
Keesokan harinya di sebuah apartemen terlihat seorang gadis yang sedang asik memasak sarapan untuk dirinya sendiri, gadis itu yang tak lain adalah sandra sedang menikmati hari liburnya hari ini maka dari itu dia sengaja bangun agak siang untuk hari ini karena selain itu dia juga sedang ada janji dengan simon hari ini.
Rencananya mereka akan berbelanja bersama setelah sarapan lalu memesan makanan favorit mereka berdua dan sisanya menghabiskan waktu bersama di apartemen sandra sambil menonton film yang direkomendasikan oleh simon. Setelah menghabiskan sarapannya dan membersihkan apartemen nya sandra pun bergegas mandi dan bersiap-siap karena katanya simon sudah dalam perjalanan untuk menjemput dirinya.
Hari ini outfit sandra terlihat sederhana hanya mengenakan hodie oversize berwarna putih kesukaannya dan celana jeans hitam serta sepatu sneakers senada dengan bajunya tak lupa tas selempang kecil yang hanya muat dompet dan ponsel saja yang tak lupa diisi oleh sandra sebuah lipstik berwarna pink agar jika lipstik nya agak pudar dia bisa memakainya lagi nanti.
Setelah siap, sandra pun bergegas keluar dan menuju lift untuk turun kebawah karena simon telah menunggunya di lobi apartemen nya setelah sampai dan pintu lift terbuka sandra pun berjalan keluar mencari sosok simon yang katanya berada di lobi. Setelah melihat simon sandra pun menghampiri simon.
" Hai "
Simon pun mengangkat kepalanya saat merasa ada yang menyapanya, setelah melihat siapa yang menyapanya simon pun tersenyum lebar dan bangkit berdiri.
" Hai "
" Aku lama yah? "
" Nggak kok aku juga baru nyampe "
" Yah udah yuk jalan sekarang "
" Yuk "
Simon dan sandra pun berjalan menuju parkiran di mana mobil simon berada, lalu setelah nya mobil simon pun berlalu meninggalkan parkiran dan bergabung bersama mobil-mobil lainnya.
Sedangkan di tempat lainnya
Di sebuah hotel, nampak seorang pria yang sedang membantu sang anak memakai baju nya lalu setelah itu memakaikan sang anak sepatunya setelah selesai barulah dirinya yang bersiap-siap merapikan penampilannya barulah dia menghampiri sang anak yang sedang menonton.
" Ayo sekarang kita turun sarapan "
" Ayo dad "
Anak dan ayah yang tak lain adalah Raka dan dafa itu pun segera meninggalkan kamar hotel mereka dan turun menuju lantai 1 di mana restoran hotel berada, setelah mendapatkan tempat duduk Raka pun memanggil pelayan dan memesan nasi goreng serta secangkir kopi dan susu untuk dirinya dan sang anak setelah mencatat semua pesanan dari Raka pelayan itu pun berjalan meninggalkan mereka.
" Dad setelah ini kita kemana "
" Dad akan ke kantor sebentar boy ada yang harus dad urus "
" Apakah aku ikut ke kantor daddy? "
" Yes boy, ada apa "
" Tidak dad, hanya saja aku pasti akan bosan "
" Daddy hanya sebentar di sana boy "
" Benarkah? "
" Of course, apa kau ingin berjalan-jalan boy? "
" Yes dad "
" Baiklah kau ingin kemana? "
" Bagaimana kalau kita ke mall saja dad? "
" Baiklah "
Lalu setelah itu mereka mulai memakan sarapan mereka setelah pelayan mengantarkan nya. Setelah selesai sarapan Raka dan dafa pun meninggalkan restoran hotel dan berjalan keluar di depan pintu masuk sudah ada sopir yang menunggu mereka.
" Selamat pagi sir dan selamat pagi juga tuan muda "
" Pagi "
" Pagi uncle "
" Kita akan kemana hari ini tuan? "
" Langsung ke kantor saja "
" Baik tuan silahkan "
Raka dan dafa pun masuk kedalam mobil setelah pintu di bukankan oleh asisten nya itu, lalu setelah itu mobil pun berjalan meninggalkan hotel dan berjalan menuju ke kantor cabang Raka yang ada di kota ini.
Di lain tempat
Sandra dan simon sudah selesai berbelanja dan berlalu setelah membayar, barang belanjaan mereka pun sebagian besar adalah cemilan dan minuman dan setelah ini pun mereka akan ke restoran untuk memesan makanan favorit mereka tetapi terlebih dahulu sandra ingin singgah di sebuah toko buku di sebuah mall lalu mereka akan pulang.
