanglah sayang angkat kepalamu jangan menunduk."


Kiran mengangguk sesegera Mungkin dia bisa menguasai dirinya dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Kai.


Mereka semua masuk beriringan. Kai dan Kiran jalan paling depan, diikuti oleh Lucky dan Mira, lalu di belakangnya adalah Rama dan Sita, dan paling belakang tentunya si kembar.

__ADS_1


" Astaga ini mah semua keluarga visual."


" yoi visualnya nggak main-main Cuy."


" Bahkan wanita berhijab yang digandeng oleh bos juga sangat cantik."


Semuanya sudah berada di lobby perusahaan. Ternyata disana juga ada Dani dan Seruni. Mereka Pun saling bersalaman. Kai juga mengenalkan Kiran kepada daddy dan mama nya. Sesaat Dani terkejut melihat Kai sudah menggandeng istri. Namun Dani turut bahagia dengan pernikahan putranya itu.


" Selamat bang."


" Terimakasih Om Roni mbak Susi."


Ternyata Roni dan Susi sudah berada di dalam juga. Mereka berdiri berdekatan dengan Dani dan Seruni. Roni sungguh bangga dengan Kai, bocah kecil yang selalu bermain dengannya dulu kini tumbuh jadi pemuda yang hebat.


" Baiklah Perhatian semuanya saya harap kalian benar-benar memperhatikan apa yang akan bos kita sampaikan ini."


Luki menjadi pembuka acara hari ini, Namun karena dia sendiri tidak tahu apa yang harus disampaikan Ia pun segera menyerahkan mikrofon tersebut kepada Kai.


" Assalamualaikum. Selamat siang kepada seluruh karyawan dan awak media. Hari ini kalian saya kumpulkan di tempat ini karena saya ingin memberikan sebuah kabar bahagia. Wanita yang berada di samping saya ini adalah istri saya dia bernama Kirana Adzakia. Saya harap kalian bisa memberikan doa kepada kami agar pernikahan kami menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warohmah. Terima kasih."


Singkat padat dan jelas namun kena sasaran. Kai tidak ingin berbelit belit untuk mengumumkan pernikahannya.


Seorang awak media mengangkat tangannya tanda ingin bertanya.


" Tuan Kai, berasal dari keluarga mana istri anda, lalu lulusan mana dan apa yang sekarang dia kerjakan."


Pertanyaan salah satu awak media membuat semua keluarga Kai begitu tidak suka. Bahkan wajah Kiran berubah pucat. Namun seketika Kai mencium kening sang istri dan tersenyum lembut kepada istrinya. Semua orang bahkan bersorak saat bos yang terkenal dingin dan cuek bisa bersikap begitu lembut dan romantis kepada wanita yang diumumkan sebagai istrinya itu.


" Istri saya tentunya dari keluarga yang baik, yang memiliki ilmu agama yang baik juga sehingga membuat istri saya menjadi wanita yang sholihah. Jika kalian bertanya apa yang dia kerjakan sekarang maka saya akan menjawab, istri saya tercinta ini sedang bekerja untuk meraih surga. Rasanya cukup sekian. Dan silahkan dinikmati. Untuk karyawan A-DIS setelah ini kalian bisa pulang kerumah masing masing."


" Terimakasih Pak bos."


Salah seorang karyawan berteriak dengan lantang.


" Berterimakasihlah kepada istri saya karena dialah yang meminta saya untuk membiarkan kalian pulang setelah acara ini."


" Terima Kasih bu bos."


" Selamat untuk pernikahan pak bos dan bu bos."


" Happy wedding pak buk"


" Semoga lekas diberi momongan."


" Sakinah mawadah warohmah."


Semua karyawan memberikan selamat kepada Kai dan Kiran. Kiran tersenyum saat sang suami benar-benar melindunginya. Kiran pun berbisik kepada suaminya.


" Terima kasih Bang."


TBC

__ADS_1


__ADS_2