My Friend Is My Husband

My Friend Is My Husband
Chapter 75


__ADS_3

Selama di meja makan, semua orang tampak menikmati makanan mereka. Sesekali sesekali juga diselimuti oleh percakapan hangat di antara mereka dan tindakan lucu yang dilakukan oleh Dafa.


" Wah tuan Andrew, baru kali ini saya memakan makanan yang lezat seperti ini " puji tuan Ronald.


" Hahaha anda berlebihan tuan Ronald, khusus malam ini istri saya dan Sandra yang memasak makan malam ini " ujar tuan Andrew.


" Ah benar kah, sungguh nyonya masakan kalian sangat lah enak " puji tuan Ronald pada nyonya Nathalie dan Sandra.


" Terimakasih " ujar nyonya Nathalie


" Terimakasih tuan " timpal Sandra.


Mereka pun melanjutkan makan mereka kembali, sambil sesekali berbincang tentang bisnis. Namun tak ada yang menyadari bahwa putri dari keluarga Xaverio, Sera sesekali menatap kagum kepada Raka namun yang di tatap merasa acuh tampak tak perduli. Tapi Sandra, dia sadar akan tatapan mata perempuan di depan nya itu tatapan mata penuh kagum. Entah lah mungkin hanya perasaan nya saja atau tidak Sandra merasa aneh tiba-tiba seolah-olah akan terjadi sesuatu.


Tapi nampak nya kita lupa kalau anak kecil juga memiliki kepekaan yang cukup tinggi. Dafa, anak itu menatap sinis ke arah perempuan yang sejak tadi tak henti menatap ke arah sang daddy. Tiba-tiba anak kecil itu tersenyum tipis.


" Mom " panggil Dafa tiba-tiba


Semua orang yang berada di meja makan itu pun menoleh ke arah Dafa termasuk tuan Ronald sekeluarga yang merasa kebingungan. Sedangkan yang di tatap hanya melihat ke arah orang yang di panggil yaitu Sandra.


" Mom " panggil Dafa sekali lagi yang tak mendapat respon dari Sandra.


" Ah i iya boy " jawab Sandra gugup.


" Mau itu " ujar Dafa menunjuk ke arah ayam bakar yang berada di depan Sandra.


Sandra pun menoleh ke arah ayam bakar di hadapan nya lalu menoleh ke arah piring Dafa yang masih terdapat paha ayam yang baru 2 kali di gigit oleh Dafa.


" Itu kan masih ada habiskan dulu yah baru nambah, sayur mau? enak loh " tawar Sandra.


Dafa pun mengangguk, Sandra pun mengambil piring berisi sayur brokoli dan wortel yang di tumis itu dan menaruh nya sedikit di piring Dafa agar anak kecil itu mencoba nya terlebih dulu.


" Suap " ujar Dafa tiba-tiba


Sandra pun mengangguk dan menyuapi Dafa sambil sesekali dirinya juga ikut kembali makan. Semua orang pun kembali melanjutkan makan mereka sambil melirik ke arah Sandra dan Dafa yang tampak seperti ibu dan anak. Setelah selesai makan malam tuan Andrew pun mengajak tamu nya kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan obrolan mereka sedangkan Sandra memilih untuk membantu para pelayan merapikan meja makan meski telah di larang oleh nyonya Nathalie.


Dafa sendiri pun yang tadi nya tidak ingin ikut bersama oma opa dan daddy nya pun harus menurut karena perintah dari mommy nya padahal anak kecil itu malas melihat perempuan yang menurut nya menyebalkan mencoba mendekati sang daddy.

__ADS_1


Di ruang tamu, Sera yang memang dari awal menaruh perhatian pada Raka pun mencoba menarik perhatian nya, menoleh ke arah ruang makan dan merasa bahwa perempuan bernama Sandra itu akan lama kembali.


" Sepertinya ini kesempatan bagus " batin Sera


Tak menyia-nyiakan waktu yang ada, Sera segera mengambil kesempatan dengan berpindah posisi menjadi duduk di sebelah anak pria itu. Dia akan mencoba mendekati anak kecil itu terlebih dahulu, tindakan nya bahkan menjadi perhatian para orang tua termaksud Raka.


" Hai " sapa Sera pada Dafa.


Dafa yang di sapa pun tidak bergeming sama sekali hanya menunduk sambil memainkan mainan robot milik nya. Tak menyerah Sera kembali mencoba.


" Wah mainan nya bagus yah " ujar Sera.


Sekali lagi Sera tak mendapatkan respon apapun dari anak kecil di samping nya ini membuat Sera merasa kesal, menutup mata mencoba menenangkan diri nya Sera kembali mengajak anak kecil itu berbicara.


