My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 87. Rindu Rumah


__ADS_3

Kediaman Joyodiningrat tengah ramai pagi ini. Tampak para pria tengah menata ruangan dan dekorasi. Topan juga terlihat membantu. Penyembuhan pemuda ini sungguh luar biasa cepat. Hanya dalam kurun waktu 2 bulan ia sudah bisa kembali berjalan. 


Sita dibantu oleh Seruni, Lia dan Bi Inah sedang menyiapkan makanan. Sedangkan Kiran, Ana, Arumi, dan Bee tengah memasukkan menyiapkan hamper untuk diberikan kepada tamu tamu nanti.


Ya, hari ini adalah hari diadakannya pengajian 4 bulanan Twin K. Mereka bisa saja menggunakan jasa WO namun Kai dan Kiran memilih mempersiapkan sendiri. Menurut mereka melakukan seperti ini akan menjadi lebih berkesan. Dan tentu saja semuanya setuju. 


Pukul 03.30 semua tamu sudah datang. Sebenarnya bukan tamu sih karena yang diundang Kai adalah orang orang terdekatnya. Dokter Dika dan Silvya, Roni dan Susi, Luki dan Mira tentu saja hadir. Sedangkan Dani dan Seruni sudah datang dari tadi begitu juga Lia dan Adit. Apa kalian masih ingat dengan Ale? Ya dia pun datang bersama keluarga nya. Kai juga mengundang ibu ibu pengajian komplek mereka tinggal.


Di sana juga tampak Ben dan Grizzle. Meskipun mereka berbeda keyakinan namun Griz sungguh antusias dengan acara ini. Mengenal Kiran beberapa bulan membuat Griz menemukan seorang saudari.


Meskipun sederhana tapi suasana kekeluargaan begitu kental. Semuanya saling bercengkrama hingga seorang pemuka agama di daerah mereka datang. 


Pengajian pun dimulai  lantunan ayat ayat suci menggema di rumah tersebut. Mereka khusyuk mendengarkan hingga acara berakhir.


Doa doa terbaik pun diucapkan semua orang. Berharap kelak bayi yang lahir menjadi anak yang sholih dan taat akan agama nya. Perut Kiran yang berusia 4 bulan terlihat lebih besar karena kehamilan bayi kembar.


Setelah pemuka agama dan rombongan ibu ibu pengajian pulang, acara menjadi acara keluarga. Kai berdiri dan mengambil mikrofon.


" Assalamualaikum semuanya, saya ingin mengucapkan terimakasih atas kehadiran sahabat dan keluarga tentunya. Sebenarnya pengajian 4 bulan ini agak telat sedikit ya. Tapi tidak masalah yang kita harap adalah doa. Saat ini saya juga akan mengumumkan jenis kelamin twins K. Semoga tidak ada perubahan saat launching nanti. Bismillaah, twins K yang berada di perut istri saya ini berjenis kelamin~"


Semua orang sungguh penasaran dengan kalimat Kai yang menggantung. Namun rupanya Kai sengaja melakukan itu.


" Abang lama ih," protes Ana.


Semua tergelak melihat Ana yang sudah tidak sabar mengetahui jenis kelamin kedua keponakannya itu.


" Kai, jangan membuat semua orang mati penasaran," saut Silvya.


Kai tertawa mendengar ucapan Silvya. Ia mengambil nafas dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan.

__ADS_1


" Jenis kelamin twins K adalah, sesuai permintaan Akhza. Sepasang, cowok dan cewek."


" Alhamdulillaah."


Semua mengucap syukur. Rasa bahagia menyelimuti rumah itu. Satu persatu menghampiri Kai dna Kiran memberi selamat.


" Selamat ya nak, semoga persalinannya lancar nanti."


" Terimakasih daddy, mama Seruni."


Seruni memeluk dan mencium pipi Kiran. Ia sungguh bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Sedangkan Dani, tiba tiba air matanya menetes. Waktu berlalu begitu cepat. Kini bahkan dia sebentar lagi akan memiliki cucu. Putra yang tidak ia lihat dari sejak kelahirannya karena sebuah kesalahan yang ia perbuat sudah tumbuh dewasa dan sebentar lagi akan menjadi ayah.


" Semoga kau selalu bahagia nak," ucap Dani sambil memeluk erat Kai.


