My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 51. Pelajaran


__ADS_3

Hall Pandawa Resort seketika menjadi sangat heboh saat ada seorang wanita digelandang ke kantor polisi. Hendri dna Tyasa yang tadinya acuh langsung membelalakkan matanya saat melihat siapa yang diapit oleh polisi tersebut.


" Dad … itu Safira … tidak …"


Tyas berlari menghampiri kerumunan yang sudah terdapat banyak awak media itu.


" Minggir … menjauh … menjauh dari putriku. Ya Tuhan Safira ada apa ini."


Wanita itu hanya diam tidak mengatakan apapun.


Awak media serasa mendapat durian runtuh. Malam ini benar benar malam yang menggembirakan bagi mereka karena mendapat berita besar. Hendri pun memanggil keamanan untuk mengusir awak media.


" Maaf harap awak media memberi jalan."


Sedangkan di luar Rama dan Sita yang belum tahu akan kejadian sesungguhnya hanya menatap kasihan kepada keluarga kenalannya itu. Hingga anak anaknya datang membuat keduanya terkejut. Terlebih melihat kening Kiran yang terlihat lebam.


" Ini kenapa bang?"


Sita mendekat dan memeriksa kening sang menantu. Bukan hanya terlihat lebam namun juga sedikit bengkak.


" Itu ulah Safira mom."


" Apa … bagaimana bisa bang?"


Ana akhirnya menjelaskan kronologi kejadiannya. Sita dan Rama tentu saja sangat marah.


" Mas kamu tahu kan apa yang harus dilakukan."


" Tentu saja …"


" Jangan yah, biar saja abang yang melakukannya. Abang tahu harus apa. Orang yang berani menyakiti keluargaku maka dia akan mendapatkan balasan yang setimpal."


Kai mencengkram erat tangannya sendiri. Terlihat gurat kemarahan di wajahnya yang membuat Kiran, kedua orang tuanya dan para adik adiknya takut.


" Ya Allaah, abang kalau marah nyeremin." Ana bergumam lirih namun masih bisa di dengar oleh kedua saudara kembarnya yang lain. Akhza dan Abra pun mengangguk setuju.


Kiran pun menelan saliva nya kasar. Namun ia langsung meraih kepalan tangan Kai dan mengusap nya pelan.


" Bang … "


Panggilan dari Kiran ternyata langsung bisa melonggarkan kemarahan Kai yang sudah mencekik dirinya.


" Ya … ayo kita ke kantor polisi dulu untuk membuat keterangan."


Kai mengangguk, ucapan Kiran sukses menghipnotis dirinya. Rama menghembuskan nafasnya dengan lega. Keberadaan Kiran merupakan oase untuk api bara kemarahan Kai.


" Adek ikut abang."


" Ya bang"


🍀🍀🍀


Butuh sekitar 2 jam untuk memberikan laporan di kantor polisi. Rama, Sita, Akhza, dan Abra menunggu di rumah dengan sedikit cemas.

__ADS_1


Ckiiit …


Suara mobil berhenti di depan rumah membuat keempat orang itu sedikit berlari keluar.


" Apakah semuanya sudah beres?"


" Alhamdulillah yah, sudah."


" Ya sudah ayo masuk, dan istirahat semuanya."


Semua masuk ke rumah dan ke kamar masing masing. Namun Ana tiba tiba meminta Sita untuk menemaninya.


" Mom, bisakah mommy tidur dengan Ana? Boleh ya yah."


Rama mengangguk, ia tahu putrinya ingin berbicara banyak dengan sang ibu.


Kai membawa Kiran menuju ke kamarnya. Ia kembali melihat luka di kening sang istri. Kai tiba tiba terisak.


" Maaf … maaf kan aku. Aku sungguh tidak bisa melindungimu."


" Sttt bang, jangan bicara begitu. Ini hanya kecelakaan."


Kai menggeleng cepat. Ia tahu mungkin sesuatu yang disengaja bisa merupakan sebuah kecelakaan. Kai benar benar merasa sangat bersalah kepada almarhum Bu Sari, ibu dari sang istri. Ia merasa gagal melindungi Kiran. Kai sungguh takut, ia merasa ini hanya lah permulaan dari semua kesulitan yang akan mereka alami.


Kiran memeluk tubuh suaminya yang bergetar. Berkali kali ia mencium wajah sang suami. Ia berharap dengan cara itu Kai menjadi lebih tenang.


" Bang sudah ya, ayo ganti baju."


Setelah berganti baju kini keduanya tengah berbaring di ranjang. Kai memeluk posesif istri kecilnya itu. Kiran hanya tersenyum simpul merasakan keposesifan sang suami. Lambat laun Kuran tertidur. Kai mencium luka lebam snag istri lalu beranjak dari ranjang. Ia membenarkan selimut istrinya kemudian berjalan menuju meja kerjanya.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun berani menyentuh istriku."


