My Billionaire Hubby

My Billionaire Hubby
MBH 49. Ikuti Saja Dulu


__ADS_3

Setelah ibadah sholat maghrib semua anggota keluarga Joyodiningrat bersiap siap untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan milik Hendri Suryoprojo.


Kali ini Sita menyiapkan tuxedo warna hitam untuk semua pria dan gaun warna maroon untuk wanita. Sita memilihkan hijab warna peach untuk sang menantu. Sita juga memilihkan gaun tertutup untuknya dan Ana agar ketiganya tampil selaras. Kebetulan Ana dan Sita juga tidak menyukai busana yang terbuka.


Kembali, Sita berperan sebagai MUA untuk putri dan menantunya.


" Baiklah, ini sempurna. Are you ready girls?"


" Yes mom."


Ana dan Kiran menjawab serempak. Ketiga nya keluar kamar bersama. Rama terpesona melihat sang istri. Meskipun telah menikah lama, Rama tetap selalu terpesona dengan kecantikan istrinya.


Rama pun meraih pinggang Sita saat istrinya itu menghampirinya.


" Kau selalu cantik sayang."


" Mas, jangan menggombal di depan anak anak."


Semua terkekeh, anak anak keduanya hanya tersenyum melihat keromantisan kedua orang tuanya. Sedangkan Kai tak mau kalah dengan sang ayah. Ia pun meraih tubuh sang istri dan memeluknya.


" Bagaimana bisa kamu semakin cantik hmmm, rasanya aku tidak rela membiarkanmu dilihat banyak orang."


" Bang … "


" Ayah, mom bisa nggak kalau Kai ke kamar aja nggak usah ikut ke acara."


Plak …


Lengan Kai langsung ditepuk oleh sang istri. Dan lagi lagi Ana meng iri melihat keromantisan kedua orang tua dan abang nya. Akhza dan Abra yang paham pun langsung menggamit Ana di sisi kiri dan kanan.


" Sudahlah kau bersama kami jadi hapus muka kusut mu itu."


Tawa semua orang langsung meledak dengan selorohan Abra. Ya anak itu memang bisa membuat suasana mencair.


*


*


*


Hotel Pandawa Resort memang sungguh lokasi favorit bagi para pengusaha untuk mengadakan acara. Entah untuk resepsi pernikahan maupun jamuan makan malam ulang tahun perusahaan. Hotel bintang lima milik keluarga Dewantara itu memanglah laris. Butuh setidaknya sebulan untuk reservasi tempat.


Rama beserta anak dan istrinya sampai di sana. Terlihat keluarga Juna juga baru saja memarkirkan mobilnya.


" Wooohooo pemilik gedung mengapa baru sampai."

__ADS_1


Rama seketika memeluk sang sahabat diikuti para pria dari keluarga Rama menyalami sang sahabat ayah mereka. Sedangkan Sita memeluk Gendis dan Naisha putri gendis diikuti Ana menyalami Gendis dan saling berpelukan dengan Nai.


" Apakah ini istri Kai."


Kiran mendekat lalu mencium tangan Gendis.


" Iya Dis, ini istri kai."


" Masya Allah cantik sekali."


" Terima Kasih tante."


Kini dua keluarga itu masuk ke hall dari Pandawa Resort. Semua mata tertuju pada Juna dan Rama. Meskipun kedua pria itu usianya sudah tidak muda tapi wibawanya masih begitu terasa.


" Kak Akhza ini yang punya acara sebenarnya siapa sih?"


" Kenapa emang Ra?"


" Aneh aja, yang jadi pusat perhatian kenapa ayah dan Om Juna. Bukannya si ayahnya  si pira pira itu."


Akhza hanya terkekeh geli mendengar pertanyaan Dari Abra. Namun sebenarnya dia setuju dengan ucapan saudara kembarnya itu.


Rama, Juna, dan Kai menghampiri Hendri dan mengucapkan selamat kepada Hendri. Tidak lupa doa doa baik pun mereka sampaikan.


" Terima kasih, sungguh kehormatan bisa mengundang Tuan Arjuna dan Tuan Rama di acara ulang tahun perusahaan kecil saya ini. Silahkan duduk dan nikmati pestanya."


" Ayah kenapa duduk di pojok?"


" Tanya Om Juna."


" Om Juna males An, nanti banyak yang nyamperin kalau kita di tengah."


Akhza dan Abra mengacungkan jempolnya. Sedangkan Kai tentu saja senang. Ia tidak harus meninggalkan istrinya untuk menemui orang orang itu.


" Apa kamu gugup sayang?"


" Sedikit bang, tapi tidak masalah selama ada abang."