Sandra dan simon pun tiba di sebuah mall, mereka pun turun dan berjalan masuk menuju toko buku tujuan sandra kali ini. Ketika sampai di toko buku sandra langsung menuju rak rak buku yang di tuju yaitu novel. Simon? Simon sendiri saat ini berada di deretan komik komik terbaru yang baru saja di keluarkan. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka pun menuju kasir untuk membayar lalu setelah itu mereka pergi dan berniat pulang namun tidak jadi ketika simon menahan tangan sandra membuat perempuan itu berhenti berjalan, sandra pun menoleh kearah simon dan menatapnya bingung.
" Ada apa? "
__ADS_1
" Itu "
Sandra pun mengalihkan tatapan nya ke arah yang di tunjuk oleh simon, di sana terdapat kedai ice cream.
" Lalu? "
" Aku ingin membelinya, apa kau mau? "
" Iya, yah sudah cepat lah "
" Oke tunggu di sini "
" Hm "
Sandra pun mengedarkan mata nya mencari tempat duduk setelah melihatnya dia pun berjalan menuju tempat duduk itu yang tidak jauh dari kedai ice cream. Dia pun meletakkan novel miliknya dan simon di sampingnya. Sambil sesekali melihat sekelilingnya tapi tiba-tiba matanya terpaku ketika sekilas melihat 3 orang 2 di antaranya yang di kenali berada di mall ini juga dan berjalan masuk ke area bermain anak-anak. Sandra pun bergegas mengambil belanjaan nya dan berjalan ke arah di mana dia melihat 2 orang tersebut dan ingin memastikan apa yang dia lihat, namun tidak jadi ketika seseorang menahan tangannya yang tak lain adalah simon.
" Ada apa? Kamu kemana? "
Sandra tak menjawab dan berbalik ke belakang melihat area yang di masuki oleh orang yang dia kenal tetapi tidak ada orang tersebut sudah hilang dari pandangannya.
" San? Kenapa? "
" Hah? Ah tidak ada. Sudah? "
" Hm, yuk pulang? "
Sandra hanya menganggu dan berjalan kembali sesekali dia melihat kebelakang memastikan penglihatannya salah tetapi nihil di tidak melihat 2 orang itu lagi. Sandra dan simon sudah berada di dalam mobil lagi setelah meninggalkan mall tadi, sepanjang perjalanan sandra hanya diam saja dia masih memikirkan apa yang dia lihat sekilas tadi.
" tapi tidak mungkin Raka dan dafa ada di sini, apakah karena aku merindukan dafa sehingga aku berhalusinasi?, ah mungkin saja iya "
Simon sendiri merasa bingung karena sandra sedari tadi diam saja dan tidak fokus semenjak mereka pulang dari mall, sebenarnya tadi dia merasa bingung karena melihat sandra jalan tergesa-gesa menuju area permainan anak-anak ketika di tanya pun sandra hanya menjawab tidak tetapi matanya selalu melirik ke area itu bahkan kini pun perempuan itu kembali melamun.
" San? "
" ............. "
" San? "
" ........ "
" Sandra! "
" Hah?, eh ada apa? "
" Oh nggak kok, nggak ada "
" Yakin? "
" Iya "
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara mereka hingga sampai di apartemen sandra.
Di lain tempat
Raka saat ini menemani dafa bermain di area permainan anak-anak, dia melihat sang anak sangat gembira mencoba semua permainan yang ada tak terasa sudah 30 menit mereka di sini dan dafa pun merasa haus setelah asik bermain.
" Dad haus "
" Yah udah yuk beli minum sekalian kita makan siang "
" Ayok dad "
Raka, dafa dan asisten Raka pun menuju sebuah restoran untuk makan siang karena sudah masuk jam makan siang. Dafa saat ini sangat menikmati makan siang nya karena ada ayam goreng favoritnya.
" Dad, kita kapan bertemu tante cantik? "
" Setelah kita makan siang boy "
" Benarkah? "
" Yes boy "
" Yeaaayyyyy "
Dafa pun segera menghabiskan makannya dia tidak sabar ingin bertemu dengan tante cantik nya, setelah selesai Raka dan dafa serta sang asisten menuju parkiran tak lupa raka juga sempat membeli beberapa cemilan untuk sandra lalu mereka pun berangkat menuju apartemen sandra.
" Kita ke 1er étage 20, rue Monsieur Le Prince, 6th arr.
" Baik tuan "
Selama di perjalanan dafa tak henti henti nya bernyanyi pertanda bahwa anak kecil itu sangat senang hari ini apalagi dia akan bertemu tante cantik yang dia rindukan, tak butuh waktu lama Raka dan dafa pun akhirnya sampai di apartemen sandra.
__ADS_1
" Kamu tidak perlu naik, tunggu kami saja di Cafe seberang jalan saya tidak akan lama "
" Baik tuan "
Raka dan dafa pun berjalan menuju lift dan langsung masuk ke dalam lift ketika ada lift terbuka, Raka pun memencet tombol 21 di mana lantai apartment sandra berada.
