
Keesokan harinya....
Pagi ini Sandra sudah berada di dalam mobil Raka, kenapa Raka? Kenapa bukan sopir yang biasa mengantar Dafa ke sekolah atau mobil Sandra sendiri? Jadi jawaban nya adalah karena tadi ayah dan anak itu lah yang menjemput Sandra sehingga membuat nya terkejut dan merasa heran bahkan ayah dan anak itu juga sempat sarapan bersama keluarga Sandra yang lain nya.
Ketika ditanya kenapa mereka yang menjemput diri nya bukan dirinya saja yang kesana seperti biasanya? Alasannya adalah sekali-kali berhubungan juga karena nanti malam Sandra akan berangkat ke paris jadi Dafa ingin memiliki waktu yang agak lama bersama nya, jadi begitu lah alasannya kenapa Sandra bisa berada di mobil Raka saat ini dan ayah satu anak juga itu berkata bahwa dia yang akan mengantar dan menjemput Sandra di butik nya.
Lalu bagaimana dengan Dafa? Anak kecil itu akan di jemput oleh mommy nya Melisa katanya sih jalan-jalan karena mereka tidak akan ketemu dalam waktu yang cukup agak lama yah sampai acara pernikahan lah, dan kebetulan juga Melisa dan calon suami nya juga akan pergi ke luar negeri lebih tepat nya New York untuk melakukan foto pre-wedding dan lanjut ke paris untuk menghadiri acara rekan bisnis calon suami mantan istrinya itu dan Sandra hanya bisa menganggukkan kepala saja.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka tiba di sekolah Dafa, mereka bertiga pun turun dari mobil dan mengantar Dafa sampai depan kelas nya, banyak juga ibu-ibu yang melihat kedatangan mereka bertiga. ( Berasa artis kali yak hihihhihi )oke skip.
" Nah udah sampai deh, Dafa belajar nya yang benar yah dengerin apa kata guru nya oke? "
" Oke mommy "
" Pinter anak mommy "
Raka dan Sandra pun hanya tersenyum dan merasa bangga karena Dafa merupakan anak yang baik dan pintar.
" Yah udah daddy sama mommy pergi dulu oke belajar yang benar dan jangan nakal oke boy? "
" Oke daddy "
" Good boy, yah udah nanti pulang sekolah nya di jemput mommy Melisa yah ingat kan? "
" Ingat kok dad "
" Yah udah daddy sama mommy pergi dulu yah dadah "
" Dadah sayang "
" Dadah daddy dadah mommy "
Raka dan Sandra pun tersenyum dan berbalik pergi takut nya nanti jalan akan semakin macet membuat mereka terlambat sampai ke tempat kerja masing-masing, namun tiba-tiba ada ibu-ibu yang menyapa mereka berdua sebelum sampai di mobil.
" Pagi mommy dan daddy nya Dafa "
" Ehm pagi ibu-ibu "
" Wah kali ini Dafa di anterin mommy sama daddy yah, kan biasanya hanya sama mommy nya saja "
" Iya bu kebetulan hari ini saya bisa nganter anak dan istri saya "
__ADS_1
Sandra terkejut mendengar Raka menyebutnya " Istri saya " di hadapan para ibu-ibu kepo itu yah walaupun memang pada awalnya Raka yang mengatakan bahwa ia adalah mommy anak itu tapi tidak mengatakan bahwa Sandra adalah istri ayahnya tapi yah sudah lah yang penting cepet selesai.
" Oh gitu yah. Nanti ehm- "
" Sandra bu "
" Iya nanti bu Sandra kan yang jemput Dafa biar sekalian nanti kita bisa ngobrol bareng sama-sama iya kan ibu-ibu "
" Iya benar tuh, bu Sandra nanti bisa ikut di kelompok kita yah sebagai perkenalan lah yah sambil nunggu bubaran sekolah "
Sandra melirik bingung ke arah Raka, dia bingung untuk menerima ajakan ibu-ibu itu karena dia sendiri sebenarnya jarang sekali untuk berkumpul bareng sama teman-teman nya karena kesibukan nya saat ini. Sedangkan Raka yang mengerti arti tatapan Sandra hanya tersenyum mencoba menenangkan perempuan itu lewat tatapan mata nya.
" Maaf ibu-ibu, bukan istri saya yang akan menjemput Dafa nanti nya tetapi ibu kandung nya mantan istri saya "
" Oh gitu, loh memang nya kenapa bukan bu Sandra yang menjemput Dafa biasanya kan begitu "
" Iya ibu-ibu, istri saya akan berangkat ke luar negeri beberapa hari jadi tidak bisa menjemput Dafa "
" Oh pantes, ngomong-ngomong bu Sandra pekerjaannya apa kalau boleh tau "
" Desainer bu "
" Paris bu "
" Wah jauh yah bu, emang di Indonesia nggak ada bu? "
" Ada kok bu di bali dan di daerah kemang "
" Oh gitu "
" Iya bu, Ehm maaf ibu-ibu kami harus pergi sekarang takut telat "
" Oh iya bu silakan "
Sandra pun berbalik di ikuti oleh Raka di belakangnya, sungguh sejak tadi dia sudah ingin pergi dari sana namun ibu-ibu itu terus saja mengajak nya ngobrol. Mobil Raka pun mulai meninggalkan sekolah Dafa menuju butik Sandra, sejak mereka meninggalkan sekolah Dafa sejak itu pula Sandra tidak bersuara membuat Raka bingung.
" Kenapa San kok diam aja sih? "
" Nggak papa "
" Masa sih, terus itu kenapa muka kamu di tekuk aja dari tadi? "
__ADS_1
" Iih aku tuh kesal kak "
" Kesal? Kesal kenapa? "
" Kesal aja sama ibu-ibu tadi, kepo banget sih sama urusan orang "
" Yah namanya juga ibu-ibu San "
" Yah tapi kesal aja kak, pake ngajak buat gabung ke kelompok mereka segala lagi yang pasti isi nya cuma ngomongin orang sama pamer aja tuh "
" Hahahaha, udah lah nggak usah di tanggapi "
" Dih emang yang dari tadi ngobrol sama mereka terus tuh siapa yah "
" heheheh, iya iya maaf kan nggak enak kalau nggak di jawab juga "
" Iya tau tapi namanya itu udah berlebihan kak "
" Iya udah nggak usah kesal lagi "
Sandra hanya bisa menghela nafas pasrah saja, kenapa laki-laki di samping nya ini terlalu santai sih, pake berasa nggak enakkan segala " kasih garam aja sekalian biar enak " batin Sandra masih merasa kesal.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di butik Sandra, Sandra pun segera melepas seat belt nya dan mengambil barang bawaan nya di kursi belakang.
" Nanti sore aku jemput "
" Iya "
Setelah itu Sandra segera turun dan menutup pintu mobil dan berjalan masuk tanpa menoleh lagi membuat Raka geleng-geleng kepala melihat nya.
" Lagi PMS kali yah? "
Raka pun kembali menjalankan mobil nya menuju kantor, untuk saja hari ini meeting nya diundur setelah jam makan siang jadi dia tidak perlu terburu-buru untuk sampai di kantor.
Bersambung........
Terimakasih sudah memampir di cerita iniππ
Jangan lupa untuk selalu like, komen dan vote cerita ini yah πππ
Enjoy next chapter ππ π
__ADS_1