My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 74. Ucapan Terimakasih


__ADS_3

Griz kembali mengunjungi kediaman Kai bersama dengan Ben. Kali ini dia tidak memakai kursi rodanya. Maksud kedatangannya kali ini adalah ingin mengucapkan terimakasih kepada Kai dan menyampaikan kabar pernikahannya.


Ya, Griz dan Ben ingin segera meresmikan hubungan mereka. Itu adalah keinginan Griz katanya biar hamilnya bisa bersamaan dengan Kiran. Sungguh pemikiran yang absurd. Namun Ben setuju setuju saja. 


Tok … tok ... Tok …


Ceklek …


Kali ini yang membuka adalah Topan. Pria muda itu sudah duduk di kursi rodanya.


" Maaf cari siapa ya tuan, nyonya?"


" Kami mencari Kiran?"


" Oh kak Kiran, mari masuk."


Griz sedikit heran mengapa di rumah ini tiba tiba ada pria muda. Setahu dia adik kembar Kai wajahnya tidak begitu.


Griz pun masuk dan duduk bersama Ben. Sedangkan Topan ia berlalu menuju ke dapur untuk memanggil Kiran.


" Kak ada tamu?"


" Eh siapa Pan?"


" Dua orang laki laki dan perempuan."


Kai menatap sang istri, selama ini Kai tidak tahu Kiran memiliki teman.


" Aah, paling itu Kak Griz dan Kak Ben."


" Siapa itu Griz dan Ben?"


" Itu tetangga depan. Ayo abang ikut aja sekalian aku kenalin. Mereka baik lho orangnya. Berkali kali minta aku main tapi belum sempet."


Kai mengerutkan keningnya. Tampaknya istrinya itu begitu akrab dengan kedua tamu yang datang. Kiran pun berjalan berdampingan dengan Kai. Sampai di ruang tamu Kai menyalami keduanya lalu ikut duduk.


" Laaah Kak Griz udah nggak di kursi roda?"


" Nggak Kiran, sebenarnya hanya sesekali saja kalau aku merasa lelah. Dan sebenarnya semua ini karena Kak Kai aku bisa sembuh."


Kai terkejut mendengar ucapan wanita yang ada di depannya sedangkan Kiran ia menatap sang suami.


" Tunggu, apa kita saling kenal? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


Griz mengangguk, ia tidak pernah lupa hari itu.


" Iya kak, kita pernah bertemu di taman bermain saat usiaku masih 12 tahun. Aku adalah anak kecil yang kau tolong saat boneka ku diambil orang. Dan kau mengatakan padaku bahwa aku masih bisa berjalan."


Kai terdiam sejenak ia mencoba mengingat peristiwa yang diceritakan Griz.


" MasyaaAllaah … ternyata kau anak itu. Ya Allah. Syukurlah kau benar benar bisa berjalan sekarang. Aku ikut senang." 

__ADS_1


Kiran masih belum mengerti dengan ucapan Griz dan Kai. Hingga Griz menjelaskan kepada Kiran dengan detail.


" Alhamdulillah ya kak. Berarti abang harus tepati janji abang tuh buat nemenin kak Griz naik wahana."


" Tidak perlu Kiran, aku sekarang sudah ada yang menemani. Aku dan Ben akan menikah. Akhir bulan ini kami akan melakukan pemberkatan di gereja sekitar kota ini. Jika ada waktu datanglah bersama Kak Kai."


"InsyaAllaah ya Kak kami usahakan untuk datang."


Setelah mengatakan semua yang ingin dikatakan Ben dan Griz pamit undur diri. Masih ada beberapa hal yang harus mereka persiapkan. Kiran dan Kai pun mengangguk lalu mengantarkan keduanya hingga ke pintu.


Greb … 


Kai langsung memeluk Kiran setelah Kiran menutup pintu. Ia menciumi bahu istrinya itu.


" Bang, jangan begini nanti Topan lihat."


" Nggak akan."


" Abang … "


Kai pasrah ia pun melepaskan belitan tangannya dari tubuh Kiran. Kai pun mengusap perut Kiran dengan lembut.


" Ummi kalian pelit nak. Dipeluk aja nggak mau."


Kiran terkekeh geli mendengar gerutuan sang suami. 


Kring …. 


" Ya … ada apa Q?"


" Kai coba kau cek sepertinya ada yang mendekat ke arah rumah. Berhati hati lah. Mereka bukan orang ku."


" Oke Q terima kasih."


