My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 68


__ADS_3

Setelah sampai di jakarta, Raka langsung menuju ke rumah nya untuk mengantar sang anak terlebih dahulu baru kemudian dia menuju rumah Sandra.


" Daddy "


" Yah boy "


" Apa daddy akan bertemu dengan mommy? "


" Tidak boy, daddy akan pergi ke kantor untuk mengerjakan sesuatu "


" Kapan daddy akan pergi bertemu mommy? apakah aku boleh ikut untuk bertemu dengan mommy? "


" Sore, kita akan pergi bertemu mommy sore nanti "


" Benarkah dad? "


" Iya boy "


" Yyeeeeeyyyy asik "


" Maafkan daddy boy, daddy harus bertemu dengan mommy mu untuk menyelesaikan masalah ini setelah itu baru lah daddy ajak kamu bertemu dengan mommy " batin Raka.


Mobil yang mereka tumpangi pun akhirnya telah sampai, Raka dan Dafa pun turun dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk rumah nya sedangkan koper mereka masih di turun kan. Di depan pintu masuk juga sudah berdiri sang mommy aka nyonya McKenzie yang telah menunggu mereka.


Yah tadi memang sebelum naik ke pesawat Raka menelepon sang mommy terlebih dahulu untuk memberitahu kan tentang kepulangan nya yang mendadak ini. Maka dari itu sang mommy menunggu kepulangan mereka.


" Oommmaaaa "


" Yah ampun cucu oma "


Dafa pun berlari dan memeluk sang oma.


" Cucu oma yaang paling ganteng, oma kangen banget sama cucu oma yang paling ganteng ini "


" hehehe Dafa juga oma, Dafa juga kangen sama oma Dafa yang paliiinnggg cantik "


" Masa sih hm, lebih cantik mana oma atau mommy Sandra? "


" Hehehe mommy Sandra dong oma "


Raka dan nyonya McKenzie pun tertawa mendengar pengakuan anak kecil itu.


" Sudah-sudah ayo masuk "

__ADS_1


" Ehm mom "


Nyonya McKenzie yang sudah berjalan duluan bersama dengan cucu nya itu pun terpaksa berhenti dan menoleh ke belakang melihat sang putra yang ternyata tidak mengikuti mereka.


" Ada apa? "


" Hmm mom bisa kah mommy menjaga Dafa sebentar "


" Memang kenapa? kamu mau kemana? "


" Aku harus mengurus sesuatu mom "


" Apa ada masalah? "


" Tidak mom, tidak ada masalah "


Nyonya McKenzie yang merasa ada yang di sembunyikan oleh sang anak, namun dia tidak akan menanyakan apapun lagi karena pasti itu ada hubungannya dengan Sandra...........mungkin.


" Yah sudah, selesaikan lah dulu "


" Makasih mom aku pergi dulu "


Raka pun beralih ke sang anak.


" Boy daddy pergi dulu yah "


Raka pun berbalik dan berjalan kembali menuju mobil nya dan mulai menjalankannya meninggalkan halaman rumah keluarga McKenzie. Tujuannya saat ini adalah rumah keluarga Wijaya untuk bertemu dengan Sandra.


Setelah hampir satu jam akhirnya Raka tiba di depan rumah keluarga Wijaya.


Tin.......Tin


Satpam yang menjaga pun segera membukakan pintu pagar setelah mengenali mobil yang datang.


" Makasih pak "


" Sama-sama den "


" Sandra adakan pak "


" Ada kok den, non Sandra ada di dalam belum keluar dari tadi "


" Ok makasih pak "

__ADS_1


Raka kembali menjalankan mobil nya masuk sampai di depan pintu utama rumah keluarga Wijaya, Raka pun turun dari mobil nya dan secara kebetulan pintu rumah itu terbuka yang ternyata adalah Sandra yang terlihat sudah rapi.


" Sandra "


Sandra yang mendengar seseorang memanggil nya pun menoleh dan terkejut mendapati seseorang yang dia hindari namun kini telah berada di hadapan nya.


" Kak Raka " gumam Sandra


Sandra merasa bingung apa yang harus dia lakukan, tubuhnya tiba-tiba merasa kaku. Dia merasa bingung kenapa tiba-tiba laki-laki di depannya ini sudah berada di rumah nya bukan kah laki-laki ini harus nya masih berada di Bali. Sekarang apa yang harus Sandra lakukan jika begini, Sandra belum menyiapkan diri nya jika bertemu dengan Raka.


Sedangkan Raka yang melihat wajah terkejut Sandra tetap mempertahankan senyuman nya, bahkan ketika Sandra hanya berdiri terpaku di depan pintu. Raka pun memutuskan untuk menghampiri Sandra.


" Hay San "


Kesadaran Sandra pun akhirnya kembali mendengar suara Raka yang nampak dekat dengan nya, Sandra pun menoleh ke arah Raka dengan mata yang berkedip-kedip namun nampak mengemaskan di mata Raka.


" Kak Raka "


" Iya San "


" Kakak kok di sini? "


" Emang nggak boleh? "


" Eh bu bu bukan gitu "


" Lalu "


" Bukan nya kakak mas- "


" Iya aku pulang mau nyusul seseorang yang pulang duluan ninggalin aku sama Dafa dengan hanya meninggalkan surat "


" Eh "


" Udah nggak usah di balas, yuk aku antar kamu mau ke butik kan "


Sandra hanya mengangguk kan kepala saja.


" Yah udah ayo "


Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya, Sandra hanya membiarkan tangan nya di tarik oleh Raka ke arah mobil milik laki-laki itu. Bahkan ketika laki-laki itu membantunya masuk ke dalam mobil sampai memakaikan nya seat belt. Bukan cuma itu bahkan sampai mobil Raka berjalan meninggalkan rumah keluarga Wijaya Sandra hanya diam bak patung, entah kenapa otak Sandra seketika blank dengan sendiri nya.


Bersambung.........

__ADS_1


Terimakasih atas perhatiannya 🙏🙏


Jangan lupa untuk like dan komen juga serta kritik dan saran dari kalian juga untuk cerita ini. Sekali lagi terimakasih............😊😊🙏🙏🙏❤❤


__ADS_2