My Endorphine 1: Jalan Cinta

My Endorphine 1: Jalan Cinta
Chapter Spesial Luhan


__ADS_3

Sava sudah kembali ke Indonesia.


Dia sudah kembali padaku! Kembali di sisiku.


Aku bisa menyentuh dirinya. Aku bisa menyentuh kulitnya. Aku bisa memegang tangannya. Aku bisa membelai rambutnya. Dia begitu nyata di hadapanku. Bukan seperti bayangan semu yang selalu aku rindukan setiap hariku.


Aku bersyukur pada Tuhan. Pada semesta yang sudah mengamini setiap rintih doaku. Aku pikir aku tak akan pernah bisa memilikinya, tak akan pernah bisa melihatnya lagi. Tapi Tuhan sungguh sayang padaku, Dia pertemukan lagi aku dengannya. Dengan wanita yang sangat aku cintai.


Ahira Sava.


Teman masa kecilku.


Sosok yang sudah aku sukai sejak kecil. Cintaku padanya memang sudah sejak lama. Aku merasakan getaran koneksi unik dengannya. Dia selalu berbeda dengan yang lainnya.


Kini...


Kini dia sudah kumiliki. Hatinya dan hatiku memiliki rasa yang sama. Kami menjelaskan segala kesalahpahaman kami dengan mata kami. Jiwa kami seolah bisa saling mengerti meski tak ada penjelasan dari mulut kami. Aku bisa merasakan ketika aku pertama kali mencium bibirnya.


Aku memahami segala lukanya. Air matanya adalah bukti bagaimana dia menderita selama ini. Akupun juga menderita karenanya.


Kini semua sudah terbayar indah. Segala penantianku, segala doaku, segala harapanku. Semua sudah terjawab, terpenuhi dengan asa yang aku impikan.


AKU AKAN MENJAGANYA DENGAN SEGENAP JIWA DAN RAGAKU!


AKU AKAN MENJAGA CINTA INI!


CINTA YANG TERTUNDA BEGITU LAMANYA.


AKU AKAN SELALU MEMELIHARANYA! AKU AKAN MELINDUNGI SEGALA PERASAAN DAN SENYUMANNYA!


.


.


.


Aku masih memeluknya saat ini. Dia tidak masalah dengan tindakanku. Dia tidak menolakku ketika aku memeluknya begitu lama, begitu eratnya. Dia mungkin akan sesak nafas mengingat bagaimana caraku memeluknya. Tapi dia malah ikutan memelukku dengan eratnya juga.


Ahh.. dia sesegukan dalam pelukkanku.


Akupun masih meneteskan air mata karena bahagia.


Ya, air mata bahagia yang kami produksi di malam ini.


"Han.. aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. aku mencintaimu.. aku mencintaimu.."


Kata yang sama selalu ia gumamkan. Sudah puluhan atau bahkan ratusan kali kata itu keluar dari bibir tipisnya.


"AKU LEBIH MENCINTAIMU, VA.."


Hanya kata itu yang bisa aku keluarkan untuk menjawabnya. Pikiranku blank. Sesungguhnya aku tidak memikirkan apapun saat ini. Ada sisi lain yang berkata jika Sava bersamaku malam ini adalah hanya MIMPI.


Jika benar itu hanya mimpi, maka aku benar-benar tak ingin bangun lagi saat ini.

__ADS_1


Aku ingin selalu bersama Sava!


Aku memegang kedua pangkal lengannya. Mendorong dan menahannya agar dia menatapku dengan benar.


Matanya sembab. Air matanya mengalir begitu banyaknya di sela ke dua pipinya. Aku bahkan bisa merasakan bajuku yang basah karena air mata darinya.


Sava sangat cantik.


Wajah itu sudah dewasa. Bagiku, Sava jauh lebih cantik dari yang dulu. Pipinya tak lagi cubby. Lebih tirus. Meski make up tipisnya berantakan karena menangis, tapi tak mengurangi sedikitpun kecantikkannya.


Aku kembali mencium bibirnya.


Aku ingin memastikannya.


SAVA SUNGGUH NYATA DI HADAPANKU!


Aku menciumnya lebih lama dari pertama.


Aku sangat bahagia. Ini moment paling bahagia dalam hidupku. Impianku menciumnya sudah terwujud meski harus menunggu begitu lama.


Apa aku ini mesum?


Aku bahkan memiliki hasrat itu padanya.


Sava, maafkan aku.


Tak seharusnya aku memiliki pemikiran seperti ini padamu.


Tapi.. Aku benar-benar ingin memiliki segala yang ada dalam dirimu..


.


.


.


Kau tahu Sava..


Di setiap hariku, sewaktu kita jaman sekolah dulu, aku selalu melihatmu dengan tatapan menginginkan dirimu.


Bahkan ketika kau tak ada di hadapanku, akupun masih memikirkanmu. Melihat foto-fotomu di album kenangan kita, di folder rahasia laptopku, bahkan di ponselku. Aku banyak mengambil fotomu secara diam-diam.


Jika kau bilang aku ini stalker yang mengerikan, aku tidak akan menyanggahnya. Karena itu memang faktanya.


Ribuan fotomu memenuhi ruang penyimpananku, Va..


Aku memang tergila-gila padamu.


Ciuman bibirku padamu adalah CIUMAN PERTAMAKU!


Aku sungguh menjaganya demi dirimu. Dan.. aku sudah mendapatkannya. Kau tahu betapa bahagianya aku?


SANGAT BAHAGIA!!!

__ADS_1


AHHHH.. AKU TIDAK PUNYA KOSA KATA LAIN SELAIN BAHAGIA, SENANG, GEMBIRA!!!


Dan karena aku sangat bahagia, akupun ingin terbuka saja.


Aku ingin jujur mengenai masa lalu saat sekolah dulu.


Ini adalah pengakuan jujurku.


Di samping diriku yang selalu melihatmu, aku juga pernah.. aku pernah menciummu saat sekolah sedang sepi.


.


.


.


Bukan di bibir, di keningnya sedikit ke pinggir mepet batas rambut dengan jidatnya.


Saat itu dia sedang tertidur di kelas sendirian. Aku masuk dan melihatnya begitu pulas saat tertidur.


Sava mendengkur lembut.


Dia terlihat damai.


Tertidur sambil memegang pulpen.


Lucu.


Dia terlalu belajar keras demi beasiswanya. Dia memang luar biasa. Aku kagum padanya yang sangat mandiri.


Aku membelai helai rambutnya yang menutupi pipinya. Saat aku merasa rasaku padanya tak tertahankan, akupun memberikan kecupan singkat di keningnya.


Aku ingin menyemangatinya saat itu lewat perasaanku padanya.


Maaf, aku diam-diam menciummu.


Maaf, aku menciummu tanpa izin.


Dan maaf, aku juga merahasiakannya darimu.


.


.


.


Sava.. I love you..


I love you so much..


Dont leave me again!


__ADS_1


Dont leave me ever again!!!


You know, i'm nothing without you and die without you...


__ADS_2