My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 12


__ADS_3

Keesokan harinya, sandra keluar dari kamar tamu yang di tempatinya untuk beberapa hari kedepan sampai semua urusannya di Indonesia selesai. Sebenarnya ini masih jam setengah 6 pagi tetapi sandra berniat untuk memasak sarapan untuk semuanya karena dia juga merasa tidak enak menginap di rumah ini tetapi hanya berdiam diri saja makanya sandra berniat untuk membantu bibi membuat sarapan.


Sampai di dapur sandra melihat bibi telah sibuk dengan bahan masakannya, sandra pun menghampiri bibi untuk ikut membantu memasak sarapan.


" Pagi bi "


Bibi yang mendengar suara seseorang pun menjadi kaget dan berbalik melihat sandra yang telah berada di belakangnya sambil tersenyum menahan tawa tanpa sengaja mengejutkan bibi yang tengah fokus dengan bahan masakannya.


" eh non bikin kaget aja "


" hehehe maaf yah bi, nggak sengaja "


" Iya nggak papa non. Oh iya non kok bangunnya cepat "


" Iya nih bi, aku mau ikutan masak soalnya nggak enak masa aku sebagai tamu cuma berdiam diri aja kan nggak sopan bi "


" Eh siapa bilang nggak sopan, non kan tamu di rumah ini masak non mau ikutan masak sih "


" Yah nggak papa bi, aku justru senang bisa masak "


" Non ini ada-ada saja "


" Hehehe. Yah udah bibi mau masak apa biar aku bantu "


" Bibi mau buat nasi goreng non, soalnya den dafa sukanya makan nasi goreng dengan telur mata sapi saat sarapan "


" Oh gitu yah bi, sama dong dengan aku. Yah udah aku bantuin bibi buat nasi goreng nya "


" Yah udah kalau begitu biar bibi yang buatin bekal buat den dafa "


" Ok bi "


Sandra pun memulai aktivitas nya membuat nasi goreng ala dirinya, sementara bibi membuat bekal untuk dafa. Sandra juga tak lupa untuk membagikan nasi goreng buatannya untuk para asisten di rumah ini. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 6 pagi dan sarapan pun telah siap dan tersaji di meja makan tinggal menunggu yang lain nya untuk keluar dari kamar masing-masing, dan tak lama kemudian suara langkah kaki menuruni tangga pun terdengar bahkan langkah tersebut di barengi dengan suara celotehan anak kecil yang cukup bersemangat pagi ini dan sandra pun bisa menebaknya siapa pemilik suara tersebut.


Dan tak lama kemudian sang pemilik suara pun terlihat siapa lagi kalau bukan dafa dan sang ayah, dafa yang melihat sandra berdiri di hadapannya pun langsung membelitkan badannya dari gendongan sang daddy dan berlari ke arah sandra.


" tante cantik "


Sandra pun merendahkan tubuhnya sesuai tinggi dafa saat anak kecil itu berlari ke arahnya, dan ikut memeluk dafa saat dirinya diterjang oleh pelukan dari duplikat Raka tersebut. Dafa merasa senang karena setiap harinya akan melihat sandra berada di sekitarnya bahkan menemani dirinya bermain, belajar dan menyuapi dirinya saat makan bahkan menemani dirinya tidur sambil membacakannya buku cerita. Tetapi yang tidak diketahui oleh dafa adalah kehadiran sandra di rumahnya itu tidaklah berlangsung lama karena sandra tentunya akan pulang kembali ke paris.


Raka pun berjalan menghampiri keduanya, sebenarnya Raka cukup terkejut dengan kehadiran sandra berada di dapur pagi ini lengkap dengan celemek yang dipakainya.


" Pagi san "


" Pagi "

__ADS_1


" Kamu kok pagi-pagi udah di dapur sih "


" Iya aku bantuin bibi buat sarapan pagi ini, emang nggak boleh? "


" Eh, boleh kok "


Tiba-tiba sang tuan rumah yang lainnya pun muncul bergabung bersama mereka.


" Pagi "


" Pagi oma opa "


Ternyata itu adalah kakek neneknya dafa yang berarti orang tua Raka, dan seperti biasa dafa lah yang membalas sapaan tersebut dengan semangat. Kakek nenek nya pun tersenyum karena cucu mereka sangat bersemangat pagi ini dan tentu mereka sangat tahu alasannya.


" Yah sudah ayo kita sarapan "


Mereka pun sarapan bersama-sama dengan dafa yang bersikap manja kepada Sandra dengan meminta untuk di suapkan, Sandra pun dengan senang hati menyuapi dafa sambil sesekali memakan sarapannya.


" Nasi goreng ini rasanya cukup berbeda dengan nasi goreng yang seperti biasanya, bibi mengganti resepnya? "


" Tidak tuan, non Sandra yang memasak sarapan untuk hari ini bibi hanya membuat bekal untuk den dafa "


Semua orang tampak terkejut kecuali Sandra dan Raka, karena dia memang melihat Sandra menggunakan celemek tadinya.


