
Saat ini Sandra telah berada di ruangan nya atau lebih tepatnya di butik miliknya yang berada di paris, yahh sudah seminggu semenjak Sandra pulang dari jakarta keadaan kembali seperti semula seperti tidak pernah ada kejadian di mana pertemuan antara Sandra dan Raka beserta anak dan keluarganya. Tapi entah mengapa ada yang aneh di rasakan oleh Sandra, dia merasa seperti ada yang kurang saat dia kembali ke paris seperti tidak ingin meninggalkan jakarta atau lebih tepatnya tidak ingin meninggalkan seseorang.
Jika ada yang bertanya, apakah sandra sudah melupakan perasaannya kepada Raka atau tidak. Maka jawabannya adalah iya masih, itu lah alasan kenapa selama beberapa tahun di paris Sandra belum mempunyai seorang kekasih karena dia masih menutup pintu hatinya atau lebih tepatnya enggan untuk membukanya kembali. Banyak teman nya yang telah mengenalkan Sandra pada pria-pria di luar sana bahkan ada yang sampai menjodohkan dirinya dengan seorang pengusaha tetapi tetap saja sandra seolah-olah tidak terpengaruh oleh hal itu, dan jika di tanya dia akan menjawab
" Thank you, tapi aku tidak berminat "
Itulah jawab yang selalu keluar dari mulut Sandra. Sampai teman-teman nya pusing melihat sandra yang tidak pernah move on dari pria masa lalunya. Dan Sandra pun selalu mengelak jika di sebut tidak bisa move on, dia akan mengatakan bahwa
" aku hanya ingin fokus dengan pekerjaan ku "
Dan jika Sandra sudah seperti itu maka teman-temannya yang lain angkat tangan. Teman-teman Sandra pun sebenarnya sangat penasaran siapa pria yang telah membuat Sandra gagal move on karena selama ini Sandra selalu diam jika di tanya dan selalu mengalihkan pembicaraan. Dan selama seminggu itu pula Sandra selalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya, pekerjaan yang jarang dia ambil pun akan dia ambil dan mengerjakan nya sendiri itu semua sandra lakukan untuk membuat pikirannya teralihkan oleh kejadian yang terjadi saat hari dimana dia akan pulang ke paris.
Mungkin jika teman-teman nya yang lain melihat dirinya sekarang, mereka akan mengatakan bahwa dirinya adalah orang terbodoh di dunia dan Sandra tidak akan mengelak akan itu karena Sandra sadar akan itu. Padahal sudah bertahun-tahun lamanya tetapi dia tidak bisa melupakan sosok Raka dalam hidupnya, Bukan pula dia tidak ingin menjalin hubungan dengan pria lain tetapi dia hanya tidak ingin melukai perasaan orang itu saja dan Sandra pun tidak ingin berpura-pura bahagia dengan hubungan baru tersebut, maka dari itu dia menolak semua pria yang berusaha dekat dengannya.
Huuffttt..... helaan nafas yang Sandra keluarkan pun telah menandakan bahwa kejadian seminggu yang lalu itu cukup membuat nya susah untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, jika boleh jujur Sandra tidak ingin mengingatnya kembali tetapi kejadian itu sungguh sangat membantu Sandra untuk sadar dari kenyataan yang ada bahwa seorang RAKA XANDER MCKENZIE tidak akan pernah bisa dia miliki, dan itu juga membuktikan bahwa Dafa anak semata wayang dari Raka itu dekat dengan dirinya karena mengetahui bahwa dirinya adalah seorang teman lama sang Daddy dan itu semua terlihat di depan matanya dari kejadian seminggu lalu.
