
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa kedekatan Sandra dan Dafa pun semakin tak terpisah kan layak nya ibu dan anak kandung. Bahkan tak jarang juga Dafa menginap di rumah Sandra begitu pun sebaliknya.
Mungkin bagi orang lain yang melihat kedekatan mereka akan membenarkan istilah " dekati dulu anak nya baru ayah nya " saat mereka tau kalau Raka adalah seorang duda. Namun itu tak lah menjadi patokan dari seorang Sandra.
Dari yang awalnya sebagai bentuk menebus rasa bersalah karena lalai dalam menjaga Dafa, Sandra kini benar-benar menyayangi dan menganggap Dafa adalah anak nya sendiri. Tapi bukan berarti dari awal Sandra tak tulus pada Dafa hanya saja waktu itu rasa sayang Sandra pada Dafa tak seperti sekarang.
Pada awal-awalnya Sandra hanya mencoba bersikap baik pada Dafa karena Dafa adalah anak dari sahabat nya sendiri sekaligus orang yang dia cintai, entahlah apakah itu masih berlaku sampai sekarang karena Sandra sendiri pun tak tau, dia hanya menyerahkan semua nya pada Tuhan biarkan Tuhan yang bekerja sesuai dengan kehendak nya.
Kedekatan antara Sandra dan Dafa sekaligus Raka tentu membuat kedua keluarga merasa senang, justru mereka mendukung jika anak-anak mereka ingin mewujudkan impian cucu mereka yaitu Dafa. Bahkan Melisa pun sering merasa gemas sendiri saat dia menggoda Sandra dan Raka yang tak kunjung peka.
Seperti saat ini, mereka berkumpul di sebuah kafe untuk temu kangen setelah sekitar 3 bulan tak bertemu lantaran Melisa dan sang suami sedang bulan madu sekaligus traveling keliling dunia mengunjungi beberapa negara-negara lain.
" Yang liburan terus beda yah muka nya "
" Hahaha iya dong masa harus sedih sih "
" Iya deh iya, asalkan pulangnya harus bawa oleh oleh lah minimal "
" Oh tenang masalah itu mah gampang, oleh-oleh mah ada di apartemen tapi gue nya aja yang malas bongkar koper nya "
" Ckck emang yah "
" Hahaha tenang besok gue bawain deh tapi kita ketemu nya di rumah si om duda aja biar sekalian aja "
" Om duda? siapa tuh? "
" Lah masa kagak tau kan loe dekat sama dia "
" Hah? siapa sih sumpah nggak ngerti gue "
__ADS_1
" Ck si Raka "
" Kak Raka? ya tuhan kak Mel gue kirain siapa "
" Lah loe kira emang siapa? "
" Yah enggak tau "
" Dih kagak jelas loe, gue kan benar dia duda kan? "
" Yah? yah iya sih "
" Nah itu "
" Tau deh pusing gue "
Melisa pun tertawa respon Sandra, oh iya jika ada yang bertanya di mana Dafa dia masih di sekolah suami Melisa pun juga masih di kantor dan Raka? dia sedang ke toilet sehingga tak tau jika Melisa memanggil nya om duda. hahahaha.
" Lama amat loh di toilet? " seru Melisa
" Gue ke mobil dulu bentar soalnya dompet gue ketinggalan "
" Oalah gue kira loe pulang dulu buat ke toilet baru balik ke sini lagi atau nggak pingsan di toilet "
Sandra yang hanya mendengarkan nya geleng-geleng kepala saja dengan kata-kata absurd Melisa sedangkan Raka seketika pusing mendengar kata-kata mantan istri itu.
" Kalau gue pingsan loe mau apa? tolong gue? "
" Yah kagak lah, Ngapain bikin ribet aja mending gue tinggal aja terus gue sama Sandra balik duluan "
__ADS_1
Spontan Sandra tertawa mendengar jawaban konyol keluar dari mulut Melisa, Dan Raka hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban Melisa apalagi Sandra yang nampak puas menertawakan nya.
" Nggak ketawa San "
" Pft maaf kak, ehemm "
" Ehm udah-udah lupain, sekarang kalian gimana? "
" Gimana apa nya?
" Ck, yah hubungan kalian lah masih gitu-gitu aja nih "
Raka dan Sandra pun sontak saling memandang, mereka berdua bingung hubungan apa yang di maksud Melisa.
" Maksud loe apaan sih? "
" Ya ampun masa kayak gitu aja masih harus gua jelasin sih, hubungan kalian berdua itu loh "
" Kagak ada niatan nih mau ke tingkat yang lebih serius lagi? masa kalian harus kayak anak sd sih kalau pacaran panggil nya mommy daddy walaupun nggak pacaran " sambung Melisa.
Sontak Sandra mengalihkan pandangan nya ke arah lain, dia merasa tiba-tiba malu akan perkataan Melisa, karena kini dia mulai paham kemana arah yang di maksud oleh Melisa.
Raka? dia malah menoleh ke arah Sandra seolah-olah pertanyaan dari mantan istri nya itu sudah mewakili perasaan nya sendiri untuk perempuan di samping nya yaitu Sandra. Sedangkan Melisa merasa bingung dengan kedua orang di depan nya itu, bukan nya menjawab malah justru terdiam.
" Kenapa pada diam sih bukannya di jawab, pertanyaan gue sih khusus buat loe si Rak kan loe laki-laki "
" Dan oh yah mewakili perasaan anak gue juga yah si Dafa, soalnya dia takut ngomong sendiri sama kalian berdua katanya takut kalian berdua marah dan berakhir dengan saling menjauh "
Sontak Raka dan Sandra terkejut dan menoleh ke arah Melisa, Dafa? anak sekecil itu sudah memikirkan hal yang seharusnya belum boleh dia pikirkan selain belajar dan bermain.
__ADS_1
TBC........