Ting
Pintu lift pun terbuka dan mereka pun berjalan keluar menuju apartemen sandra, kini Raka dan dafa pun sudah berdiri di depan pintu apartemen sandra Raka pun langsung memencet bel yang ada di situ dan tak lama pintu terbuka menampilkan seorang laki-laki yang sedang menatap bingung ke arah tamu yang datang begitu pun juga raka dan dafa.
" Maaf, siapa yah "
" Anda siapa? "
" Saya simon, cari siapa yah? "
" Simon? Bukankah? "
" Tante cantik mana uncle? "
" Eh? Tante cantik? Siap- "
Belum sempat simon melanjutkan pertanyaannya sandra datang menyelah perkataan nya.
" Siap- "
Sandra langsung terpaku ketika melihat Raka dan dafa berada di depannya sungguh dia sangat terkejut saat ini hingga tidak tau harus berbicara apa, di tambah lagi tatapan datar dan dingin Raka ke arah nya semakin membuat sandra diam terpaku.
" Tante cantik "
Bahkan seruan dafa pun tidak bisa menyadarkan keterkejutan sandra saat ini, lain halnya dengan simon yang menatap bingung pada dua orang di hadapannya yang sedang bertatap - tatapan menimbulkan rasa aneh di hati nya.
" Ekhm "
Deheman simon membuyarkan aksi tatap - menatap dua orang itu membuat Raka lebih dulu memutuskan pandangannya ke arah lain begitu juga sandra.
" Tante cantik "
Sandra pun menunduk melihat dafa yang telah memeluk dirinya, sandra pun mensejajarkan tinggi dirinya dan dafa.
" Hai boy, ap kabar ?
" Baik tante, dafa kangen sama tante "
" Tante juga sayang, kangen banget malah "
Sandra pun memeluk dafa dan mengarahkan mata nya melihat ke arah Raka tetapi pria itu hanya melihat dirinya dengan tatapan dingin lalu membuang muka ke arah lain, sandra merasa aneh dengan sikap Raka padahal sebelumnya mereka baik-baik saja saat Videocall waktu itu tetapi sekarang tidak justru sikap Raka seperti saat pertama kali mereka bertemu.
" Ehmm, dafa yuk masuk tante masak makanan kesukaan kamu juga tadi "
" Ayok tante "
" Ehm, Raka Ayok masuk "
" Dafa dad pergi dulu langsung ke kantor nanti dad jemput kamu oke "
Bukannya menjawab ajakan sandra justru Raka berbicara kepada dafa mengabaikan sandra, sedangkan dafa yang mendengarkan ucapan sang daddy langsung menoleh dan memegang tangan daddy nya.
" Kenapa dad, bukannya kata daddy tadi kalau pekerjaan daddy sudah selesai "
" Maaf boy daddy harus pergi, daddy lupa ada yang harus daddy kerjakan sekarang juga "
" Tapi dad "
" Daddy janji daddy akan menjemput dafa di lobi nanti oke? "
Dafa langsung menunduk sedih karena ayah nya akan pergi bekerja padahal dia ingin menghabiskan waktu bersama daddy dan tante cantiknya, akhirnya dafa pun menganggukkan kepalanya lemah.
" Maafkan daddy boy, yah sudah daddy pergi dulu jangan nakal oke? "
Dafa hanya mengangguk menjawab sang daddy, Raka pun mencium puncak kepala sang anak dan memeluk nya sebentar.
" Saya titip dafa, permisi "
Tanpa membutuhkan balasan, Raka langsung berbalik menuju lift meninggalkan apartemen sandra, entah mengapa di merasa emosi saat melihat seorang laki-laki yang membuka pintu apartemen sandra lalu tak lama di ikuti oleh sandra dari belakang, padahal dia rencananya ingin menghabiskan waktunya bersama sandra dan dafa tadi tetapi tidak jadi dan memilih kembali ke kantor mengerjakan pekerjaan nya yang sebenarnya tidak ada dan entah mengapa dia juga memilih menjemput dafa di lobi di banding apartemen sandra sendiri.
Sedangkan sandra hanya diam terpaku melihat Raka pergi setelah menitipkan dafa, bahkan ajakkan nya tadi pun di abaikan oleh raka. Sandra pun bergegas mengejar Raka sebelum laki-laki itu masuk ke dalam lift.
" Tunggu "
Raka tetap berjalan mengabaikan panggilannya.
__ADS_1
" Raka tunggu "
Sandra berhasil memegang tangan Raka sebelum laki-laki itu melangkah masuk ke dalam lift, tetapi Raka langsung melepaskan pegangan tangan nya membuat sandra terpaku padahal sebelum nya Raka tidak pernah seperti itu padanya dan entah kenapa membuat dirinya merasa aneh karena sikap dingin dan tak tersentu Raka