" Apa kita boleh berkenalan? kalau nama tante, Sera. Kamu? " ujar Sera basa-basi.


Dafa pun menoleh ke arah perempuan menyebalkan yang sangat berisik itu, bukan kah dia sudah mengetahui nama nya kenapa harus bertanya lagi.


" Bukan kah tadi sudah menyebutkan nama Dafa? kenapa tante bertanya lagi? " ujar Dafa.


Sera pun hanya bisa tersenyum mendengar jawaban menohok dari Dafa hingga tanpa sadar Sera mengepalkan tangan nya kuat lantaran mulai tersulut emosi. Tuan Andrew dan nyonya Nathalie yang mendengar jawaban cucu nya itu merasa tak enak pada tamu nya.


" Dafa nggak suka sama tante ini opa " ujar Dafa.


Tuan Andrew yang mendengar jawaban dari cucu nya ini merasa bingung, bagaimana bisa cucu nya itu tidak menyukai seseorang di pertemuan pertama mereka. Sedangkan nyonya Lavenia yang merasa tak terima anak nya di perlakukan seperti itu tak terima namun mencoba sabar demi image nya yang terlibat baik.


" Loh kenapa nggak suka? bagaimana kalau tante Sera nanti jadi mommy nya Dafa? kan harus nurut kata orang tua " ujar nyonya Lavenia santai.


Orang-orang yang berada di situ pun terkejut mendengar ucapan nyonya Lavenia termaksud tuan Ronald dan.........Sandra. Dafa yang mendengar nya pun membulatkan mata nya terkejut, Dafa pun menoleh ke arah daddy nya.


" Daddy mau menikah sama tante ini? " tanya Dafa.


Raka pun bingung ingin menjawab apa karena dia pun tidak tau apa-apa, namun Raka tak terima apa yang di katakan perempuan paruh baya itu.


" Loh kenapa tidak, bukan kah tujuan pertemuan ini untuk membahas tentang perjodohan daddy kamu sama tante Sera ah salah mommy Sera yah sekarang " ujar nyonya Lavenia.


Dafa yang mendengar itupun tak terima sontak melemparkan mainan robot nya ke arah nyonya Lavenia yang langsung di tangkap oleh tuan Ronald membuat semua orang di situ terkejut dan bangkit dari tempat duduk masing-masing. Sedangkan Sandra juga ikut terkejut melihat tingkah Dafa dan segera menghampiri anak kecil itu.

__ADS_1


" Dafa " panggil Sandra lembut.


Panggilan tersebut tak mendapat respon dari Dafa yang masih menatap tajam nyonya Lavenia dengan mata merah nya.


" DADDY NGGAK AKAN MENIKAH SAMA TANTE ITU! " teriak Dafa dengan suara kencang nya.


" Dafa nggak boleh gitu nak " tegur Sandra yang di acuhkan oleh Dafa.


" MOMMY AKU CUMA MOMMY SANDRA BUKAN YANG LAIN! " teriak Dafa kembali.


Setelah itu Dafa berlari ke arah tangga menuju kamar nya dan tak menghiraukan panggilan dari Sandra dan Raka.


BRAK.......


Orang-orang yang berada di ruang tamu pun terkejut mendengar bantingan pintu yang cukup keras dan dapat dipastikan itu berasal dari kamar Dafa.


" B biar saya yang menenangkan Dafa dulu " ujar Sandra.


Nyonya Lavenia yang mendengar pun mendengus tak suka dan menatap sinis ke arah Sandra.


" Nggak perlu, bukan keluarga kok sok cari perhatian banget. Biar anak saya aja " ujar nyonya Lavenia sinis.


Sera yang mendengar nya pun tersenyum dan berbalik ingin melangkah ke atas, namun tidak jadi lantaran seruan seseorang.


" Tidak perlu, saya lebih tidak suka orang asing masuk kamar anak saya " ujar Raka membuat Sera berbalik dan menatap terkejut ke arah Raka.


" Sial " batin Sera geram.


" Loh kenapa, Sera kan sebentar lagi jadi mommy nya Dafa " ujar nyonya Lavenia.


" Oh yah? apakah sejak tadi ada yang membahas tentang perjodohan disini? dan sejak kapan saya mau menikah dengan anak tante? " tanya Raka santai.


Ucapan Raka membuat nyonya Lavenia merasa geram, tatapan mata penuh amarah pun melayang ke arah Sandra dan tiba-tiba.


PLAK........


" Sandra "

__ADS_1


Pekik semua orang akibat tindakan tiba-tiba dari nyonya Lavenia yang tak terduga itu.


Bersambung........


__ADS_2