" Terimakasih dad. Dan berbahagialah dad, jangan terbelenggu dengan penyesalan. Sudah 20 tahun lebih bukan. Waktunya daddy untuk hidup tanpa beban. Aku dan mommy menemukan kebahagiaan kami. Maka daddy juga berbahagialah. Percayalah kami sudah memaafkan daddy dengan tulus."


Pluk seseorang menepuk punggung Dani dengan pelan. Dani pun reflek menengok, yang pertama kali ia lihat adalah mata cantik wanita yang pernah mengisi hidupnya. Wanita yang ia kecewakan dan penyesalannya masih terasa hingga sekarang.


Dani hanya bisa diam lalu mengangguk. Dua orang di depannya ini adalah orang yang paling berbesar hati yang pernah ia temui. Jika bukan Sita dan Kai, pasti dirinya akan dibenci seumur hidup. Dani sungguh sangat bersyukur bisa mendapatkan maaf dari keduanya. Meskipun ia tidak bisa selalu bersama putranya namun Kai sudah mau memanggilnya daddy itu adalah kebahagiaan. Jika orang lain pasti tidak akan sudi lagi mengenal ayah kandung yang brengsek seperti dia.


Dani kembali memeluk Kai, ia mencurahkan semua rasa sayang dan cinta itu kepada sang putra. Semua terharu melihat interaksi Dani dan Kai. Begitu juga Rama, pria itu sungguh bersyukur Kai bisa dekat dengan ayah kandungnya. Dari kecil Rama selalu memberitahu untuk tidak membenci sang daddy. Dan Kai cukup berbesar hati untuk melakukan itu.


Semua orang tidak tahu persis cerita hidup Kai dan Sita. Hanya Roni dan Susi serta Adit. Tapi yang paling tahu adalah Roni dan Susi dan satu lagi Bi Surti. Ketiga orang itu merupakan saksi hidup perjalanan Kai. Terlebih Bi Surti, jika Bi Surti masih ada pasti dia akan sangat bahagia melihat Kai saat ini.


🍀🍀🍀


Kiran duduk di balkon kamar melihat pemandangan keluar. Ia sungguh bahagia, apalagi tadi rumah begitu ramai dengan banyaknya keluarga dan sahabat yang datang.


Tes

__ADS_1


Air mata wanita itu luruh. Sambil mengusap perutnya yang mulai membesar ia tergugu. Lambat laun Kiran oun terisak.


" Pak, Bu, Kiran kangen bapak kalih ibu. Nek bapak ibu ting mriki mesti seneng. Bapak kalih ibu ajeng gadah wayah kalih sisan.( Kiran rindu bapak dan ibu. Jika bapak ibu di sini pasti senang. Bapak dan ibu mau punya cucu, dua lagi.)"


Suara isakan tangis semakin terdengar menyayat hati. Kai yang baru keluar dari kamar mandi sungguh terkejut mendengarnya. Ia pun bergegas menghampiri sang istri.


" Sayang, kamu kenapa?"


Kiran masih diam, ia belum bisa menjawab. Kai pun memeluk istrinya itu  membiarkannya menumpahkan semua air mata. 


Setelah beberapa saat, Kiran pun berhenti. Ia mengurai pelukan sang suami.


" Aku hanya rindu sama ibu dan bapak bang?"


Kai tertunduk lesu, kini ia tahu apa yang menjadi kesedihan sang istri. Kai pun menghela nafas dalam. Ia membelai kepala istrinya dengan lembut. Kiran benar benar tak lagi memiliki ayah dan ibu. Kai tahu bagaimana istrinya itu sangat sedih jika mengingat kedua orang tuanya.


Tiba tiba Kai memiliki sebuah ide, ia yakin istrinya akan menyukai nya.


" Bagaimana kalau kita mudik?"


" Maksud abang?"


" Kita balik kampung ke kampung halamanmu di kota M. Sekalian aku mau mampir ke tempat sahabat lama ku mas Tejo di kota S. Sekalian juga kita ziarah ke bapak dan ibu."


" Apakah boleh?"


" Tentu saja sayang."


Greb

__ADS_1


Kiran langsung memeluk sang suami. Kai begitu bersyukur istrinya itu bisa tersenyum kembali. Sungguh Kai tidak bisa melihat istrinya menangis dan sedih.


TBC


__ADS_2