
Pagi hari di kediaman keluarga McKenzie, seperti biasa kini Sandra tengah berkutat di dapur bersama bibi sedang membuat sarapan untuk sang tuan rumah, jangan tanyakan sejak kapan dia bangun karena kita sendiri pun bingung.
Mungkin sudah menjadi kebiasaan nya di paris, bangun pagi-pagi sebelum berangkat kerja. Ah....ngomong-ngomong tentang butik, Sandra jadi lupa untuk menghubungi sekretaris nya di sana mungkin sepertinya nanti dia harus menghubungi sekretaris nya itu.
Ok berhubungan waktu telah menujukan pukul 6 pagi dan sarapan pun telah selesai, Sandra kini beralih menyediakan nasi goreng beserta teman-teman nya ke atas meja makan sedangkan bibi membantu nya meletakkan piring dan teman-temannya di tempat masing-masing.
Dari meja makan, Sandra dapat melihat nyonya Nathalie yang berjalan ke arah nya dengan keadaan yang sudah segar. Nyonya Nathalie yang melihat ke arah meja makan pun terkejut lalu menatap ke arah Sandra yang sedang tersenyum pada nya. Nyonya Nathalie pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya pasrah.
" Yah ampun Sandra, kamu kok nggak tunggu mommy dulu sih "
" Nggak papa kok mom, lagian aku juga tau pasti mommy masih capek setelah makan malam kemarin "
" Capek apa nya sih hm, mommy tuh nggak capek. Mau capek gimana juga kalau di bantuin sama kamu "
" Nggak papa mom, lagian kan aku tamu di sini "
" Tamu apaan sih, kamu tuh bukan tamu disini. Kamu tuh udah mommy anggap anak sendiri juga "
Sandra pun hanya tersenyum, yah.....bukan rahasia lagi kalau nyonya Nathalie sangat memang menyayangi nya sejak dulu bahkan hingga sekarang. Bahkan dulu nyonya Nathalie sempat berniat untuk menjodohkan dirinya dengan Raka sewaktu kecil apa lagi melihat kedekatan kami berdua, itu kata mommy sewaktu bercerita tentang masa lalu mereka.
Namun mau apa di kata, mungkin takdir antara dirinya dengan Raka memang hanya sebatas sahabat saja dan itu juga yang sempat membuat nyonya Nathalie bersedih lantaran sang anak yang menjalin hubungan dengan mantan menantu nya itu hingga menikah dan punya anak. Tapi itu juga bukan berarti dia membenci Melisa.
" Yah udah kamu mending siap-siap sana biar mommy sama bibi yang terusin "
__ADS_1
" Eh nggak usah mom "
" Udah nggak papa sana kamu siap-siap, sekalian bangunin juga anak kamu tuh ntar dia telat ke sekolah nya "
" Yah udah mom kalau gitu, aku siap-siap dulu "
" Iya udah sana "
Sandra pun segara berjalan menuju ke arah kamar nya berada untuk bersiap-siap karena dia juga harus ke butik, untuk saja dia selalu meninggalkan beberapa pasang baju di dalam mobil nya dan tadi dia sudah meminta tolong sama bibi untuk mengambil kan nya yang langsung di letakkan di dalam kamar nya.
Namun saat belum seberapa jauh dia berjalan, nyonya Nathalie kembali memanggil nya.
" Sandra "
" Iya mom "
" H...ah? A...aku? "
" Iya kenapa? Nggak papa kan?. Kan sekalian kamu ke atas juga "
" H...ah, emm i...iya m...mom "
" Yah udah "
__ADS_1
Sandra pun segera bergegas berbalik kembali menuju ke arah kamar nya, sesampai nya di kamar bukan nya mandi Sandra malah duduk di pinggir tempat tidur menenangkan diri nya yang tiba-tiba gugup serta jantung yang tiba-tiba berdetak tidak karuan. Astaga apa sebesar itu pengaruh seorang Raka pada dirinya.
Padahal permintaan dari nyonya Nathalie bukan lah hal sulit untuk di lakukan bukan? Hanya sekedar membangun kan bukan?.
" Astaga San, udah deh tenangin diri loe oke. Ingat tujuan loe untuk tidak terlalu dekat lagi dengan kak Raka "
" Tujuan loe di sini hanya sebagai permintaan maaf karena udah buat Dafa masuk rumah sakit, jangan terlena oke " sambungnya dalam hati.
Dari pada membuang-buang waktu lebih baik diri nya segera membersihkan diri terlebih dahulu sebelum membangunkan anak kesayangan nya itu si Dafa......ah sekalian dengan bapak nya juga.
Sedangkan di luar kamar tepat nya di dapur, nyonya Nathalie tersenyum saat mengingat ekspresi Sandra saat di meminta untuk ikut membangunkan Raka juga. Yah bisa di bilang nyonya Nathalie memang berniat untuk mendekatkan kembali sang anak dengan Sandra karena dia sadar kalau hubungan keduanya tidak seperti zaman keduanya masih sekolah dulu.
" Sepertinya nyonya seneng sekali kalau den Raka dan non Sandra bisa bersama "
" Ah.....kentara yah bi, iya saya memang ingin sekali mereka berdua itu bersatu jadi keluarga yang nyata untuk Dafa "
" Iya nyonya saya juga setuju, apalagi mereka berdua itu cocok sekali "
" Iya bi, saya juga sangat setuju malahan dari dulu saya menginginkan mereka untuk bersatu tapi takdir malah berkata lain "
" Iya bu, saya doakan semoga den Raka dan non Sandra bisa bersatu menjadi keluarga yang bahagia nanti nya "
" Amin "
__ADS_1
...○○○○○○...
TBC.......