Kai langsung naik ke kamar lalu membuka komputernya. Ia memindai seluruh sudut rumah. Ia pun menghubungi semua orang orang nya dengan alat komunikasi jarak jauh.


" Perhatikan semua nya. Jika ada seseorang yang mencurigakan maka waspada. Jika perlu diamankan dan tanya. Aku yakin kalian bisa membedakan warga sipil dan orang orang dari anggota bawah."


Semua pengawal mengangguk mengerti. Ada beberapa kemungkinan yang diambil Kai. Pertama, bisa jadi ini orang orang tersebut  menargetkan dirinya atau yang kedua yakni keselamatan Topan. Kai sebenarnya masih mencari tahu asal usul Topan. Tapi yang ia tahu pasti Topan benar benar bersih, dalam artian ia tidak terlibat oleh gangster manapun.


Kai kembali menatap layar komputer nya. Kini ia beralih ke berita berita mengenai Hugo. Pria itu benar benar di atas angin sekarang.


" Baiklah nikmati dulu yang perlu kamu nikmati kenalan lama. Ahh wanita ini. Ya ya aku tahu apa yang harus kau lakukan kepada wanita ini. Urghhh, saat nya kembali bekerja sepertinya. Haish, mana istriku itu. Aku ingin memeluknya selama mungkin sebelum aku kembali bekerja nanti."


Kai bermonolog sambil berjalan keluar kamar mencari sang istri. Tadi dia sedikit abai saat menerima telepon dari Q. Dia meninggalkan istrinya di bawah sendirian.


" Bik, istri saya mana?"


" Di taman belang den."


Kai segera berjalan menuju taman belakang. Ia sungguh terkejut menjumpai sang istri terduduk di tanah. Kai pun segera berlari menghampiri istrinya.

__ADS_1


" Sayang, kamu kenapa?"


" Eh bang, nggak kenapa napa kok."


Kia mengerutkan kedua alisnya, ia sungguh tidak tahu apa yang dilakukan sang istri. Dia berpikirin Kiran terjatuh.


" Terus ngapain duduk di tanah begini."


" Pengen aja. Nih sambil nanam bunga."


Kai melihat sekilas ke arah tangan sang istri, dan benar saja Kiran tengah memegang sekop kecil di tangan kanan nya dna sebuah bunga di tangan kirinya. Sungguh Kai sudah berpikir yang tidak tidak tadi.


" Kenapa harus duduk di tanah?"


" Kalau jongkok susah bang, meskipun perutnya belum besar tapi berasa engap aja."


Kai pun ikut duduk bersila di tanah lalu mengangkat tubuh istrinya dan memangku nya.


" Nah ini lebih baik."


Kiran menghela nafasnya, jika begini cara menanam bunganya tidak akan cepat selesai. Karena suaminya itu sudah memeluk tubuh kecilnya. Para pengawal yang tersembunyi hanya bisa menatap kedua pasang muda mudi itu dengan senyum. Kai sungguh sangat berbeda saat berhadapan dengan istrinya.


Topan yang melintas tersenyum melihat abang dan kakaknya begitu bahagia, dia baru sadar bahwa Kai memiliki sikap yang begitu lembut kepada istrinya. 


" Aku juga akan ikut melindungi keluarga ini nanti."


Pemuda itu pun berlalu. Dia idak ingin  mengganggu momen kebersamaan kedua kakaknya itu.


" Bang!"


" Hmmm?"


" Lepasin dulu, aku nggak kelar kelar nih nanam bunga nya."


" Biarin, suruh Mang Tarjo yang beresin."


Kiran memberengut, ia pun membalikkan badannya dan menatap sang suami. Cup, Kai malah mengambil kesempatan untuk mencium bibir Kiran sekilas. Kiran pun membelalakkan matanya, dengan segera ia menutup bibirnya dengan lengannya.


" Bang, nanti dilihat orang."


Kai acuh tangannya malah mulai meraba raba sang istri. Kiran pun menggeliat geli.


" Oh ya Allaah kenapa suamiku sungguh begitu mesum."


Kai terkekeh geli ia pun mengambil sekop dan bunga di tangan Kiran dan menaruhnya di tanah. Dan hap … kai sudah menggendong Kiran ala bridal style. Ia santai saja melintas melewati dapur.


" Bi … tolong bilang Mang Tarjo ya untuk beresin taman."


" Ya Den."


Kiran sungguh malu, ia menyembunyikan  wajahnya di dada bidang sang suami. Sedangkan Bi Inah hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil. Ia bisa melihat Kai begitu mencintai dan menjaga sang istri.

__ADS_1


TBC


__ADS_2