Flashback on
1 minggu yang lalu
" Saat ini sandra telah berdiri di depan hotel tempatnya menginap selama di Jakarta, di sampingnya telah terdapat 2 koper besar dan sedang. Sebenarnya sandra hanya membawa 1 koper besar tetapi karena teman-temannya di paris meneror dirinya ingin di bawakan oleh-oleh khas negara indonesia maka jadi lah sandra pulang dengan 2 koper. Tapi tak apa lah dari pada dirinya di suruh kembali ke jakarta hanya karena ingin sebuah oleh-oleh lebih baik sandra turuti. Sandra pun menggelengkan kepala nya karena pemikiran konyol barusan.
Tak lama taksi pesanan sandra pun telah tiba dan sang sopir pun turun dan membantu sandra untuk memasukan koper nya ke dalam bagasi setelah itu sandra pun masuk kedalam taksi, sebenarnya sandra saat ini sedang menuju rumah Raka sekalian ingin berpamitan dan mengantar pesanan mama Raka dari butiknya. Kemarin juga sandra telah berpamitan kepada para karyawan nya di butik dan menitipkan nya pada sang manajer.
( FYI; jika kalian bertanya kenapa butik sandra memiliki seorang manajer itu di karenakan kantor pusat sandra berada di paris dan sandra pun menetap di sana jadi sandra membutuhkan orang yang dapat di percaya untuk mengelola butiknya yang berada di Indonesia. Tetapi sandra juga memiliki ruangannya sendiri di butik maka dari itu butik sandra memiliki 2 lantai, lantai pertama terdapat kasir dan ruangan sang manajer dan lantai 2 yaitu ruangan sandra. Berbeda lagi yang ada di paris, di paris butik sandra terdiri dari 4 lantai, lantai 1 dan 2 yaitu semua koleksi baju yang dijual dan kasir, lantai 3 ruang istirahat para pegawai dan pantry, terakhir yaitu lantai 4 adalah ruangan sandra dan ruang rapat. Terdapat juga sebuah sofa jika ada yang ingin menemui sandra. " ) back to topik
Sandra pun telah sampai di rumah Raka dan segera turun dari taksi dan berjalan ke arah pintu masuk, sekilas sandra melihat ada sebuah mobil dan sandra pikir mungkin Raka atau mamanya ada tamu dan sandra pun tak menghiraukan nya. Ketika sampai depan pintu sandra sudah ingin memencet bel rumah tersebut tetapi tidak jadi karena pintu itu sudah terlebih dulu terbuka dan keluar lah seorang asisten rumah tangga di rumah itu.
' eh non sandra ? '
' iya bi, Tante nathalie ada nggak?, aku mau anterin pesanan yang udah di pesan '
__ADS_1
' oh nyonya, ada kok non silahkan masuk aja non. Nyonya kebetulan ada di ruang tamu '
' oh gitu yah bi, yah udah deh. Makasih Yah bi '
' sama-sama non '
Sandra pun berjalan masuk dan dia mulai mendengar suara obrolan seseorang bersama Raka dan mamanya hingga akhirnya sandra sampai di ruang tamu tersebut dan menyapa mereka semua tetapi tubuh sandra tiba-tiba saja kaku ketika melihat siapa yang tengah berbicara bersama Raka dan mamanya itu.
' melisa ' batin sandra
Sungguh sandra tidak ingin terjebak dengan situasi ini dimana dia bertemu dengan seorang wanita yang bersanding dengan sahabat sekaligus orang yang dia cintai dan ini adalah pertemuan pertama mereka, sebenarnya sandra cukup penasaran kemana melisa saat dirinya ada di rumah ini, tetapi sandra tidak peduli akan hal itu yang dia pedulikan yaitu dia harus segera pergi dari situ.
' sandra '
' tante '
Sandra pun berjalan menghampiri mamanya Raka dan berpelukan sebentar sebelum dia menyerahkan pesanan mamanya Raka itu.