Kai tersenyum ia pun menggenggam tangan sang istri lalu mencium tangannya sekilas. Ternyata perlakuan romantis Kai tersebut menarik perhatian awak media yang memang ditugaskan Hendri untuk selalu mengawasi pasangan baru itu.


Cekrek … cekrek … beberapa awak media mengambil gambar Kai dan Kiran. Tapi Kiran acuh Kai sudah membisikkan sesuatu kepada Kiran dan membuat istrinya itu mengangguk mengerti.


" Bang, banyak media."


" Biar saja Yah. Kita ikuti permainan yang mereka buat."

__ADS_1


Semuanya mengangguk paham kecuali Juna dan keluarganya.


" Ada apa ini Ram."


" Sepertinya Hendri menargetkan Kai dan Kiran, entah rencana apa yang mereka buat."


" Mengapa bisa begitu?"


" Mereka ingin menjodohkan Safira putri mereka dengan Kai."


Juna paham begitu juga dengan Gendis dan Nai. Mereka pun tahu harus berperilaku bagaimana.


" Terimakasih, terimakasih untuk semua tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di acara ulang tahun perusahaan saya. Saya berharap anda semua dapat memberikan doa kepada perusahaan saya agar perusahaan saya lebih maju lagi kedepannya. Saya juga ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar besarnya untuk Tuan Juna Dewantara dan Tuan Rama Joyodiningrat yang sudah berkenan hadir. Kami harap anda dapat menikmati pesta ini."


Hendri memberikan pidato singkat saat membuka acaranya. Namun se ketika ia tersenyum devil, sesaat ia melirik Kai dan juga Kiran.


" Oh ya pada kesempatan kali ini saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat berbahagia dan menempuh hidup baru kepada pasangan baru yang belum lama ini menghiasi layar kaca. Saya ucapkan selamat atas pernikahan Tuan Kai Bhumi Abinawa dan istri. Sekiranya pasangan pengantin baru ini berkenan memberikan doa kepada perusahaan saya. Siapa tahu doa pasangan yang baru menikah cepat dijawab oleh Tuhan."


Kai menarik sudut bibirnya, ia sudah tahu apa yang diinginkan oleh rubah tua itu. Di tempat lain Tyas dan Safira tersenyum smirk. Kedua ibu dan anak itu sudah tidak sabar dengan apa yang akan terjadi setelahnya.


" Aku ingin lihat gadis kampung itu dipermalukan di depan umum."


" Ya, mommy juga sudah tidak sabar."


Sita sedikit khawatir akan putra dan menantunya. Kai yang tahu wajah khawatir sang mommy pun menenangkan.


" Calm down mom. This is easy. Honey, are you ready?"


" Yes, I'm really ready tonight."


Kai dan Kiran berjalan beriringan dan bergandengan tangan menuju panggung. Keduanya terlihat begitu serasi. Awak media pun mendekat ke arah panggung dan sipa untuk melontarkan pertanyaan yang pastinya sudah direncanakan oleh Hendri.


" Terima kasih untuk Tuan Hendri Suryoprojo atas ucapan selamatnya kepada kami berdua. Saya dna istri saya sungguh tidak menyangka akan mendapatkan panggung di acara orang lain. Dari dalam hati saya tulus berdoa agar perusahaan Tuan Suryoprojo semakin maju dan lancar. Begitu juga fashion design milik nona Safira Jasmin yang sudah diketahui banyak orang di negeri ini semakin maju."


Kai menghentikan ucapannya. Matanya melirik tajam ke arah Safira. Gadis itu menciut mengingat ancaman Kia tempo hari.


" Sial apakah Kai akan mengatakan semuanya sekarang? Tidak tidak mungkin memiliki bukti kan. Ya … aku yakin dia hanya omong kosong." Safira bermonolog dalam hati sambil meremas ujung gaunnya.


" I'm sorry Mr Kai. why are you the only one speaking, can your wife say a few words? ( maaf tuan Kai, mengapa hanya anda yang bicara, dapatkan istri anda mengatakan beberapa patah kata?)"


Pertanyaan salah satu awak media tersebut membuat semua orang sedikit tercengang. Sita dan Rama mulai khawatir terhadap menantunya.


" Kalian berdua tenanglah. Aku yakin putra dan menantu kalian bisa mengatasi ini."


" Benar kata ayah Om tante. Nai yakin abang dan kakak ipar sudah mempersiapkan ini sebelum mereka mengikuti permainan si tua itu."

__ADS_1


Ucapan Nai diacungi jempol oleh triplet. Mereka tahu Kiran bukanlah wanita lemah. Sementara itu Sita dan Rama mencoba meyakinkan diri mereka bahwa semua akan baik baik saja.


TBC


__ADS_2