
Keesokan harinya, sesuai janji siang ini Raka sedang dalam perjalanan untuk menjemput Sandra. Yaps.....seseorang yang di hubungi oleh Raka semalam adalah Sandra, dia ingin membicarakan tentang keinginan Dafa. Namun bukan berarti Raka akan mewujudkan impian anak nya itu tapi bukan juga tidak, hanya saja.....ah entahlah memikirkan itu saja sudah membuat kepala Raka pusing.
Tak perlu berlama-lama, Raka telah sampai di depan butik Sandra dan sang pemilik sudah terlihat berjalan keluar dari butik nya. Memang sebelum sampai tadi....yah mungkin sekitar 10 atau 5 menit lagi, Raka menghubungi Sandra memberitahu jika dia akan segera sampai maka dari itu begitu melihat mobil Raka Sandra langsung berjalan menghampiri nya.
" Hai, macet banget yah? "
" Nggak kok "
" Oh, ini kita mau kemana? "
" Hmm, aku juga sebenarnya bingung mau makan di mana. Kalau kamu mau makan di mana? "
" Loh kok tanya aku? kan kak Raka yang ngajakin aku "
" Yah iya cuma kan aku lagi bingung aja mau makan di mana, kalau ke tempat yang sudah-sudah nanti kamu bosan lagi "
" Hahaha, ada-ada aja deh kak yah ai aku bosan. Kita juga kesana nya kan enggak setiap hari "
" Iya sih "
" Yah udah kalau kakak bingung, gimana kalau ke resto sahabat aku kebetulan dia baru buka 3 hari lalu sih "
" Sahabat kamu? dari paris? "
" Bukan, itu loh kak Zea sahabat aku dari jaman kita SMA "
Raka mengerutkan dahi nya bingung, mencoba menggali ingatan nya tentang sahabat Sandra bernama Zea itu.
" Yang mana sih? "
" Yah ampun masa kak Raka lupa sih, Zea kak Zeana "
" Zeana? Oh iya aku ingat yang dulu rambut nya selalu di ikat kuda kan? "
" Nah iya yang selalu di panggil kuda sama teman kak Raka cuma karena dia tinggi doang "
" Sama si Bara kan? "
" Iya yang ujung-ujungnya mereka selalu berantem "
" Hahaha iya aku ingat "
Dan berlanjut lah terus obrolan semasa SMA mereka sampai tak terasa mereka kini telah sampai di tempat tujuan dengan Sandra sebagai penunjuk arah tentu nya. Mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam resto, suasana resto yang cukup ramai pun membuat mereka kesulitan mendapat tempat duduk namun beruntung nya seorang pelayan membantu mereka mendapatkan tempat duduk.
" Ramai banget yah "
" Iya, aku aja nggak nyangka bakal seramai ini "
__ADS_1
" Mungkin karena baru kali yah apalagi ini jam makan siang "
" Iya bisa jadi sih "
Yah memang resto tersebut cukup ramai apalagi di saat jam makan siang makan tambah ramai lah, tak lama seorang pelayan pun menghampiri mereka dan memberikan masing-masing buku menu pada mereka.
" Kamu mau pesan apa? "
" Hm aku kayak nya pesan nasi uduk sama ikan bakar aja deh "
" Minum nya? "
" Minum nya ice lemon tea aja "
" Oke. Mba kalau gitu nasi uduk nya 2, ikan bakar 1, ayam panggang 1 minum nya ice lemon tea 1 dan jus jeruk 1 itu aja "
" Baik saya ulangi yah? nasi uduk 2, ikan bakar 1, ayam panggang 1, minum nya ice lemon tea 1 dan jus jeruk 1. Ada tambahan? "
" Kamu? "
" Nggak udah itu aja "
" Yah udah mbak itu aja "
" Baik, mohon silahkan menunggu "
Pelayan tadi pun pergi meninggalkan mereka berdua.
" Oh iya aku baru ingat, kak Raka ngajak aku ketemuan ada apa? "
" Oh iya hampir lupa, sebenarnya ini ada hubungan nya dengan Dafa "
" Dafa? "
" Iya, aku nggak tau sebenarnya masalah nya dari mana cuma memang aku perhatiin sejak kita pulang dari ketemuan bertiga sama Melisa waktu itu Dafa emang agak sedikit berbeda "
" Berbeda? "
" Iya dan semalam sebelum aku telfon kamu itu Dafa sempat ngomong sesuatu sama aku "
" Ngomong apa? "
Namun belum sempat Raka menjawab 2 orang pelayan sudah terlebih dahulu datang mengantar pesanan mereka.
" Permisi "
" Oh iya mbak silahkan "
__ADS_1
2 orang pelayan itu pun mulai mengatur makanan yang di bawa nya ke atas meja dengan rapi.
" Silahkan di nikmati, permisi "
" Iya terimakasih "
2 pelayan tersebut pun pergi meninggalkan mereka.
" Kak ngomong apa? "
Raka pun menghela nafas lelah, seperti nya memang Sandra sjudah sangat penasaran.
" Semalam Dafa cerita kalau dia.....pengen kamu jadi mommy dia yang bisa tinggal bareng sama dia lakuin semua aktivitas yang biasa nya di lakuin seorang ibu dan anak nya "
" Maksud nya aku nggak ngerti "
" Dafa mau kita tinggal bertiga layak nya keluarga yang lain "
" Apa? "
" Dia iri setiap hari dia liat teman-teman sekolah nya bawa bekal yang di buat sama ibu mereka tapi dia tidak, dia iri teman-teman nya yang lain bisa tinggal bareng, tidur bareng sama ibu mereka tapi dia tidak "
" Ta-tapi kak.. "
" Aku tau San, ini nggak mudah buat aku juga makannya aku mau bicarakan ini sama kamu terlebih dahulu sebelum Dafa yang ngomong sama kamu. Karena aku tau kamu pasti akan kaget nanti nya "
" Apa nggak ada cara lain? "
" Maksud kamu? "
" I-iya maksud nya aku bisa datang tiap pagi-pagi sekali sebelum Dafa bangun buatin sarapan buat dia "
" Lalu tidur bareng? "
" Aku juga bisa temenin dia sampai tidur baru aku pulang "
" Dan dia akan nemuin kamu nggak ada di samping dia saat pagi atau saat dia tiba-tiba terbangun di tengah malam lalu gimana? "
Sandra terdiam, betul juga Dafa sering terbangun tiba-tiba saat tengah malam. Tapi jika begitu sama hal nya dia harus menikah dengan Raka karena tak mungkin dua orang dewasa tiba-tiba tinggal seatap tanpa ada nya sebuah hubungan yang jelas yang ada akan menimbulkan fitnah meski ada seorang anak kecil juga.
" Jadi gimana? "
" Sebaiknya kita makan dulu baru kita bicarakan lagi nanti "
Sandra hanya mengangguk dan mulai memakan makan nya menyusul Raka yang sudah terlebih dahulu mulai makan.
TBC..........
__ADS_1