My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 73


__ADS_3

" Sekarang cerita sama mommy ada masalah apa? "


Sandra merasa bingung ingin memulai nya dari mana, karena ini sebenarnya masalah yang cukup sederhana tapi...........ah entahlah.


" Kok diam ayo cerita "


" Ehm gini mom cerita nya "


Sandra pun memulai ceritanya, dari mereka yang tadi nya rencana makan siang bareng setelah Sandra bertemu klien nya hingga dia yang asik dengan Dafa sehingga membuat Raka merasa di acuhkan. Sandra juga menceritakan bagian yang dia ikut-ikutan dengan Dafa untuk ikut mengerjai Raka yang berujung Raka marah dan pergi meninggalkan mereka berdua, hingga dia yang berulang kali menelepon namun tidak mendapat jawaban.


Semua Sandra cerita kan tidak ada yang di lebih-lebih kan ataupun di kurang-kurang kan sehingga membuat nyonya McKenzie mengerti sekaligus merasa heran dengan sifat kekanak-kanakkan.


" Yah sudah biar mom yang menelpon anak itu, dia juga salah meninggalkan kalian di restaurant dan malah menyuruh supir untuk menjemput kalian "


" Nggak usah biar aku tunggu kak Raka aja sekalian mau minta maaf "


" Yah sudah "


Tiba-tiba terdengar suara panggilan dari dalam rumah yang sudah dapat di pastikan itulah adalah tuan McKenzie dari suara nya yang terdengar cukup berat namun tegas.


" Loh di sini toh rupanya, daddy cariin tau nya lagi gosip bareng Sandra "


Sandra pun bangkit dari duduk nya dan menyalami tangan tuan McKenzie.


" Hallo dad "


" Hai San, udah lama? "


" Nggak kok dad "


Tuan McKenzie pun ikut bergabung duduk dengan mereka tepat di samping sang istri.


" Oh iya ada dad manggil-manggil "


" Ah iya hampir daddy lupa "


" Ada apa sih, tumben juga daddy pulang cepat dari kantor "


" Iya kebetulan pekerjaan daddy udah nggak ada jadi bisa cepat pulang, sekalian mau kasih tau kalau sebentar malam kita kedatangan tamu "


" Tamu? "

__ADS_1


" Iya rekan kerja daddy, daddy ngundang mereka sekeluarga buat makan malam di sini "


" Kok mendadak sih dad "


" Nggak terlalu mendadak juga kok, sebenarnya udah dari 2 minggu lalu cuma waktu itu kan belum ada waktu dan Raka juga menghadiri pernikahan Melisa kan "


" Iya sih, terus gimana dong "


" Yah nggak gimana-gimana, masak seperti biasa nya aja "


Sandra yang sejak tadi terdiam pun mengusulkan ide nya.


" Aku bisa bantu kok mom biar cepat selesai "


" Nah tuh Sandra mau bantu mom masaknya " sambung tuan McKenzie.


" Yah udah deh, yuk sayang kita masak "


" Iya mom "


" Oh iya dad, mereka datang nya jam berapa? "


" Jam 7 malam "


" Iya "


Sandra dan nyonya McKenzie pun segera bergegas menuju dapur untuk mengecek bahan-bahan yang akan mereka masak, merasa ada yang kurang mereka pun memutuskan untuk belanja ke supermarket mumpung masih ada. Sampai di supermarket mereka pun mulai mencari bahan-bahan yang mereka perlukan sekalian memikirkan apa yang akan mereka masak.


Setelah selesai mereka pun membayar barang belanjaan mereka, setelah membayar mereka pun berjalan keluar dari supermarket menuju mobil. Sang sopir pun bergegas memasukkan barang belanjaan ke dalam mobil setelah selesai mereka pun meninggalkan supermarket pulang ke rumah.


Lantaran mereka masih memiliki waktu yang cukup lama, mereka pun memutuskan untuk istirahat sejenak. Sandra pun memutuskan untuk naik ke lantai dua menemui Dafa, anak kecil itu sejak pulang tadi belum keluar kamar sejak tadi. Sampai di depan kamar Dafa, Sandra mengetuk pintu tersebut namun tak ada jawaban.


" Dafa, sayang ini mommy nak "


Tok..........Tok..........Tok


" Sayang buka dong pintu nya "


" Dafa "


Tok.........Tok........Tok

__ADS_1


" Dafa, mommy masuk yah "


Sandra pun menghela nafas pasrah dan memutuskan untuk membuka pintu tersebut, saat pintu tersebut terbuka Sandra secara perlahan masuk ke dalam kamar Dafa diedarkan nya pandangannya ke seluruh ruangan namun tak menemukan sosok yang di cari nya. Sandra semakin masuk ke dalam kamar tersebut setelah menutup pintu, Sandra pun mencari Dafa ke sekeliling kamar dan akhirnya menemukan anak kecil itu duduk di sofa dekat jendela.


Sandra berjalan menghampiri Dafa, di lihat nya anak itu duduk termenung sambil memeluk mainan robot kesayangan nya yang Sandra tau itu dari Raka, Sandra pun duduk di samping Dafa dan mengelus kepala nya lembut namun tak ada respon.


" Kenapa hm "


" ............. "


" Nggak mau cerita? "


Dafa menggeleng kan kepala nya sebagai respon.


" Masih karena tadi? "


Dafa mengangguk kecil membuat Sandra tersenyum dan mengangkat tubuh Dafa ke dalam pangkuannya.


" Gini aja, kan hari ini daddy nya Dafa pulang cepat nanti kita minta maaf bareng sama daddy yah "


" Daddy pulang cepat mom? "


" Iya, nanti malam rekan kerja opa mau datang makan malam bareng di sini, jadi sebelum tamu nya datang kita ngomong sama daddy yah? "


" Bener mom? "


" Iya "


Dafa pun akhirnya mengangguk kan kepala nya mengerti.


" Yah udah kalau gitu jangan sedih lagi yah "


Dafa pun mengangguk kembali.


" Yah udah yuk kita turun ke bawah, mommy mau bantuin oma masak buat nanti malam dan Dafa nanti main bareng opa aja gimana? "


" Iya mom "


Akhirnya Sandra berhasil membujuk Dafa untuk keluar dari kamar dan bersama-sama turun ke lantai bawah menuju ruang keluarga, di ruang keluarga sudah ada oma dan opa Dafa yang menyambut dengan gembira cucu kesayangan mereka.


Bersambung..........

__ADS_1


Terimakasih atas perhatiannya.


Jangan lupa untuk tinggalkan komen dan like nya yah, serta kritik dan saran juga dari kalian. Sekali lagi terimakasih 🙏🙏🙏🙏😊😊😊😊😊


__ADS_2