Tangan Kai mulai menari indah diatas keyboard. Ia menyeringai dengan seringai yang mengerikan. Setiap orang pasti akan ketakutan dengan mimik wajah Kai saat ini. Pria tampan dingin penuh wibawa itu saat ini berubah menjadi seorang pemburu kejam tanpa ampun terhadap mangsanya.


Tak … tak … tak …


Kai terus menajamkan penglihatan, kedua sudut bibirnya terangkat. Ia tampak puas dengan apa yang tengah ia lakukan.


" Besok pagi, ini akan menjadi berita paling atas dan utama. Lalu kau Hendri, kau tidak akan lagi bisa melihat perusahaan mu itu. Itu lah akibatnya kau berani menyentuh orang orang yang kucintai. Haish … hanya segini. Ku pikir akan ada yang lebih menarik lainnya."


Kai melirik sepintas ke arah sang istri, " Tenang sayang, aku akan melindungimu dengan cara ku."


🍀🍀🍀


Hot News


SAFIRA JASMIN, MENCURI DESIGN ORANG LAIN


SAFIRA JASMIN BUKAN DESIGNER SESUNGGUHNYA, PALSU!!


DESIGNER BAYANGAN MILIK SJ CLOTH


HENDRI SURYOPROJO MAFIA PAJAK

__ADS_1


PERUSAHAAN SURYOPROJO MENGHINDARI PAJAK


PT SURYOPROJO EKSPOR IMPOR ILEGAL


Hendri dan Tyas sungguh terkejut melihat nama keluarga mereka menjadi headline portal berita online. Firhan yang semalam enggan mengikuti acara ulang tahun perusahaan ayahnya hanya bisa menatap layar ponselnya dengan nanar.


" Dad, ada apa ini. Mengapa nama perusahaan kita dan Fira jadi trending topic pagi pagi begini.


Hendri pun hanya diam, dia sungguh tidak tahu apa yang terjadi.


" Dan apa ini, Fira adalah designer palsu. Maksudnya apa ini. Ada yang bisa menjelaskan kepadaku?"


Ya selama ini Firhan hanya tahu adiknya itu mengelola bisnis fashion. Tapi Firhan sendiri tidak tahu menahu mengenai apa yang ada di dalamnya.


" Apakah selama ini Fira tidak mendesign baju baju buatannya sendiri?"


Tyas membantu mendengar pertanyaan sang putra. Firhan sungguh dibuat pusing pagi ini.


" Jangan diam saja dad, mom, apa yang sekarang harus kita lakukan."


Tring … tring …


Begitu banyak pesan masuk ke ponsel Firhan. Ia pun membuka dan membacanya satu satu.


" Ya Tuhan, apalagi ini?!!!"


Firhan berteriak dengan sangat keras. Ia mengusap wajahnya kasar.


" Ada apa Han?"


" Semua investor menarik investasinya terhadap perusahaan kita. Kita akan bangkrut dad. BANGKRUT !!! "


Tyas menangis tersedu. Baru semalam mereka merayakan ulang tahun perusahaan mereka dan sekarang mereka harus menerima kenyataan perusahaan mereka akan gulung tikar. Bahkan Hendri siap siap masuk jeruji besi.


Tok … tok ...tok…


Ketiga orang tersebut saling pandang. Mereka menerka nerka siap kiranya yang mengetuk pintu mansion mereka.


" Sekarang apalagi?"


Tidak mau banyak menebak, Firhan pun berjalan menuju ke arah pintu dan membukanya.


" Selamat pagi tuan, kami dari kepolisian membawa surat perintah penangkapan untuk Tuan Hendri Suryoprojo atas kasus mafia pajak."


Firhan tidak bisa mengatakan apapun lagi, ia hanya bisa menyingkir dari hadapan para petugas kepolisian. Para petugas itu pun langsung masuk dna menangkap Hendri. Tyas menangis histeris. Firhan pun menangkap tubuh sang ibu yang limbung.


" Tidak … tidak tolong jangan bawa suamiku huhuhu. Han, bagaimana ini. Fira di penjara dan sekarang daddy mu juga. Apa yang harus kita lakukan Han."


Firhan membuang nafasnya kasar. Mengapa Safira bisa dipenjara, mommy nya sudah menjelaskannya. Firhan menerka nerka, ia sedang membuat kesimpulan kira kira siapa orang dibalik ini semua.


" Aku tahu, pasti dia. Ya pasti dia yang telah menghancurkan keluargaku. Lihat saja. Aku akan membalas semuanya. Tunggu pembalasanku."


TBC

__ADS_1


__ADS_2