" Ehmm...... iya tan "


" Yah ampun San kok kamu yang masak sih "


" Nggak papa kok tan, aku senang kok bantuin bibi "


" Yah udah deh, biasanya sih tante yang masak cuma kali ini tante bangunnya kesiangan. Tapi masakan kamu enak juga loh "


" Hehe.... makasih tante, masakan tante juga enak kok "


" Yah udah nanti kita masak makan siang bareng aja kalo gitu, gimana san "


" Nanti sandra usahakan untuk pulang cepat tante "


" Yah udah kalau gitu, Papa sama Raka harus pulang cepat nanti biar kita bisa makan siang bareng "


" Iya mah "


" Raka usahain mah, soalnya Raka banyak kerjaan di kantor "


" Pokoknya harus yah rak, mama nggak mau tau "

__ADS_1


" Iya mah "


Dafa yang sedari tadi terdiam mendengarkan orang dewasa di sekitarnya berbicara yang tidak dia mengerti pun akhirnya angkat bicara setelah telinga kecilnya itu menangkap kata-kata bahwa oma nya dan tante cantiknya itu akan memasak bersama pun meminta untuk di masakan makanan favoritnya ketika dia pulang sekolah nanti, dan keinginannya tersebut di iya kan oleh sang oma membuatnya merasa senang.


Tak terasa waktu pun hampir menunjukkan pukul 7 tinggal 30 menit lagi, Raka pun meminta dafa untuk segera bersiap-siap berangkat ke sekolah dan sandra sendiri pun tadi pamit ke kamarnya untuk mengambil tas milik nya dan kemudian mereka bertiga pun pamit pada kedua orangtua Raka dan bergegas masuk ke dalam mobil. Sandra sebenarnya sudah menolak tawaran berangkat bersama karena menurutnya kasian Raka jika harus bolak-balik untuk mengantar dirinya sampai di butik sedangkan sekolah Dafa dengan kantor Raka itu searah, beda dengan butik miliknya yang beda arah dan Raka bisa saja telat sampai kantornya bila mengantar dirinya dan itu pun jika tidak macet bisa mencapai 30 menit apalagi jika macet justru mereka akan sampai dalam waktu 1 jam bahkan lebih.


Tetapi itulah Raka, dia akan memaksakan kehendaknya untuk mengantarkan dirinya sampai di butik, dan Raka justru tidak masalah bila dirinya terlambat toh kantor itu adalah miliknya. Mereka berdua pun akhirnya sampai di butik milik sandra setelah menempuh perjalanan selama 30 menit dan untuknya tidak terjadi kemacetan.


" Maaf yah "


Raka mengernyitkan dahi nya bingung, kenapa perempuan di sampingnya ijin minta maaf?.


" Maaf?, kenapa meminta maaf? "


" Iya, karena aku kau harus terlambat ke kantor "


Raka terkejut mendengar jawaban yang cukup polos dari sandra, dia pun malah terkekeh mendengarnya dia kira minta maaf apa ternyata perempuan di sampingnya ini merasa bersalah karena dirinya terlambat sampai di kantor.


" Sudah ku bilang aku tak masalah, aku bos nya dan tidak masalah jika aku terlambat sampai kantor "


Refleks sandra memutar bola matanya kesal mendengar jawaban sok dari Raka. Ternyata dia belum lah berubah dari dulu masih dengan sikap sok bossy nya itu yang masih melekat. Sandra yang seorang bos saja selalu datang tepat waktu dan jika terlambat atau ada urusan yang penting dia akan memberitahukan asisten nya terlebih dahulu.


" Tetap saja aku tidak enak, dan kau adalah seorang bos seharusnya kau memberi contoh yang baik kepada para karyawan mu untuk tiba dengan tepat waktu bukannya memberikan contoh yang buruk "


" Aku selalu memberikan contoh yang baik, dan lagi pula tidak setiap hari juga aku terlambat dan hari adalah pertama kalinya aku datang terlambat "


" Bukankah aku sudah menolak tawaran untuk berangkat bersama tadi?, aku bisa berangkat naik taksi tadi tetapi kau justru memaksa ingin mengantar ku! "


" Oh ayolah San, apakah kita akan berdebat tentang masalah sepele ini?. Kau tenang saja aku sudah mengirimkan pesan kepada sekretaris ku bahwa aku akan datang terlambat hari ini "


" Kita tidak sedang berdebat, kita........ ah sudahlah tidak usah di bahas lagi. Terimakasih sudah mengantar ku, aku masuk dulu "


" Hhmmm baiklah, oh iya jam berapa kau selesai? "


" Memangnya kenapa? "


" Tak apa, aku hanya akan menjemputmu saat kau sudah selesai "


" Ehhmm, entahlah mungkin paling cepat jam lima "


" Baiklah aku akan menjemput dirimu jam segitu, hubungi saja aku kalau kau sudah selesai "


" Baiklah, yah sudah aku masuk dulu kau hati-hati lah. Sampai jumpa "


Sandra pun segera turun dari mobil Raka dan mundur beberapa langkah dan menunggu mobil Raka berbalik arah menuju kantornya dan saat Raka membunyikan klakson mobilnya barulah sandra melambaikan tangannya dan berjalan masuk ke dalam butik saat mobil Raka hilang dari pandangannya

__ADS_1


__ADS_2