' nggak papa kok tante, sandra juga nggak lama kok '
' loh emang kamu mau kemana?, mau kembali ke butik lagi? '
' enggak kok tante, sandra hari ini harus pulang tante, makanya sandra sekalian pamit dan anterin pesanan tante ini '
' oh iya, inikan pesanan baju tante dari butik kamu kan?, tapi kok kamu cepat banget pulangnya emang nggak bisa di tunda sehari atau 2 hari dulu yahh? '
' maaf tante nggak bisa, soalnya pesawatnya hari ini dan sandra juga ada janji mau ketemu klien '
' Yah sayang banget, tapi kamu janji Yah kamu harus balik lagi kesini '
' maaf tante sandra nggak bisa janji soal itu '
__ADS_1
' loh kenapa? Mommy sama Daddy kamu aja rencananya mau balik ke sini loh masa kamu nggak sih '
' maaf tante sandra nggak bisa, pekerjaan sandra juga di sana '
' Yah udah deh, tapi kalau kamu ada waktu atau ada pekerjaan kamu bilang Yah '
' iya tante '
Pembicaraan sandra dan tante nathalie itu di saksi kan oleh dua orang yang memandang mereka dengan ekspresi yang berbeda-beda, yang satu ekspresi bingung dan kaget, yang satu nya entahlah ekspresi di wajahnya hanya terlihat datar tetapi tidak melepaskan pandangannya dari sosok sandra, yahh siapa lagi kalau bukan Raka. Bahkan sejak kemunculan sandra di rumah nya ini Raka hanya terdiam tanpa ekspresi dan menatap tajam sosok sandra, bahkan tubuhnya sempat menegang ketika mendengar sandra akan kembali ke paris hari ini sungguh Raka cukup terkejut ketika mendengarnya dia tidak menyangka bahwa sandra akan pulang secepat ini bahkan intensitas mereka bertemu pun sangat singkat. Entahlah saat ini Raka tidak bisa berfikir, hingga sampai akhirnya dia melihat sandra berpamitan pada mamanya dan tanpa menoleh ke arahnya dan tanpa berpikir panjang Raka berjalan mengejar sandra yang telah berjalan menuju gerbang rumahnya, menyisakan ekspresi kebingungan di wajah 2 orang wanita di ruang itu.
Sandra pun segera mempercepat langkahnya keluar dari rumah itu setelah berpamitan pada mamanya Raka tanpa menoleh ke arah Raka dan melisa. Sungguh sedari tadi sandra sangat ingin meninggalkan rumah itu dari tadi tetapi tidak bisa dan sandra sadar bahwa sedari tadi pula ada seseorang yang memperhatikan dirinya tetapi dia abaikan dan setelah berpamitan dengan alasan takut ketinggalan pesawat sandra segera keluar dan berjalan menuju gerbang di mana taksi nya telah menunggu, namun tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan membuat nya berhenti berjalan dan ternyata orang yang menarik tangannya adalah Raka. Sandra sempat terkejut dan bingung kenapa Raka menarik tangan nya hingga kini yang terjadi adalah aksi tatap-tatapan di antara mereka berdua hingga sandra sendiri yang memutuskan aksi tatap-tatapan itu dan menarik tangan nya dari genggam tangan Raka setelah menormalkan kembali dirinya karena rasa gugup.
' ada a-apa? '
' kamu benar-benar pulang hari ini? '
' i-iya '
' kenapa? '
' karena pekerjaan ku di sini sudah selesai '
' hanya itu? '
' iya '
Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara mereka berdua, sandra pun bingung dengan Raka kenapa dia bertanya seperti itu. Hingga akhirnya sandra pun pamit karena merasa tidak ada lagi yang mau di bicarakan pun pamit pada Raka
' aku pamit, 1 jam lagi pesawatnya berangkat '
Raka pun hanya diam dan tidak membalas hingga akhirnya sandra masuk ke dalam taksi dan melaju meninggalkan Raka yang masih berdiri di tempatnya dan hanya memandang mobil taksi yang membawa sandra pergi tanpa ekspresi di wajahnya hinggga taksi tersebut hilang dari pandangannya. Kejadian itu pun tak luput dari pandangan seseorang yang melihat interaksi sandra dan Raka, hingga sandra pergi pun Raka masih tetap berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Flashback off