
Hari telah berlalu, dan hasil yang di harapkan oleh Dafa adalah nihil tak ada perubahan sama sekali. Padahal dari pertemuan mereka beberapa hari yang lalu itu Dafa berharap kalau mommy Melisa bisa mempersatukan mommy Sandra dan daddy nya tapi seperti nya harapan Dafa harus tertunda untuk sementara.
Memang sebelum pertemuan mereka berempat waktu itu, Dafa sempat menelepon sang mommy untuk meminta bantuan agar sang daddy dan mommy Sandra nya bisa tinggal bersama dengan diri nya juga. Dafa merasa bosan jika harus di jemput dan di antar oleh mommy Sandra setiap hari nya tanpa tinggal bersama.
Padahal keinginan kecil Dafa yaitu mereka tinggal bersama, setiap pergi sekolah dia akan di antar oleh sang daddy atau sang mommy bergantian dan juga setiap malam sebelum tidur, Dafa akan mendengarkan cerita dongeng dari sang mommy dan begitu seterusnya sehingga membuat nya tampak murung beberapa hari ini.
Melihat cucu satu-satunya tampak murung dan tak bersemangat itu membuat sang nenek nampak curiga, apalagi melihat sang cucu yang nampak tak antusias seperti biasa nya jika sang mommy Sandra menjemput nya. Bukan hanya sang nenek tapi seluruh penghuni rumah itu jika ada yang bertanya jawaban nya selalu " tak ada apa-apa ".
Tapi sang nenek yang tau persis bagaimana sifat cucu nya itu tentu tak merasa percaya begitu saja, mumpung sang cucu sudah pulang sekolah sang nenek yang merasa penasaran pun menghampiri cucu nya itu di dalam kamar. Bagi nya ini adalah kesempatan bagus mumpung sang suami dan sang anak tak ada di rumah.
Ibu dari Raka itu pun segera pergi menuju kamar sang cucu, ketika sampai di depan kamar sang cucu sang nenek terlebih dulu mengetok pintu tersebut lalu membuka nya secara perlahan. Di lihat nya sang cucu yang sedang duduk melamun di dekat jendela, sang nenek pun masuk dan berjalan menghampiri sang cucu.
" Loh ini cucu oma kenapa kok duduk diam aja di sini? "
Dafa yang mendengar suara nenek nya itu menoleh dan mendapati sang nenek berjalan menghampiri nya.
" Oma "
" Dafa kenapa, kok duduk diam aja disini. Biasa nya juga ikut sama mommy di butik atau nggak ikut daddy ke kantor "
" Nggak papa kok oma, Dafa bosan aja kalau ikut mommy sama daddy "
" Bosan? kok tumben? biasa nya Dafa yang paling bersemangat loh "
Dafa hanya menggelengkan kepala nya tanda tak ada apa-apa, sang nenek yang merasa kurang puas dengan jawaban sang cucu pun mendekat perlahan ke arah sang cucu.
" Coba sini cerita sama oma ada apa, oma tau pasti ada sesuatu yang membuat cucu oma satu-satunya ini jadi murung gini "
__ADS_1
Dafa yang mendengar itupun menoleh menatap sang nenek, dan sang nenek yang di tatap pun tersenyum dan mengangguk agar sang cucu merasa nyaman untuk mengeluarkan keluh kesah nya.
" Oma kenapa sih daddy sama mommy nggak tinggal bareng aja dengan kita? "
Sang oma yang mendengar pertanyaan sang cucu pun merasa kaget, merasa bingung kenapa tiba-tiba cucu nya itu bertanya seperti itu pada nya. Apakah ada yang berbicara yang tidak-tidak pada sang cucu ketika di luar sana.
" Kenapa?, kok tumben Dafa tanya tentang itu sama oma? "
" Ada yang ngomong nggak-nggak sama Dafa di luar sana? "
" Nggak ada "
" Terus kenapa? "
" Dafa bosan oma kalau setiap hari hanya di jemput atau di antar mommy sama daddy terus, Dafa mau setiap pagi mommy ada di sini temenin Dafa, masak untuk Dafa temenin Dafa main juga "
Sang nenek kini mengerti dan paham dengan apa yang di inginkan cucu nya itu.
" Jadi Dafa pengen kalau mommy tinggal di sini juga bareng Dafa dan daddy? "
" Iya, nggak boleh yah oma? "
" Siapa bilang nggak boleh? boleh kok. Cuma sayang cucu oma, daddy sama mommy itu belum boleh tinggal bersama "
" Kenapa oma? kata oma tadi boleh "
" Iya boleh, tapi sekarang belum boleh. Kalau daddy sama mommy udah menikah baru boleh deh tinggal bersama bareng Dafa juga tentu nya "
__ADS_1
" Kayak mommy daddy nya teman-teman Dafa juga yah oma? "
" Iya "
" Berarti kalau mommy daddy udah menikah berarti Dafa bisa tinggal bareng mommy dan daddy dong? "
" Iya boleh "
" Dafa boleh minta adek juga nggak oma? "
" Emang Dafa pengen punya adek juga yah? "
" Iya oma, Dafa iri sama teman-teman yang punya adek atau kakak di rumah nya. Mereka juga setiap pagi di masak kan bekal sama mommy, Dafa juga pengen oma "
Sang nenek yang mendengar jawaban polos sang cucu pun tersenyum dan mengelus lembut kepala sang cucu.
"Yah udah kalau gitu Dafa harus tanya daddy sama mommy dulu "
" Harus yah oma? "
" Harus dong, kan yang mau menikah nanti mommy sama daddy "
" Yah udah nanti Dafa tanya sama mommy dan daddy "
Sang nenek pun tersenyum melihat cucu nya itu pun tersenyum kembali. Hmmm......seperti nya nenek dari Dafa itu pun akan turun tangan membantu sang cucu karena dia tau betul sifat dari anak laki-laki nya itu.
TBC..........
__ADS_1